Bertemu Raka

Jam kantor telah usai, Rara bersiap untuk keluar kantor. Rencananya dia akan pergi ke kafe untuk mengisi perutnya yang kosong.

Saat di parkiran Rara melihat mobil Raka yang terparkir di parkiran.

"Mas Raka," gumam Rara.

Rara segera masuk untuk mencari Raka, dia sungguh rindu sekali dengan Raka, lelaki yang amat sangat dia cintai meski kini Raka hanya serpihan masa lalunya.

"Mas Raka," panggil Rara

Mendengar ada yang memanggilnya membuat Raka menoleh dan betapa kagetnya dia kalau yang memanggilnya adalah Rara.

"Kamu," sahut Raka dengan tatapan benci.

Memang dari awal bertemu Rara, Raka sudah membencinya namun dia harus berpura-pura.

Rara segera ikut bergabung dengan Raka, dia sungguh senang bisa bertemu Raka kembali, rasa bersalah pada Raka membuat Rara tidak bisa melupakan Raka meski kini mereka sudah bukan suami istri lagi karena talak tiga sudah Raka jatuhkan pada Rara.

"Aku kangen mas," kata Rara dengan mata yang berkaca.

"Setelah kamu menghianati aku Ra," sahut Raka sinis

"Tolong jangan bersikap begini mas, aku nggak menghianati kamu. Itu hanya salah paham saja mas, aku tidak tau siapa lelaki itu," timpal Rara

Raka hanya tersenyum miring, nampak terlihat kalau dia masa bodoh.

"Aku masih mencintai kamu mas, aku nggak bisa melupakan kamu," imbuh Rara

"Cih, jangan bilang cinta padaku Ra, setelah malam panas kamu dengan pria lain." Lagi-lagi Raka berakting seolah dia adalah korban.

Malas melihat Rara, Raka memutuskan untuk pergi, sempat Rara memohon pada Raka untuk bersamanya meski hanya makan malam namun Raka menolak.

"Aku nggak sudi makan berdua dengan wanita yang suka berselingkuh seperti kamu," kata Raka

"Sudahlah Ra, lupakan aku dan please jangan usik hidupku," imbuh Raka lalu pergi meninggalkan Rara.

"Ya Tuhan, kenapa aku harus mengalami semua ini, aku dituduh selingkuh yang mana aku sendiri tidak tau siapa yang meniduri aku," gumam Rara lalu menghapus sisa-sisa air mata yang jatuh.

Matanya menatap nanar punggung Raka yang semakin jauh,

"Tak pernah aku bermaksud mengusikku mas, mengganggu setiap ketentraman hidup kamu, hanya tak mudah bagiku melupakan kamu dan pergi menjauh dari bayang-bayang kamu" gumam Rara lalu dia beranjak pergi.

Nafsu makannya hilang sudah, karena tidak jadi makan Rara memutuskan untuk pergi dari kafe tersebut.

Karena tidak fokus Rara menabrak seseorang yang tak lain adalah Ray.

"Maaf maaf saya nggak sengaja," kata Rara mencoba meminta maaf pada Ray.

Setalah saling pandang betapa kagetnya Rara kalau yang ditabrak adalah Ray, Presdir Ray Grup.

"Haduh maaf pak Ray, saya tidak sengaja," kata Rara lagi.

"Kelihatannya kamu memang sengaja menabrak aku, supaya kamu bisa bicara dengan aku, tapi sayang aku nggak berminat padamu," kata Ray lalu pergi meninggalkan Rara.

Rara sungguh emosi dengan ucapan Ray, ada gitu manusia seperti Ray.

"Untung kamu adalah Presdir Ray grup coba kalau orang lain pasti aku sobek-sobek tu mulut," umpat Rara lalu segera pergi.

Rara mengambil motornya lalu pulang, sepanjang perjalan pikirannya tertuju ke Raka, bagi Rara, Raka adalah segalanya. Selama setahun berumah tangga dengannya sikap Raka selalu lembut, dan itu membuat Rara semakin mencintai Raka. Rara mengira kalau Raka juga mencintainya, yang sebenarnya cintanya adalah cinta palsu.

"Apa sikap lembut itu kini tidak ada lagi mas," gumam Rara dengan mata yang basah. Tak terasa kini motornya telah sampai di tempat tinggalnya.

Rara membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam, dia segera melemparkan tubuhnya ke tempat tidur.

Rara mengenang kembali masa-masa bersama Raka dulu, "Akankah kembali mas, masa-masa kita dulu, apa cinta yang kamu gembar-gemborkan untuk aku telah hilang kini, seharusnya kamu menyelidiki dulu mas apa yang sebenarnya terjadi bukannya langsung mengjudge aku, bahkan di depan orang tuaku kamu tidak sedikit pun membela aku," gumam Rara dengan air mata yang jatuh.

Puas memikirkan Raka, Rara kini menuju dunia mimpinya.

Dalam mimpinya kali ini bukannya Raka yang datang melainkan Ray.

Rara sendiri bingung kenapa Ray bisa datang ke mimpinya.

"Kamu milikku Ra," ucap Ray dalam mimpinya

"Tidak, tidak pak Ray. Kamu mau apa, jangaaaaaan!" teriak Rara lalu dia bangun dari mimpinya.

Rara mengusap peluh yang keluar, "Ah untung cuma mimpi," gumam Rara.

Tiba-tiba cacing dalam perut Rara berjoget riang.

"Aahh lapar sekali," keluh Rara dengan memegangi perutnya.

Karena tidak ada makanan Rara minum yang banyak, lalu mencoba tidur kembali namun cacing-cacing dalam perutnya mengadakan konser besar-besaran sehingga Rara tidak bisa tidur.

Hingga pukul tiga pagi Rara masih belum tidur, lalu dia mencoba memfokuskan pikirannya dan lama lama dia tertidur juga.

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, namun Rara masih terjebak dalam alam mimpinya.

Di sisi lain, sang manager mencari Rara karena Ray grup setuju untuk membeli property yang Rara tawarkan bahkan dia mau bekerja sama.

"Mana sih Rara," kata sang manager

Manager kini menghubungi Rara dan karena nada dering ponselnya Rara perlahan membuka matanya.

"Siapa sih yang telpon subuh-subuh," gerutu Rara dengan nyawa yang perlahan kembali ke tubuhnya.

Rara pun menerima panggilan telpon dari sang managernya.

"Ada apa Bu, subuh kok sudah menghubungi saya," kata Rara dengan menguap.

"Raaaraaaaaa, ini sudah jam delapan," teriak sang manager dari seberang panggilannya.

Rara membolakan matanya, lalu dia melihat jam tangannya dan memang waktu menunjukkan pukul delapan lebih lima menit.

"Iya Bu, secepatnya saya akan berangkat," kata Rara lalu memutuskan panggilan telponnya secara sepihak.

Rara yang tergesa-gesa terjatuh dari ranjangnya,

"Aawwww, kenapa pake jatuh sih," gerutunya dengan mengelus lututnya.

Dengan langkah terseok-seok Rara pergi ke kamar mandi, dia segera membersihkan dirinya lalu bersiap untuk pergi ke kantor.

Tiga puluh menit kemudian Rara sampai di kantor, dia segera pergi ke ruangan manager.

"Maaf Bu, saya terlambat," kata Rara dengan nafas yang tersengal

"Lain kali jangan diulangi atau kamu akan saya pecat," ancam Bu manager.

"Iya Bu," sahut Rara.

Bu manager menugaskan Rara ke Ray grup lagi, dan itu membuat Rara melemas.

Dia malas sekali bertemu dengan Do Ray mon, sebutan Rara untuk si Ray.

Seusai menyiapkan keperluannya Rara pergi ke Ray grup.

"Selamat siang pak." Rara mengucapkan salam.

"Siang," sahut Ray

"Saya boleh masuk pak?" tanya Rara

"Nggak usah berdiri saja di situ," jawab Ray tanpa menatap Rara.

"Yakin pak?" tanya Rara lagi

"Yakinlah," jawab Ray sambil memijat pelipisnya.

"Kamu ini manusia dari planet mana sih?" tanya Ray

"Astaga pertanyaannya," gumam Rara.

"Maaf pak," ucap Rara.

Ray melambaikan tangannya menyuruh Rara untuk masuk.

"Kamu sebelumnya bekerja dimana?" tanya Ray

"Ini pengalaman kerja pertama saya pak," jawab Rara

"Pantes," sahut Ray

"Kenapa pak?" tanya Rara heran akan sautan Presdir Ray grup tersebut

"Bodoh," jawab Ray.

Rara menatap Ray dengan emosi tingkat dewa, dia sungguh kesal sekali dengan Ray.

"Kamu tu yang bodoh, dasar Do Ray mon," batin Rara dengan tertawa.

Melihat Rara tertawa membuat Ray kesal, "Berani menertawakan saya, kita batal kerja sama," ancam Ray

"Iya iya maaf pak, tolong jangan dibatalkan ya. Nanti bonus saya hangus," pinta Rara

"Mangkanya," omel Ray.

Setelah menandatangi perjanjian, Rara pamit untuk undur diri pada Ray dan juga asistennya.

"Saya pamit pak," pamit Rara

"Ya," sahut Ray dengan datar.

Setelah kepergian Rara, Ray meminta Revan untuk mencari tau latar belakang Rara.

Terpopuler

Comments

Faza Corner

Faza Corner

rara raka ray
haduuuh

2022-06-10

1

emaknya Rainnathan

emaknya Rainnathan

othornya pasti sangat suka nama yg berawalan R, sama dong kayak emak, makanya empat ank emak semua berawalan R, rossa, revi, ruri, rain😂😂

2022-05-31

4

Epifania R

Epifania R

semoga jodoh

2022-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Dijebak dan ditalak
2 Diusir
3 Bertemu Raka
4 Pesta
5 Pingsan
6 Sakit
7 Dibawa ke rumah Ray
8 Warisan Rara
9 Dipecat
10 Sekretaris Ray
11 Flashback
12 Flashback 2
13 Ketahuan
14 Selalu dihukum
15 Terpesona
16 Telat
17 Selidiki Sheryl
18 Apartemen baru
19 Jebakan Ray
20 Dimulai
21 Dejavu
22 Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23 Alergi
24 Suapi aku
25 Modus Ray tanpa henti
26 Demam
27 Hilang
28 Apa maksud anda pak Ray
29 Kalut
30 Maafkan saya
31 Bingung
32 Gugat Raka
33 Cinta jangan buru-buru
34 Lagi-lagi modus
35 Kedatangan papa Raka
36 Raka tidak terima
37 Jadian
38 Kagak tahan
39 Pembagian warisan.
40 Bertemu Sheryl
41 Raka tau
42 Raka galau
43 Pergi
44 Kamu kemana sih
45 Hamil
46 Depresi
47 Menangis
48 Mama Ray
49 Melamar Rara
50 Tidak suka
51 Datang menemui
52 Berdebat
53 Datang ke kantor
54 Berteman
55 Sekretaris Revan
56 Pengumuman
57 Marah
58 ternyata
59 kesiangan
60 Puasa
61 Foto
62 Siapa sebenarnya dia?
63 Buka puasa bersama
64 Rea cemburu
65 Datang Kembali
66 Presentasi
67 Datang ke rumah Rara
68 Jebakan Nikmat
69 Rehan ketagihan
70 Kesal
71 Danau
72 Ngabuburit
73 Semakin mesra
74 Cemburu
75 Siapa kamu sebenarnya
76 Dipercepat
77 Semakin menarik
78 Pesta pertunangan
79 Diperkenalkannya Rehan
80 Aurora
81 Serangan jantung
82 Siapa Ken Steven?
83 Kegalauan Ray
84 Mama yang egois
85 Hadiah
86 Resmi
87 Dikerjain
88 Ingin segera mualaf
89 Ray marah
90 Curiga
91 Jadi supir taxi
92 Dipikirkan
93 Asisten Rehan
94 Kedatangan Toretto
95 Cemburu
96 mualaf
97 Segera daftarkan
98 Menjenguk Raka bersama
99 Naik-naik
100 Besok nikah
101 Sah
102 Tidur
103 Ray Balas dendam
104 Kembali ke US
105 Menjenguk Sheryl
106 Mama kesal
107 Sembuh
108 Pelukan Rehan
109 Aksi Rehan dan Revan
110 Apa yang terjadi denganku?
111 Nikah
112 Ke indo
113 Terhasut
114 Ke US
115 Semua bahagia.
116 Di US
117 Kenangan Rara
118 Kolam renang
119 Cemburu
120 Ruang istrirahat.
121 Rara bingung
122 Resepsi
123 Season 2 Positif
124 Suka marah-marah
125 No jatah
126 21 cm
127 Lift khusus
128 Menyesal
129 Bungkus daun jati
130 Es Salju
131 Ngidam asem
132 Makan buah asem
133 Malas makan
134 Takut
135 Beraninya kamu pergi
136 Putus asa
137 Malah debat
138 Ray kesal
139 Tidak pulang
140 menangis
141 Marah
142 Curiga
143 Kritis
144 Sama sama kritis
145 Suruh dia pergi!
146 Raisa tak terima
147 Cemburu
148 Salah paham
149 Ke US
150 Menyusul
151 Tidak boleh
152 Entah bagaimana lagi
153 Kami saling nyaman
154 Tak kuat
155 Tak terselamatkan
156 Tak sanggup
157 Ungkapan hati Leo
158 Dibalik semua ini
159 Sosor
160 pulang
161 Rayuan Ray
162 Bertemu
163 Rafathar Albert Toretto
164 Ke pantai
165 Ketiduran
166 Terjebak badai
167 Nonton film
168 Salah paham
169 Ke apartemen Leo
170 Ciuman
171 Tau
172 pulang
173 Kembali ke tanah air
174 Tak tenang
175 Wisuda
176 Tawaran pekerjaan untuk Riana
177 Rencana pulang
178 Kumpul bersama
179 Semua bahagia
180 Pengumuman
181 pengumuman
182 Beautifull Revenge
183 Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184 Married with a stranger
185 Hanya Persinggahan
Episodes

Updated 185 Episodes

1
Dijebak dan ditalak
2
Diusir
3
Bertemu Raka
4
Pesta
5
Pingsan
6
Sakit
7
Dibawa ke rumah Ray
8
Warisan Rara
9
Dipecat
10
Sekretaris Ray
11
Flashback
12
Flashback 2
13
Ketahuan
14
Selalu dihukum
15
Terpesona
16
Telat
17
Selidiki Sheryl
18
Apartemen baru
19
Jebakan Ray
20
Dimulai
21
Dejavu
22
Tetap pergi walau tanpa ijin kamu
23
Alergi
24
Suapi aku
25
Modus Ray tanpa henti
26
Demam
27
Hilang
28
Apa maksud anda pak Ray
29
Kalut
30
Maafkan saya
31
Bingung
32
Gugat Raka
33
Cinta jangan buru-buru
34
Lagi-lagi modus
35
Kedatangan papa Raka
36
Raka tidak terima
37
Jadian
38
Kagak tahan
39
Pembagian warisan.
40
Bertemu Sheryl
41
Raka tau
42
Raka galau
43
Pergi
44
Kamu kemana sih
45
Hamil
46
Depresi
47
Menangis
48
Mama Ray
49
Melamar Rara
50
Tidak suka
51
Datang menemui
52
Berdebat
53
Datang ke kantor
54
Berteman
55
Sekretaris Revan
56
Pengumuman
57
Marah
58
ternyata
59
kesiangan
60
Puasa
61
Foto
62
Siapa sebenarnya dia?
63
Buka puasa bersama
64
Rea cemburu
65
Datang Kembali
66
Presentasi
67
Datang ke rumah Rara
68
Jebakan Nikmat
69
Rehan ketagihan
70
Kesal
71
Danau
72
Ngabuburit
73
Semakin mesra
74
Cemburu
75
Siapa kamu sebenarnya
76
Dipercepat
77
Semakin menarik
78
Pesta pertunangan
79
Diperkenalkannya Rehan
80
Aurora
81
Serangan jantung
82
Siapa Ken Steven?
83
Kegalauan Ray
84
Mama yang egois
85
Hadiah
86
Resmi
87
Dikerjain
88
Ingin segera mualaf
89
Ray marah
90
Curiga
91
Jadi supir taxi
92
Dipikirkan
93
Asisten Rehan
94
Kedatangan Toretto
95
Cemburu
96
mualaf
97
Segera daftarkan
98
Menjenguk Raka bersama
99
Naik-naik
100
Besok nikah
101
Sah
102
Tidur
103
Ray Balas dendam
104
Kembali ke US
105
Menjenguk Sheryl
106
Mama kesal
107
Sembuh
108
Pelukan Rehan
109
Aksi Rehan dan Revan
110
Apa yang terjadi denganku?
111
Nikah
112
Ke indo
113
Terhasut
114
Ke US
115
Semua bahagia.
116
Di US
117
Kenangan Rara
118
Kolam renang
119
Cemburu
120
Ruang istrirahat.
121
Rara bingung
122
Resepsi
123
Season 2 Positif
124
Suka marah-marah
125
No jatah
126
21 cm
127
Lift khusus
128
Menyesal
129
Bungkus daun jati
130
Es Salju
131
Ngidam asem
132
Makan buah asem
133
Malas makan
134
Takut
135
Beraninya kamu pergi
136
Putus asa
137
Malah debat
138
Ray kesal
139
Tidak pulang
140
menangis
141
Marah
142
Curiga
143
Kritis
144
Sama sama kritis
145
Suruh dia pergi!
146
Raisa tak terima
147
Cemburu
148
Salah paham
149
Ke US
150
Menyusul
151
Tidak boleh
152
Entah bagaimana lagi
153
Kami saling nyaman
154
Tak kuat
155
Tak terselamatkan
156
Tak sanggup
157
Ungkapan hati Leo
158
Dibalik semua ini
159
Sosor
160
pulang
161
Rayuan Ray
162
Bertemu
163
Rafathar Albert Toretto
164
Ke pantai
165
Ketiduran
166
Terjebak badai
167
Nonton film
168
Salah paham
169
Ke apartemen Leo
170
Ciuman
171
Tau
172
pulang
173
Kembali ke tanah air
174
Tak tenang
175
Wisuda
176
Tawaran pekerjaan untuk Riana
177
Rencana pulang
178
Kumpul bersama
179
Semua bahagia
180
Pengumuman
181
pengumuman
182
Beautifull Revenge
183
Salahkah aku mencintaimu (suami orang)
184
Married with a stranger
185
Hanya Persinggahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!