revisi -
#
Akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh Rea pun terjadi yaitu membuka hantaran yang berisikan high heels yang sejak kemarin malam Rea kagumi.
"Wah! bagus banget high heels-nya," ucap Rea.
"Bagus dong, orang dari calon suami juga," ucap Kak Ray.
"Apa sih Kakak mah gak nyambung," ucap Rea.
"Coba kamu pake," ucap Bunda Nara dan Rea pun menggunakan high heels tersebut.
"Gimana cocok gak sama kamu?" tanya Bunda Nara.
"Cocok banget malahan, Bunda," ucap Rea.
"Nyaman gak atau kebesaran gitu?" tanya Bunda Nara.
"Gak kok, udah pas ini kayaknya buat kerja bagus nih," ucap Rea.
"Tapi, high heels-nya bukan model buat kerja, tapi lebih ke pesta gitu, Rea," ucap Kak Inez.
"Tapi, lucu Kak kalau buat kerja pasti Rea bakal jadi pusat perhatian," ucap Rea.
"Emang dasar kurang perhatian kamu itu," ucap Kak Ray.
"Kak Ray tahu aja," ucap Rea.
"Kamu gak penasaran gitu kapan kamu bakal nikah?" tanya Kak Inez.
"Astaga, iya Rea lupa mau tanya itu, emangnya kapan Rea bakal nikah? satu bulan, dua bulan, tiga bulan atau satu tahun?" tanya Rea, yang masih setia memandangi high heels yang ada di tangannya.
"5 hari lagi," ucap Bunda Nara, yang tentunya berhasil membuat Rea membeku di tempatnya.
"Bunda gak lagi bercanda kan, masa Rea nikah 5 hari lagi sih. Mungkin maksud Bunda 5 bulan lagi kali," ucap Rea.
"Bunda gak bercanda itu kemauan keluarga calon suami kamu dan Bunda ataupun Ayah gak masalah justru Bunda sama Ayah maunya hari ini kalau bisa," ucap Bunda Nara.
"Candaan Bunda gak seru," ucap Rea.
"Loh, Bunda kan udah bilang kalau Bunda itu gak bercanda Bunda serius," ucap Bunda Nara.
"Tapi, Bunda bahkan Rea belum ketemu sama si cowok, masa Rea langsung mau nikah sih," ucap Rea.
"Lagian kamu sih kemarin pas lamaran gak ada jadi kamu gak bisa ketemu sama calon suami kamu kan, tapi kamu gak usah khawatir Kakak kemarin ketemu sama dia dan Kakak rasa dia orangnya baik dan cocok buat kamu," ucap Kak Ray.
"Ya, itu kan menurut Kak Ray, tapi bagaimanapun Rea juga harus lihat secara langsung calon suami Rea karena nanti Rea yang menjalani hidup bareng sama dia, inget Kak kata orang bijak itu gak semuanya apa yang kita lihat diluar baik," ucap Rea.
"Sok bijak kamu, udah kamu yakin aja lagian nih ya gak mungkinlah Bunda sama Ayah ngasih kamu calon suami yang buruk," ucap Kak Ray.
"Ya, kan siapa tahu," ucap Rea.
"Kamu inget kata Kakak, kamu pasti bakal bahagia nantinya meskipun hubungan kamu dan calon suami kamu karena perjodohan, Kakak pernah bilang kan sama kamu lihat Kakak sama Kakak kamu yang awalnya perjodohan, tapi kita bisa harmonis kayak gini," ucap Kak Inez.
"Tapi, Rea tetep takut Kak," ucap Rea.
"Gak perlu takut. Calon kamu itu baik kok, kemarin Kakak lihat dia bukan tipe orang yang bakal kasar sama kamu," ucap Kak Inez.
"Huh, semoga apa yang Kak Inez bilang bener," ucap Rea.
Setelah membuka seserahan dari calon suaminya Rea pun santai di ruang tamu bersama dengan keluarganya, "Oh iya, Bun. Kan pernikahanku tinggal 5 hari lagi terus gaunnya gimana?" tanya Rea.
"Kamu gak perlu khawatir kalau soal itu, gaun kamu udah Bunda pesenin di Tante Mira dan mungkin besok udah jadi, besok kamu sebelum pulang kamu mampir ke butiknya Tante Mira aja," ucap Bunda Nara.
"Terus pesta pernikahannya gimana?" tanya Rea.
"Rencananya cuma akad aja dan buat resepsinya itu setelah Nenek kamu sehat," ucap Bunda Nara.
"Berarti nanti cuma akad gitu dan resepsinya nunggu Nenek sehat?" tanya Rea dan diangguki Bunda Nara.
"Emangnya keluarga calon suaminya Rea setuju?" tanya Rea.
"Cieee, yang sebut calon suami," ucap Kak Ray.
"Lah! Bener kan calon suaminya Rea, ya masa calon suaminya Kak Inez kan gak mungkin," ucap Rea.
"Mereka sih setuju aja lagipula mereka gak bisa kalau harus nyiapin resepsi hanya dalam waktu 5 hari dan mereka juga bilang kalau memang harus ada resepsi itu artinya pernikahannya harus diundur sampe satu atau dua bulan," ucap Bunda Nara.
"Kamu nanti tinggal ketemu aja sama calon suami kamu dan kalau soal lainnya itu gampang udah diatur sama keluarga kamu atau keluarga calon suami kamu," ucap Kak Inez.
"Ini berarti Rea kayak ta'aruf ya soalnya Rea gak tahu kayak gimana wajah calon suaminya Rea," ucap Rea.
"Bagus dong, kamu kan gak pernah menjalin hubungan dengan siapapun, tapi kamu sekalinya berkenalan dengan seorang pria, kamu justru langsung menikah. Jadi nanti kamu menjalin hubungan yang halal begitu," ucap Kak Inez.
"Astaga, Kakakku yang satu ini bener banget," ucap Rea.
"Oh iya, Re. Kamu masih ada jadwal praktek sampe kapan?" tanya Ayah Argi.
"Sebenarnya sampe Sabtu Yah, tapi karena Jumat Rea bakal nikah ya kemungkinan Rea cuma bakal buka praktek sampe Rabu atau gak Kamis sih," ucap Rea.
"Rabu aja. Kalau Kamis ayah mau kamu di rumah dan persiapin diri buat pernikahan kamu," ucap Ayah Argi.
"Iya, Yah," ucap Rea.
"Re," panggil Ayah Argi.
Rea yang merasa terpanggil pun mendongakkan kepalanya dan menatap Ayah Argi yang juga tengah menatapnya, Ayah Argi bahkan tersenyum lembut pada Rea.
"Ayah gak nyangka ternyata putri cantik Ayah bakal jadi istri orang ya, Ayah berharap kamu bisa berbakti sama suami kamu nanti, jangan melawan apapun yang dikatakan oleh suami kamu, kalau kamu gak suka kamu boleh bilang, tapi jangan melawan dia paham. Satu lagi, kamu harus nurut kalau suami kamu ada salah bilang secara baik-baik jangan menghakimi dia, bagaimanapun dia itu adalah imam kamu, dia kepala keluarga kamu nantinya, kalau kamu lagi ada masalah sama suami kamu nantinya kamu jangan pernah cerita pada Ayah atau Bunda atau siapapun itu, cukup kamu selesain masalah kamu sendiri dan jangan pernah umbar-umbar aib rumah tangga kamu sama orang lain baik itu keluarga kamu atau sahabat kamu, cukup kamu dan suami kamu sendiri yang tahu aib rumah tangga kalian," ucap Ayah Argi.
"Ayah kenapa buat Rea sedih sih, kan kalau kayak gini Rea kayak gak mau nikah," ucap Rea.
"Gak boleh gitu, usia kamu itu usianya yang wajar buat menikah. Ayah yakin calon suami kamu ini adalah yang terbaik buat kamu," ucap Ayah Argi.
"Rea akan mencoba menjadi istri yang Ayah bilang tadi," ucap Rea.
"Bukan mencoba, tapi harus karena bagaimanapun sikap suami kamu nanti ke kamu, kamu jangan pernah bilang itu ke Ayah, karena apa karena Ayah percaya jika pria yang Ayah pilihkan ini adalah yang terbaik dari yang baik," ucap Ayah Argi.
"Jangan lupa ya nanti kasih Bunda cucu," ucap Bunda Nara.
"Bunda mah, Rea aja belum nikah lah ini masa udah minta cucu aja sih," ucap Rea.
"Ya, kan Bunda minta duluan biar kamu cepet kabulin gitu permintaan Bunda," ucap Bunda Nara.
"Jangan jadikan beban permintaan orang-orang disekitar kamu nanti setelah kamu nikah, anggap saja itu doa untuk pernikahan kamu dengan suami kamu," ucap Ayah Argi dan diangguki Rea.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Ultimateangle 2
qA
2022-04-30
1
Lilik Budiarti
nulis highilss ber ulang puluhan kalee
2022-04-24
0
Seftiyanah MSD
cerita'y bagus gk bertele²😍
2022-04-23
0