"Jelas pernikahan ini tidak akan dibuat meriah pernikahan ini akan jadi sederhana. Hanya keluarga saja," ucap Ibu Jaemin yang sedang menikmati sore minum tehnya di teras belakang rumah berbicara dengan asisten pribadinya Nona Kang.
"Kenapa Ibu?" Tiba-tiba Jaemin datang melewati pintu kaca yang terbuka diikuti Pak Hide di belakangnya. "Ini pernikahan putra keluarga Jang, masa diadakan sederhana?" tambahnya seraya duduk di hadapan Ibunya.
"Ibu tidak ingin menarik kehebohan lebih dari masyarakat ketika mengetahui bahwa menantu keluarga ini tidak bisa melihat," jawab Ibu Jaemin memandangi taman bunga berwarna warni di hadapannya.
"Apa kata mereka nanti, kita tidak bisa mencarikan menantu yang lebih baik untuk anaknya?" sambung Ibu Jaemin lagi.
"Ibu salah, hal itu jelas menguntungkan keluarga kita dan bahkan bisa menaikan nilai Ayah sebagai calon menteri."
"Maksudmu?" Ibu mengernyit.
"Masyarakat akan berpikir betapa baiknya aku, keluarga aku karena tidak memandang fisik dalam memilih calon istri. Mereka akan bersimpati, bukankah begitu?" cetus Jaemin terdengar masuk akal untuk menaikan reputasi.
"Betul Tuan Muda," jawab Pak Hide seraya menunduk.
"Tidak, Tetap Tidak!" Ibu meninggikan nada suaranya. "Ibu tidak tahan ketika teman-teman Ibu akan bergosip dibelakang Ibu karena hal ini."
"Ibu sudah mengizinkanmu untuk menikah dengan wanita itu, jangan meminta lebih Jaemin," Ucap Ibu marah. "Ibu masih berharap kamu akan berubah pikiran dan membatalkan pernikahan konyol ini. Kenapa kamu bersikeras untuk menikah dengannya?"
"Aku menyukainya, aku kan sudah bilang," jawab Jaemin santai.
"Pasti ada maksud lain, iya kan?" terka Ibunya.
"Maksud apa? Aku tidak memiliki maksud apapun apalagi maksud jahat. Aku tulus menyukai Areun," sahut Jaemin.
"Jangan sebut namanya di depan Ibu. Ibu alergi." Ibu mengibaskan tangannya.
"Ha..ha..ha.." Jaemin tertawa lepas . "Ya sudah, aku harus bekerja sekarang. Sampai jumpa Ibu." Jaemin mencium pipi Ibunya dari arah belakang.
"Sampai jumpa sayang."
...***...
"Ibu saya menginginkan pernikahan ini diadakan secara sederhana, Saya harap Areun dan keluarga tidak keberatan dengan hal ini?" harap Jaemin.
"Oh...kami tidak keberatan," jawab Kasi mengelus jemari Areun yang sedari tadi dia genggam. "Benarkan, Areun?" tanya Kasi kepada Areun yang duduk menempel disebelahnya.
"Iya," jawab Areun mengangguk semangat seraya tersenyum.
"Terimakasih. Hari Minggu ini rencananya akan ada foto shot prewedding, apakah saya bisa mengajak Areun?" pintanya dengan sopan.
"Tentu saja," jawab Kasi tersenyum lebar memandang haru -hampir menangis- wajah Areun yang tidak kalah bahagia.
Hari Minggu pun tiba, Areun telah bersiap dari pagi menanti Jaemin datang menjemput. Mengenakan dress panjang dengan potongan tali dipundak berwarna coklat susu dan dalaman kaus putih Areun cemas melihat terus penampilannya di cermin.
"Apa baju ini bagus?" tanya Areun kepada Kasi yang sedang menyuapi Jay.
"Bagus Areun."
"Bagus kak. Kakak jadi tambah cantik," jawab Jake menimpali seraya mengedipkan matanya.
"Hahaha..." Areun dan Kasi tertawa dibuatnya. klakson mobil berbunyi dari bawah.
"Sepertinya sudah datang," kata Areun.
Kasi mengantar Areun turun, Pak Hide membukakan pintu penumpang. Areun dan Kasi mencari keberadaan Jaemin di dalam mobil yang tidak terlihat.
"Tuan Jaemin tidak ikut?" tanya Kasi bingung.
"Tuan menunggu di tempat foto shot," jawab Pak Hide yang selalu bersahaja
"Oh begitu." Kasi membantu Areun menaiki mobil dan ikut naik kemudian disebelah Areun. Mobil pun berangkat menuju tempat tujuan.
Mobil berhenti di parkiran sebuah taman bunga.
"Kita foto disini? Bukan distudio foto?" tanya Kasi.
"Tuan ingin foto bernuansa alam," jawab Pak Hide memimpin mereka menuju tempat pemotretan di tengah Taman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments