Dipecat

Mendengar titah Ray tentu membuat Revan bingung bin heran, bagaimana bisa dia sekejam itu dengan Rara.

"Anda yakin pak?" tanya Revan

"Yakin seratus persen," jawab Ray

"Bagaimana anda bisa sekejam ini pak sama Rara, dia itu habis dijebak suaminya, ditalak, diusir keluarganya, hidup sebatang kara, bagaimana anda bisa tega menyuruh saya untuk membuatnya dipecat? mana hati nurani anda pak?" Revan protes dengan panjang kali lebar sehingga membuat Ray memijat pelipisnya. Dia sungguh kesal dengan asistennya ini, ingin ditukar tambah namun hanya Revan lah yang bisa dia andalkan meski rasa bawel dan suka bertanya.

"Sudah ngomongnya?" tanya Ray dengan datar

"Sudah pak," jawab Revan

"Setelah dia tidak diterima dari perusahaan manapun kamu datang menawarinya pekerjaan sebagai sekertaris ku," jelas Ray yang membuat Revan tertawa.

Revan sungguh ngakak mendengar penjelasan Ray, bagaimana bisa Ray memiliki akal bulus seperti itu. Revan saja tidak sampai berfikir seperti itu.

"Oh itu rencana licik anda pak," sahut Revan dengan tertawa.

"Aku beri waktu lima menit untuk tertawa," kata Ray dengan menatap Revan yang terus tertawa.

"Bentar pak, dua menit lagi saya berhenti tertawa," sahut Revan.

Pelan-pelan Revan menghentikan tawanya, nampak Ray yang kesal dengan menatap Revan.

"Sudah?" tanya Ray setelah Revan berhenti tertawa.

"Iya sudah," jawabnya

Ray menghela nafas lalu sedikit memajukan kursi kebesarannya ke depan.

"Begini, nanti kamu tawari dia gaji sepuluh kali lipat dari gaji yang ditawarkan perusahan tempat dia bekerja," kata Ray

"Baiklah pak," sahut Revan

Karena sudah tidak ada yang dibicarakan, Revan pamit undur diri karena harus mempersiapkan berkas untuk meeting.

Keesokan harinya Rara sungguh kaget karena tiada angin tiada hujan tiba-tiba perusahan memutuskan kerja dengannya, padahal belum genap satu bulan dia bekerja, padahal juga beberapa waktu lalu dia membuat Ray Grup bekerja sama dengan perusahaan tempatnya bekerja.

"Karena hal itu mengapa harus dipecat Bu?" tanya Rara

"Maaf Ra, sudah keputusan dari atasan, saya bisa apa," jawab Bu manager.

"Not fair, kalian semua not fair," kata Rara lalu keluar dari ruangan managernya.

Rara mengemasi barang-barangnya, dia pulang dengan hati yang kacau.

Sesampainya di rumah dia merebahkan diri di tempat tidur sambil menangisi nasib yang menurutnya menyedihkan.

"Pertama, aku ditiduri orang yang nggak aku kenal. Kedua aku ditalak suami yang amat sangat aku cintai. Ketiga aku diusir tanpa warisan dan sekarang aku dipecat dengan alasan yang nggak masuk akal, kenapa sih semua berlaku padaku. Kenapa hanya aku yang merasakan kesialan yang paling sempurna, salah aku apa ya Tuhan," katanya lalu menghapus setiap air mata yang jatuh.

Puas memikirkan nasibnya yang sial, Rara pun memejamkan matanya.

Di sisi lain, Ray tersenyum setelah mendapatkan kabar kalau Rara telah dipecat. Ingin sekali dia menemui Rara namun egonya cukup tinggi.

"Kerja bagus Revan," kata Ray lalu melanjutkan pekerjaannya.

Setelah mengobrol dengan CEO perusahaan tempat Rara bekerja Revan kembali lagi ke Ray grup.

**********

Hari ini Revan datang ke rumah Rara, kebetulan sekali Rara sedang melamun di bangku depan rumah kontrakannya, sudah dua hari ini dia mencari pekerjaan namun dia selalu ditolak, padahal beberapa perusahaan membutuhkan karyawan.

Rara heran karena ada mobil mewah berhenti tepat di depan rumahnya dan betapa terkejutnya dia kalau yang datang adalah Revan.

"Bagaimana dia tau rumah aku," batin Rara

"Sore Ra," sapa Revan

"Sore pak Revan," sahut Rara

Rara mempersilahkan Revan duduk,

"Pak Revan mau minum apa?" tanya Rara

"Nggak usah repot-repot, keluarkan saja apa yang ada di dalam," jawab Revan dengan terkekeh

"Pak Revan bisa aja, sebentar saya ambilkan minuman dulu," kata Rara lalu dia masuk ke dalam, Rara mengambilkan minuman kemasan untuk Revan dan beberapa camilannya.

"Adanya ini pak," ucap Rara lalu duduk.

"Ini juga sudah cukup kok Ra," sahut Revan.

Sebelum ke intinya, Revan berbasa-basi dulu supaya tidak terkesan kalau pemecatan dirinya adalah perintah Ray.

"Waktu kamu pingsan kemarin aku kesini Lo, namun karena tas kamu ketinggalan jadi kami membawa kamu ke rumah pak Ray," kata Revan

"Oh pantes pak, saya juga heran kenapa tiba-tiba berada di dalam kamar pak Ray," sahut Rara.

Revan tak menyangka kalau Ray membawa Rara ke dalam kamarnya bahkan untuk membersihkan kamarnya Ray meminta art khusus dan itu pun lelaki, dia pantang memasukkan wanita ke dalam kamarnya, satu-satunya wanita yang boleh masuk adalah mamanya namun kini dengan mudahnya dia memasukkan Rara ke dalam kamarnya.

"Wow, bearti kamu spesial untuk pak Ray," timpal Revan

"Spesial apaan pak, pak Ray itu menjengkelkan heran aku kenapa pak Revan bisa betah bekerja dengan pak Ray yang seperti es di kutub selatan. Dingin, tanpa senyum dan sadis," kata Rara

"Pak Ray itu baik, cuma memang lingkungannya dari kecil yang membentuk dia seperti itu," sahut Revan

"Oh yeah, entahlah kalau begitu namun bagi aku dia tetap menjengkelkan," timpal Rara

"Oh ya ngomong-ngomong ada urusan apa, pak Revan kemari?" tanya Rara

"Aku ada pekerjaan buat kamu, kemarin aku mendengar kamu dipecat," jawab Revan

Rara mengerutkan alisnya, heran dengan Revan, kok sampai segitunya dia datang ke rumahnya untuk menawarinya pekerjaan, jangan-jangan ada udang dibalik rempeyek.

"Jangan berpikiran negatif dulu, mumpung loker ini belum di share mending kamu yang mengajukan surat lamaran kerja," bujuk Revan

"Memang sih pak, saya butuh sekali pekerjaan, dan untuk gajinya berapa pak?" tanya Rara

"Sepuluh kali lipat dari gaji yang dijanjikan perusahan tempat kamu bekerja dulu," jawab Revan

Mata Rara membola, tentu dengan gaji segitu dia bisa menyewa rumah yang lebih baik, dia bisa mencicil mobil, sedikit bisa mengembalikan apa yang dia punya dulu.

"Memangnya saya kerja sebagai apa pak? kenapa gajinya banyak sekali?" tanya Rara

"Datang saja ke kantor, besok saja jelaskan," jawab Revan lalu dia pamit.

Setelah kepergian Revan, Rara masuk ke dalam. Sebenarnya dia masih dilema, karena pasti dia akan bertemu lagi dengan do Raymond, si raja es.

Keesokan harinya Rara datang kembali ke Ray Grup, karena Revan belum datang, Rara menunggu di loby. Beberapa saat kemudian datanglah Ray, dia melihat Rara dengan tatapan yang tak biasa.

Rara yang tak sengaja melihat Ray langsung melemparkan pandangannya ke sembarang.

"Duh ketemu Do Raymond sebelum ketemu Suneo," batin Rara

Ray melewati Rara tanpa menyapa, dan ini membuat Rara mengangkat tangannya, dia ingin memukul Ray dari jarak jauh namun tiba-tiba Ray berbalik dan Rara yang ketahuan mengangkat tangan pun berpura-pura menangkap nyamuk.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ray

"Menangkap nyamuk pak, ini saya digigiti nyamuk," jawab Rara sambil memperlihatkan kulitnya yang merah-merah karena digigit nyamuk.

Tentu itu bukan karena digigit nyamuk di perusahaan Ray melainkan digigit nyamuk di rumahnya semalam.

"Bukan urusan saya," kata Ray datar

"Iiihhh manusia aneh," umpat Rara

"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Ray pura-pura tidak tau.

"Saya mau menemui pak Revan pak," jawab Rara

"Tunggu di ruangan saya, saya tidak ingin anak buah saya terganggu dengan kehadiran kamu di situ,"

Rara hanya melongo dengan titah Ray.

Terpopuler

Comments

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

😂😂😂

2022-06-08

0

玫瑰

玫瑰

kesian

2022-06-02

0

Yanti Agejul

Yanti Agejul

hahahahah gak enak bgt si Revan d samain ma Suneo

2022-06-01

2

lihat semua
Episodes
1 Dijebak dan ditalak
2 Diusir
3 Bertemu Raka
4 Pesta
5 Pingsan
6 Sakit
7 Dibawa ke rumah Ray
8 Warisan Rara
9 Dipecat
10 Sekretaris Ray
11 Flashback
12 Flashback 2
13 Ketahuan
14 Selalu dihukum
15 Terpesona
16 Telat
17 Selidiki Sheryl
18 Apartemen baru
19 Jebakan Ray
20 Dimulai
21 Dejavu
22 Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23 Alergi
24 Suapi aku
25 Modus Ray tanpa henti
26 Demam
27 Hilang
28 Apa maksud anda pak Ray
29 Kalut
30 Maafkan saya
31 Bingung
32 Gugat Raka
33 Cinta jangan buru-buru
34 Lagi-lagi modus
35 Kedatangan papa Raka
36 Raka tidak terima
37 Jadian
38 Kagak tahan
39 Pembagian warisan.
40 Bertemu Sheryl
41 Raka tau
42 Raka galau
43 Pergi
44 Kamu kemana sih
45 Hamil
46 Depresi
47 Menangis
48 Mama Ray
49 Melamar Rara
50 Tidak suka
51 Datang menemui
52 Berdebat
53 Datang ke kantor
54 Berteman
55 Sekretaris Revan
56 Pengumuman
57 Marah
58 ternyata
59 kesiangan
60 Puasa
61 Foto
62 Siapa sebenarnya dia?
63 Buka puasa bersama
64 Rea cemburu
65 Datang Kembali
66 Presentasi
67 Datang ke rumah Rara
68 Jebakan Nikmat
69 Rehan ketagihan
70 Kesal
71 Danau
72 Ngabuburit
73 Semakin mesra
74 Cemburu
75 Siapa kamu sebenarnya
76 Dipercepat
77 Semakin menarik
78 Pesta pertunangan
79 Diperkenalkannya Rehan
80 Aurora
81 Serangan jantung
82 Siapa Ken Steven?
83 Kegalauan Ray
84 Mama yang egois
85 Hadiah
86 Resmi
87 Dikerjain
88 Ingin segera mualaf
89 Ray marah
90 Curiga
91 Jadi supir taxi
92 Dipikirkan
93 Asisten Rehan
94 Kedatangan Toretto
95 Cemburu
96 mualaf
97 Segera daftarkan
98 Menjenguk Raka bersama
99 Naik-naik
100 Besok nikah
101 Sah
102 Tidur
103 Ray Balas dendam
104 Kembali ke US
105 Menjenguk Sheryl
106 Mama kesal
107 Sembuh
108 Pelukan Rehan
109 Aksi Rehan dan Revan
110 Apa yang terjadi denganku?
111 Nikah
112 Ke indo
113 Terhasut
114 Ke US
115 Semua bahagia.
116 Di US
117 Kenangan Rara
118 Kolam renang
119 Cemburu
120 Ruang istrirahat.
121 Rara bingung
122 Resepsi
123 Season 2 Positif
124 Suka marah-marah
125 No jatah
126 21 cm
127 Lift khusus
128 Menyesal
129 Bungkus daun jati
130 Es Salju
131 Ngidam asem
132 Makan buah asem
133 Malas makan
134 Takut
135 Beraninya kamu pergi
136 Putus asa
137 Malah debat
138 Ray kesal
139 Tidak pulang
140 menangis
141 Marah
142 Curiga
143 Kritis
144 Sama sama kritis
145 Suruh dia pergi!
146 Raisa tak terima
147 Cemburu
148 Salah paham
149 Ke US
150 Menyusul
151 Tidak boleh
152 Entah bagaimana lagi
153 Kami saling nyaman
154 Tak kuat
155 Tak terselamatkan
156 Tak sanggup
157 Ungkapan hati Leo
158 Dibalik semua ini
159 Sosor
160 pulang
161 Rayuan Ray
162 Bertemu
163 Rafathar Albert Toretto
164 Ke pantai
165 Ketiduran
166 Terjebak badai
167 Nonton film
168 Salah paham
169 Ke apartemen Leo
170 Ciuman
171 Tau
172 pulang
173 Kembali ke tanah air
174 Tak tenang
175 Wisuda
176 Tawaran pekerjaan untuk Riana
177 Rencana pulang
178 Kumpul bersama
179 Semua bahagia
180 Pengumuman
181 pengumuman
182 Beautifull Revenge
183 Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184 Married with a stranger
185 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Dijebak dan ditalak
2
Diusir
3
Bertemu Raka
4
Pesta
5
Pingsan
6
Sakit
7
Dibawa ke rumah Ray
8
Warisan Rara
9
Dipecat
10
Sekretaris Ray
11
Flashback
12
Flashback 2
13
Ketahuan
14
Selalu dihukum
15
Terpesona
16
Telat
17
Selidiki Sheryl
18
Apartemen baru
19
Jebakan Ray
20
Dimulai
21
Dejavu
22
Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23
Alergi
24
Suapi aku
25
Modus Ray tanpa henti
26
Demam
27
Hilang
28
Apa maksud anda pak Ray
29
Kalut
30
Maafkan saya
31
Bingung
32
Gugat Raka
33
Cinta jangan buru-buru
34
Lagi-lagi modus
35
Kedatangan papa Raka
36
Raka tidak terima
37
Jadian
38
Kagak tahan
39
Pembagian warisan.
40
Bertemu Sheryl
41
Raka tau
42
Raka galau
43
Pergi
44
Kamu kemana sih
45
Hamil
46
Depresi
47
Menangis
48
Mama Ray
49
Melamar Rara
50
Tidak suka
51
Datang menemui
52
Berdebat
53
Datang ke kantor
54
Berteman
55
Sekretaris Revan
56
Pengumuman
57
Marah
58
ternyata
59
kesiangan
60
Puasa
61
Foto
62
Siapa sebenarnya dia?
63
Buka puasa bersama
64
Rea cemburu
65
Datang Kembali
66
Presentasi
67
Datang ke rumah Rara
68
Jebakan Nikmat
69
Rehan ketagihan
70
Kesal
71
Danau
72
Ngabuburit
73
Semakin mesra
74
Cemburu
75
Siapa kamu sebenarnya
76
Dipercepat
77
Semakin menarik
78
Pesta pertunangan
79
Diperkenalkannya Rehan
80
Aurora
81
Serangan jantung
82
Siapa Ken Steven?
83
Kegalauan Ray
84
Mama yang egois
85
Hadiah
86
Resmi
87
Dikerjain
88
Ingin segera mualaf
89
Ray marah
90
Curiga
91
Jadi supir taxi
92
Dipikirkan
93
Asisten Rehan
94
Kedatangan Toretto
95
Cemburu
96
mualaf
97
Segera daftarkan
98
Menjenguk Raka bersama
99
Naik-naik
100
Besok nikah
101
Sah
102
Tidur
103
Ray Balas dendam
104
Kembali ke US
105
Menjenguk Sheryl
106
Mama kesal
107
Sembuh
108
Pelukan Rehan
109
Aksi Rehan dan Revan
110
Apa yang terjadi denganku?
111
Nikah
112
Ke indo
113
Terhasut
114
Ke US
115
Semua bahagia.
116
Di US
117
Kenangan Rara
118
Kolam renang
119
Cemburu
120
Ruang istrirahat.
121
Rara bingung
122
Resepsi
123
Season 2 Positif
124
Suka marah-marah
125
No jatah
126
21 cm
127
Lift khusus
128
Menyesal
129
Bungkus daun jati
130
Es Salju
131
Ngidam asem
132
Makan buah asem
133
Malas makan
134
Takut
135
Beraninya kamu pergi
136
Putus asa
137
Malah debat
138
Ray kesal
139
Tidak pulang
140
menangis
141
Marah
142
Curiga
143
Kritis
144
Sama sama kritis
145
Suruh dia pergi!
146
Raisa tak terima
147
Cemburu
148
Salah paham
149
Ke US
150
Menyusul
151
Tidak boleh
152
Entah bagaimana lagi
153
Kami saling nyaman
154
Tak kuat
155
Tak terselamatkan
156
Tak sanggup
157
Ungkapan hati Leo
158
Dibalik semua ini
159
Sosor
160
pulang
161
Rayuan Ray
162
Bertemu
163
Rafathar Albert Toretto
164
Ke pantai
165
Ketiduran
166
Terjebak badai
167
Nonton film
168
Salah paham
169
Ke apartemen Leo
170
Ciuman
171
Tau
172
pulang
173
Kembali ke tanah air
174
Tak tenang
175
Wisuda
176
Tawaran pekerjaan untuk Riana
177
Rencana pulang
178
Kumpul bersama
179
Semua bahagia
180
Pengumuman
181
pengumuman
182
Beautifull Revenge
183
Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184
Married with a stranger
185
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!