Selanjutnya Gusti Prabhu Sang SiNAGARA bersabda,
" Untuk Patih hamangkubumi adalah paman Gajah Nata, dan untuk bekel Bhayangkara , dyah Lembu petala dan Rakryan Mantri wreda adalah Kuda Langhi.!" titah sang raja baru sang SiNAGARA.
" Dan hari pernikahan putriku, ananda parangkawuni dilaksanankan, sekira enam purnama lagi, di harapkan yg hadir disini dapat hadir kembali saat pernikahan putri parangkawuni,!" ucap Sang Prabhu SiNAGARA.
Para bangsawan yg hadir memandang kearah Wikala, sebagian besar mengatakan sungguh beruntung putra dari daha itu dapat istri seorang putri Raja.Namun dari kalangan tua menganggap itu hal yg lumrah mengingat ketika Majapahit dipimpin Prabhu Wikramawardhana dengan di bantu Ratu Anggabhaya Brhe Narapati yg merupakan kakek putra daha tersebut.
Namun ada kelompok yg tidak senang atas perjodohan putri keraton dengan putra daha tersebut.
Ya, kelompok itu adalah dari bangsawan Rakryan Mantri wreda Kuda Langhi dan anaknya Mahisa Dara.
Sedangkan atas penunjukkan Sang Prabhu SiNAGARA kepada keempat putra putri nya memimpin di empat daerah wisaya ( kadipaten) ada juga yg tidak senang , mereka ini dari golongan atas bangsawan Majapahit yaitu salah seorang anggota sapta Prabhu , dialah adik Sang Prabhu SiNAGARA yg bernama dyah surya wikrama, lebih di kenal sebagai Bhatara ing pandan alas.
Setelah sabda Prabhu Sang SiNAGARA selesai , maka usailah wisuda penobatan yg kemudian Sang Prabhu bersinggasana di istana Majapahit mulai saat itu, ia memimpin Majapahit yg semakin kecil, wilayah nya akibat banyak nya daerah-daerah yg memerdekakan diri.
Tugas berat menanti Sang Prabhu SiNAGARA.Guna mempersatukan wilayah nusantara sementara BARA itu masih ada. BARA diatas tanah Majapahit mulai menyala.
Setelah acara penobatan selesai, para tamu undangan kembali ke biliknya masing-masing saat sudah menjelang sore.
Dan sore itu kembali keluarga Wikala di panggil ke puri ibu Suri.
" Anakmas Radeksa, saya harap mampu menjaga dan melaksanakan titah Sang Prabhu,!" ucap ibu Suri ketika mereka sudah berkumpul.
" Sendika dalem Gusti Ratu,!" jawab Wikala.
" Dan kangmas tidak boleh melirik gadis lain, Awass,!" ucap putri parangkawuni bernada ketus.
" Saya ingin ramanda Prabhu mempercepat pernikahannya!" ujarnya lagi.
" Namun wuni, mengadakan suatu hajatan besar memerlukan banyak pemikiran, sedangkan ramanda mu baru di wisuda,!" potong ibu Suri.
" Dan menurut kangmas Prabhu , besok lusa kangmas wirapati baru bisa kembali ke daha,!" ujar ibu Suri lagi.
" Baiklah Gusti Ratu, kami siap kapan saja ,!" ucap Mpu Thanda.
" Mungkin kangmas memerlukan bicara kepada kangmas wirapati dan anakmas Radeksa,!" lanjut ibu Suri.
" Ndalem Gusti Ratu,!" ujar Mpu Thanda.
Setelah santap malam bersama dengan ibu Suri dan putri parangkawuni.Wikala kembali ke biliknya.
Dan di biliknya berkatalah ibundanya,
" ngger enak ya , jadi keluarga raja apa-apa tinggal perintah,!" ujar sang ibu.
Tampak Mpu Thanda melirik kearah Wikala, dan turut menimpali,
" ngger anakku Radeksa, jadi jodoh keraton itu amat sulit, penuh dengan unggah- ungguh, suba sita dan segala macam adat tatakrama, yg bagi kita rakyat jelata ,terasa mengikat, jadi pesan Romo, pintar-pintarlah membawa diri," wejangan Mpu Thanda kepada Wikala.
" Dalam istana banyak ragam dan watak penghuni nya dengan segala macam intrik, kadang kawan, boleh jadi esok lusa jadi lawan, Romo harap angger tetap berpegang teguh watak ksatria, karena sebentar lagi menjadi penghuni istana,!" jelas Mpu Thanda kembali.
Besok paginya, mereka berkumpul kembali di puri ibu Suri dan kali ini keluarga besar keraton berada di sana.
Dyah Samara Wijaya kemudian bertanya kepada Wikala,
" apakah dimas Radeksa saat bertarung dengan para pendekar tiongkok tidak merasa gentar,?" tanya nya
" Ahh, kangmas ada-ada saja,!" celetuk adiknya dyah Karana Wijaya.
" Bukankah eyang Narapati Senopati andalannya eyang Wikramawardhana, begitu kan ramanda Prabhu,!" celoteh dyah rana wijaya sambil melirik kearah ramandanya yg sedang mengobrol dengan Mpu Thanda, dan Sang Prabhu pun mengangguk.
Pembicaraan kali ini memang lebih kepada kekeluargaan ,tanpa di batasi tradisi ketat keraton, mengingat esok Mpu Thanda dan keluarga akan kembali.
Keesokan nya dengan dikawal sepuluh orang prajurit dan sebuah kereta istana berangkat lah Wikala dan keluarga nya untuk kembali kedaha, Mpu Thanda dan istri naik kereta yg dihadiahi Gusti Prabhu, sedangkan Wikala berkuda bersama prajurit.
Ketika sampai di desa thanda, banyak orang-orang telah menanti, termasuk Tantri.
" Apakhabar Mpu, bagaimana keadaan kraton,?" sapa ki demang pada Mpu Thanda setelah turun dari kereta.
" baik, keadaan istana pun baik, setelah sang Prabhu di nobatkan mudah mudahan negeri menjadi aman dan tentram,!" jawab Mpu Thanda.
" Sebenarnya saya memerlukan bicara empat mata dengan ki demang,!" lanjut Mpu Thanda.
" Ada hal gawat apakah gerangan hingga Mpu harus memerlukan bicara empat mata,!" tanya ki demang.
" nanti ki demang akan tahu sendiri, !" jawab Mpu Thanda.
Sementara Wikala langsung di sambut Tantri dan sumringah ,wajah tercantiknya segera ditampakkannya.Dengan senyum termanisnya.Wikala yg melihat itu hatinya berdesir apa yg harus dikatakan pikirnya.
Sementara Nyai demang segera menghampiri ibunda Wikala.
Kesibukan tampak terasa di rumah Mpu Thanda yg cukup besar itu.
Setelah Wikala berbisik kepada bekel prajurit , maka ia pun menggamit Tantri ,mengajaknya pergi.
Tujuan nya kali ini adalah ke gubuk sawah, sesampainya disana, Wikala tampak bingung. Harus mulai darimana.,
Hingga Tantrilah yg berkata lebih dahulu,
" Enak ya kang, bisa jadi keluarga istana,!" kata pertama yg keluar dari mulutnya.
" bisa jadi enak, tetapi tidak kemungkinan juga sulit,!" jawab Wikala.
" Mengapa sulit,?" tanya Tantri.
" sulitnya kita tidak bisa sebebas,disini,!" jawab Wikala lagi.
" Tantri hari ini, lain sekali,!" ucap Wikala.
" Lain apanya,?" tanya Tantri.
" lebih cantik ,!" Wikala pelan
" cantikan mana dari putri keraton,?" kembali Tantri bertanya.
Wikala diam, ia teringat atas ucapan putri parangkawuni dan sebenarnya ia mengajak Tantri ke sawah untuk menjelaskan persoalannuya, akan tetapi hatinya tidak sanggup melihat Tantri yg dicintainya itu terluka hatinya.
Wikala menarik nafas dalam-dalam sambil melirik Tantri yg duduk disisinya.
" Tantri , apakah mencintai kakang,?' tanya Wikala dengan menguatkan hatinya.
Tantri yg ditanya seperti itu pun terdiam .
Namun ketika di tanya Wikala untuk kedua kalinya , barulah kepalanya mengangguk, dan berkata,
" kenapa kakang tanya kan itu,?' tanya Tantri.
" ahh,enggak hanya untuk memastikan, !" ucap Wikala.
" kalau kakang tidak mencintai Tantri bagaimana ,?" tanya Wikala lanjut.
" ahhh, ndak mungkin kakang tidak suka sama, Tantri,!" jawab Tantri polos.
" Tahu dari mana kakang suka Tantri,?" kembali Wikala bertanya.
" kalau ndak suka sama Tantri, ngapain kita duduk berdua, jalan-jalan bersama,!" jawab Tantri lagi .
Wikala makin bingung untuk mengatakan sejujurnya.
" Tantri sebenarnya kakang , sudah menganggapmu seperti adik sendiri!" jelas Wikala penuh dengan hati yg sakit.
" Ndak mungkin kakang menganggap Tantri sebagai adik sendiri, !" ucap Tantri hampir berteriak.
" kakang dusta, kakang bohong, !" kata Tantri kalap.
Melihat gelagat ini Wikala kemudian memeluk Tantri untuk meredakan amarahnya, sesaat Tantri menolak namun kemudian ia menangis sejadi- jadinya di pelukan Wikala , sambil terisak isak , ia berkata,
" itu tidak benarkan kang,. kakang tidak mencintaiku,?" tanya nya pada Wikala.
Wikala diam saja sambil membelai rambut Tantri.
Lama mereka berdua terdiam masing-masing dengan perasaan yg berbeda.
Pedih rasanya hati Wikala seperti di sayat sembilu, ada kedamaian saat mendekap Tantri, haruskah semua ini terjadi. Lama keduanya berpelukan seolah tidak ingin terpisah kan, namun lamunannya kemudian terhenti saat terbayang wajah marah putri parangkawuni , secara mendadak, tiba-tiba Wikala melepask dekapannya, seraya berdiri di tepi gubuk.
Sambil mendesah , ia pun berujar,
" cepat atau lambat semua pasti akan tahu,!" katanya pelan.
" Tahu apanya kakang ,?" tanya Tantri merasa aneh.
" kakang aneh sejak kembali dari kota Majapahit, seolah- olah ada yg di sembunyikan,!" kata Tantri merasa tidak suka akan sikap Wikala yg dirasanya aneh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Fatur
bagus ceritanya....ada roman nya...ga melulu perang tanding
2022-09-12
1
Wira Yoga
Jujurlah padaku# Raja 😁
2022-03-30
1
Wira Yoga
Nasehat yg dalam 👍
2022-03-30
1