..."Ayo lanjutkan! Ini jadi semakin menarik!"...
POV: C
Aku semakin tertarik saat melihat serangan kombinasi milik mereka! Ini baru 5 hari terlewati sejak mereka melawanku! Dan mereka sudah berkembang sejauh ini!
"Nah~ apa lagi yang akan kalian lakukan? Para monster," gumamku pelan. Tentu saja, mana mungkin aku menyebut kata monster di depan seorang monster.
Hm tapi tunggu dulu, sebenarnya Alio dan Ned memiliki potensi lebih baik daripada sekarang. Mereka harus mengganti senjata mereka. Ah sudahlah, nanti saja aku beritau mereka.
Oh? Sekarang Seas yang maju?
"Bagus! Kau tidak takut dengan kejadian yang sebelumnya!" ucapku sambil tersenyum, aku benar-benar mengapresiasi mereka. Mungkin mereka menganggapku sedang memprovokasi.
"Baiklah, ayo kita lihat. Seberapa jauh kau berkembang!"
***
POV: Alio
Seas bilang dia ingin maju kali ini. Sejujurnya aku takut kejadian dulu terulang lagi. Jantungku terasa lebih panik daripada saat aku tau bahwa aku akan mati.
Semoga dia baik-baik saja sekarang.
***
POV: Seas
Alio sudah mengizinkanku maju! Aku hanya akan menggunakan teknik itu sebagai serangan terakhir. Sekarang, aku akan membuat jalan untuk serangan mereka!
Aku melesat maju ke arah C. Aku memposisikan tangan kananku di depan wajah dengan posisi ujung dagger menatap lurus ke depan. Sementara tangan kiriku ada di belakang tubuhku.
Aku memfokuskan tenaga di jari kaki, dan melompat ke wajah C. Seperti dugaanku, C hanya perlu menaikkan tekanan angin jadi aku tidak bisa menyentuhnya!
"Tekanan angin ini punya batas kan?" Aku terus memaksa untuk menerobos tekanan angin ini dengan tendanganku.
"Lautan jaring!" Ned membuat pola lagi, sekarang lantai yang kami pijak dipenuhi oleh jaring besi. Sesaat aku merasakan tekanan angin berkurang, dan aku sadar bahwa perhatian C teralihkan oleh jaring Ned!
Aku menggunakan tenagaku untuk menerobos tekanan angin C! Aku melihat Alio juga sudah maju dengan posisinya di belakangku. Ini menguntungkan karena C tidak bisa melihatnya!
"HIAA!" Aku hendak menikam C tapi dia menahannya dengan gelang di tangan kanannya.
"Perisai angin," Setelah C mengatakan itu, tekanan angin menjadi lebih kuat tapi hanya di sekitar C saja. Daggerku dipaksa menjauh dari tangannya!
"Ganti."
Aku mendengar suara Alio di belakangku. Aku melompat menjauh dari C. Alio ganti menyerang C dengan cambuknya.
"Pisau saja tak bisa menyentuhku, dan kau pikir cambukmu mampu?" C meremehkan Alio. Kami hanya tersenyum simpul, karena ini hanyalah bagian dari rencana kami.
Inti serangan kami sekarang adalah.
...[Ned.]...
Aku berlari memutari C, mencari celah sambil menunggu Ned menyelesaikan polanya.
Pertahanan angin C tidak terlalu lama bertahan. Aku bisa melihat cambuk Alio bisa menerobos dan hampir mengenai pipi C.
Saat Alio sudah menerobos masuk seutuhnya, aku ikut menerobos dari belakang. Punggung C terbuka lebar!
"Woh! Menyerang dari belakang?! Itu sangat pengecut!" ucap C sambil tertawa. C menangkap ujung cambuk Alio lalu menggulungnya di tangannya. Dia mengayunkan lengannya dan melemparkan Alio ke arahku!
Brug!
"Aw!" Aku merasakan pinggangku sangat sakit! Sepertinya aku terbentur cukup keras.
Aku melihat ke arah Alio yang merintih kesakitan di atas perutku.
"Hei bangun! Kau sudah mendarat dengan empuk dan masih kesakitan?! Bukankah aku yang kemarin tulang rusuknya patah?!" ucapku sambil mencoba membantu Alio untuk bangun.
"Hei, dia belum menyadarinya, kan?" tanyaku pada Alio. Alio memerhatikan C yang hanya fokus pada kami.
"Sepertinya tidak," bisik Alio. Kami melesat maju bersamaan. Alio mengikatkan cambuknya ke pinganggku.
"Ayo!" ucap Alio sambil melemparkanku ke depan! Dia tidak waras!
"Kalian terlalu ceroboh!" C mengarahkan tangannya ke arahku. Detik berikutnya aku merasakan seperti tubuhku menabrak sebuah dinding tak terlihat!
"Aku tak tau angin bisa menjadi sekeras ini ... ." Aku langsung jatuh begitu menabrak dinding angin. Dan hidungku sedikit mengeluarkan darah.
Alio melepaskan ikatannya di pinggangku dan melesat maju. Aku segera berdiri dan mengikutinya dari belakang.
"Pisau angin," C mengeluarkan serangan yang berbeda! Masih sama-sama tidak terlihat, tapi suara dari angin ini masih begitu kencang sehingga kami bisa menghindarinya.
Aku dan Alio berpencar agar C kesulitan menargetkan kami. Alio dari depan dan aku dari belakang.
Alio mengayunkan cambuknya membentuk seperti sabit dan menyerang langsung ke arah C. C menghindarinya dengan santai, seolah cambuk itu mainan anak kecil.
"Oh!" Aku mendapatkan sebuah ide! Aku melihat ke arah Alio.
Alio menatapku dengan bingung, aku jadi langsung menangkap cambuknya dengan dagger di tanganku.
"Ikat!" Aku dan Alio berputar ke arah yang berlawanan. Cambuk ini lebih berat dari jaring Ned, jadi tidak bisa dihempaskan begitu mudah!
"Serang dia! Seas!" Alio berteriak padaku. Aku mengenggenggam dagger di tangan kiriku dengan erat, aku berlari ke arah C sambil mengarahkan dagger ke perutnya.
"Naif. Baling-baling angin," ucap C. Aku merasa seperti dipukul dari samping! Tubuhku terseret mengikuti arah angin, ikatan yang kubuat bersama Alio jadi terlepas sekali lagi!
"Sudah selesai!" ucap Ned. Aku dan Alio saling bertatapan. Aku melepaskan dagger di tangan kananku, begitu juga dengan Alio yang melepaskan cambuknya.
...[Teknik istimewa: Taman nelayan!]...
Jaring-jaring yang awalnya hanya ada di lantai, terangkat dan membuat ruangan ini seperti berada di dalam lautan. Jaring Ned semakin banyak dan angin C semakin berkurang.
"Lalu ditambah dengan Serangan Barakuda!" Jari Ned bercucuran darah, pasti sangat sulit membuat pola serangan seperti ini. Jaring Ned yang awalnya hanya bertujuan mengurung, mulai berubah menjadi benda tajam. Benda itu melesat ke arah C, tapi masih bisa ditangkis dengan putaran angin di tangannya.
"Sekarang, Seas!" Alio berbisik padaku. Aku mengangguk paham, aku meneguk ramuan yang diberikan oleh Venom.
"Baik ayo kita mulai!" ucapku semangat.
...[Teknik nomor 3. Langkah bayangan.]...
Aku melesat maju hingga sampai di depan C. Aku berputar mengelilingi C, meninggalkan bayanganku di setiap sisi.
"Ho, kau jadi semakin baik menggunakannya! Tapi percuma ... karena aku tau dimana yang asli!" ucap C sambil mencengkram kepalaku.
"Aku baru sadar, kalau teknik ini sangat luar biasa!" ucapku sambil tersenyum. Aku memegang tangan C yang mencengkram kepalaku, mataku melihat daggerku yang jauh dari jaring Ned.
Aku berpindah ke arah daggerku, meninggalkan bayangan yang dicengkeram oleh C.
"Cih dia hilang lagi! Kemana dia?!" C melihat ke sekeliling sambil terus bertahan dari teknik Ned.
Aku melihat leher belakang C terbuka. Aku langsung menerobos masuk dan menggores sedikit luka di sana.
Ccr!
Aku berjongkok membelakangi C. Dia terdiam sambil memegang tengkuknya.
"Aku kalah lagi," ucap C sambil tersenyum. Aku membaringkan badanku, tetap saja masih terasa sedikit kaku meskipun aku sudah meminum ramuan dari Venom.
Ned menarik kembali semua jaringnya dan Alio memungut cambuknya.
Sungguh hari yang melelahkan. Samar-samar aku bisa mendengar teman-temanku bersorak atas kemenangan kami.
Ah ... sepertinya aku akan tertidur.
TBC.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
hetdoo
wuooohh, seruuu😱😱
2022-07-13
1
Pecintagepeng01
geludnya intens banget ya!
2022-03-18
2