Sebelumnya Areun menuju sebuah ruangan untuk dirias. Ia mengenakan gaun brukat panjang berwarna biru muda dengan tile menutupi atas dadanya dan rambutnya disanggul sederhana. Setelah berhias Areun menuju ke danau indah dengan bunga-bunga teratai bermekaran diatas airnya. Ditengah-tengah Danau terdapat jembatan kayu tanpa pegangan disisinya.
Jaemin yang sedang duduk dibangku kayu dibawah payung taman menghampiri Areun yang baru tiba.
"Selamat siang, Tuan Jaemin!" Sapa Kasi menyalami Jaemin dan membantu Areun untuk menjabat tangan Jaemin. Wajah Areun memerah ketika tangan mungilnya digenggam Jaemin.
"Selamat siang," Jawab Jaemin tersenyum membuat perasaan Areun semakin berseri melihatnya.
"Kita akan foto disini untuk permulaan." Fotografer menginstruksikan.
Jaemin yang mengenakan jas dan celana panjang berwarna biru muda senada dengan Areun menggandeng tangan Areun menuju ke tengah jembatan.
"Hati-hati Areun!" Kasi mengingatkan memperhatikan dari pinggir.
Areun tidak bisa menegakkan kepalanya, Ia terus menunduk dan jantungnya berdetak kencang. Perasaan bahagia sekaligus gugup bercampur di dalam hatinya.
"Oke stop disitu!" Pinta fotografer, "Berdiri berhadapan, Nona Areun bisa rapat dengan Tuan Jaemin, tangannya taruh didada Tuan Jaemin!" Areun ragu-ragu memposisikan tangannya yang gemeteran. Jaemin membantu Areun menemukan posisi tangan yang tepat.
"Ya Tuhan, aku gugup sekali, berada sedekat ini dengan Jaemin. Mudah-mudahan wajah memerahku tidak terlalu nampak." Bisik Kasi dihatinya.
"Oke, wajah Nona Areun menghadap atas memandang wajah Tuan Jaemin. Oke pas, satu dua...tiga. Sekali lagi."
Selesai foto ketika Areun akan melangkah tanpa sengaja ia menginjak gaunnya dan hampir jatuh hingga Jaemin menangkap dan memeluknya.
"Hati-hati Areun." Ucap Jaemin penuh perhatian diantara rasa cemasnya.
"Iya, maaf!" Jawab Areun gemeteran takut.
"Kita pindah lokasi ditaman bunganya, ya." Kata Fotografer.
Meski gugup namun Areun sangat puas dan bahagia melakukan pemotretan nya bersama Jaemin. Betapa Ia menikmati kedekatannya dengan calon suaminya ini. Ia pun bisa melihat sisi manis dan perhatian nya Jaemin sepanjang pemotretan.
Hari Sabtu yang cerah dan hangat, di dalam mobil Rio sedang mengemudi dan Kasi duduk dibangku penumpang sebelahnya, sementara Areun duduk dibelakang bersama Jay. Areun mengenakan gaun pengantin putih sederhana dengan hiasan brukat dibagian dadanya dan rambut tersanggul berhiaskan gold tiara cantik dengan unsur dekoratif bunga dan daun yang terbuat dari kristal dan rhinestone.
Darari...darari...Darari darari . . lagu mengalun dari radio mobil Rio. Lagu beat ringan dari Treasure begitu cocok dengan kebahagian mereka di mobil ini. Terutama Areun yang begitu menikmati lagu ini dalam wajahnya yang sumringah.
"Kaka...kalau kaka menikah kakak tidak akan tinggal bersama kami lagi?" Suara imut Jay memprovokasi diantara musik.
"Iya Jake. Tapi tenang, kakak akan sering-sering main ke rumah Jake, ya."
"Kakak janji?" Jake merajuk di dalamnya menunjukkan kelingkingnya.
"Janji." Areun pun mengaitkan kelingking jarinya kepada kelingking Jake. Mereka tersenyum lebar, dan Areun memeluk Jake.
"Jake, tapi ingat ya nanti disana, kaka Areun akan berpura-pura tidak bisa melihat, Jake jangan biarkan seorang pun tahu." Kata Kasi melihat dari kaca atas mobil.
"Siap mami!" Jawab Jake tersenyum lebar.
"Bagus, anak pintar!"
Di sebuah aula besar yang sudah berhias dengan bunga-bunga mawar putih pesta pernikahan itu akan dilaksanakan. Semua pekerja hiruk pikuk menyelesaikan persiapan pesta yang belum dikerjakan sebelum pernikahan digelar 60 menit lagi. Sementara di luar pintu masuk aula para wartawan sudah berkumpul untuk menyiarkan pesta pernikahan salah satu keluarga terkaya di negeri ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments