Sakit

Mendengar Rara jatuh ke lantai membuat Ray segera beranjak dari kursi kebesarannya.

Dia segera mendekati Rara, kebetulan Revan datang untuk memberikan laporan dan dia kaget melihat Rara yang tergeletak di lantai.

"Dia kenapa pak?" tanya Revan

"Pingsan," jawab Ray

"Kenapa bisa pingsan pak?" tanya Revan

"Entah menyusahkan sekali," gerutu Ray lalu mengangkat tubuh Rara dan menidurkannya ke sofa. Ray yang merasakan suhu tubuh yang tinggi kemudian mengecek dahi Rara.

"Suhu tubuhnya tinggi sekali, cepat hubungi dokter," titah Ray. Revan segera menghubungi dokter dan memintanya datang ke Ray grub.

"Coba kasih nafas buatan pak, siapa tau dia bangun," kata Revan dengan terkekeh

Ray melemparkan tatapan mautnya ke Revan, mana ada orang pingsan diberi nafas buatan.

"Dia pingsan bukan tenggelam," sahut Ray

Lama menunggu akhirnya dokter Ray pun datang,

"Dia kenapa Ray?" tanya Dokter yang kebetulan teman Ray sendiri.

"Mana aku tau, kalau aku tau nggak mungkin aku memanggilmu kesini," jawab Ray tanpa ada senyum sedikitpun.

Rehan sang dokter segera mengecek keadaan Rara, dia memeriksa mulai dari mata, mulut dan degup jantung Rara, seusai melakukan pemeriksaan Rehan bisa menyimpulkan kalau Rara demam, keadaannya semakin buruk karena dia belum sarapan.

"Dia demam, dia pingsan gara-gara belum sarapan dan langsung bekerja," kata Rehan sambil melepas stetoskopnya. Dia menuliskan resep dan meminta Revan untuk menebusnya.

"Ini obatnya, tolong kamu tebus ya Revan," ucap Rehan sambil menyodorkan resep pada Revan.

"Tebus sekarang?" tanya Revan

"Tahun depan," jawab Ray dengan melemparkan tatapan mautnya pada Revan

Revan segera pergi menebus obat, sedangkan Rehan juga mau kembali ke rumah sakit.

"Aku tinggal dulu, kalau ada apa-apa hubungi aku. Tapi by the way tu cewek kamu?" tanya Rehan

"Bukan," jawab Rehan

"Dia sangat cantik Ray, cocok ma kamu," sahut Rehan lalu segera keluar dari ruangan Ray sebelum Ray marah.

Ray menatap Rara yang masih memejamkan mata, tiba-tiba Rara mengigau dengan memanggil nama Raka

"Mas Raka, mas Raka,"

Ray berdecak kesal, "Suami seperti binatang masih saja dipikirkan," ucap Ray lalu duduk di samping Rara.

Ray memeriksa kening Rara dan demamnya semakin tinggi, lalu dia menyuruh OB untuk menyiapkan kompres.

Ray mengompres kening Rara, dia berharap demamnya segera turun.

"Merepotkan saja, hutang kemarin belum dibayar sekarang sudah berhutang lagi," gerutu Ray

Satu jam berlalu namun Revan masih belum kembali, begitu pula dengan Rara yang masih setia dengan pingsannya.

"Ini pingsan apa mati, kenapa nggak bangun-bangun," gerutu Ray yang sudah lelah menunggu Rara.

"Ni juga si Revan, beli obat kemana sih, daritadi nggak balik-balik," imbuhnya.

Ray kembali ke kuris kebesarannya, dia mencoba memfokuskan pikirannya ke berkas yang tadi dibawa Rara namun lagi-lagi Rara mengigau menyebut nama papa mamanya.

"Aarrghhhh, tadi Raka sekarang mama dan papa nanti siapa lagi? art, supir, tukang kebun, tukang sayur panggil semua. Heran aku, lagian manusia itu jahat semua sama kamu, kenapa masih dipanggil-dipanggil," umpat Ray lalu kembali lagi ke sofa dimana Rara memejamkan mata.

Tak selang berapa lama, datanglah Revan dengan membawa obat serta nasi untuk Rara.

"Kamu beli obat di planet mana? lama sekali," tanya Ray dengan menatap Revan

"Maaf pak, saya beli di planet Mars tapi nggak ada jadi saya melakukan perjalanan ke Jupiter," jawab Revan

"Kalau mau lawak jangan disini," sahut Ray tanpa tertawa sama sekali.

"Dia yang mulai, tapi aku yang salah," batin Revan lalu meletakkan obat dan nasi di meja.

Revan yang hendak kembali ke ruangannya dilarang oleh Ray, karena Ray mau Revan juga ikut menunggui Rara siuman.

"Coba kamu ambil air," kata Ray

"Untuk apa Pak?" tanya Revan

"Bisa nggak kamu melaksanakan perintahku tanpa bertanya," sahut Ray kesal dengan Revan, tapi memang seperti itulah Revan.

Revan mengambil gelas yang berisi air putih milik Ray, lalu Ray memercikkan ke wajah Rara.

Rara menggeliat lalu membuka matanya.

"Pak Ray," katanya sambil memijat kepalanya yang pusing.

"Bagun, bangun," kata Ray

"Maaf pak, kepala saya tadi pusing sekali," ucap Rara dengan lemah.

"Iya, sekarang makan, minum obat lalu pergi," titah Ray dengan menatap Rara dengan tatapan datar.

"Sadis sekali," batin Revan.

"Pergilah Revan, untuk apa masih ada di situ," kata Ray juga.

Revan menghela nafas, lalu mengelus dadanya. Tak ingin berkata-kata akhirnya kembali ke ruangannya.

Rara yang merasa tidak enak segera beranjak, saat berdiri tiba-tiba dia doyong dan mau jatuh untung Ray segera menangkap tubuh Rara.

"Aku bilang apa?" tanya Ray

"Makan dan minum obat," jawab Rara

"Lalu?" tanya Ray lagi

"Saya nggak enak pak sudah merepotkan pak Ray," sahut Rara

"Tau kalau merepotkan tapi kenapa mau merepotkan lagi, cepat makan dan minum obat," kata Ray dengan datar namun penuh penekanan.

Kemudian Rara segera makan, beberapa saat berlalu namun Rara masih belum selesai makan.

"Makan saja butuh waktu lama sekali, bisakah kamu percepat makannya?" tanya Ray

"Ini udah mau selesai pak," jawab Rara

Seusai makan Rara minum obat, lalu dia mengambil ponselnya untuk memesan ojek online namun ponselnya lowbat dan ini membuat Rara meminta bantuan Ray.

"Pak Ray punya aplikasi ojek online?" tanya Rara

"Nggak," jawab Ray. Kenapa?" tanya Ray balik

"Bisa di download nggak pak," kata Rara yang membuat Ray menatapnya.

"Nggak, aku nggak butuh ojek online," sahut Ray

"Tapi saya butuh pak, ponsel saya mati dan saya butuh aplikasi ojek online untuk kembali ke kantor saya," timpal Rara. "Apa pak Ray mau membantu saya," tanya Rara

"Sayangnya nggak," kata Ray

Rara yang kesal mengepalkan tangannya kenapa ada orang yang menjengkelkan seperti Ray, apa susahnya mendownload aplikasi, toh setelahnya dia bisa menguninstal aplikasinya.

"Lalu bagaimana saya kembali pak?" tanya Rara melemas.

"Urusan kamu," jawab Ray datar.

"Anda memang tak berperikemanusiaan pak," sahut Rara kesal

"Apa katamu? coba ulangi lagi, kemarin kamu tiba-tiba bilang kalau aku ini kekasih kamu, dan aku suka rela membantu kamu. Tadi kamu pingsan, aku yang menggendong kamu ke sofa, meski badan kamu berat, aku mengompres kamu supaya suhu badan kamu turun, aku juga memanggil dokter untuk memeriksa kamu, menebus obat buat kamu dan membelikan makanan buat kamu dan sekarang kamu bilang aku nggak berperikemanusiaan, wow tau diri sekali dirimu," kata Ray yang mendekatkan dirinya ke Rara.

Rara mencoba menghindar dengan mundur namun Ray mengikuti Rara dan kini tubuh Rara membentur dinding, Rara ingin segera menghindar tapi Ray segera menguncinya.

"Pak Ray mau apa?" tanya Rara dengan memucat

"Meminta bayaran karena telah merepotkan aku,"

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

RAY YG NIDURIN RARA, MLH NNTI NIKAHNYA MA REHAN..

2023-12-26

1

Ulfa Ani

Ulfa Ani

author nya fanatik dg huruf R

2022-06-12

1

Faza Corner

Faza Corner

banyak r nya thor...
tp seru ceritanya

2022-06-10

0

lihat semua
Episodes
1 Dijebak dan ditalak
2 Diusir
3 Bertemu Raka
4 Pesta
5 Pingsan
6 Sakit
7 Dibawa ke rumah Ray
8 Warisan Rara
9 Dipecat
10 Sekretaris Ray
11 Flashback
12 Flashback 2
13 Ketahuan
14 Selalu dihukum
15 Terpesona
16 Telat
17 Selidiki Sheryl
18 Apartemen baru
19 Jebakan Ray
20 Dimulai
21 Dejavu
22 Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23 Alergi
24 Suapi aku
25 Modus Ray tanpa henti
26 Demam
27 Hilang
28 Apa maksud anda pak Ray
29 Kalut
30 Maafkan saya
31 Bingung
32 Gugat Raka
33 Cinta jangan buru-buru
34 Lagi-lagi modus
35 Kedatangan papa Raka
36 Raka tidak terima
37 Jadian
38 Kagak tahan
39 Pembagian warisan.
40 Bertemu Sheryl
41 Raka tau
42 Raka galau
43 Pergi
44 Kamu kemana sih
45 Hamil
46 Depresi
47 Menangis
48 Mama Ray
49 Melamar Rara
50 Tidak suka
51 Datang menemui
52 Berdebat
53 Datang ke kantor
54 Berteman
55 Sekretaris Revan
56 Pengumuman
57 Marah
58 ternyata
59 kesiangan
60 Puasa
61 Foto
62 Siapa sebenarnya dia?
63 Buka puasa bersama
64 Rea cemburu
65 Datang Kembali
66 Presentasi
67 Datang ke rumah Rara
68 Jebakan Nikmat
69 Rehan ketagihan
70 Kesal
71 Danau
72 Ngabuburit
73 Semakin mesra
74 Cemburu
75 Siapa kamu sebenarnya
76 Dipercepat
77 Semakin menarik
78 Pesta pertunangan
79 Diperkenalkannya Rehan
80 Aurora
81 Serangan jantung
82 Siapa Ken Steven?
83 Kegalauan Ray
84 Mama yang egois
85 Hadiah
86 Resmi
87 Dikerjain
88 Ingin segera mualaf
89 Ray marah
90 Curiga
91 Jadi supir taxi
92 Dipikirkan
93 Asisten Rehan
94 Kedatangan Toretto
95 Cemburu
96 mualaf
97 Segera daftarkan
98 Menjenguk Raka bersama
99 Naik-naik
100 Besok nikah
101 Sah
102 Tidur
103 Ray Balas dendam
104 Kembali ke US
105 Menjenguk Sheryl
106 Mama kesal
107 Sembuh
108 Pelukan Rehan
109 Aksi Rehan dan Revan
110 Apa yang terjadi denganku?
111 Nikah
112 Ke indo
113 Terhasut
114 Ke US
115 Semua bahagia.
116 Di US
117 Kenangan Rara
118 Kolam renang
119 Cemburu
120 Ruang istrirahat.
121 Rara bingung
122 Resepsi
123 Season 2 Positif
124 Suka marah-marah
125 No jatah
126 21 cm
127 Lift khusus
128 Menyesal
129 Bungkus daun jati
130 Es Salju
131 Ngidam asem
132 Makan buah asem
133 Malas makan
134 Takut
135 Beraninya kamu pergi
136 Putus asa
137 Malah debat
138 Ray kesal
139 Tidak pulang
140 menangis
141 Marah
142 Curiga
143 Kritis
144 Sama sama kritis
145 Suruh dia pergi!
146 Raisa tak terima
147 Cemburu
148 Salah paham
149 Ke US
150 Menyusul
151 Tidak boleh
152 Entah bagaimana lagi
153 Kami saling nyaman
154 Tak kuat
155 Tak terselamatkan
156 Tak sanggup
157 Ungkapan hati Leo
158 Dibalik semua ini
159 Sosor
160 pulang
161 Rayuan Ray
162 Bertemu
163 Rafathar Albert Toretto
164 Ke pantai
165 Ketiduran
166 Terjebak badai
167 Nonton film
168 Salah paham
169 Ke apartemen Leo
170 Ciuman
171 Tau
172 pulang
173 Kembali ke tanah air
174 Tak tenang
175 Wisuda
176 Tawaran pekerjaan untuk Riana
177 Rencana pulang
178 Kumpul bersama
179 Semua bahagia
180 Pengumuman
181 pengumuman
182 Beautifull Revenge
183 Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184 Married with a stranger
185 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Dijebak dan ditalak
2
Diusir
3
Bertemu Raka
4
Pesta
5
Pingsan
6
Sakit
7
Dibawa ke rumah Ray
8
Warisan Rara
9
Dipecat
10
Sekretaris Ray
11
Flashback
12
Flashback 2
13
Ketahuan
14
Selalu dihukum
15
Terpesona
16
Telat
17
Selidiki Sheryl
18
Apartemen baru
19
Jebakan Ray
20
Dimulai
21
Dejavu
22
Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23
Alergi
24
Suapi aku
25
Modus Ray tanpa henti
26
Demam
27
Hilang
28
Apa maksud anda pak Ray
29
Kalut
30
Maafkan saya
31
Bingung
32
Gugat Raka
33
Cinta jangan buru-buru
34
Lagi-lagi modus
35
Kedatangan papa Raka
36
Raka tidak terima
37
Jadian
38
Kagak tahan
39
Pembagian warisan.
40
Bertemu Sheryl
41
Raka tau
42
Raka galau
43
Pergi
44
Kamu kemana sih
45
Hamil
46
Depresi
47
Menangis
48
Mama Ray
49
Melamar Rara
50
Tidak suka
51
Datang menemui
52
Berdebat
53
Datang ke kantor
54
Berteman
55
Sekretaris Revan
56
Pengumuman
57
Marah
58
ternyata
59
kesiangan
60
Puasa
61
Foto
62
Siapa sebenarnya dia?
63
Buka puasa bersama
64
Rea cemburu
65
Datang Kembali
66
Presentasi
67
Datang ke rumah Rara
68
Jebakan Nikmat
69
Rehan ketagihan
70
Kesal
71
Danau
72
Ngabuburit
73
Semakin mesra
74
Cemburu
75
Siapa kamu sebenarnya
76
Dipercepat
77
Semakin menarik
78
Pesta pertunangan
79
Diperkenalkannya Rehan
80
Aurora
81
Serangan jantung
82
Siapa Ken Steven?
83
Kegalauan Ray
84
Mama yang egois
85
Hadiah
86
Resmi
87
Dikerjain
88
Ingin segera mualaf
89
Ray marah
90
Curiga
91
Jadi supir taxi
92
Dipikirkan
93
Asisten Rehan
94
Kedatangan Toretto
95
Cemburu
96
mualaf
97
Segera daftarkan
98
Menjenguk Raka bersama
99
Naik-naik
100
Besok nikah
101
Sah
102
Tidur
103
Ray Balas dendam
104
Kembali ke US
105
Menjenguk Sheryl
106
Mama kesal
107
Sembuh
108
Pelukan Rehan
109
Aksi Rehan dan Revan
110
Apa yang terjadi denganku?
111
Nikah
112
Ke indo
113
Terhasut
114
Ke US
115
Semua bahagia.
116
Di US
117
Kenangan Rara
118
Kolam renang
119
Cemburu
120
Ruang istrirahat.
121
Rara bingung
122
Resepsi
123
Season 2 Positif
124
Suka marah-marah
125
No jatah
126
21 cm
127
Lift khusus
128
Menyesal
129
Bungkus daun jati
130
Es Salju
131
Ngidam asem
132
Makan buah asem
133
Malas makan
134
Takut
135
Beraninya kamu pergi
136
Putus asa
137
Malah debat
138
Ray kesal
139
Tidak pulang
140
menangis
141
Marah
142
Curiga
143
Kritis
144
Sama sama kritis
145
Suruh dia pergi!
146
Raisa tak terima
147
Cemburu
148
Salah paham
149
Ke US
150
Menyusul
151
Tidak boleh
152
Entah bagaimana lagi
153
Kami saling nyaman
154
Tak kuat
155
Tak terselamatkan
156
Tak sanggup
157
Ungkapan hati Leo
158
Dibalik semua ini
159
Sosor
160
pulang
161
Rayuan Ray
162
Bertemu
163
Rafathar Albert Toretto
164
Ke pantai
165
Ketiduran
166
Terjebak badai
167
Nonton film
168
Salah paham
169
Ke apartemen Leo
170
Ciuman
171
Tau
172
pulang
173
Kembali ke tanah air
174
Tak tenang
175
Wisuda
176
Tawaran pekerjaan untuk Riana
177
Rencana pulang
178
Kumpul bersama
179
Semua bahagia
180
Pengumuman
181
pengumuman
182
Beautifull Revenge
183
Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184
Married with a stranger
185
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!