Janji Suci

Rio menuntun Areun berjalan diatas panggung panjang menuju altar pernikahan. Di ujung panggung Jaemin beserta Pendeta disebelah belakangnya telah menunggu. Diiringi instrumen pernikahan Rio dan Areun berjalan perlahan dengan wajah berseri. Rio mengeratkan pegangannya saat merasakan tangan Areun gemetar karena gugup.

disisi-sisi panggung tertata meja para tamu yang semua terisi oleh keluarga dan para tamu undangan yang merupakan rekan bisnis Jaemin dan keluarga. Diantara mereka pun terlihat beberapa publik figur.

"Pengantin cantik kita sudah tiba!" Suara ceria dari pengeras suara mengiringi Areun sampai ke samping Jaemin. Suara yang sangat Areun kenali sebagai Mc nasional dan international yang sering wara wiri diacara televisi.

Jaemin mengambil alih tangan Areun dari Rio. Rio kemudian turun dari panggung, tinggalah Areun, Jaemin dan pendeta diatas panggung.

Janji suci pun diucapkan keduanya dihadapan Pendeta. Dengan rasa terharu air mata Areun menetes tanpa dikomandoi. Dengan perhatiannya Jaemin mengusap air mata di pipi Areun.

Selesai upacara pernikahan, resepsi pun digelar ditempat yang sama. Para tamu menghampiri untuk memberikan selamat.

"Aaa...anda Tuan Leeteuk?" Areun menyalami Mc nasional dengan begitu semangat namun masih berpura-pura tidak bisa melihat.

"Benar Nona," jawab Leeteuk dengan senyum lebar khasnya.

"Wah selain tampan, Leeteuk oppa juga baik hati. Beruntung sekali aku," pikir Areun yang melihat Leeteuk yang begitu ramah kepadanya.

"Aku penggemar anda, loh. Tidak menyangka anda yang akan jadi mc. Kalau tahu begitu aku akan meminta Yesung Oppa juga untuk menyanyi disini." Areun terkekeh.

"Nona penggemar Yesung juga?"

"Iya, saya suka mendengar lagunya. Saya suka super junior sebenarnya."

"Aaa, benarkah, saya jadi tersanjung. Kalau begitu sebagai hadiah pernikahan, nanti saya akan meminta tanda tangan Yesung dan akan dikirimkan ke rumah anda."

"Bisa begitu?"

"Tentu,"

"Wah...terimakasih. boleh saya meminta wefie?" Areun memberikan handphone-nya pada leeteuk-ssi.

Leeteuk mengambil foto mereka. Dengan wajah bahagia Areun dan Leeteuk berfoto bersama. Dengan bangganya Areun memposting foto wefie-nya bersama Leeteuk dilaman Instagramnya yang private.

Sementara itu....

Nada notifikasi berbunyi dari handphone Jay. Jay menyeka air matanya lalu mengambil handphonenya segera dan membaca 'Areundeul memposting foto baru'. Dengan cepat Jay membuka instagramnya. Ia pun kembali menangis melihatnya.

"Kenapa kamu tega Areun, meninggalkan aku dan menikah dengan pria lain. Aku sudah menyatakan cinta kepadamu berkali-kali tetapi kamu memilih menikah dengan orang lain. Orang yang baru kamu kenal, dan kamu harus berpura-pura buta demi dia."

......***......

Pesta pernikahan pun usai.

"Jaga dirimu baik-baik, ya!" pinta Kasi berkaca-kaca.

"Aku akan sering main ke rumahmu, nggak apa-apakan?"

"Tentu,"

Jake memeluk kaki Areun sambil menangis "Sampai nanti, Jake!" Areun membungkuk untuk memeluk keponakan tercintanya.

"Kaka akan sering mengunjungiku, kan?"

"Iya sayang."

Areun dan keluarga Jaemin pun pulang ke rumah Jaemin. Rumah besar yang bagaikan istana. Areun begitu terpukau ketika pertama melihatnya. Meskipun harus dia tutupi ekspresi terkejutnya dengan perasaan biasa saja karena posisi dia yang tidak bisa melihat.

Jaemin menggandeng tangan Areun menuju ke kamar mereka. Kamar besar yang ukurannya hampir sama dengan luas apartemen Kasi. Kamar bernuansa hitam putih dengan tempat tidur ukuran Queen ada disisi tengah atas ruangan.

"Ini kamar kita, aku harap kamu akan terbiasa dengan setiap ruangan disini," kata Jaemin mendudukan Areun ditepi tempat tidur.

"Wah...empuk sekali. Beda dengan kasur biasaku di apartemen Kasi," pikir Areun.

"Di meja ini, ada tombol untuk memanggil pelayan." Jaemin membimbing tangan Areun menggapai sebuah kotak tombol kecil tanpa kabel di atas nakas disamping tempat tidur. "Mereka akan datang ke sini setiap kamu membutuhkan sesuatu. Aku pun sudah menyiapkan asisten pribadi untuk menemani dan membantumu setiap saat."

"Asisten pribadi? Ini bukan ide bagus, kalau Dia terus bersamaku aku tidak akan leluasa menggunakan mataku dan lama-lama kebohonganku bisa terbongkar," kata Areun ketakutan didalam hatinya.

"Tuan, aku rasa aku tidak perlu asisten pribadi. Aku terbiasa melakukan semua sendiri dan di sini aku pun akan belajar seperti itu."

"Apa itu tidak masalah?" tanya Jaemin ragu.

"Iya, aku ini orang yang cepat belajar."

"Baiklah kalau begitu. Dan tolong jangan panggil aku Tuan, aku ini suamimu bukan majikanmu."

"Oh maaf," jawab Areun sedikit malu. "Aku akan membiasakan diri,"

"Aku ingin mandi dulu, apa kamu memerlukan sesuatu?"

"Tidak, terimakasih."

"Baiklah," Jaemin berjalan menuju kamar mandi yang pintunya berada didinding pojok sebrang tempat tidur.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!