Esok pagi, Areun membuka mata dan tidak melihat Jaemin di sebelahnya. Matanya melihat jam digital diatas nakas sebelah tempat tidur menunjukkan pukul tujuh pagi.
"Ya Tuhan! Sudah jam 7? Aku harus berangkat kerja sekarang." Pikir Areun bergegas ke kamar mandi dan memakai pakaian biasa.
Areun menekan tombol bantuan, Wina datang tidak lama kemudian.
"Aku ingin main ke rumah kakak-ku, apa ada yang bisa mengantarku?" Tanya Areun.
"Akan saya minta supir sekarang Nona." Wina pergi. Areun berjalan perlahan mengikuti Wina.
"Kamu mau kemana sepagi ini, Areun?" Tanya Jaemin yang baru saja memasuki pintu utama sehabis lari pagi.
"A-aku kangen Kasi, aku mau kerumahnya." Jawab Areun gagap.
"Tapi ini masih terlalu pagi."
"Sebentar lagi Jay berangkat sekolah, aku ingin bertemu dia sebelum dia sekolah."
"Ya sudah, kalau maumu seperti itu." Jaemin mengantar Areun ke mobil. Mobil pun melaju.
Sesampainya di apartemen Kasi.
"Kamu gila, ya?" Pekik Kasi memperhatikan Areun berganti pakaian dengan pakaian kantornya. "Berhenti saja bekerja, bagaimana kalau sampai Jaemin tahu kamu bekerja."
"Aku sudah mengajukan resign tapi perusahaan memintaku tetap bekerja sampai akhir bulan ini." Jawab Areun menggunakan tas kerjanya. "Dia tidak akan tahu kalau kamu membantuku mengatakan aku ada di sini."
"Ya ampun si Areun ini!"
Areun keluar apartemen dari pintu keluar belakang gedung apartemen. Ia mengenakan jaket tebal dan memakai hoodienya menutupi separuh wajahnya dan juga mengenakan kacamata hitam.
Di kantor tidak ada yang tahu bahwa Areun adalah pengantin Jaemin. Karena setiap berita tentang Areun foto Areun akan di tutup dan identitasnya pun sengaja disembunyikan keluarga Jaemin. Mereka membayar besar untuk membuat berita sesuai yang mereka inginkan. Hanya Jay yang tahu kebenarannya sekarang.
"Kamu masih bekerja?" Jay menghampiri meja Areun.
"Iya, bos memintaku bekerja sampai akhir bulan sambil mencari penggantiku."
"Kamu bahagia sekarang?" Jay bertanya dengan murung.
"Yaaa, bahagia tetapi juga tidak. Karena pernikahan ini tidak seperti yang aku harapkan." Jawab Areun.
"Satu-satunya yang membuatku bahagia dari pernikahan ini hanyalah Jaemin dan mengetahui bahwa Jaemin itu baik dan tulus menikah denganku." Areun melamun.
......***......
Hampir dua minggu berlalu, Jaemin mulai merasakan keanehan dari keberangkatan Areun setiap pagi dan pulang di malam hari.
"Kamu pulang, sementara Istrimu tidak di rumah setiap hari." Sindir Ibu Jaemin ketika Jaemin pulang dari kantor ketika hari masih siang. "Ibu tidak mengerti dengan dia. Dia itu istrimu, seharusnya dia bisa mengurusmu. ini sudah tidak bisa melihat, tidak bisa mengurus keperluanmu, dia seenaknya pergi."
"Dia ingin bermain dengan keponakannya bu, mungkin dia merasa sendiri disini jadi dia lebih nyaman di rumahnya." Jawab Jaemin mencoba membela Areun meskipun di hatinya ada perasaan jengkel dengan Areun.
"Dia harusnya menyadari statusnya yang sekarang. Setidaknya dia itu harus hadir di sini sebagai menantu rumah ini walau dia tidak bisa melakukan apa-apa."
"Baik, Ibu. Aku akan menasehati Areun." Jaemin mengambil handphone di saku celananya.
"Kasi...Apa Areun ada di sana?" Tanya Jaemin melalui telepon.
"Aa-da, dia sedang bermain dengan Jay." Jawab Kasi gugup.
"Aku tidak ingin melarang Areun untuk berkunjung ke rumahmu, tetapi ini sudah keterlaluan. Dia pergi setiap hari pulang malam. Kita tahu Ibuku seperti apa, dan dia mulai komplain dengan kebiasaan Areun."
"Ok Jaemin, nanti akan aku nasehati dia dan melarang dia untuk main ke sini."
"Baiklah, sekarang aku akan ke sana untuk menjemputnya." Jaemin mengambil kunci mobil dan hendak pergi sendiri menjemput Areun.
"Aaapaa?" Kasi terkejut dan panik. "Baik, kami menunggu." Kasi menutup teleponnya dan menelepon Areun.
"Areeeuun!" Panggilnya saat telepon tersambung. "Cepat pulang!"
"Ada apa?" Jawab Areun.
"Jaemin akan ke sini. Dia akan menjemputmu."
"Aaapaaa?"
"Iya, pulang sekarang!"
"Ok..ok!"
Areun bergegas pulang, dia bahkan tidak meminta izin secara langsung ke atasannya untuk pulang. Dia menyampaikan pesan kepada Jay untuk memberitahu atasannya.
Sesampainya di apartemen, Areun masuk melalui pintu belakang dengan memakai jaket kulit tebal dan hoodie menutupi wajah seperti biasa. Areun menunggu lift untuk turun. Di waktu bersamaan Jaemin memasuki pintuk masuk utama gedung apartemen. Areun memasuki lift dan saat pintu lift akan tertutup dari sela-sela itu Areun bisa melihat Jaemin hingga pintu benar-benar tertutup.
Areun segera mengganti baju kantornya dengan baju biasa. Tidak lama bel berbunyi.
"Paman," Sapa Jay saat membuka pintu. Areun yang sudah bersiap di meja tamu berpura-pura sedang bermain dengan Jay.
"Tidak adil, kamu memanggil Areun kaka, kenapa aku paman?" Protes Jaemin dengan imut.
Kasi dan Areun tertawa mendengarnya. "Ayo, masuk Jaemin!" Pinta Kasi mempersilahkan. Jaemin duduk di sofa belakang Areun yang sedang duduk gelesoran di bawah.
"Kaka yang tidak mau dipanggil bibi." Jay menjawab pertanyaan Jaemin sambil merangkul leher Areun dari belakang.
"Aku juga maunya dipanggil kakak ya?" Jaemin mengangkat Jay mendudukannya diatas paha.
"nggak, aku senang memanggil paman. Aku senang punya paman."
"Ho..ho..ho. Ya sudah kalau begitu." Jaemin pasrah mendengarnya. "Areun, kita pulang sekarang?"
"Mau kemana? Minum dan makan dulu di sini." Kasi yang datang dari dapur menyajikan makanan dan minuman diatas nampan.
"Baiklah, tidak sopan bila menolak." Jaemin mengambil cangkir teh dari nampan dan menyeruputnya.
Di mobil . .
"Ibu tidak suka kamu keluar setiap hari. Kalau aku tidak masalah, tetapi kita harus menghormati orang tua." Jaemin berceramah di dalam mobil sepanjang perjalanan ke rumah.
"Iya aku minta maaf. Aku hanya belum bisa membiasakan diri dirumahmu. Semua masih terasa asing sekarang."
"Aku mengerti. Tetapi kalau kamu pergi setiap hari kapan kamu akan belajar membiasakan diri di rumah itu."
"Menikah membuat kita tahu lebih jauh dengan pasangan kita. Dibalik tampang ganteng dan coolnya, Jaemin memiliki sifat cerewet juga." Areun memandangi wajah Jaemin sambil tersenyum bahagia. Jaemin yang sedang fokus menyetir tidak menyadari Areun sedang memandangnya begitu hangat penuh cinta.
......***......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments