revisi -
#
Rea baru saja selesai mengoperasi pasiennya dan ia benar-benar lelah belum lagi besok ia harus mengambil cuti selama 3 hari karena menikah, "Rea," panggil Qilla.
"Kenapa, La?" tanya Rea.
"Gue denger lo izin 3 hari itu beneran?" tanya Qilla.
"Oh itu, iya gue izin 3 hari," ucap Rea.
"Kenapa?" tanya Qilla.
"Maksudnya?" tanya Rea.
"Kenapa lo izin selama 3 hari? kayaknya lo gak pernah izin deh walupun sakit sekalipun dan ini lo izin selama 3 hari," tanya Qilla.
"Ya karena gue gak pernah izin makanya gue pengen izin dan istirahat lagian gue sebenarnya ada acara keluarga juga kok, makanya izin," ucap Rea.
"Acara apa?" tanya Qilla.
"Kepo, kalau lo gak percaya tanya aja sama Bunda," ucap Rea.
"Masa gue sendirian sih selama 3 hari, gak enak banget tahu gak kalau gak ada lo," ucap Qilla.
"Minta temenin Nina aja," ucap Rea.
"Mana bisa orang Nina ada seminar di luar kota," ucap Qilla.
"Kalau gitu semangat ya, La. Lo pasti bisa kok sendirian, tapi lo gak sendirian tahu, kan masih ada dokter-dokter lainnya," ucap Rea.
"Ya, kan gue biasanya prakteknya barengan sama lo," ucap Qilla.
"Udah gak usah lebay, pokoknya selama 3 hari jangan buat masalah ya, awas aja kalau gue masuk tiba-tiba ada masalah gara-gara lo," ucap Rea.
"Siap calon direktur," ucap Qilla.
"Apa sih kok gue geli sendiri," ucap Rea.
"Lo udah selesai kan?" tanya Qilla dan diangguki Rea.
"Kalau gitu gimana kalau kita ke cafe bentar, kita ngobrol apa gitu," ucap Qilla.
"Bolehlah, lagian masih sore juga," ucap Rea.
Rea dan Qilla saat ini berada di cafe dekat rumah sakit, "Udah lama banget lo gak ke cafe kemana aja, Re?" tanya Tasya, pelayan cafe tersebut.
Tasya membawa minuman pesanan Rea dan Qilla.
"Biasa sibuk, Sya. Banyak yang harus gue urus makanya belum sempet mampir ke sini," ucap Rea dan diangguki Tasya.
"Oh iya gimana si ulet bulu dia masih cari gara-gara gak sama lo, Re?" tanya Tasya.
"Si ulet bulu lagi liburan selama dua Minggu makanya dia gak ganggu Rea," ucap Qilla.
"Widih! dua Minggu gak salah tuh liburan apa gimana lama bener," ucap Tasya.
"Kayak lo gak tahu aja gimana ulet bulu, tapi mulai Senin depan kayaknya dia udah mulai kerja soalnya kan Sabtu dia pulang katanya," ucap Qilla.
"Dia liburan sama siapa?" tanya Tasya.
"Kalau kata dokter rumah sakit nih ya, si ulet bulu itu liburan sama dokter Ari," ucap Qilla.
"Dokter Ari dokter kandungan itu?" tanya Rea dan diangguki Qilla.
"Mereka cuma berdua?" tanya Tasya.
"katanya sih iya," ucap Qilla.
"Bukannya si ulet bulu itu deket sama dokter Andi ya, tapi kok malah liburan bareng sama dokter Ari?" tanya Tasya.
"Gue juga gak tahu," ucap Qilla.
"Eh, gue tinggal dulu ya itu si Paidi mulai manggil gue, dah," pamit Tasya.
"Nama bagus-bagus dipanggil Paidi, kasihan banget si Vidi," ucap Rea.
"Kayak lo gak tahu aja mereka berdua kan tikus sama kucing kerjaannya berantem muluh," ucap Qilla.
Saat mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba ponsel Rea berdering, "Siapa?" tanah Qilla.
"Bunda," ucap Rea.
Rea pun akhirnya mengangkat sambungan telepon tersebut, "Halo Bunda, kenapa Bun?" tanya Rea.
"Kamu sekarang dimana?" tanya Bunda Nara.
"Rea lagi sama Qilla, kenapa emangnya Bun?" tanah Rea.
"Gapapa sih, Bunda cuma takut kamu kenapa-napa soalnya kan tadi kamu bilang bakal pulang jam 3, tapi ini udah mau jam 6 dan kamu belum balik," ucap Bunda Nara.
"Rea terlalu asiknya sampe lupa, kalau gitu ini Rea siap-siap mau pulang deh," ucap Rea.
"Yaudah, hati-hati ya kalau mau pulang, Bunda gak mau kamu kenapa-napa sebelum nikah," ucap Bunda Nara.
"Iya iya Bunda, udah dulu ya Bun. Rea mau siap-siap pulang dulu," pamit Rea dan memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Tante Nara nyuruh lo pulang ya?" tanya Qilla.
"Ya, gitulah. Gue pulang dulu gapapakan soalnya Bunda udah nyariin daritadi," ucap Rea.
"Gapapa dong, kalau gitu gue juga balik ke rumah sakit lagi deh," ucap Qilla.
Rea pun saat ini mengendarai mobilnya hingga beberapa saat kemudian Rea sampai di rumah, "Akhirnya Rea, Bunda itu takut kamu kenapa-napa, kamu kan tahu sendiri kalau orang mau menikah itu ada aja yang ganggu," ucap Bunda Nara.
"Udah yuk Bun, kita masuk dulu Rea laper nih terus Rea juga aku mandi biar seger," ucap Rea.
"Sampe lupa Bunda, yaudah ayo masuk," ucap Bunda Nara.
Rea pun membersihkan tubuhnya setelah itu barulah ia turun dan menuju meja makan, "Ini yang belum makan cuma Rea doang?" tanya Rea.
"Iya, tinggal kamu doang yang belum makan," ucap Bunda Nara.
"Kalau gitu ini sayurannya Rea habisin ya," ucap Rea.
"Iya, habisin" ucap Bunda Nara.
Rea pun memakan makan malamnya dengan nikmat hingga piringnya benar-benar bersih dari nasi dan lauk pauk, "Kenyangnya," ucap Rea.
"Gak boleh bilang kayak gitu, kalau kamu ngerasa kenyang kamu cukup ucap Alhamdulillah," ucap Ayah Argi.
"Hehehe, iya maksudnya Rea ya itu Alhamdulillah," ucap Rea.
Keluarga Rea termasuk ke dalam keluarga yang taat karena memang Ayah Argi dan Bunda Nara dulu pernah bersekolah di pondok pesantren. Namun, anak-anaknya tidak pernah belajar di pondok pesantren karena Bunda Nara yang tidak bisa jauh dari anak-anaknya. Meskipun tidak belajar di pondok pesantren seperti Ayah Argi dan Bunda Nara, tapi baik itu Kak Ray, Rea atau Gia sama-sama diajarkan pendidikan agama seperti saat Ayah Argi dan Bunda Nara selama belajar di pondok pesantren.
"Gia mana, Bun? kok Rea gak ngeliat dia sih?" tanya Rea.
"Gia ada di kamar sama Kaif," ucap Kak Ray.
"Rea mau ke sana ah, Rea mau ketemu sama Kaif," ucap Rea.
Namun, belum sempat Rea berjalan Bunda Nara terlebih dahulu menahan tangannya dan hal itu membuat Rea berhenti lalu melihat Bunda Nara, "Kenapa Bun?" tanya Rea.
"Kamu udah minta izin kan selama 3 hari?" tanya Bunda Nara.
"Astaga, Bun. Rea kirain apa, kalau masalah itu Bunda mah gak perlu khawatir. Rea udah izin selama 3 hari kok," ucap Rea.
"Terus Qilla sama Nina gak nanyain kamu gitu kenapa kok izin?" tanya Bunda Nara.
Karena menurut Rea pertanyaan Bunda Nara tidak akan berhenti alhasil Rea memilih kembali duduk di kursi yang tadi ia duduki.
"Tadi itu Qilla sempet tanya, tapi Rea bilang kalau Rea mau istirahat dan juga Rea bilang kalau ada urusan keluarga," ucap Rea.
"Qilla percaya?" tanya Bunda Nara.
"Ya, gak sih kayaknya, tapi Rea desak Qilla buat percaya dan gak tahu deh dia percaya atau gak," ucap Rea.
"Terus kalau Nina?" tanya Bunda Nara.
"Nina gak tahu soalnya kan Nina ada seminar di luar kota dan Senin baru dia balik," ucap Rea dan diangguki Bunda Nara.
"Kamu gak mau ngasih tahu semuanya aja ke Qilla sama Nina? gimanapun juga mereka itu sahabat kamu?" tanya Bunda Nara.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Tania Cimuy
terlalu bertele2 ceritany ga pada pointnya
2022-04-13
10
Pu~
spanga thor
2022-04-13
1
Ummu LD Muhammad Alim
alan sangat tampan rea
2022-03-26
0