Setelah mendapat izin dari, kanjeng adipati maka berangkat lah mereka ke arah Timur menuju semeru.Tapi sebelumnya mereka singgah dahulu di desa geger guna menemui murid orang tua itu yg berjumlah sepuluh orang,
ditambah sepuluh orang prajurit terpilih kadipaten pandan alas, jadi berjumlah Dua puluh Lima , rombongan itu pun bergerak dengan cepat ke semeru.
Sementara Wikala dan Resi Begawan mahameru sudah berada di desa anon di tempat kediaman arya bor bor alias Hantu Kali mayit. Disini Wikala bermalam satu malam dan melanjutkan kembali ke desa thanda.
Di desa thanda mereka di sambut raden wirapati atau bergelar Mpu thanda.
" Ehh, anak kita pulang biyung,!" teriak Mpu thanda pada istrinya.
Sang istri lagi didapur, segera keluar untuk menemui anak yg dirindukannya itu.
Ketika ibundanya memeluk dan menciumi anaknya.
Sedangkan Mpu Thanda mempersilahkan Resi Begawan mahameru naik ke pendopo rumahnya.
" Apa Khabar paman wekaz,?" tanyanya pada Resi Begawan mahameru setelah duduk .
" Baik ,ngger, !" jawab Resi Begawan mahameru.
" Apakah paman ikut perang tanding itu,?" tanyanya lagi.
" Begitulah kiranya, pamanmu ini masih ingin bermain main dengan senjata,!" ucap Resi Begawan mahameru.
" Ehh, angger ini siapa namanya,?" pada Naja pratanu.
" Nama saya Naja pratanu,paman,!" ujar Pratanu.
" Nama yg bagus sesuai dengan orangnya,!" ucap Mpu Thanda.
Siang itu di rumah Wikala ramai dan sibuk, memang orangtua Wikala amat menghormati tamu,segera ia memotong ayam, mengambil ikan di kolam, kemudian sang istri memasakkanya.Mereka makan laksana jamuan pesta.
Sore harinya Wikala mengajak Pratanu berkeliling desa thanda menggunakan kuda.Mereka berdua pun berkeliling sampai ke pusat kademangan thanda sain, dan bertemu ki demang yg sedang duduk duduk di pendopo.
Ki demang pun turun menyambut , Wikala dan Pratanu di halaman.
" Apa Khabar ngger,?" tanya ki demang.
" Baik ,ki, !" jawab Wikala seraya berkata,
" Ki demang sendiri ,!" tanyanya.
" Baik ,. mari, ngger silahkan masuk,!" ucap ki demang.
Tidak berapa lama, Rara Tantri putri ki demang membawakan makanan dan minuman serta turut nimbrung duduk bersama Wikala, Pratanu ,ki demang dan istrinya. Ketika matahari tenggelam Wikala dan Pratanu baru beranjak dari rumah ki demang Thanda sain.Malam itu Pratanu menginap di rumah Wikala, serta menyampaikan pesan Larasati kepada ibunya.
***
Sementara itu rombongan Patih Kebo Mundira dan seorang tua yg beranggotakan dua puluh lima orang sudah mencapai kaki gunung semeru,
" Baiknya paman kita berhenti di desa dawuhan, untuk beristrahat,!" ujar Patih Kebo Mundira.
" Baiklah, jarak kita sudah dekat,kita beristrahat sejenak di desa dawuhan, !" ujar orang yg sudah sangat tua itu.
" Kita beristrahat di desa atau ditepi hutan,!" tanya Patih Kebo Mundira.
Setelah berpikir sejenak, berkatalah orangtua itu,
" Sebaiknya kita beristrahat di tepi hutan saja, agar tidak menarik perhatian orang banyak,!" ujar orang tua itu.
Setelah rombongan itu memutuskan untuk beristrahat sejenak ditepi hutan di dekat desa dawuhan. Maka beberapa orang dari mereka masuk ke desa guna membeli makanan.
Sedangkan Patih Kebo Mundira dan Senopati kebo ndaru serta orangtua itu beserta dua orang murid kepercayaannya, melangsungkan pembicaraan serius.
" Bagaimana caranya kita merampas pedang pusaka itu,?" tanya Senopati kebo ndaru membuka pembicaraan.
" Sebaiknya kita menyerbu esok pagi saat matahari terbit, !" ucap Patih Kebo Mundira.
" Ya, ya,ya, saat pagi tiba saat yg tepat untuk menyerang padepokan Semeru,!" ujar orang tua itu.
" Kiira kira berapa jumlah mereka,?" tanya Senopati kebo ndaru.
" Mungkin sebaiknya kita kirim teliksandi untuk mengetahui jumlah mereka, !" ucap Patih Kebo Mundira,memotong omongan adiknya.
" Baiklah biar kukirim dua orang prajurit untuk melihat keadaan padepokan Semeru,!" ujar Senopati kebo ndaru.
Segera dua orang prajurit kadipaten pandan alas yg berpakaian biasa naik ke atas gunung semeru. Dengan cepatnya mereka mendaki lereng semeru, karena mereka merupakan prajurit pilihan yg mempunyai ilmu silat lumayan tinggi.
Menjelang sore mereka sampai ke padepokan Semeru, setelah memperhatikan dari kejauhan dari atas sebatang pohon yg tinggi, dua orang prajurit itu melihat keadaan dalam padepokan . Setelah merasa cukup mereka turun lagi kebawah ke tepi hutan dekat desa dawuhan.
" Bagaimana, berapa jumlah mereka ,?" tanya Patih Kebo Mundira kepada kedua orang prajurit itu.
" Ampun, Gusti patih, setelah kami perhatikan ,tidak lebih dari Dua puluh orang penghuni padepokan itu,!" ucap salah seorang prajurit .
" Apakah kalian, melihat seorang tua yg berpakaian mirip dengan paman guru ini,?" tanya Senopati kebo ndaru sambil melirik paman guru nya.
" Kami tidak melihat gusti Senopati,!" jawab prajurit yg satunya lagi.
" Paman, apakah Resi mahameru,belum kembali,?" tanya Patih Kebo Mundira kepada orangtua disampingnya itu.
" Heh, entahlah, kurasa mungkin belum, !"ucap orangtua itu.
" Apakah kita tetap pada rencana semula, menyerang esok pagi,?" tanya Senopati kebo ndaru.
" Sebaiknya kita tunggu, sampai Resi mahameru itu pulang ,!" ucap Patih Kebo Mundira
" Kurasa, tidak ngger, sebaiknya kita tetap menyerang esok pagi , kita obrak abrik isi padepokan itu,bila perlu kita bakar,!" ucap orangtua itu.
" Bagaimana adi ndaru,?" tanya Patih Kebo Mundira pada Senopati kebo ndaru.
" Iya kakang, lebih baik kita serang besok, kita cari pedang pusaka itu,!" jawab senopati Kebo ndaru.
Sambil mengangguk angguk kan kepalanya, Patih Kebo Mundira berpikir keras tentang tindakan yg akan diambil.
Setelah hening beberapa saat, berkatalah ,
" Baiklah besok ketika terang tanah kita menyerbu, padepokan,!' ucap Patih Kebo Mundira.
Maka malam itu juga ,mereka memanjat gunung semeru dan ketika ayam berkokok telah sampailah, rombongan itu di depan gerbang padepokan semeru yg tidak terlalu besar.
Kelompok rombongan itu pun membagi diri menjadi tiga kelompok, yg dipimpin oleh Patih Kebo Mundira berada didepan gerbang , sedangkan Senopati kebo ndaru di sebelah kanan, dan yg dipimpin oleh Barong bagong di sebelah Kiri.
Dan saat semburat merah dari Timur menggemalah suara di depan gerbang padepokan Semeru.
" Ha, ha,ha, hai, Resi mahameru keluarlah, mari kita melakukan perhitungan lama kita yg tertunda, !" terdengar ucapan orangtua itu membahana karena suaranya mengandung ajian gelap ngampar.
Tiga Kali suara tantangan itu menggema namun, yg disebutkan juga tiada keluar .
Maka segera Patih Kebo Mundira menyuruh prajurit nya membuka gerbang padepokan itu dan langsung menyerang.
Sementara ,di dalam padepokan sendiri, keadaan cukup menyedihkan ,tujuh murid langsung meninggal karena terkena ajian gelap ngampar Itu.Sisanya sepuluh orang dalam keadaan payah.
Jadi ketika rombongan Patih Kebo Mundira berhasil mendobrak gerbang padepokan Semeru,maka mereka nyaris tidak dapat perlawanan dari para cantrik.
Hanya tiga orang cantrik yg lumayan ilmunya, yg tersisa memberikan perlawanan .
" Bagaimana kakang, apakah kita akan melawan terus atau mundur, !" tanya salah seorang kepada kakak seperguruannya.
" Semampu kita berikan perlawanan,sambil cari jalan keluar untuk meloloskan diri ,!" jawab kakak seperguruannya itu.
Karena kalah segala galanya ketiga cantrik itu pun dengan mudah di habisi oleh rombongan Patih Kebo Mundira.
Matahari tepat diatas ubun ubun ,seluruh isi padepokan Semeru telah jadi mayat semuanya tanpa tersisa.
" Segera perintahkan seluruh prajuritmu untuk menggeledah isi padepokan itu,cari pedang itu, pedang Naga geni ,pedang dengan gagang kepala ular Naga,!" ucap orang tua itu.
" Baik paman , !" ujar Patih Kebo Mundira.
Seluruh prajurit dan murid orangtua itu pun menggeledah padepokan Semeru.
Namun sampai sore harinya yg mereka cari juga tidak ditemukan.
Malam pun tiba , akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam di tempat itu
" Sebaiknya kita tunggu satu hari lagi disini ,sampai situa itu kembali ,!" kata orangtua itu kepada Patih Kebo Mundira.
" Baik paman !" jawab Patih Kebo Mundira.
" Segera bakar padepokan itu, dan lemparkan mayat itu kedalamnya,!" perintah orangtua itu.
Sekejap saja padepokan semeru menjadi terang karena nyala api membakar seluruh padepokan itu beserta penghuninya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Andre Oetomo
mantab abis...makin asik aja ceritanya..lanjut
2022-03-18
3
Eko Subagyo
Joss👍
2022-03-08
1