episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.

Setelah berpikir sejenak , akhirnya Wikala memutuskan melewati Kali Brantas guna mempercepat sampai ke rumah.

Dengan menggunakan ajian wisnu kencana ajian lari cepatnya , setelah seharian penuh . Hingga ketika sang surya diufuk barat sudah berwarna merah , sampailah Wikala di alas kruing.

Karena rasa lapar yg sangat ,Wikala beristrahat sekaligus mencari santap malam di alas kruing.

Setelah berburu beberapa saat akhirnya didapatkannya seekor kelinci yg gemuk, kemudian di panggangnya.

Malam itu ia tidur di alas kruing.Keesokan paginya ia melanjutkan prjalanannya dengan menerobos alas kruing,karena kalau melewati kademangan kulonan ,maka ia akan sampai tengah hari sedangkan jalan lurus ia akan sampai saat matahari menggatalkan kulit.

Sesampainya di rumah, keadaan rumah sepi.Wikala bergegas menuju belakang ,juga sepi, akhirnya ia berlari menuju sawah yg ada di ujung bulakan.

Sebentar saja ia telah sampai di persawahan yg luas,sawahnya sendiri berada di tepi jalan.Dilihatnya dari kejauhan ibu dan adiknya.

" Biyuuuung ,larasss,!" sambil lari ia berteriak.

" Hehh, kaukah itu ,ngger,!" ucap ibunya.

Ketika ia sampai, di peluknya ibu dan adiknya bergantian.

" Ngger , sudah besar kau sekarang, ngger,!" seru ibunya sembari memeluknya.

" Larasati juga sudah besar, sudah jadi gadis pula,!" sambil melirik adiknya.

" Kakang kok lama sekali perginya, ?" tanya Larasati.

" Baru sekarang ini, kakang diizinkan pulang oleh eyang Barada,!" jawab Wikala.

" Biyung , kemana ramanda,?" tanya Wikala pada ibunya.

" Romomu , sedang bersemadi di bukit kanca nuwu,!" jawab ibunya.

" Marilah kita pulang, biyung pengen dengar pengalaman mu selama ini, !" ajak ibunya.

Mereka bertiga pulang ke rumah , meninggalkan sawah yg mulai menguning padinya.

Daerah kadipaten DAHA dan kahuripan

merupakan lumbung padi bagi kerajaan Majapahit, Meskipun Majapahit di landa kekeringan dan kelaparan pada masa Prabhu Wikramawardhana ,tetapi dua kadipaten ini yaitu daha dan kahuripan tetap mampu menghasilkan padi dan beras.

Ketika di rumahnya , Wikala bercerita panjang lebar tentang perjalanan dan pengalaman nya.

" Tetapi ngger, akhir akhir ini desa kita kurang aman , banyak begal dan rampok berkeliaran,!" tutur ibunya setelah Wikala selesai bercerita.

" Darimana mereka datang,?" tanya Wikala.

" Katanya dari gunung Willis, mereka kejam dan bengis dan tidak segan segan membunuh, !" lanjut ibunya lagi.

" Tapi sudahlah usah kau pikirkan, desa kita belum pernah mereka sambangi , namun desa sain ,desa sebelah ,sering,!" tukas ibunya lagi.

Sementara Larasati menyiapkan makanan di dapur.Wikala membersihkan diri di pakiwan( sumur) belakang.

Setelah mandi dan berganti pakaian, mereka bertiga bersantap bersama.

Malam harinya sambil duduk duduk di pendopo rumahnya, Larasati datang menghampirinya.

" Kang ,ajari Laras ilmu silat,!" pinta Larasati.

" Buat apa kau belajar ilmu silat ,adikku,?" tanya Wikala.

" Daerah kita kan, mulai tidak aman , sementara Romo jarang di rumah ,sewaktu waktu mereka datang , bagaimana nasib kami, aku dan biyung,!" jelas Larasati.

" Sementara Tantri sudah mulai,belajar, !" lanjutnya lagi.

" Ehh, Tantri belajar ilmu silat,?" tanya Wikala.

" Iya Kang, sekarang ia sudah besar dan cantik pula, pasti kakang akan pangling kalau bertemu dengan ya, !" kata Larasati.

" Iyaa,kah,!" jawab Wikala tidak percaya.

Paginya Wikala berjalan jalan di pematang sawahnya ,sambil melihat saluran air . Persawahan itu membatasi dua desa yaitu desa thanda dengan desa sain .Di tengah nya ada kali yg mengalir dan airnya jernih.Kali itu dinamai kali thanda.

Sawah keluarga Wikala yg terluas karena dulunya daerah thanda merupakan tanah pelungguhan untuk raden Wirapati ramanda Wikala, yg merupakan pejabat keraton Majapahit.

Saat sang Surya tepat diatas kepala, Larasati dan ibundanya datang ke gubuk

sawah.

Wikala, Larasati dan ibundanya makan bersama diatas gubuk

Sesaat kemudian tiba tiba dari sebrang Kali, ada yg memanggil manggil.

" Larass, larass, larass,!" teriak orang itu.

Larasati menoleh kan kepalanya dan berkata,

" Heeii, Tantri, kemarilah, mari makan bersama kami, !" balas Larasati.

Serta merta Tantri menyebrangi Kali yg tidak terlalu lebar dengan menggunakan jembatan bambu.

Setibanya di gubuk, Tantri tampak ragu ragu.

" Ayo, sini naik,!" ajak Larasati.

Tantri diam saja, setelah ibunya mengajak barulah Tantri mau naik.Ia tampak sungkan melihat Wikala berada di situ, mulanya Tantri mengira Wikala adalah orang asing.

Larasati lah berkata kemudian untuk mencairkan suasana .

" Ini, adalah kakang Radeksa,temanmu dulu mandi di Kali,!" jelas Larasati.

" Hheii, Tantri sudah besar sekarang dan cantik lagi,!" seru Wikala.

Tampaklah wajah Tantri bersemu kemerahan.

Lama Tantri terdiam ,salah tingkah .

Melihat gelagat ini , kembali Larasati menanyakan apa sebab ia memanggil tadi.

" Ehh, aku mau tanya , apakah kau mau belajar nari bersama bibi sintira,?" tanya Tantri.

" Mungkin mau Tri, sebab kakang Radeksa sudah pulang,!" jawab Larasati.

" Ehh, apa khabar Tri,?" tanya Wikala.

" Baik Kang, Deksa,!" jawab Tantri malu- malu.

" Memangnya belajar narinya ,dimana,?" tanya Wikala lagi.

" Di banjar desa Kang, !" jawab Tantri.

" Besok kutunggu di banjar desa, ya, rass,!" ucap Tantri sambil turun dari gubuk.

" Nggak makan dulu nak, Tantri,?" tanya ibunya Wikala.

" Nggak, biyung, Tantri sudah makan tadi, !" jawab Tantri

Yg kemudian beranjak menuju jembatan bambu.

Setelah kepergian Tantri , Wikala nampak terdiam, ada yg aneh saat melihat Tantri, padahal dahulu mereka teman sepermainan .

Keesokan paginya dengan diantar Wikala , Larasati berangkat ke banjar kademangan thanda sain, desa sain merupakan padesan induk kademangan .

Yg demangnya adalah ayah Tantri.

Di banjar kademangan telah ramai orang, termasuk ki demang dan perangkatnya .Para anak gadis yg akan belajar Tari, juga tidak ketinggalan Tantri.

Melihat kedatangan Larasati,Tantri berlari menghampirinya.

" Mengapa kakang Radeksa kau ajak,?" tanyanya pada Larasati.

" Emang tidak boleh kakang Radeksa ikut,?" Larasati balik bertanya .

" Bukan begitu, tapi kan, laki- laki- jarang yg mau menari ,!" jawab Tantri.

" Kakang Radeksa datang bukan untuk belajar Tari tapi sekedar jalan- jalan,!" terang Larasati.

Nampak kepala Tantri manggut- manggut, kemudian mereka naik keatas

banjar, sementara Wikala bergabung dengan para orangtua yg mengantar anaknya.

Setelah di buka oleh ki demang, maka latihan tari pun di mulai.

Ketika melihat Wikala ,ki demang pun memanggil nya . Setelah Wikala duduk di dekatnya berkatalah ia,

" Kapan angger Radeksa pulang,?" tanya ki demang.

" Kemarin ki demang,!" jawab Wikala.

" Begini loh, ngger, akhir akhir ini desa kita kurang aman,jadi saya berharap angger Radeksa mau sedikit memberi pelatihan kepada pemuda desa guna dapat menjaga keamanan desa,!" ujar ki demang tanpa tedeng aling-aling.

" Kapan kira- kira waktunya, Ki,?" tanya Wikala.

"Kalau angger mau dalam sepekan tiga kali,!" jawab ki demang.

" Baiklah ki, esok malam ,kita mulai,!" sahut Wikala.

Setelah selesai latihan tari, Wikala dan Larasati diajak singgah ke rumah ki demang.

Mereka disana di jamu dengan makan bersama,sambil bercerita tentang pengalaman Wikala selama hampir lima tahun meninggalkan desa.

Bagi Wikala selama di rumah ki demang ada sesuatu yg indah, ada getar getar aneh di dadanya saat bertemu kembali dengan Tantri.

Rasa yg sulit untuk di ungkapkan.Melihat Tantri sekarang yg sudah menjadi Dara Nan jelita, rasanya berbeda dengan waktu dahulu ketika mereka bermain bersama.

Lams Wikala larut dalam lamunannya, ketika Larasati menggamitnya dan berkata

" Kang sudah sore, mari kita pulang , biyung pasti telah lama menunggu,!" ajak Larasati.

" Baiklah , kami pamit ki demang ,mungkin besok malam saya datang lagi,!" berkata Wikala pada ki demang.

" Kami tunggu kedatangan angger,esok malam, !" jawab ki demang.

Sepanjang perjalanan pulang, Larasati sering menggoda Wikala.Mereka melintasi sawah nya yg merupakan batas desa .

Para penduduk desa rata- rata mengrnal

mereka terutama Larasati.

Mereka mengagumi keelokan wajah dan

kepribadian kedua orang putra putri Mpu

Thanda atau raden Wirapati ini .

Terpopuler

Comments

Wira Yoga

Wira Yoga

1. Membaca

2022-03-30

1

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!