Kehidupan rumah tangga Rara dan Raka berjalan layaknya pengantin baru pada umumnya meski soal ranjang Raka sungguh egois namun Rara tetap menerima meski tak pernah dipuaskan di ranjang.
Raka dan Rara nampak bahagia meski di belakang Rara, Raka selalu menemui Sheryl. Dia selalu meminta jatah haram pada Sheryl meski di rumah dia telah mendapatkan jatah halal dari Rara istrinya.
Raka yang bermain cantik tentu tidak membuat Rara curiga. Bagi Rara, Raka adalah segalanya namun cinta Rara tidak membuat Raka luluh seperti cerita-cerita novel pada umumnya yang mana si pria menjadi bucin istrinya sendiri. Jangan cinta, suka saja nggak bahkan kini dia dan Sheryl berencana menjebak Rara supaya warisan Rara jatuh ke tangan Raka.
Perlahan Raka membuat Rara menjadi bonekanya, dia meminta Rara untuk memutuskan kontak dengan sahabat-sahabatnya dengan alasan yang kurang masuk akal namun karena cintanya sungguh besar pada Raka Rara mau saja memenuhi keinginan Raka, ini dia lakukan sebagai pembuktian cinta pada Raka.
Hingga puncaknya saat malam anniversary mereka dimana dia menjebak Rara dengan biadab.
Flashback off
"Ayo kembali ke kantor," ajak Ray
"Enggak, besok aku baru mulai bekerja," tolak Rara
"Di sini yang bos itu aku apa kamu?" tanya Ray dengan menatap Rara
"Ya anda pak, tapi ya berilah saya waktu untuk mempersiapkan diri serta mental menjadi sekertaris anda," jawab Rara dengan menatap Ray balik juga.
"Nggak usah disiapkan, ayo kembali ke kantor saat ini juga," sahut Ray.
Rara berdecak kesal, bagaimana dia bisa bekerja dengan diktator jahat macam Ray yang memaksakan kehendak pada dirinya.
"Baiklah," ucap Rara pasrah lalu beranjak.
Saat ingin melangkahkan kaki Ray dengan segera menarik tangan Rara, sehingga membuat Rara menoleh.
"Ada apa lagi pak?" tanya Rara dengan menghela nafas, emosinya dibuat naik turun oleh Ray. Katanya tadi di suruh ke kantor tapi kini malah Ray menarik tangannya.
"Mau kemana?" tanya Ray balik yang membuat Rara menghela nafas.
"Pak jangan menguji kesabaran saya, bisa-bisa es itu berpindah tempat ke kepala pak Ray," kata Rara dengan kesal namun mencoba Sabar.
"Berani melakukan hal itu lihat apa yang akan aku lakukan padamu," ancam Ray lalu dia menarik tangan Rara dan membawanya keluar restoran.
"Eh pak, jangan tarik-tarik dong," protes Rara
"Kalau nggak gini kamu bisa kabur," sahut Ray
"Astaga pak, saya ini bukan buronan ngapain kabur segala," timpal Rara.
Ray segera memasukkan Rara ke dalam mobilnya kemudian gantian dia yang masuk.
"Motor saya pak," protes Rara
"Biar dibawa sopir," ucap Ray lalu menyuruh sopirnya untuk membawa motor Rara ke kontrakan.
Kini Ray sendiri yang mengendarai mobilnya, sepanjang perjalanan Rara hanya menatap luar jendela, sedangkan Ray fokus lurus ke depan. Tak ada obrolan sama sekali antara Ray dan Rara.
Tak berselang lama, mereka telah sampai di kantor.
"Saya belum siap berkerja pak hari ini," kata Rara
"Kalau begitu duduk manis dan temani saya," sahut Ray lalu turun dari mobil.
Rara sungguh kesal apa maksud Ray, mana ada pekerjaan seperti itu.
"Pak saya nggak mau makan gaji buta," ucap Rara dengan berjalan di belakang Ray.
"Duduk manis juga kerja," sahut Ray.
Langkah kaki Ray yang lebar membuat Rara tertinggal dia belakang sehingga membuat Rara berlari kecil untuk mengejar Ray.
Kini mereka berdua masuk dalam lift, Rara nampak khawatir, dia takut kalau Ray meminta bibirnya sebagai jaminan lagi namun ternyata ketakutannya tidak terjadi.
Setibanya di ruangan Ray, Rara duduk di sofa sedangkan Ray menuju dan duduk di kursi kebesarannya untuk bekerja.
"Pak, saya ijin rebahan ya," kata Rara
"Ya," sahut Ray singkat padat dan jelas.
Rara yang lelah segera merebahkan dirinya ke sofa, dan baru sebentar saja dia masuk ke alam mimpinya.
Ray yang melihatnya nampak tersenyum lalu dia kembali ke pekerjaannya. Adanya Rara di ruangannya membuat Ray sebentar-bentar melihat Rara. Ray yang tidak fokus beranjak dari kursi kebesarannya dan mendekati Rara yang memejamkan mata.
Melihat Rara tidur, kenangan malam indah saat itu teringat kembali, Ray yang tidak kuasa menahan gejolak dadanya berjongkok dan mencium sekilas bibir Rara. Untung pemiliknya tidak bangun.
Kebetulan sekali Revan masuk karena ada urusan dengan Ray, dia melihat apa yang telah Ray lakukan pada Rara.
Dengan pelan Ray mencium kening Rara, tak hanya kening dia juga menciumi pipi wanita yang ada di depannya tesebut.
"Aaargh apa yang telah aku lakukan?" gumamnya, lalu Ray berdiri.
Saat membalikkan badan dia melihat Revan yang berdiri dengan menyandarkan badannya di pintu.
"Oh oh anda ketahuan, curi curi cium pada si Rara yang sedang tidur oh oh," kata Revan dengan menirukan lagu salah satu band lawas.
Ray yang kikuk segera kembali ke kursi kebesarannya untuk melanjutkan pekerjaannya tanpa memperdulikan Revan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
Zaimar Simatupang
nasib baikmu ra
segera di muali 😂
2022-06-12
0
Ainisha_Shanti
oh oh kamu ketahuan😂😂😂
2022-06-08
1
玫瑰
lucu
2022-06-02
2