"Ya Tuhan! Itu Jaemin!" Kasi terkejut melihat kehadiran Jaemin yang tidak pernah Ia sangka. Dengan panik dan tergesa-gesa Ia mengambil Handphone dari saku celemeknya yang berwarna merah kotak-kotak putih.
"Halo!...Areun?..." bisik Kasi selirih mungkin setelah panggilan itu tersambung. "Ada Jaemin di rumah sekarang," katanya lagi masi berbisik. Terdengar Areun pun yang terkejut sekaligus panik dari nada suaranya.
"Ibu! Ada yang mau bertemu!" teriak Jake berlari ke dapur. Dengan gugup Kasi memutus sambungan teleponnya.
"O iya, Ibu akan kesana!" Jawab Kasi terdengar gemetar. Kasi menenangkan diri sebelum menemui Jaemin.
"Kamu?" Kasi berpura-pura ketus saat menemui Jaemin di ruang tamu.
Jaemin yang sudah duduk di sofa berdiri dengan halus dan memberi salam sambil membungkuk.
"Untuk apa lagi kamu kesini?" Tanya Kasi duduk dengan kasar di sofa sebelahnya.
"Maafkan saya, saya baru datang sekarang. Sulit untuk saya membujuk Ibu saya," Suara Jaemin tenang dan lirih membuat siapapun terhanyut mendengarnya begitupun Kasi, namun Ia masih harus terus berakting marah padanya.
"Areun kan sudah bilang tidak mau menikah denganmu," kata Kasi masih ketus.
"Aku pulang!" Areun memasuki apartemen dengan pura-pura tidak bisa melihat Jaemin.
"Areun!.." Kasi berdiri menghampiri Areun. "Ini ada Jaemin."
"Apa? Jaemin?" Areun berpura-pura terkejut. Matanya digerakan ke kiri dan ke kanan.
"Iya, apa kamu mau berbicara dengannya?" tanya Kasi.
"Untuk apa dia ke sini, Kasi? Apa tidak cukup dia menghina kita waktu itu?" tanya Areun dengan suara parau menahan tangis.
"Maafkan Aku, Areun. Aku memang bersalah." Jaemin tetap tenang dengan nada suara lembutnya.
"Setelah itu dia menghilang tanpa kabar dan tiba-tiba muncul disini. Untuk episode baru? Babak baru mempermainkan kita?" Areun tidak kuasa menahan air matanya mengingat kejadian di malam itu.
"Tenang, Areun! kita dengar dulu apa maunya dia." Kasi menuntun Areun untuk duduk di sofa tempat ia duduk tadi dan memberikan Areun tissue.
"Aku berusaha meyakinkan Ibuku agar aku bisa menikah denganmu. Dan aku baru berani datang ke sini setelah mengantongi izin dari Ibuku."
"Wah...apa ini berarti Ibunya sudah setuju?" Dalam hati Areun sumringah, namun sebisa mungkin ia menahan senyum bahagia untuk terukir diwajahnya.
"Apa berarti sekarang Ibumu sudah setuju?" tanya Kasi mulai berbicara tenang.
"Belum sepenuhnya, namun ia akan mengizinkan aku untuk menikah dengan Areun, bila Areun tidak keberatan."
"Bagaimana Areun? Apa kamu mau?" tanya Kasi melihat kepada Areun yang masih tertegun tidak percaya.
"Kalau aku terserah Kasi saja?" jawab Areun yang terkejut karena tepukkan kecil Kasi dipunggungnya.
"Loh kok terserah aku? kamu yang akan menikah," sahut Kasi.
"Iya, aku mau kalau memang Tuan serius ingin menikah denganku," jawab Areun.
Wajah Jaemin yang tetap tenang membuat Areun sulit membaca ekpresi wajahnya.
"Tentu aku serius. Untuk apa aku meyakinkan Ibuku bila aku tidak serius." Senyum mulai mengembang di wajah Areun.
"Baiklah," jawab Areun bahagia memegang jemari Kasi.
"Kalau begitu saya permisi dulu. Untuk selanjutnya Pak Hide yang akan mengurus semua keperluan pernikahan. Tetapi kalau ada sesuatu kalian tetap bisa menghubungiku," kata Jaemin tersenyum tipis.
"Ok!" jawab Kasi yang ikut bahagia.
Jaemin keluar dari apartemen Kasi. Sambil berjalan keluar pandangannya berbinar puas, dan bibir kirinya menyunggingkan senyum angkuh.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments