Sementara itu, di istana Majapahit tepatnya di kediaman rakryan Mantri Kuda Langhi, tengah duduk Sang Rakryan Mantri beserta anaknya Mahisa Dara membahas masalah perjodohan putri parangkawuni dengan Wikala.
" ngger, masih ada kesempatan untuk merebut putri parangkawuni,!" jelas rakryan Mantri kepada putranya.
" maksud Romo, bagaimana ,?" tanya Mahisa Dara kepada romonya.
" yaa, masih ada kesempatan buatmu untuk mendapatkan gusti putri,!" lanjut rakryan Mantri.
" caranya bagaimana Romo,?" tanya Mahisa Dara
" Makanya punya otak itu di pergunakan, jangan seperti kambing tau nya makan dan ngembik,!" kata rakryan Mantri kesal.
Sedangkan Mahisa Dara terdiam begitu di ejek oleh Romo nya.
" caranya, kita bunuh si Radeksa itu,!" ujar rakryan Mantri setelah diam sesaat.
" bukan kah Radeksa yg bergelar Satria Dari DAhA itu sangat sakti Romo,?" tanya Mahisa Dara lanjut.
" sakti kan, bukan berarti tidak bisa di bunuh,!" jelas rakryan Mantri lagi.
" panggil eyang guru dan kedua pamanmu dari gunung raung, perintah kan mereka membunuh si *******, itu,!" ujar rakryan Mantri Kuda Langhi kepada putranya.
" sendika Romo, biar saya perintah kan prajurit menemui eyang guru,!"jawab Mahisa Dara.
" bagus, lebih cepat lebih baik,!'" balas rakryan Mantri.
*******
Sementara Wikala yg kebingungan atas menghilangnya Tantri segera menghubungi arya bor bor atau Hantu Kali Mayit, karena menurut pendapat Wikala , Tantri di culik karena ada beberapa jejak kaki yg mengarah ke barat.Dengan ajian pamelingnya Wikala memanggil Hantu Kali Mayit.
Sementara para pengawal kademangan pun mencari di desa-desa sekitar.
Setelah dua hari datanglah arya bor bor, ke desa thanda.
" maafkan guru, tugas apakah kiranya yg harus kukerjakan,?" tanya arya bor bor.
" engkau kuperintahkan mencari Rara Tantri, yg kemungkinan di bawa orang ke arah barat, dan sekaligus menyuruh pulang, adikku Larasati yg berada di Merbabu,!" jelas Wikala.
Setelah menjelaskan secara rinci ciri-ciri Tantri, kemudian Wikala pun berpesan,
" Bor, jangan lupa bawa serta keluarga mu kemari untuk ngerewang disini, waktu mu satu purnama jumpa atau tidak Rara Tantri, engkau harus kembali,!" ujar Wikala.
" Baik guru, murid siap,melaksanakan perintah, !" kata arya bor bor dan bergegas pergi setelah mendapat bekal dari Wikala.
Adapun Wikala pamitan kepada kedua orang tuanya, untuk ke semeru guna menyambangi Resi Begawan mahameru, dan juga akan minta petunjuk.
******
Sebenarnya Tantri ketika mendengar Khabar bahwa Wikala akan menikah enam purnama lagi, Hatinya hancur berkeping-keping. Ia tidak dapat menerima keputusan Wikala yg telah mencampakkan dirinya.
Yg ada di pikirannya kala itu adalah bunuh diri, daripada menanggung malu dan sakit hati, dengan tanpa tujuan langkah kakinya membawa Tantri ke air terjun tempat terakhir kalinya ia dan Wikala menghabiskan waktu bersama, suatu saat yg sangat indah untuk di lupa
kala berada di tempat itu,saat_ saat Wikala menyelipkan sebuah kembang di rambutnya dan untuk pertama kali nya Wikala mengecup keningnya, sungguh sesuatu yg sulit, untuk dilupakan, namun ketika teringat atas pengkhianatan oleh Wikala, hati nya panas dan sangat geram , Maka Tantri membuka kain panjang nya, dan kemudian ia mengikatkan kain panjang nya itu di sebuah dahan yg menjorok ke kolam , dengan melemparkan kainnya menggunakan batu.
Kemudian Tantri naik keatas batu dan mengikatkan ujung kainnya kelehernya.
setelah selesai mengikat , kemudian Tantri berucap," Duh Gusti hyang widhi wasa, ampunkan hamba mu yg tidak sanggup menahan penderitaan ini, !" ujarnya pelan.
Namun ketika teringat kedua orang tuanya , ia pun terhenti sejenak , bagaimana kah nasib keduanya jika melihat ia mati , sempat timbul keraguan di dalam hatinya, akan tetapi bila teringat atas Wikala maka kembali timbul keinginan nya untuk melakukan.
Dengan dikuatkan hatinya akhirnya, Tantri membulatkan tekadnya untuk mengakhiri segalanya, sesaat kemudian ia pun melompat , akan tetapi tiba- tiba,
" Syieeeet,!" bunyi kain panjang itu terpotong oleh sebuah pisau.
" byuuuurrr,!" suara tubuh Tantri jatuh ke kolam air terjun.
Akan tetapi sebelum tubuh Tantri benar-benar tenggelam sesosok bayangan menyambar dan membawa keatas , sementara leher Tantri masih terbelit kain panjang nya, kemudian orang menolong tadi melepaskan ikatan kain dari leher Tantri, seraya bersuit nyaring.
Tiba-tiba beberapa orang hadir di tempat itu.
" Hehh, kalong, segera bawa orang ini ke tempat kita, walaupun kita tidak berhasil merampok desa thanda,. lumayan lah dapat gadis yg cantik ini , bisa kita jadikan ratu di gunung klotok, setelah puas baru kita campakkan, !" ucap sang penolong yg tiada lain adalah ki congor kentus begal penguasa gunung klotok.
Yg di perintah segera membopong tubuh Tantri yg masih pingsan segera mereka meninggalkan tempat itu .
Mereka berjalan terus sampai malam menjelang. Ki kalong merasa cukup lama membopong tubuh Tantri berujar kepada temannya,
" hee, dadap cepat gantian memikulnya,!"kata ki kalong pada ki dadap.
" yo ,sudah ki kalong saja yg bopong, apalagi kan malam hari, saya agak sulit lihat jalan ,!" alasan ki dadap menolak.
" ho..oo, alasan wae, cepat ganti pakaian cah ayu ini, soalnya basah,!" ucap ki kalong lagi.
.Kali ini ki dadap menuruti perintah ki kalong, lumayan dapat kesempatan tubuh perempuan cantik polos tanpa busana pikir ki dadap ngeres.
Segera ki dadap membuka pakaian Tantri, sedangkan ki congor kentus dan anggota yg lain sedang bersantap malam begitu pun ki kalong.
Mulai lah ki dadap melucuti pakaian Tantri .ketika tubuh Tantri benar-benar polos maka nafsu ki dadap tidak tertahan lagi ketika ia akan menciumi Tantri tiba-tiba,
" plaak,plaak,plaak,!" tiga Kali tamparan mendarat di pipi ki dadap.
" kurang ajar apa yg kau lakukan kepadaku, !" teriak Tantri yg tersadar Setelah merasa kan hawa panas di depan hidungnya.Sontak saja ia bangun, dan dengan reflek menampar.
Ki dadap yg kena tampar nampak makin beringas segera di pegangnya kedua tangan Tantri dan memberikan pukulan balasan, Tantri yg.sudah mendapatkan pelajaran ilmu silat segera melakukan perlawanan, di tendangnya pas ke****an ki dadap, hingga ia mengaduh cukup keras, membuat orang-orang Ki kentus melihat kearah suara tersebut.
Dengan cepat Tantri meraih pakaiannya dan memakai nya lagi.
Namun ketika ia akan bergerak meninggalkan tempat itu tiba tiba tubuhnya terkulai lemas, terkena totokan, yg di lakukan ki congor kentus.
" Dasar, pantang lihat perempuan, matanya langsung ijo,!" bentak ki kentus kepada ki dadap yg masih memegangi "kerisnya".
" yo, maaf ki lurah, !" ujar ki dadap sambil beringsut pergi dari tempat itu.
" Kalong, bawa perempuan itu cepat, sebelum esok malam kita harus sampai,!" ujarnya pada ki kalong.
" Baik ki lurah,!" jawab ki kalong.seraya memanggul kembali tubuh Tantri yg tertotok.
" Segera kita berangkat, daerah ini masih kurang aman,!" ucap ki congor kentus.
Memang sesuai dengan namanya ki kalong berjalan paling depan padahal ia sambil memikul Tantri,.
Sepanjang malam mereka melintasi hutan hingga fajar menjelang mereka mendapati padang perdu, kemudian mereka berhenti untuk beristrahat sejenak.Sesampai di padang perdu ki Kalong meletakkan tubuh Tantri.
Selanjutnya dari padang perdu yg memikul Tantri beralih ke temannya ki kalong .
Mereka berjalan terus sampai satu harian.Ketika matahari hampir tenggelam sampai lah mereka di daerah lereng gunung klotok.Tempst markas begal gunung klotok yg dipimpin oleh ki congor kentus.
Sesampainya disana Tantri di letakkan di atas dipan sebuah kamar yg terbuat dari bambu. Tubuhnya tampak lemas hampir dua hari tidak makan.
Ki congor kentus yg sedari awal amat tergiur melihat kemolekan tubuh Tantri segera masuk ke kamar, setelah anggotanya meninggalkan tempat itu.
" Hemmph, sungguh cantik perempuan ini, bodoh sekali lelaki itu, barang bagus seperti ini di sia-siakan , !" pikir ki kentus dalam hati, seraya ia mulai melucuti pakaian Tantri satu persatu , kemudian ki kentus membuka pakaian nya, sendiri .
Selanjutnya ki kentus melepaskan totokannya, setelah terlepas totokannya maka Tantri menjerit melihat seorang lelaki di hadapannya tanpa busana,
" Tolong, tolong, toloooong,!" jerit Tantri ketakutan.
" berteriak lah sepuasmu, Cah ayu , tidak ada yg akan mendengarnya,!" ucap ki kentus mendekati.
" Jangaaan, pergiii, mau kau *******,!" teriak Tantri sekuat tenaganya.
Tetapi ki kentus hanya tertawa- tawa, dan semakin bernafsu, segera ia mendekap tubuh Tantri, sementara Tantri berontak sambil menjerit,
Sesaat kemudian,.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Wira Yoga
Waduh 🙄
2022-03-30
0