If You

Sesampainya di rumah ...

Mobil Jay berhenti di depan tangga masuk rumah besar Jaemin. Jay membukakan pintu di sebelah supir dan membantu Areun keluar dari mobil. Merangkulnya lagi dan membantu Areun menaiki tangga.

Di pintu masuk Jaemin menatap mereka sinis begitu pun Ibu dan Bibi Jaemin.

"Suamimu di depanmu." Kata Jay berbisik kepada Areun.

Areun mulai menangis dan berjalan mendekati Jaemin "Jaemin." hembusan napas Areun yang berbau minuman keras membuat Jaemin semakin yakin Areun pergi kesana dengan sengaja. Dengan kasar Jaemin menepis tangan Areun dan mendorongnya meskipun pelan Areun yang belum siap hampir jatuh namun Jay dengan sigap menangkap Areun.

"Apa-apaan kamu ini?" Jay menyentak marah.

"Dasar tidak tahu malu kalian!" Pekik Jaemin.'

"Apa maksudmu kami tidak tahu malu?" Tanya Jay ngotot.

"Pergi kalian dari rumahku!"

Jay ingin ribut dengan Jaemin namun Areun menahannya.

"Sudah! Dia lebih percaya tipu muslihat orang lain daripada istrinya."

"Yang aku lihat sudah cukup jelas, kamu berada di sana, keluar dari sana dengan berangkulan."

"Dia merangkulku, karena aku begitu ketakutan di sana, sendiri, tidak...di tinggal sendiri dalam keadaan tidak bisa melihat. Kamu pikir apa yang akan dilakukan orang tidak bisa melihat di sana? berdansa minum-minum? Andai aku bisa melakukannya. Sayangnya aku hanya bisa jadi objek pelecehan di sana. Bila bukan karena orang yang kamu sebut tidak tahu malu ini, menantu keluarga Jang yang terhormat ini sudah habis mereka lecehkan. Dan kamu akan mendapati istrimu menjadi bekas orang lain." Air mata Areun kembali keluar.

"Seharusnya kamu berterimakasih kepada Jay karena dia aku selamat dari cengkraman pria mesum. Dia rela berkelahi demi menyelamatkan aku."

Jaemin melihat wajah Jay yang memar dan beberapa luka di sana.

"Tanyakan bibimu, dimana dia saat pria-pria itu akan melecehkan aku? Dia yang membawaku ke sana?

"Aku?" Bibi terkejut. "Hey..hey...jangan bawa orang lain atas kesalahanmu sendiri."

"Wina!" Areun memanggil Wina.

"Saya di sini nona!" Jawab Wina.

"Tolong carikan, baju apa yang tadi dia pakai?"

"Hijau tua, hijau daun gitu." Jawab Jay.

"Carikan baju hijau di kamar bibi ataupun di tempat kotor atau dimana saja, cepat bawa ke sini."

"Baik nona." Wina bergegas mencari yang Areun minta.

"Gawat aku belum membuang baju itu. Lagipula untuk apa baju itu? Itu tidak akan berarti apa-apa." Pikir Bibi. "Tunggu dulu!" Bibi meletot teringat sesuatu.

"Ini nona!" Wina menyerahkan baju ke tangan Areun. "Ada di tempat baju kotor Nyonya Hae.

"Lihat di baju ini ada noda bekas aku menyemburkan minuman, aromanya pun masih ada." Jaemin mengambil baju dari tangan Areun dan mengeceknya.

"Ini benar." Jaemin mengiyakan. "Bibi?"

"Apa? Aku mendapatkan noda itu saat aku sedang minum sendiri. Kenapa harus aku yang jadi tertuduh utama."

"Kamu pikir orang yang tidak bisa melihat akan dengan sengaja dan sadar pergi ke pub sendiri? Bila tidak ada yang mengantarku, bagaimana aku sampai di sana."

"Aku yang membuntuti dia dengan jelas ingat plat mobil yang membawa Areun 32 cha 3954."

"Itu mobil Jisung." Jaemin mengenal nomor itu. "Di mana dia?" Tanya Jaemin.

"Ayo Jay, antar aku ke rumah Kasi." Areun memegang lengan Jay.

"Kamu mau kemana?" Jaemin menarik tangan Areun.

"Kamu sudah mengusirku tadi."

"Aku minta maaf, aku terlalu marah sampai tidak berpikir jernih." Raut penyesalan terpancar dari wajah tampan Jaemin membuat Areun luluh.

Berbeda dengan Jay merasa muak dan gondok melihat perlakuan Jaemin menyalahkan Areun dan meminta maaf kemudian.

Jaemin mengambil tangan Jay "Maaf aku juga menyalahkanmu. Terimakasih sudah menolong istriku." Ucap Jaemin menggoyangkan tangan Jay atas bawah. Jay menarik tangannya kuat melepaskan dari tangan Jaemin.

"Ayo Areun!" Jay menarik tangan Areun. "Ini pasti bukan yang terakhir, nanti mereka pasti akan menyakitimu lagi." Ucap Jay menatap sinis kepada Jaemin.

"Jangan men-judge keluargaku seperti itu." Balas Jaemin tidak kalah sinis. "Areun istriku dia harus ikut denganku."

Areun melepaskan tangan Jay dari lengannya. "Maaf Jay, aku akan tetap di sini." Kata Areun.

"Tapi Areun!" Jay gusar. "Kasi juga pasti lebih setuju kalau kamu pergi dari sini."

"Tapi Jaemin benar, aku istrinya dan aku akan di sini. Aku sudah tahu bahwa mereka memiliki niat jahat padaku, dan mulai sekarang aku akan lebih berhati-hati. Percayalah!" Areun menggenggam tangan Jay.

"Kamu janji, akan menjaga dirimu?" Tanya Jay yang dijawab anggukan Areun. "Telepon aku kalau kamu perlu bantuan. Kamu selalu bisa mengandalkan aku, tidak seperti orang lain." Sindir Jay melirik Jaemin. Jaemin terlihat geram mendengarnya. "Baiklah, aku pulang dulu. Jaga dirimu."

"Terimakasih ya, Jay. Terimakasih banyak." Kata Areun setengah berteriak. Jay mengangkat tangan dan melambai kepada Areun lalu memasuki mobilnya.

"Kita masuk?" Jaemin merangkul Areun dan membalikkan badan Areun dari melihat Jay. Jaemin menengok ke mobil Jay seolah dia lah pemenang. Jay pun berhasil dibuat kesal. Jay melajukan mobilnya dengan kencang

"Aku memang tidak pernah ada di hatimu." Jay mengerem mobilnya di tepi jalan dengan kesal. "Sekuat apapun aku mencoba, namun kamu tidak pernah melihat cintaku." Jay menunduk menaruh dahinya di setir mobil.

......***......

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!