17. PART 17

Sidang perceraian ketiga berjalan dengan lancar, setelah mediasi diantara keduanya berjalan alot karena Giska tetap pada pendiriannya untuk tidak mau bercerai dengan Daffin.

Tapi setelah mendapatkan penekanan dari Daffin, iapun menuruti permintaan suaminya untuk bersedia menerima perceraian itu.

Ketika ketukan palu hakim jatuh talak satu, Giska berdiri dengan perut yang sudah berusia tujuh bulan, ia menghampiri suaminya.

"Dengar mas Daffin, jika suatu saat nanti kamu datang untuk mengakui ini anakmu, aku bersumpah demi Allah, tidak akan memberikan hakmu sedikitpun untuk menemuinya.

Ku kira menikahi orang yang berilmu sepertimu itu memiliki luasnya jiwa dan akhlak yang berkualitas, ternyata kamu sama saja seperti para pengusaha berdasi yang akan menendang wanitanya, jika tidak sesuai dengan harapannya. Selamat tinggal!"

Giska keluar dengan perasaan gusar, dia membujuk hatinya agar tetap tegar menghadapi suaminya yang lagi terperdaya dengan rencana setan untuk memisahkan ikatan pernikahan mereka.

Ayah dan bunda Giska menggandeng tangan putri mereka untuk masuk ke mobil.

"Dia akan aku buat menyesal seumur hidupnya bunda dan aku tidak akan sedikitpun mengizinkan anakku disentuh oleh dokter manapun untuk melakukan tindakan USG, karena bukan buktinya yang aku takutkan tapi kepercayaan mas Daffin padaku yang aku pertanyakan." Ucap Giska lalu memperbanyak membaca istighfar untuk mengendalikan amarahnya.

"Sayang, ayah dan bunda mendukung apapun keputusanmu. Kamu masih muda dan jalanmu masih panjang, bunda yakin kamu akan mendapatkan laki-laki lain yang terbaik dari pada sebelumnya." Nyonya Nunung menghibur putrinya yang masih dongkol dengan Daffin yang sekarang ini menjadi mantannya.

"Ayah, jangan memaksaku untuk melakukan tes DNA, cukup Allah yang akan membuktikan kebenarannya pada mas Daffin." Giska merengek kepada ayahnya.

"Iya sayang, ayah menghormati prinsipmu." Timpal Tuan Ruslin tampak tenang.

Setibanya di mansion, Giska menghapus semua foto-fotonya bersama Daffin yang ada di galeri ponselnya. Tidak ketinggalan semua album foto yang pernikahannya dibakarnya di tempat sampah.

Apapun pemberian Daffin padanya di kembalikan semuanya ke mansion mewah suaminya itu. Amarahnya sudah sampai memuncak di ubun-ubunnya.

"Dulu aku sangat mencintaimu, tapi kebencianku kepadamu melebihi rasa cintaku itu." Giska membuang ponselnya karena itu juga pemberian Daffin.

Bundanya hanya menyaksikan amarah putrinya dengan mengurut dadanya. Sepertinya ia lebih sakit hati daripada Giska saat ini. Bagaimana tidak, putrinya yang bertempramen keras kembali menjadi dirinya sendiri usai bercerai dengan Daffin.

"Bunda!" Mulai sekarang tidak ada lagi nama bajingan itu untuk disebut dalam rumah ini.

Aku akan membesarkan anakku sendiri tanpa campur tangan bajingan itu." Ungkapnya lalu berlari menuju ke kamarnya.

"Giska, hati-hati sayang! nanti kamu bisa jatuh." Nyonya Nunung begitu ngeri melihat putrinya naik tangga sambil berlari cepat, ia takut Giska bisa jatuh terpeleset karena kandungan Giska yang sudah makin membesar.

Giska benar-benar gila hari ini. Tidak ada yang bisa menghentikannya karena jiwanya benar-benar sangat labil.

Sudah dua Minggu Giska hanya mengurung dirinya di kamar. Ayah dan bundanya tidak bisa apa-apa. Makanannya kadang tak tersentuh, andai pun ia makan itu hanya sedikit.

Tubuhnya makin hari makin melemah, hingga akhirnya ia pun pingsan di kamar mandi. Giska segera di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Di ruang ICU kini Giska berada. Keinginannya untuk hidup sangat menipis. Ia kini mengalami depresi berat.

Dokter psikiater dikerahkan ayahnya untuk membantu memulihkan jiwa Giska.

"Ayah, aku takut Giska tidak mampu bertahan menghadapi cobaan ini, ayah." Ucap nyonya Nunung memikirkan nasib putrinya.

"Serahkan semuanya pada Allah bunda, jika putri kita memegang kebenaran pada tali Allah, insya Allah, Allah yang akan menyelamatkan jiwanya." Ucap Tuan Ruslin yang sedang duduk di sofa menunggu putrinya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Di ruang kerjanya, Daffin merasa sangat tidak tenang, hatinya merasa sangat sakit entah itu apa yang jelas nafasnya seakan sangat sesak.

"Bos, apakah boleh saya bicara?" Tanya asistennya Faiz.

"Ada apa Faiz, mengapa kamu seperti kelihatan sangat gugup begitu?" Tanya Daffin dengan wajah datar.

"Ini mengenai, nona muda Giska Tuan." Ucap Faiz.

"Aku tidak ingin mendengarkan tentang dirinya karena aku tidak punya urusan lagi dengan dia." Ujar Daffin cuek sambil memainkan laptopnya.

"Baik bos saya tidak akan mengatakan apapun tentangnya." Faiz segera meninggalkan ruang kerja bosnya.

Setibanya di mansion, seperti biasa Daffin setiap malam sendirian di meja makan sambil menikmati makan malamnya. Ia mengeluhkan masakan bibi Ima yang tidak seperti biasanya.

"Bibi mengapa masakan bibi sekarang, rasanya tidak seperti biasanya?" Tanya Daffin kesal.

"Maaf Tuan Daffin, selama ini masakan enak yang biasa Tuan Daffin makan itu, bukan masakan bibi, tapi masakan non Giska.

Semenjak ia masuk ke rumah ini di saat itulah dia sendiri yang meminta kepada bibi agar ia sendiri yang masak untuk suaminya dan itu harus dirahasiakan dari Tuan karena non Giska malu jika masakannya tidak enak, anda akan menghinanya.

Namun sebaliknya Anda justru menikmatinya dan aku yang mendapat pujian itu." Bibi Ima membeberkan semuanya tentang kebaikan Giska.

Daffin hanya termangu mendengar penuturan kepala pelayannya tentang mantan istrinya itu.

"Ada lagi yang anda tidak tahu selama ini, Tuan. Saat malam tiba selama ia baru tiba di rumah ini, ia bangun malam untuk sholat tahajud dan membaca Alquran di ruang mushola. Ketika anda sholat di mesjid, ia sholat di rumah.

Saat anda tidur lagi usai sholat subuh, non Giska selalu pamit untuk berolah raga, padahal sebenarnya dia selalu membagikan nasi bungkus pada para pemulung, pedagang keliling dan janda-janda miskin yang sudah tua ia berikan uang juga.

Daffin tersentak saat mengetahui kebaikan istrinya dan juga makanan lezat yang dimakannya selama ini adalah masakan istrinya sendiri.

"Apakah orang semulia itu hatinya tega berzina dengan laki-laki lain?" Bibi Ima protes dengan sikap kerasnya Daffin yang tega mendholimi istrinya.

Daffin beranjak dari duduknya hendak ke kamarnya namun bibi Ima masih saja bicara.

"Tuan, nona Giska sekarang dirawat di rumah sakit karena mengalami depresi berat dan tidak ingin makan selama dua Minggu ini sejak perceraian kalian." Bibi Ima nekat memberi tahu itu pada Daffin.

"Apa??" Dia depresi berat?" Bibi Ima yakin dengan semua itu?" Tanya Daffin setengah tak percaya.

Bibi Ima mengeluarkan ponselnya menunjukkan foto tubuh Giska yang sangat kurus tergolek lemah di ruang ICU dengan berbagai alat medis yang melekat di tubuhnya dalam keadaan hamil besar.

Tanpa disadari, air mata Daffin menetes melihat kondisi mantan istrinya itu yang sangat parah.

"Apa yang harus saya lakukan bibi?" Tanya Daffin lirih.

"Jika Tuan bersedia untuk melakukan lagi tes kesuburan Tuan pada rumah sakit lain, mungkin hasilnya tidak akan sama Tuan, karena saya yakin dan seyakin-yakinnya bahwa nona Giska tidak tersentuh sedikitpun oleh lelaki bajingan itu.

Dan dia benar-benar mengandung anak Tuan Daffin. Lakukan apa yang bibi minta atau anda akan menyesalinya nanti." Ucap bibi Ima lalu kembali ke kamarnya.

Wanita paruh baya ini sangat merindukan Giska. Selama ini Giska selalu bersamanya dan memperlakukan dirinya seperti ibu bagi gadis itu.

Hanya saja sifat Giska yang selalu tertutup dan juga tidak ingin terlihat hebat didepan suaminya membuat bibi Ima sangat kagum pada sosok Giska.

Daffin masuk ke kamarnya, ia merebahkan tubuhnya dan membayangkan wajah cantik Giska.

Daffin tidak lagi menyimpan semua foto-foto mereka saat masih bersama karena kecemburuannya telah membumihanguskan cintanya kepada Giska dengan menghapus semua foto gadis itu.

"Apakah benar, anak yang dikandungnya adalah anakku?" Tapi bagaimana dengan hasil tes kesuburanku?" Daffin masih mempertanyakan perasaannya saat ini pada Giska dan hasil laporan medisnya sendiri.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

IKUTI JANJI LO GISKA TDK INGIN KMBALI KE DAFFIN KLO DY SUATU SAAT TAU KBENARANNYA

2023-01-25

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

PINTAR, FAHAM AGAMA, TPI HATI MSH DIKUASAI SETAN, KNP GK IKUTI SARAN ISTRI, MERTUA & ORANG TUA UNTUK TES ULANG KSUBURAN DIRMH SAKIT YG BRBEDA, BSA JDI TES YG LMA TRTUKAR..
DAN SATU LGI, DLM ISLAM TDK BOLEH MNIKAHI ATAU MNCERAIKN WANITA YG SDG HAMIL, INI KOQ MLH BRRCERAI, ILMU AGAMA NYA KMANA..

2023-01-25

1

Linda Bengkulu

Linda Bengkulu

setuju aku tuh,, untuk apa bertahan dengan suami yg selalu meragukan kita...🙄🙄

2022-09-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!