revisi -
#
"Tapi, Ayah sama Bunda gak pernah ngertiin Rea Kak," ucap Rea, yang masih sesenggukan.
"Ayah sama Bunda ngelakuin ini semua juga karena kamu, mereka mau kamu dapat yang terbaik," ucap Kak Inez.
"Tapi, Rea bisa cari sendiri pasangan untuk Rea. Banyak di luaran sana perjodohan berujung tragis, pilihan Ayah sama Bunda memang terbaik untuk Ayah sama Bunda, tapi belum tentu terbaik buat Rea," ucap Rea.
"Lihat Kakak, kamu tahukan gimana Kak Ray sama Kak Inez, Kak Ray dulu keras kepala ingin menikah dengan calon pilihannya, tapi kamu lihat sendiri calon pasangannya Kak Ray justru mengkhianati Kak Ray. Terus Ayah sama Bunda jodohin Kak Ray sama Kak Inez, sekarang kamu lihat lebih baik mana Kak Ray atau sama Kak Inez yang jelas-jelas pilihan dari Ayah sama Bunda kamu," ucap Kak Inez.
"Kak," panggil lirih Rea.
"Rea, semua hubungan itu gak ada yang sempurna gak ada hubungan antara dua manusia yang mereka cocok 100%. Semua orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda, kalau dari awal kamu sudah berpikiran buruk mengenai hubungan kamu, maka selamanya hubungan kamu dan pasangan kamu gak akan berjalan dengan lancar, Kakak yakin kamu gak akan pernah bahagia kalau kamu sudah berpikiran jelek terhadap hubungan kamu ataupun pasangan kamu. Yang mau Kakak tekankan ke kamu adalah semua hubungan, baik itu suami, istri ataupun pertemanan, persahabatan gak akan bisa berjalan lancar dan bahagia kalau diantara kalian gak ada yang mau bertahan, berjuang, saling menerima dan juga berpikir positif sama pasangan masing-masing" ucap Kak Inez.
"Jadi, Rea salah ya Kak udah bentak Ayah sama Bunda?" Tanya Rea.
"Menurut kamu gimana salah atau gak?" Tanya Kak Inez dan diangguki Rea.
"Tapi, Kak. Rea gak tahu siapa yang bakal di jodohkan Ayah sama Bunda ke Rea, Rea takut nanti pasangan Rea malah nyakitin Rea," ucap Rea.
"Kakak udah ketemu kok sama calon pasangan kamu dan Kakak lihat dia orangnya baik dan yang terpenting dia juga ganteng loh," ucap Kak Inez.
"Apa sih Kak, kok malah bahas itu. Rea itu penasaran aja gimana karakter dia cocok gak sama Rea," ucap Rea.
"Kalau menurut Kakak sih cocok-cocok aja," ucap Kak Inez.
"Kakak mah dukung Ayah sama Bunda makanya bilang cocok-cocok aja," ucap Rea.
"Gak Rea, Kakak itu kemarin ketemu sama dia dan Kakak rasa dia itu baik bahkan nih ya Kakak yakin dia nanti bakal suka banget sama kamu dan satu hal yang harus kamu tahu dari dia," ucap Kak Inez.
"Apa Kak?" Tanya Rea.
"Dia itu lebih ganteng daripada Kak Ray," ucap Kak Inez.
"Hayoloh, Rea aduin ke Kak Ray nih kalau Kak Inez mau nikung Rea," ucap Rea.
"Cie, yang udah nerima calon yang dipilih Ayah sama Bunda, kamu gak perlu khawatir Rea, Kakak gak bakal nikung kamu kok," goda Kak Inez.
Rea baru sadar jika Kak Inez tadi baru saja memancing Rea untuk menerima calon yang dipilihkan Ayah Argi dan Bunda Nara.
"Kak Inez mah resek," ucap Rea.
"Udah kamu temuin Ayah sama Bunda dan minta maaf, mereka pasti sedih banget karena kamu bentak mereka," ucap Kak Inez dan diangguki Rea.
Rea pun turun ke bawah dan Rea dapat melihat Ayah Argi sedang memeluk Bunda Nara yang sedang menangis. Selain itu, di sana juga masih ada Kak Ray dan juga Gia.
Rea berjalan menuju Ayah Argi dan Bunda Nara, "Ayah, Bunda maafin Rea. Rea tadi udah keterlaluan sampai bentak Ayah sama Bunda, Rea gak pernah ada niatan buat bentak tadi itu," ucap Rea, dengan menundukkan kepalanya.
Bunda Nara yang awalnya di pelukan Ayah Argi pun lantas menoleh ke arah Rea yang berada di belakangnya lalu Bunda Nara menghampiri Rea dan memeluk Rea.
"Seharusnya Bunda yang minta maaf karena gak ngertiin Rea sama sekali, Bunda gak akan paksa Rea lagi. Sekarang Rea bisa ngelakuin apapun sesuka Rea asalkan hal itu positif dan membuat Rea bahagia tentunya, bagi Bunda yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan anak-anak Bunda, hiks hiks," ucap Bunda Nara.
Rea sendiri yang mendengar ucapan Bunda Nara benar-benar merasa bersalah, ia merasa egois karena hanya memikirkan mengenai keinginannya saja, tapi ia lupa jika Ayah Argi dan Bunda Nara yang selama ini yang sering berjuang demi dirinya.
Rea merasa jika ia menjadi anak yang tidak berguna, Ayah Argi dan Bunda Nara bukan hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri, tapi mereka juga memikirkan kebahagiaannya Rea. Sedangkan, Rea tidak pernah mengerti dan memikirkan apa yang membuat orangtuanya bahagia.
Saat orangtuanya ingin bahagia Rea justru menolaknya bahkan membentaknya. Rea saat ini benar-benar merasa menyesal karena tidak mengerti keinginan orangtuanya.
"Maafin Rea, Rea gak bisa jadi anak yang baik dan buat Ayah sama Bunda bahagia," ucap Rea.
"Gak sayang, kamu gak perlu minta maaf. Ayah sama Bunda bahagia kok ngelihat kamu bahagia," ucap Ayah Argi, yang berjalan menuju Rea dan Bunda Nara lalu memeluk mereka.
"Rea mau kok dijodohin sama calon pilihan Ayah sama Bunda," ucap Rea.
"Sayang, kamu gak perlu ngelakuin hal itu. Ayah sama Bunda gak maksa kamu kok, kamu harus cari pasangan kamu sesuai dengan keinginan kamu, kamu jangan terima perjodohan ini kalau kamu hanya memikirkan Ayah sama Bunda," ucap Ayah Argi.
Rea sebagai anak yang di perlakukan seperti itu, benar-benar menyesal telah menolaknya tadi, Rea terngiang-ngiang bagaimana saat ia melihat raut kecewa Ayah Argi dan Bunda Nara tadi saat ia menolak perjodohan ini.
"Gak Yah, Rea mau karena memang kemauan Rea sendiri, bukan karena Ayah sama Bunda," ucap Rea.
"Kamu beneran sayang," tanya Bunda Nara, dengan semangat.
Rea senang saat melihat Bunda Nara tersenyum ceria meskipun ia harus mengorbankan hidupnya, Rea pun menganggukkan kepalanya dengan pertanyaan Bunda Nara tadi. Rea akan mencoba untuk menerima perjodohan ini dan Rea juga berharap nantinya ia akan bahagia seperti Kak Ray dan juga Kak Inez.
"Kalau gitu Ayah kabarin Aldi sama Dira," ucap Bunda Nara.
"Iya, nanti Ayah kabarin mereka," ucap Ayah Argi.
"Kenapa gak sekarang aja?" tanya Bunda Nara.
"Sekarang udah malam Bunda, nanti malah Ayah ganggu mereka tidur lagi," ucap Ayah Argi.
"Iya juga ya," ucap Bunda Nara.
"Kamu yakin, Dek?" tanya Kak Ray, dengan suara pelan.
"Iya, Kak. Lagian Kakak sama Kak Inez gak ada masalah kan selama pernikahan kalian," ucap Rea.
"Kalau emang itu keputusan kamu, Kakak sih dukung aja," ucap Kak Ray.
"Berarti nanti tinggal Gia doang dong yang masih jomblo di rumah ini," ucap Gia.
"Kamu itu masih kelas 2 SMP jangan pacaran, nanti aja kalau udah kerja dan bisa ngasih uang ke orangtua baru kamu bisa pacaran," ucap Bunda Nara.
"Kenapa harus nunggu kerja sih? sekarang aja loh Bun, lagian banyak kok temen Gia yang udah punya pacar padahal masih kelas 2 SMP," ucap Gia.
.
.
.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 258 Episodes
Comments
Tri Utari Agustina
nyimak dulu
2022-05-11
1
Dyana Arsi
baca maraton tapi koyoe ribet amat yak susunan cerita ,tapi akubtak nyimak dulu
2022-05-02
4
D'by
otw baca marathon....
2022-04-29
1