revisi -
#
Disisi lain seorang pria sedang berada di pangkalan militer dengan seragam lengkapnya, "Kapten pulang sekarang?" tanya Raka.
"Iya, kalian memiliki waktu bebas sampai besok siang dan setelah itu kita latihan strategi," ucap Alan.
"Siap, Kapten," ucap Raka.
"Lan, lo udah siapin semuanya buat latihan besok?" tanya Rian.
"Gue hari ini mau pulang dan lo besok pimpin latihannya, semua udah siap kok besok tinggal lo arahin aja mereka, gue usahain besok ke sini, tapi gue gak tahu soalnya ini orang tua gue tiba-tiba nyuruh gue pulang dan untungnya situasi saat ini aman, jadi gue bisa pulang," ucap Alan.
"Gue tahu kok, mungkin Tante Dira sama Om Aldi udah kangen sama lo, hari libur harusnya lo di rumah, tapi ini lo malah di daerah perbatasan," ucap Ryan.
"Namanya juga tugas, gue pergi dulu," pamit Alan dan diangguki Ryan.
Danial Arsalan Dhananjaya atau biasa dipanggil Alan adalah anak dari pasangan Aldi Dhananjaya dan Anindira Maheswari. Alan memiliki seorang adik perempuan bernama Dea Clarissa Dhananjaya atau biasa dipanggil Dea, Dea saat ini masih kelas 2 SMP, ia sekolah di salah satu sekolah internasional yang cukup terkenal di kota.
Alan merupakan seorang tentara yang saat ini berpangkat sebagai kapten, Alan menjadi salah satu tentara kebanggaan militer karena di usianya yang masih muda yakni 26 tahun, ia bisa menjadi kapten bahkan Alan sering melakukan aksi-aksi berbahaya yang jarang para tentara mau melakukannya. Menjadi kapten di usianya yang masih 26 tahun membuatnya istimewa karena banyak tentara seniornya yang berhasil mendapatkan pangkat kapten di usia 30 ke atas.
Banyak yang telah dilakukan Alan untuk negaranya sebab itu akan disebut sebagai anak emas di dunia militer. Banyak para jenderal yang berlomba-lomba untuk menjadikan Alan menantunya. namun, sampai sekarang Alan masih betah melajang.
(Ini dunia novel kalau tidak sesuai dengan dunia nyata maklumin aja ya)
Alan masuk ke dalam mobilnya dan setelah itu ia pun pergi, waktu yang harus di tempuh Alan untuk menuju rumahnya cukup jauh karena memang letak ia bertugas saat ini berada di perbatasan antara negaranya dengan negara lain.
Setelah beberapa jam mengendarai mobilnya, Alan pun sampai di kediaman orangtuanya. Alan hanya sesekali mampir dan menginap di rumah tersebut karena memang saat dia ditugaskan di pangkalan yang ada di kota ia lebih memilih tinggal di asrama atau rumah dinasnya karena lebih dekat, selain karena jarak rumahnya yang jauh juga agar memudahkannya saat akan latihan di pagi hari. Karena setiap hari memang selalu ada latihan pagi dan juga apel pagi.
"Kamu udah sampe, Lan. Kamu istirahat dulu sana pasti kamu capek," ucap Papa Aldi dan diangguki Alan.
Alan pun menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya yang sudah lebih dari beberapa bulan tidak ia tempati, meskipun Alan tidak menempati kamar tersebut lebih dari cukup lama, tapi semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya tetap terjaga rapi bahkan Alan tidak melihat kotor sedikitpun.
Alan dapat memastikan jika kamarnya benar-benar bersih karena yang membersihkan kamarnya adalah Mama Dira, Mama Dira merupakan orang yang pecinta kerapian atau bisa di bilang Mama Dira sangat perfeksionis untuk masalah kebersihan, Mama Dira tidak bisa jika melihat rumahnya berantakan. Namun, Mama Dira tidak sampai ke tahap OCD.
Bohong kalau Alan tidak lelah dengan kehidupannya, tapi mau bagaimanapun ia harus tetap bertahan dan melakukan semua kegiatannya yang sudah ia pilih. Alan memilih menjadi tentara atas kemauannya sendiri dan saat masuk ke dunia militer orangtua Alan terutama Papa Aldi menolak keras hal itu, tapi karena kegigihan Alan akhirnya Papa Aldi pun menyetujuinya. Akan tampak lucu jika Alan mengeluh pada orangtuanya kalau Alan lelah, ini semua adalah keputusan Alan sendiri dan Alan harus dapat mempertanggungjawabkan keputusan yang sudah ia ambil.
Saat sedang mencoba memejamkan matanya tiba-tiba saja pintu kamarnya di buka oleh seseorang dengan cukup keras hingga menimbulkan suara, Alan membuka matanya dan melihat seorang perempuan yang sangat ia sayangi dan ia jaga selain Mama Dira.
"Kenapa hm?" tanya Alan.
"Dea kangen banget sama Kakak, kenapa Kakak jarang pulang sih?" tanya Dea dan memeluk Alan yang sedang tiduran di kasurnya.
"Kakak ada pekerjaan, kamu kan tahu gimana kerjanya Kakak," ucap Alan.
"Kakak gapapa? atau perlu Dea ambilin minum, makan atau obat?" tanya Dea.
"Kakak gapapa kok, kamu dah selesai belajarnya?" tanya Alan.
"Udah Kak, besok Dea juga bakal mewakili sekolah buat lomba matematika," ucap Dea.
"Wah! kerennya adik Kakak yang cantik ini," ucap Alan.
"Iya dong," ucap Dea.
"Dea jangan ganggu Kakak kamu terus, Kakak kamu pasti capek," ucap Mama Dira.
"Mama kenapa ke kamar Alan? ada yang mau bicarain sama Alan?" tanya Alan.
Mama Dira tersenyum cerah karena ia sudah menduga pasti putranya itu tahu jika ada yang ingin ia bicarakan, "Kamu nih ya tahu aja," ucap Mama Dira.
"Apa yang mau Mama bicarain?" tanya Alan.
"Kamu ke kamar Papa sama Mama aja ya, nanti biar Papa kamu yan bicarain semuanya ke kamu," ucap Mama Dira dan diangguki Alan.
"Sekarang Dea tidur aja ya," ucap Mama Dira.
"Tapi, Dea mau ikut Kakak," ucap Dea.
"Ini urusan orang dewasa, kan Dea masih sekolah, jadi Dea lebih baik tidur aja ya," ucap Alan dan diangguki Dea.
Setelah Mama Dira dan Dea keluar dari kamarnya, Alan pun membersihkan tubuhnya dan setelah itu ia keluar kamar dan menuju kamar orangtuanya tak lupa sebelum masuk ke dalam, Alan terlebih dahulu mengetuk pintu tersebut dan setelah di perbolehkan masuk, barulah Alan masuk ke dalam kamar tersebut.
"Kenapa Pa, Ma?" tanya Alan.
"Kamu duduk sini sebentar," ucap Papa Aldi.
Alan pun duduk di sofa kamar tersebut dan Papa Aldi yang berada di sampingnya. Sedangkan, Mama Dira duduk di kasur dan menatap Papa Aldi dan juga Alan.
"Papa mau tanya kamu sudah siap menikah?" tanya Papa Aldi.
"Papa tumben tanya itu, Papa kan gak pernah nanya kayak gitu ke Alan, tapi kenapa Papa malah tanya itu ke Alan?" tanya Alan.
"Mama pengen punya cucu," ucap Mama Dira.
Alan pun menolehkan kepalanya ke Mama Dira, "Ini Papa sama Mama lagi nyuruh Alan buat nikah?" tanya Alan.
"Iya, kamu punya calon buat kamu kenalkan ke Papa sama Mama?" tanya Papa Aldi.
"Belum," ucap Alan.
"Kamu belum pernah ngenalin siapapun ke Papa sama Mama loh," ucap Mama Dira.
"Namanya juga belum dapet yang cocok sama Alan," ucap Alan.
"Kamunya sih yang kerja terus, gimana mau cari pasangan kalau kamu lebih milih kerjaan kamu," ucap Mama Dira.
"Papa udah ada calon buat kamu," ucap Papa Aldi.
"Pa! Alan masih bisa cari pasangan Alan sendiri kok," ucap Alan.
"Tapi, sampai sekarang kamu belum pernah ngenalin pasangan kamu sama sekali ke papa," ucap Papa Aldi.
"Alan pasti akan kenalin kok," ucap Alan.
"Yakin, siapa? Papa gak mau ya kalau calon kamu juga dari dunia yang sama kayak kamu," ucap Papa Aldi.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Nurhayati Nia
lanjuttt
2024-01-02
0
Jumpa Sari
siaap menghalusinasi.....
2022-07-02
0
Yuliana Susanti
kasihan Lea ditinggal Alan Ampe 8 bln atau lebih gimn tu perasaan Lea, pasti noah sedih banget berpisah Ama Lea mana baru sembuh lagi masih belum move on mudah2an aja hamil lagi secepatnya Lea, atau Lea ikut Noah aja deh....kejam banget sih Thor pisahkan Noah Ama Lea 😭😭😭😭
2022-05-16
1