revisi -
#
Tepat hari ini semua masalah yang dihadapi Alan dan timnya terselesaikan karena pihak perdana menteri sudah mengubah pernyataannya, bahkan sekarang Albert dan timnya sudah berada di markas tim Alan.
"Akhirnya gak jadi perang," ucap Albert.
"Lo sih main nyerang aja," ucap Ryan.
"Ya iyalah kan itu tugas gue, lagian gue mah ngelakuin apa yang diperintah oleh atasan," ucap Albert.
Albert sendiri sudah sangat akrab dengan tim pimpinan Alan begitupun sebaliknya bahkan kedua tim juga sering pergi jika tidak memiliki tugas hal itu karena Albert juga termasuk sahabat Alan, Ryan dan Alvin. Namun, sedikit berbeda karena Albert murid pindahan saat SMA dan sejak jelas 2 SMA barulah mereka akrab dan menjadi sahabat.
Mereka hanya menjadi musuh saat tugas yang mengharuskan mereka saling serang. Namun, setelah itu mereka akan mengobrol santai dan tidak ada baku hantam. Aneh bukan, itulah yang terjadi dalam persahabatan Alan.
Setelah Albert dan timnya kembali ke perbatasan wilayah mereka Alan pun bersiap untuk kembali pulang karena ia teringat akan istrinya, "Mau kemana, Lan?" tanya Ryan.
"Gue mau pulang," ucap Alan.
"Tumben banget biasanya males pulang kalau habis ada kayak gini," ucap Ryan.
"Ya, gapapa sekali-kali lah biar tahu pulang, lagian semuanya udah selesaikan," ucap Alan.
"Iya juga sih," ucap Ryan.
Baru saja Alan akan pergi tiba-tiba suara petir membuat semua orang yang ada di sana terkejut, "Kok tiba-tiba ada petir sih padahal gak mendung loh," ucap Raka.
"Kayaknya lo jangan pulang dulu deh, lihat petirnya nakutin," ucap Ryan.
Baru saja Alan akan menjawab tiba-tiba semua orang yang ada di sana merasakan tubuh mereka berguncang bahkan barang-barang yang ada di sana pun mulai berjatuhan.
"Gempa! ayo kita keluar," ucap Alvin.
Beberapa menit setelahnya barulah keadaan kembali normal. Namun, baru saja gempa terjadi tiba-tiba hujan deras mengguyur daerah tersebut.
"Ini kenapa habis gempa langsung hujan sih?" tanya Ryan.
"Hubungi prajurit yang berjaga di tempat warga," ucap Alan dan diangguki Gara.
Beberapa saat kemudian, Gara pun kembali setelah melaksanakan apa yang diperintahkan Alan, "Tidak ada sinyal kapten dan prajurit yang ada di sana juga tidak dapat dihubungi," ucap Gara.
"Kita harus segera pastikan," ucap Alan.
"Tapi, gak sekarang lihat hujannya kayak gini, kalau kita keluar kita pasti bakal terseret," ucap Alvin.
Mau tidak mau Alan pun harus menunggu sampai hujan berhenti. Namun, bukannya berhenti hujan justru semakin deras bahkan sekarang mulai menggenang di beberapa permukaan.
"Kayaknya bakal banjir deh," ucap Ryan.
Malam harinya barulah hujan mulai reda, Alan segera memutuskan untuk meninjau beberapa daerah yang kemungkinan besar akan mengalami kerusakan karena gempa dan hujan hari ini.
"Kalian bersama Alvin ke wilayah pemasok dan daerah sekitarnya, lalu saya dan yang lain akan ke tempat warga sekitar," ucap Alan dan diangguki semua orang yang ada di sana.
Alan pun memutuskan untuk segera pergi bersama beberapa anggota timnya menuju daerah pemukiman warga. Beberapa saat kemudian, Alan pun sampai di tempat tersebut yang ternyata sudah banyak rumah warga yang hancur.
"Kapten," panggil Varo, salah satu timnya yang menjaga di daerah tersebut.
"Apa sinyal di sini tidak ada?" tanya Alan.
"Iya kapten, sinyal di sini terputus," ucap Varo.
"Bagaimana dengan warga sekitar apa ada dari mereka yang mengalami luka?" tanya Alan.
"Ada beberapa kapten, tapi tim perawat sudah ada yang menanganinya," ucap Varo.
"Berapa banyak warga yang terluka dan juga berapa banyak rumah warga yang rusak?" tanya Alan.
"Untuk yang terluka sendiri hampir semua warga kapten, tapi kalau untuk ruang mungkin 65 persen yang rusak," ucap Varo.
"Kalau gitu kita ke tempat pengungsian," ucap Alan dan diangguki Varo.
Mereka sampai di tempat pengungsian, "Sepertinya mereka tidak bisa mengungsi di sini, di sini terlalu rendah. Lihat banyak air yang masuk ke tenda," ucap Alan.
"Tapi, hanya tempat ini yang luas dan pas untuk pengungsian," ucap Varo.
"Bagaimana kalau kita pindahkan para warga ke lapangan yang ada di kamp militer aja," ucap Ryan.
"Gak bisa, kalau di sana takutnya masih ada beberapa ranjau yang nantinya malah membahayakan mereka," ucap Alan.
"Terus gimana?" tanya Ryan.
"Kita biarin di sini aja, tapi kita tetap cari tempat yang lebih baik daripada di sini," ucap Alan dan diangguki semua orang yang ada di sana.
"Gimana, Ndo?" tanya Alan, pada Nando yang merupakan dokter.
"Kita kewalahan untuk menangani pasien Lan, setidaknya kita butuh 15 atau kalau bisa lebih banyak juga lebih baik. Masalahnya di sini warganya banyak dan juga hampir semuanya terluka, banyak warga yang gak mau ngalah, jadi jujur gue lumayan kewalahan bahkan beberapa dokter lainnya di tim gue juga kewalahan," ucap Nando.
"Tapi, lo gak perlu khawatir gue udah bilang ke sama koordinator relawan kalau gue butuh tambahan relawan dokter lebih banyak, soalnya ini masih warga di daerah sini belum lagi di daerah lain, pasti di sana juga butuh dokter kan," lanjut Nando.
"Kalau gitu nanti biar gue yang ngurus masalah dokternya, lebih baik lo urus semuanya yang ada di sini. Kalau butuh apa-apa atau butuh bantuan, lo tinggal bilang sama tim gue," ucap Alan dan diangguki Nando.
Alan pun menghubungi beberapa timnya yang memeriksa daerah lain dan ternyata di sana juga terdapat beberapa warga yang terluka, "Kalau gitu biar gue yang bicara langsung sama komandan. Kalian jaga di sini," ucap Alan.
Alan pun menuju pangkalan militer untuk berbicara secara langsung dengan komandannya, sesampainya di pangkalan militer Alan langsung menuju ruangan komandannya.
"Ada apa, Lan?" tanya komandan Arga.
"Komandan saya yakin komandan sudah tahu mengenai bencana yang terjadi di wilayah timur dan di sini saya ingin meminta agar komandan mengizinkan koordinator relawan untuk membawa relawan dokter lebih banyak lagi karena tim dokter yang ada di sana kewalahan," ucap Alan.
"Saya akan pertimbangkan itu, tapi saya tidak yakin berapa dokter yang akan menjadi rela," ucap komandan Arga dan diangguki Alan.
Setelah berbicara dengan komandan Arga, Alan pun kembali ke daerah yang mengalami kerusakan. Semalaman Alan dan timnya harus memperbaiki dan juga menjaga takutnya hal yang tidak terduga terjadi kembali, Alan sendiri yang melihat timnya yakin jika mereka lelah karena setelah berperang dengan Albert dan timnya mereka harus kembali mengalami situasi yang tidak terduga seperti ini.
Alan dan timnya serta beberapa relawan tidak tidur bahkan sampai pagi, mereka terus memperbaiki fasilitas desa yang penting agar warga masih bisa melakukan aktivitasnya.
"Tim koordinator relawan sedang mengumpulkan beberapa dokter untuk menjadi relawan dan semoga banyak dokter yang berminat menjadi relawan," ucap Nando.
"Ya, semoga," ucap Alan.
"Lo udah selesai memeriksanya?" tanya Ryan.
"Udah beberapa sih," ucap Nando.
"Kenapa lo malah di sini?" tanya Ryan.
"Sebenarnya gue mau meriksa lagi, tapi tenaga gue habis, gue lemah gak kuat. Asal lo tahu gue juga butuh istirahat ya," ucap Nando.
"Gue bakal minta daftar nama relawan sama koordinator nanti sore, mau gak mau kita harus segera dapatin relawan biar dokter di sini gak kewalahan kayak lo," ucap Alan dan diangguki Nando.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Panda_Cantik
knp qu jd trigat drakor DOTS yah.??? agk agk mirip😁
2022-05-09
1
Sri Erna
smoga rea jd dktr relawan biar ktemu alan..☺️
2022-04-29
0
🅶🆄🅲🅲🅸♌ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠
ga jadi ketemu istri gegara gempa
2022-04-21
0