Selidiki Sheryl

Ray dan Revan pergi ke ruangan Revan karena mereka tidak ingin Rara mendengar pembicaraan mereka.

"Saya sudah mentransfer uangnya pak, untuk harganya sendiri kini mengalami kenaikan tiga puluh persen, total semuanya tujuh milyar," kata Revan lalu memberikan laporannya pada Ray.

"Iya, kamu atur semua dokumennya," kata Ray sambil melihat laporan yang diberikan Revan.

"Siap pak, memangnya apartemen ini untuk siapa? bukankah anda sudah memiliki rumah dan apartemen mewah?" tanya Revan penasaran kenapa Ray membeli apartemen biasa, padahal apartemen dia sendiri harganya lima kali lipat dengan harga apartemen yang baru dia belinya.

"Untuk seseorang," jawab Ray

Revan langsung bisa menebak kalau apartemen itu buat Rara.

"Oh, apa untuk Rara?" tanya Revan dengan terkekeh.

"Sok tau," jawab Ray

"Bukannya sok tau tapi memang sudah jelas, untuk siapa lagi coba, masa iya buat saya," sahut Revan dengan tertawa.

Ray melemparkan tatapan mautnya pada Revan yang menandakan dia sudah mulai kesal.

"Peace pak, just kidding jadi jangan diambil hati," kata Revan lagi.

"Pokoknya kamu urus secepatnya," kata Ray

"Siap pak, tapi mungkin butuh waktu menyelesaikan semua dokumennya, harap bersabar," sahut Revan.

Seusai urusan dengan Revan selesai, Ray kembali ke ruangannya. Rara terlihat sibuk dengan komputer di depannya, hingga Ray yang sedari tadi menatapnya diabaikan.

"Ra," panggil Ray

"Iya pak, ada yang bisa saya bantu," sahut Rara dengan mengalihkan pandangannya yang semula menatap komputer kini menatap Ray.

"Bisakah kamu membuatkan kopi?" tanya Ray

"Kenapa nggak minta bantuan OB pak?" tanya Rara balik.

"Aku pengennya kamu," jawab Ray

"Maksud aku, OB lagi sibuk. Kepala pening sekali daritadi belum ngopi," Ray meralat ucapannya.

Kini dia berpura-pura memegangi kepalanya yang sama sekali nggak pening, dia kini berakting supaya Rara sedikit bersimpati padanya.

"Baiklah pak," sahut Rara lalu beranjak dari kursinya.

Rara menuju pantry, di sana dia melihat para OB lagi duduk-duduk santai, kenapa Ray bilang sibuk?

"Katanya OB lagi sibuk, padahal mereka pada bersantai," batin Rara.

"Bu Rara mau ngapain?" tanya salah satu OB

"Buat kopi untuk pak Ray," jawab Rara dengan tersenyum.

OB mencoba mengambil alih pekerjaan Rara namun Rara menolak karena yang mendapatkan mandat dari Ray adalah dirinya, Rara hanya tanya racikan kopi untuk Ray, dia takut kalau nggak sesuai.

"Satu sachet dan satu bungkus gula kecil ini Bu," kata OB.

"Makasih," sahut Rara

Seusai membuat kopi, Rara pamit untuk kembali ke ruangan Ray.

"Ini pak kopinya," kata Rara lalu meletakkan kopi di meja Ray

"Iya," sahut Ray.

Ray segera menyeruput kopinya, sebenarnya kopi Rara sudah pas, bahkan Ray merasa cocok namun karena dia ingin berdrama jadi dia bilang kalau kopinya kelebihan gula alias kemanisan.

"Buatkan kopi lagi, ini nggak sesuai dengan seleraku, ini terlalu manis. Bisa-bisa aku terkena diabet," kata Ray

"Padahal ini racikan kopi bapak seperti biasanya Lo pak," protes Rara

"Jangan banyak protes, buatkan yang baru," timpal Ray

Dengan kesal Rara segera membuat kopi yang baru, dia mengurangi takaran gulanya, sesudahnya dia kembali lagi ke ruangan Ray dan lagi-lagi Ray komplain dan sekarang dia bilang kalau kopinya kurang gula.

"Pahit sekali," komplain Ray dengan meletakkan kopinya kembali.

"Terus saya harus buat lagi?" tanya Rara

"Iya lah," jawab Ray

Rara memandang Ray dengan kesal, apa sih maunya tadi komplain manis sekarang komplain kurang manis.

Rara kembali lagi ke pantry, dia sungguh kesal dengan Ray yang mempermainkannya.

Ini sudah ketiga kalinya Rara bolak balik pantry dan jika Ray masih komplain Rara siap-siap mengeluarkan taringnya.

"Ini pak, kalau masih nggak sesuai selera pak Ray ini buat kopi sendiri," kata Rara dengan meletakkan bungkusan plastik yang berisi termos kecil, satu sachet kopi pahit dan juga gula dalam kemasan kecil seperti yang tersedia di hotel hotel.

Ray tersenyum puas, ya begitulah setiap hari. Rara selalu dibikin kesal oleh Ray.

"Untung bos aku, coba kalau orang lain sudah aku siram tu wajahnya dengan kopi," batin Rara dengan kesal.

Hari berlalu dengan cepat, pernikahan Raka yang awalnya dilaksanakan setahun lagi kini maju menjadi enam bulan lagi, Rara yang mendapat kabar tersebut jadi sedih, sudah benar-benar tak ada kesempatan untuk kembali.

Ray yang melihat Rara nampak galau pun kesal, terkadang Rara melamun di kantor.

"Lalu rencana kita apa pak, apa kita jujur saja pada Rara sekarang," kata Revan sambil melihat Rara yang tidak semangat.

"Jangan dulu, aku masih belum sanggup melihatnya shock," sahut Ray

"Lalu?" tanya Revan

"Aku ingin Raka merasakan sakitnya ditinggal dan dikhianati," jawab Ray

"Maksudnya?" tanya Revan lagi

"Kamu cari tahu tentang Sheryl, latar belakangnya dan bagaimana karakternya," jawab Ray

"Anda tidak ingin mengencani Sheryl kan?" tanya Revan yang membuat Ray menatapnya

"Apa menurut kamu, aku mau mengencani bekas orang?" tanya Ray

"Lalu bagaimana dengan Rara, bukannya dia juga bekas Raka?" Revan tak mau kalah dengan Ray

"Dia beda, sudahlah jangan banyak bertanya, kamu cari tahu saja tentang wanita itu karena setelah itu akan banyak kerjaan buat kamu," ucap Ray

Revan yang tidak ingin berdebat lagi memutuskan untuk kembali ke ruangannya, dia segera menghubungi beberapa orang andalannya untuk mencari informasi mengenai Sheryl. Revan sungguh penasaran dengan rencana Ray kali ini.

Ray yang melihat Rara galau menawarkan diri untuk mengajaknya jalan-jalan.

"Mau jalan-jalan?" tanya Ray

"Malas pak, lagian masih jam kantor," jawab Rara

"Membantah, akan dapat hukuman," ancam Ray

"Terserah pak Ray, kalau mau menghukum saya silahkan," kata Rara pasrah.

"Pasrah sekali," sahut Ray

"Dengar! ada banyak hal yang tidak ingin kita lepas. Apalagi hal-hal yang indah. Ada orang yang tidak ingin kita tinggalkan pula, ingin selalu hidup bersamanya meski kita tersakiti namun perlu diingat bahwasanya melepaskan, meninggalkan ataupun move on bukan akhir dari segalanya, bahkan setelah kita melepaskan itu semua, itulah awal dari segalanya untuk kita. Jadi sudahlah jangan bersedih," jelas Ray yang membuat Rara menatapnya.

"Anda benar pak, baiklah! saya akan berusaha mengikhlaskan semuanya," ucap Rara dengan percaya diri.

Kata-kata Ray seketika membuat Rara ceria kembali. Melihat Rara tersenyum membuat Ray senang.

"Aku ada sesuatu untuk kamu," kata Ray

"Apa pak?" tanya Rara

"Ayo kita jalan-jalan dulu, setelah itu aku akan tunjukkan sesuatu buat kamu itu," jawab Ray

"Semua gratis kan?" tanya Rara

"Iya, kali ini aku nggak akan meminta cium," jawab Ray

"Tapi aku meminta yang lebih dari itu," Ray berucap dalam hati.

Terpopuler

Comments

Dapur Kita

Dapur Kita

yang aneh
mama papa Rara kok ga curiga sama Raka yg cepet bgt tunangan sama cewek lain

2022-05-31

0

Ana Ekawati

Ana Ekawati

tetep ae modus...

2022-05-31

0

naviah

naviah

modusnya lancar ya Ray🤭🤣🤣🤣

2022-05-28

2

lihat semua
Episodes
1 Dijebak dan ditalak
2 Diusir
3 Bertemu Raka
4 Pesta
5 Pingsan
6 Sakit
7 Dibawa ke rumah Ray
8 Warisan Rara
9 Dipecat
10 Sekretaris Ray
11 Flashback
12 Flashback 2
13 Ketahuan
14 Selalu dihukum
15 Terpesona
16 Telat
17 Selidiki Sheryl
18 Apartemen baru
19 Jebakan Ray
20 Dimulai
21 Dejavu
22 Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23 Alergi
24 Suapi aku
25 Modus Ray tanpa henti
26 Demam
27 Hilang
28 Apa maksud anda pak Ray
29 Kalut
30 Maafkan saya
31 Bingung
32 Gugat Raka
33 Cinta jangan buru-buru
34 Lagi-lagi modus
35 Kedatangan papa Raka
36 Raka tidak terima
37 Jadian
38 Kagak tahan
39 Pembagian warisan.
40 Bertemu Sheryl
41 Raka tau
42 Raka galau
43 Pergi
44 Kamu kemana sih
45 Hamil
46 Depresi
47 Menangis
48 Mama Ray
49 Melamar Rara
50 Tidak suka
51 Datang menemui
52 Berdebat
53 Datang ke kantor
54 Berteman
55 Sekretaris Revan
56 Pengumuman
57 Marah
58 ternyata
59 kesiangan
60 Puasa
61 Foto
62 Siapa sebenarnya dia?
63 Buka puasa bersama
64 Rea cemburu
65 Datang Kembali
66 Presentasi
67 Datang ke rumah Rara
68 Jebakan Nikmat
69 Rehan ketagihan
70 Kesal
71 Danau
72 Ngabuburit
73 Semakin mesra
74 Cemburu
75 Siapa kamu sebenarnya
76 Dipercepat
77 Semakin menarik
78 Pesta pertunangan
79 Diperkenalkannya Rehan
80 Aurora
81 Serangan jantung
82 Siapa Ken Steven?
83 Kegalauan Ray
84 Mama yang egois
85 Hadiah
86 Resmi
87 Dikerjain
88 Ingin segera mualaf
89 Ray marah
90 Curiga
91 Jadi supir taxi
92 Dipikirkan
93 Asisten Rehan
94 Kedatangan Toretto
95 Cemburu
96 mualaf
97 Segera daftarkan
98 Menjenguk Raka bersama
99 Naik-naik
100 Besok nikah
101 Sah
102 Tidur
103 Ray Balas dendam
104 Kembali ke US
105 Menjenguk Sheryl
106 Mama kesal
107 Sembuh
108 Pelukan Rehan
109 Aksi Rehan dan Revan
110 Apa yang terjadi denganku?
111 Nikah
112 Ke indo
113 Terhasut
114 Ke US
115 Semua bahagia.
116 Di US
117 Kenangan Rara
118 Kolam renang
119 Cemburu
120 Ruang istrirahat.
121 Rara bingung
122 Resepsi
123 Season 2 Positif
124 Suka marah-marah
125 No jatah
126 21 cm
127 Lift khusus
128 Menyesal
129 Bungkus daun jati
130 Es Salju
131 Ngidam asem
132 Makan buah asem
133 Malas makan
134 Takut
135 Beraninya kamu pergi
136 Putus asa
137 Malah debat
138 Ray kesal
139 Tidak pulang
140 menangis
141 Marah
142 Curiga
143 Kritis
144 Sama sama kritis
145 Suruh dia pergi!
146 Raisa tak terima
147 Cemburu
148 Salah paham
149 Ke US
150 Menyusul
151 Tidak boleh
152 Entah bagaimana lagi
153 Kami saling nyaman
154 Tak kuat
155 Tak terselamatkan
156 Tak sanggup
157 Ungkapan hati Leo
158 Dibalik semua ini
159 Sosor
160 pulang
161 Rayuan Ray
162 Bertemu
163 Rafathar Albert Toretto
164 Ke pantai
165 Ketiduran
166 Terjebak badai
167 Nonton film
168 Salah paham
169 Ke apartemen Leo
170 Ciuman
171 Tau
172 pulang
173 Kembali ke tanah air
174 Tak tenang
175 Wisuda
176 Tawaran pekerjaan untuk Riana
177 Rencana pulang
178 Kumpul bersama
179 Semua bahagia
180 Pengumuman
181 pengumuman
182 Beautifull Revenge
183 Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184 Married with a stranger
185 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Dijebak dan ditalak
2
Diusir
3
Bertemu Raka
4
Pesta
5
Pingsan
6
Sakit
7
Dibawa ke rumah Ray
8
Warisan Rara
9
Dipecat
10
Sekretaris Ray
11
Flashback
12
Flashback 2
13
Ketahuan
14
Selalu dihukum
15
Terpesona
16
Telat
17
Selidiki Sheryl
18
Apartemen baru
19
Jebakan Ray
20
Dimulai
21
Dejavu
22
Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23
Alergi
24
Suapi aku
25
Modus Ray tanpa henti
26
Demam
27
Hilang
28
Apa maksud anda pak Ray
29
Kalut
30
Maafkan saya
31
Bingung
32
Gugat Raka
33
Cinta jangan buru-buru
34
Lagi-lagi modus
35
Kedatangan papa Raka
36
Raka tidak terima
37
Jadian
38
Kagak tahan
39
Pembagian warisan.
40
Bertemu Sheryl
41
Raka tau
42
Raka galau
43
Pergi
44
Kamu kemana sih
45
Hamil
46
Depresi
47
Menangis
48
Mama Ray
49
Melamar Rara
50
Tidak suka
51
Datang menemui
52
Berdebat
53
Datang ke kantor
54
Berteman
55
Sekretaris Revan
56
Pengumuman
57
Marah
58
ternyata
59
kesiangan
60
Puasa
61
Foto
62
Siapa sebenarnya dia?
63
Buka puasa bersama
64
Rea cemburu
65
Datang Kembali
66
Presentasi
67
Datang ke rumah Rara
68
Jebakan Nikmat
69
Rehan ketagihan
70
Kesal
71
Danau
72
Ngabuburit
73
Semakin mesra
74
Cemburu
75
Siapa kamu sebenarnya
76
Dipercepat
77
Semakin menarik
78
Pesta pertunangan
79
Diperkenalkannya Rehan
80
Aurora
81
Serangan jantung
82
Siapa Ken Steven?
83
Kegalauan Ray
84
Mama yang egois
85
Hadiah
86
Resmi
87
Dikerjain
88
Ingin segera mualaf
89
Ray marah
90
Curiga
91
Jadi supir taxi
92
Dipikirkan
93
Asisten Rehan
94
Kedatangan Toretto
95
Cemburu
96
mualaf
97
Segera daftarkan
98
Menjenguk Raka bersama
99
Naik-naik
100
Besok nikah
101
Sah
102
Tidur
103
Ray Balas dendam
104
Kembali ke US
105
Menjenguk Sheryl
106
Mama kesal
107
Sembuh
108
Pelukan Rehan
109
Aksi Rehan dan Revan
110
Apa yang terjadi denganku?
111
Nikah
112
Ke indo
113
Terhasut
114
Ke US
115
Semua bahagia.
116
Di US
117
Kenangan Rara
118
Kolam renang
119
Cemburu
120
Ruang istrirahat.
121
Rara bingung
122
Resepsi
123
Season 2 Positif
124
Suka marah-marah
125
No jatah
126
21 cm
127
Lift khusus
128
Menyesal
129
Bungkus daun jati
130
Es Salju
131
Ngidam asem
132
Makan buah asem
133
Malas makan
134
Takut
135
Beraninya kamu pergi
136
Putus asa
137
Malah debat
138
Ray kesal
139
Tidak pulang
140
menangis
141
Marah
142
Curiga
143
Kritis
144
Sama sama kritis
145
Suruh dia pergi!
146
Raisa tak terima
147
Cemburu
148
Salah paham
149
Ke US
150
Menyusul
151
Tidak boleh
152
Entah bagaimana lagi
153
Kami saling nyaman
154
Tak kuat
155
Tak terselamatkan
156
Tak sanggup
157
Ungkapan hati Leo
158
Dibalik semua ini
159
Sosor
160
pulang
161
Rayuan Ray
162
Bertemu
163
Rafathar Albert Toretto
164
Ke pantai
165
Ketiduran
166
Terjebak badai
167
Nonton film
168
Salah paham
169
Ke apartemen Leo
170
Ciuman
171
Tau
172
pulang
173
Kembali ke tanah air
174
Tak tenang
175
Wisuda
176
Tawaran pekerjaan untuk Riana
177
Rencana pulang
178
Kumpul bersama
179
Semua bahagia
180
Pengumuman
181
pengumuman
182
Beautifull Revenge
183
Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184
Married with a stranger
185
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!