Penyelamat

Selesai Areun memakai baju Bibi membawa Areun keluar dari gerbang utama. Di sana mobil Jisung menunggu. Areun merasa semakin curiga dan mulai memiliki perasaan tidak enak. Mobil mulai melaju namun Areun tidak tahu kemana mereka akan membawa dirinya.

Mobil terparkir di pinggir jalan. Bibi dan Areun keluar dari mobil. Areun dengan jelas bisa melihat didepannya adalah club malam. "untuk apa mereka membawaku ke sini? sial...aku tidak bisa berbuat apa-apa." Hardiknya di dalam hati.

Mereka memasuki club malam tersebut. Suara musik yang begitu kencang memekakan telinga.

"Musiknya kencang sekali bibi?" Tanya Areun pura-pura tidak tahu.

"Ya namanya juga kita akan berpesta Areun." Jawab bibi tersenyum jahat.

Bibi membawa Areun semakin ke dalam ruangan dan mendudukannya di bangku tinggi dengan meja bulat di depannya. Bibi duduk di sisi lain meja. Ia mengambil sebuah minuman dari waiter yang lewat.

"Ini minum dulu, Areun!" Bibi menyerahkan gelas minum ke tangan Areun.

Bau kuat menyeruak dari dalam gelas, "Minuman apa ini bibi?"

"Ini hanya jus buah, ayo di minum!" Bibi memegang tangan Areun dan menenggakkan minuman itu ke mulut Areun.

Areun menyemburkan minuman itu hingga mengenai baju Bibi dan terbatuk kemudian.

"Ya ampun, Areun apa yang kamu lakukan?" Pekik bibi begitu kesal. "Tunggu disini Bibi akan kembali. Jangan kemana-mana." Bibi pergi ke arah kamar mandi. Diam-diam bibi mengambil foto Areun dari kejauhan. Seorang pria mendekati meja Areun dan mengajak Areun berbicara. Bibi mengambil kesempatan itu.

"Ibu" Panggil Jisung yang baru selesai memarkiran mobilnya.

"Kamu awasi wanita itu. Ibu mau pulang sekarang dan membuat kehebohan di rumah."

"Baik Ibu."

Bibi pulang menggunakan taksi sementara Jisung duduk jauh dari Areun sambil memperhatikan Areun.

Sementara di rumah...

"Apa Ibu tidak tahu dimana dia?" Tanya Jaemin marah.

"Tidak! kenapa kamu bertanya pada Ibu?" Jawab Ibu santai duduk di sofa. "Istrimu itu tidak pernah meminta izin pada Ibu kalau dia mau pergi. Mungkin dia sekarang sedang di rumah kakaknya itu."

"Dia tidak di sana. Aku sudah menelepon Kasi dan dia tidak di sana." Jaemin terlihat khawatir.

"Saya diminta nona untuk tidak mengikutinya jadi saya lebih banyak menunggu di dapur." Kata Wina menerangkan posisinya.

"Di rumah sebesar ini dan banyak orang, tapi tidak seorang pun tahu Istriku kemana."

"Saya tadi dari jendela kamar Nyonya, melihat nona memakai baju mini keluar gerbang selepas senja. Saya pikir nona sudah meminta izin kepada Tuan." Kata Nyonya Kang asisten Ibu Jaemin.

"Dia tidak mengatakan apa-apa kepadaku."

"Ya ampun....ya ampun!" Tiba-tiba Bibi yang sudah berganti baju datang memasuki ruang keluarga tempat Jaemin berada.

"Ada apa kamu datang-datang, Ya ampun-ya ampun." Tegur Ibu Jaemin. "Tidak lihat Jaemin sedang mencemaskan Istrinya."

"Maaf kakak, aku juga terkejut melihat ini." Jawab Bibi pura-pura. "Lihat ini! Temanku mengirimkan ini di grup chat." Kata Bibi memperlihatkan foto Areun sedang bersama pria di bar.

"Ya ampun, apa-apan ini Jaemin?" Ibu Jaemin terkejut melihat foto itu." Jaemin mengambil handphone bibi dari tangan Ibunya.

"Sementara di sini suaminya mencemaskan istrinya, ternyata istrinya sedang bersenang-senang." Sindir bibi.

"Ini tidak mungkin. Sedang apa Areun di sana?"

"Yang kamu lihat sedang apa dia?" Jawab Ibu Jaemin.

"Seharusnya sebelum menikah kamu cari tahu dulu kebiasaan dia. Jangan tertipu begini." Kata Bibi

"Sudah cukup! di pub mana itu?" Tanya Jaemin terlihat kesal.

"Sebentar aku chat teman bibi dulu." Bibi pura-pura mengetik di hape nya.

"Club Rising Star katanya."

"Aku ke sana dulu."

Bibi melirik puas ke arah Ibu Jaemin.

Sementara di Pub...

"Jangan sentuh aku!" Areun terpojokkan di tembok beberapa pria mabok yang saling berkawan mengerubunginya.

"Dia buta," Kata seorang dari mereka tersenyum mesum. "

"Aku tidak bisa berhenti berpura-pura Jisung masih disini. Bila dia tahu aku tidak buta. Tetapi aku tidak bisa melawan dengan posisiku sekarang."

Sementara Jisung di kejauahan hanya bisa melihat Areun yang terpojok, dia ingin menolong tapi dia terlalu takut.

Buuuugggg.....salah satu pria tersungkur terkena bogem mentah Jay yang datang secara tiba-tiba dari belakang mereka.

"Hey! siapa kamu!" teriak temannya melemparkan tonjokkan ke wajah Jay namun berhasil Jay tangkis.

Perkelahian pun terjadi di dalam pub.

(Back song : daze daze daze

Can't control my body, dance, dance, dance - reference lagu drunk-dazed by Enhypen)

Jay melawan tiga orang pria sekaligus dengan berani. Menonjok dan menangkis serangan mereka, meskipun beberapa kali Jay terkena pukulan mereka. Orang-orang disana hanya memperhatikan perkelahian sementara Jisung kabur dari sana.

Jay berhasil memenangkan perkelahian dan membawa Areun keluar dari pub dengan menyelimuti jaket jeans yang dia pakai ke pundak Areun yang terbuka. Areun menangis sambil berjalan keluar dari pub dan Jay merangkulnya pundaknya. Mereka menuju mobil Jay.

Di waktu bersamaan dari dalam mobilnya Jaemin yang baru sampai melihat Jay yang merangkul Areun keluar dari pub. Kemarahan Jaemin memuncak melihat itu. Dengan keras Jaemin memukul stir mobilnya.

"Aku tidak pernah menyangka kamu orang yang seperti itu." Geramnya membanting stir melajukan mobilnya kembali ke rumah.

Di dalam mobil Jay...

"Terimakasih Jay, kamu sudah menyelamatkan aku."

"Untung aku datang tepat waktu, kalau tidak!" Kemarahan terpancar dari mata Jay yang sedang melihat jalan dan gerakan tangannya yang kasar menggerakan rem tangan.

"Tetapi bagaimana kamu tahu aku ada di sana?" Tanya Areun ketika mobil sudah melaju.

"Tadinya aku mau ke rumahmu, mengantar berkas yang bos suruh kirim ke kamu. Tetapi aku melihat kamu dengan pakaian begitu memasuki mobil. Aku jadi curiga, kamu tidak pernah menggunakan baju begini setahuku. Akhirnya aku mengikuti mobil itu. Tetapi aku kehilangan kalian saat lampu merah, aku menelusuri dan mengingat-ngingat mobil yang membawamu. Beruntung aku melihatnya terparkir di dekat Pub itu." Nada suara Jay yang cepat dan menderu memperlihatkan masih ada rasa kesal dalam dirinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!