POV: Seas
"Jadi ... aku akan menjelaskan sedikit bagaimana sistem pendidikan di Underworld School. Duduk dan dengarkan," ucap Rex sambil mengeluarkan sebuah buku yang tebal. Aku duduk di depannya, menatap dengan seksama dan mendengar setiap hal yang dia ucapkan.
"Yah, ini pasti terdengar aneh. Sekolah untuk para pembunuh, dipikir dengan akal sehat, maka sekolah ini seharusnya musnah, iya kan?" tanya Rex seraya menatapku jahil. Tapi aku juga tidak bisa membantahnya, karena jujur saja, saat awal aku mendengarnya aku juga shock.
"Underworld School punya sejarah yang cukup panjang dan ... misterius. Sejujurnya, bahkan aku sendiri juga kurang tau bagaimana sekolah ini pertama kali didirikan. Setidaknya sekolah ini sudah berdiri sejak 700 tahun yang lalu.
Lalu, kalau kau melihat keluar, kau pasti bertanya-tanya kenapa Underworld School selalu malam dan tidak pernah siang, iya kan?
Underworld School ditutupi oleh awan tebal dan hitam, sehingga langit biru tidak akan bisa terlihat dari sini. Awannya tidak pernah hilang, berkat awan itu juga sekolah ini tidak pernah bisa dideteksi oleh satelit dan pelacak canggih sekalipun.
Yah, walaupun ada yang kebetulan menemukan tempat ini, paling mereka nanti juga mati." Rex terkekeh pelan, dia menunjukkan sebuah peta, tempat Underworld School berada. Sebenarnya sampai sekarang, aku juga masih merasa sedikit aneh, sekolah ini sudah sangat tua, tapi aku bahkan baru tau sekolah ini ada di daerah seperti ini.
Halaman buku itu kemudian dibalik.
"Sejak dulu, Underworld School merupakan salah satu sekolah pembunuh yang mempunyai nama besar di dunia bawah. Yah, jika kau mau tau, selain Underworld School sebenarnya banyak sekolah pembunuh lain. Tapi, hanya ada 3 sekolah yang selalu memperebutkan peringkat tertinggi.
Yaitu Underworld School, Dark Academy, dan juga Killer Camp." Rex menunjukkan 3 sekolah dengan logo yang berbeda, Underworld School dengan logo tengkorak hitam yang ditancapi mahkota besi, lalu Dark Academy dengan logo tulang tangan kanan yang dibakar api hitam, dan Killer Camp dengan logo gagak berkepala tiga.
Rex membalik halamannya.
"Sudah cukup dengan perkenalannya. Sekarang, ayo kita masuk ke kelas khusus Underworld School. Di sini, dibagi menjadi 6 tingkatan di setiap kelasnya. Tingkat 1, merupakan tingkatan paling rendah, yah sama seperti kau sekarang. Lalu naik sampai ke tingkat 5, nah di tingkat 6 merupakan sebuah tingkat yang istimewa. Karena di tingkat 6, kau akan mendapatkan sebuah kode nama, yang artinya, kau sudah bisa bersaing dalam dunia para pembunuh profesional. Seperti Venom yang membawamu kemari, dia sudah lulus tingkat 5 saat usianya 14 tahun. Dia adalah sedikit dari jenius yang muncul secara langka.
Lalu, di Underworld School, kita memiliki 3 jurusan untuk pemula, dan saat di tingkat 5, kau bisa memilih sebuah jurusan khusus lagi. Tapi kita kesampingkan hal itu dulu." Rex menunjukkan 3 gambar yang berbeda di dua halaman yang terbuka lebar di depanku.
"Jurusan pertama adalah pertarungan jarak dekat. Seperti namanya, ini adalah jurusan yang mengutamakan senjata jarak dekat. Seperti belati, dagger, pedang, ataupun tangan kosong," ucap Rex sambil menunjukkan foto ilustrasi seorang pembunuh yang menggunakan pedang. Sebuah teknik yang simpel dan tradisional, seperti hal yang biasa kulihat di film film.
"Lalu jurusan kedua adalah pertarungan senjata api. Jurusan ini mengutamakan senjata seperti pistol dan sejenisnya," ucap Rex seraya menunjukkan foto ilustrasi seorang pembunuh yang menggunakan pistol di tangannya. Di zaman modern seperti sekarang, mungkin ini adalah sebuah cara yang sesuai dengan masanya. Membunuh secara instan dalam jarak jauh, ini keren juga. Tapi aku tidak tau apakah aku jago menembak?
"Lalu jurusan terakhir, adalah jurusan obat dan racun. Venom juga berasal dari jurusan ini. Yah, menurutku ini adalah jurusan yang paling sulit jika dinilai oleh otak. Bersyukur saja kau tidak gila jika masuk sini. Tapi, setiap jurusan punya kesulitannya masing-masing, kau hanya perlu memilih jurusan yang sesuai dengan dirimu," ucap Rex sambil menunjukkan foto ilustrasi racun di gambar terakhir. Yah ... ini ... memang kelihatannya susah. Aku bahkan tidak yakin bisa masuk jurusan ini nantinya.
"Nah, untuk sekarang, kurasa cukup ini yang perlu kau tau." Rex menutup buku tebal itu, lalu menatapku dengan senyuman miring.
..."Jadi, kira-kira kelas apa yang kau pilih?"...
..."... Aku ..." ...
###
POV: Author
Di atas sebuah gedung di negara yang tak diketahui namanya, Venom sedang menjalankan misi dengan seseorang yang cerewet dan bawel, dia adalah Agen X.
"Hei hei! Aku dengar kau membawa adik Arma ke Underworld School?! Aku belum sempat melihatnya karena langsung menjalankan misi lagi! Bagaimana dia?!" tanya X antusias. Venom menghela nafas untuk yang ke 79 kalinya hari ini. Telinganya tidak terbiasa dengan ocehan panjang X yang rasanya tidak pernah habis. Venom pernah berpikir memberi X racun supaya dia bisu, tapi untungnya batal soalnya dia lupa bawa racunnya.
"Hm~ ini pertama kalinya aku melihatmu begitu bersimpati pada seseorang, ada apa ini? Apa kau suka karena anak itu setampan Arma?" tanya X lagi. Venom tidak menjawab, karena sejujurnya dia juga masih belum menyadari kenapa dia membantu Seas. Di dalam otak Venom, dia masih berpikir bahwa harusnya dia membunuh Seas saat itu, harusnya Seas sama saja seperti orang asing baginya, harusnya saat itu dia langsung mengakhiri Seas seperti biasanya.
"... Entahlah ... aku juga ingin tau alasannya." Venom berucap pelan, matanya masih terus menatap gedung target mereka saat ini. X menatap Venom yang tampak datar seperti biasa, meskipun begitu, X tau bahwa Venom terlihat sedikit berubah sekarang. Ini bukan pertama kalinya X dan Venom menjalankan misi bersama, mungkin sudah 3 kali, dan selama itu, baru kali ini X melihat sorot mata Venom yang tampak bingung walaupun wajahnya datar.
Tanpa sadar X tersenyum tipis. "Aku jadi ingin bertemu dengannya. Apa kau pikir dia akan cerewet sepertiku?"
"Mana mungkin, dia anak yang pendiam, tidak seperti mulutmu yang tidak punya rem," jawab Venom yang membuat X shock.
Dalam sejarah X, ini adalah pertama kalinya Venom berbicara sepanjang ini padanya.
"AAAAA KAU SUDAH DEWASA SEKARANG!" X hendak memeluk Venom dari samping, tapi Venom langsung lompat dari atas gedung.
"... WOYYY TUNGGUU!" X ikut melompat, menyusul Venom yang bergerak lebih dulu. Dalam hati, X sangat senang, dia sudah melihat Venom sejak dia kecil di Underworld School, dan dia bahkan sempat berpikir bahwa hati Venom sudah menjadi batu. Tapi melihat gadis itu bereaksi pada Seas, X jadi berpikir ...
Bahwa mungkin datangnya Seas ke Underworld School adalah sebuah keputusan yang tepat. Mungkin ini adalah takdir dari angin baru yang datang.
TBC.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
hetdoo
bagus nih ceritanya😃
2022-07-12
1
ilfindazaka ochtafarela
bagus
2022-03-18
1
Pecintagepeng01
wah?! sepertinya agen tingkat atas itu punya kekuatan khusus ya! ga sabar apa kekuatan Seas!
2022-03-15
1