episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu

Setelah perang tanding berakhir,dengan kemenangan para pendekar tanah jawa.

Maka sebahagian besar ,para tokoh Dunia persilatan pulang ketempat asalnya, termasuk yg dari daratan tiongkok.

" Guru akan kemanakah kita selanjutnya,?' celetuk Arya bor bor tiba-tiba.

" Sebaiknya kita menghadap, eyang guru di Puncak Merbabu,!" jelas Wikala kepada arya bor bor.

" Angger akan ke Merbabu ,?" tanya Resi Begawan mahameru setelah mendengar ucapan Wikala tiba- tiba.

" Nenar eyang Resi, saya akan sowan kepada eyang guru, setelah menunaikan tugasnya,!" jelas Wikala kepada Resi Begawan mahameru.

" Bagaimana kalau kami ikut,!" pinta Resi Begawan mahameru.

" Dan sekalian kami ingin melepas rindu pada dimas Barada,yg sudah lama tidak bertemu,!" lanjut Resi Begawan mahameru.

" Boleh,boleh, kami sangat senang hati dapat teman di perjalanan hingga sampai ke Merbabu,!" ucap Wikala

" Bukan begitu bor,!" celetuknya pada arya bor bor.

" Betul guru,kalau ramai kan enak ,!" ucap arya bor bor.

" Baiklah besok pagi pagi sekali kita berangkat eyang ,!" ucap Wikala pada Resi Begawan mahameru.

Malam itu mereka masih bermalam dipuncak Merapi.

Dan keesokan paginya ,barulah Wikala dengan muridnya arya bor bor,dan Resi Begawan mahameru juga dengan muridnya Naja pratanu berangkat menuju utara kearah gunung Merbabu.

Sebenarnya jarak Merapi ke Merbabu tidak terlalu jauh, Namun keempat orang

pendekar berjalan dengan santai dan sambil mengobrol.

" Mohon maaf sebelumnya, eyang ,apakah eyang sudah pulih kesehatannya,?" tanya Wikala pada Resi Begawan mahameru.

" Berkat, anugrah hyang widhi wasa, melalui tanganmu ngger,eyang sudah sembuh, walaupun tenaga dalam belum,!"

jawab Resi Begawan mahameru.

" Syukurlah, mudah mudahan secepatnya tenaga dalam eyang dapat pulih,!" tutur Wikala.

" Eyang, seharusnya seperti gurumu,!" kata Resi Begawan mahameru.

" Maksud eyang,?" tanya Wikala.

" Seharusnya sudah meninggal kan urusan keduniawian, dan fokus kearah alam keabadian,!" desah Resi Begawan mahameru.

Terkenang dalam ingatan sang Resi yg bernama asli wekaz,saat saat berpuluh tahun yg lalu , saat jadi prajurit,saat jadi senopati di pamotan bersama,bhre Narapati eyangnya Wikala.

"Heehh,!" desahnya.

"Memang usia,boleh tua,rambut boleh putih, Gigi boleh ompong ,kulit bisa mengerut,tapi jiwa ini rasanya masih tetap seperti yg dulu,!'' tutur Resi Begawan mahameru.

" Maksud eyang ,?" tanya Wikala.

" Yah, sebenarnya eyang sudah tidak pantas untuk bertarung ataupun berkelahi,sepantasnyalah muda muda seperti dirimu,ngger!" terang sang Resi.

" Jadi,kenapa eyang ikut dalam perang tanding kemarin,?" tanya Wikala lagi.

" Itulah yg eyang sebutkan tadi, rasanya jiwa masih seperti yg dulu ,saat masih bersama eyangmu , sekarang sudah bersama cucunya, dunia terus berputar, sebahagian manusia lupa,bahwa ia akan kembali,!" jelas Resi Begawan mahameru.

" Faktor lain , eyang mau turut serta adalah jiwa patriot sebagai bekas prajurit,merasa terpanggil untuk membela negrinya,!" kata Resi Begawan mahameru.

Tidak terasa mereka sudah sampai di kaki Merbabu.Mereka mendaki melalui jalur selatan,ketika matahari condong ke barat sampailah mereka di pertapaan Mpu Barada

" Eyannng ,!" teriak Wikala segera memeluk Mpu Barada yg sedang duduk bersila di sebuah batu besar .

"Hheh, muridku yg bandel ,!" ucap Mpu Barada membuka matanya.

" Aha, ada tamu rupanya dari Semeru, Selamat datang kangmas ,wekaz,!" teriak Mpu Barada menyambut kedatangan Resi Begawan mahameru seraya memeluknya.

"Apa Khabar, kakang, sehatkan, ?" tanya Mpu Barada.

" Berkat hyang widhi wasa, kakangmu ini sehat,tiada kurang suatu apapun,!" jawab Resi Begawan mahameru.

Kedua tokoh tua Dunia persilatan pulau jawa itu pun kemudian mengobrol dengan asyiknya .

Sementara Wikala menuju ke dalam padepokan gurunya itu mendatangi adiknya Larasati wirani.

Larasati sendiri pun terkejut atas kedatangan kakaknya itu.

" Sudah lama sampai Kang,?" tanya Larasati.

" Baru,!" jawab Wikala pendek.

" Kau siapkan makan dan minum untuk tamu kita,!" perintah Wikala pada adiknya itu.

" Ehh, tamuu, berapa orang ,?" tanya Larasati pada kakaknya .

"Tiga orang,!" jawab Wikala singkat.

Sembari menunggu makan dan minuman datang mereka duduk di pendopo padepokan. Mpu Barada sambil bercerita.

" Bagaimana hasil perang tanding kemarin ,?" Tanya Mpu Barada pada Wikala.

Adalah Resi Begawan mahameru yg menjawab pertanyaan itu.

" Kalau tidak ada angger Wikala ,muka tokoh persilatan pulau jawa akan malu,!" jawab sang Resi.

" Maksud kakang bagaimana, ?" tanya Mpu Barada.

" Ya kalau tidak ada muridmu ini,seluruh tokoh persilatan tanah jawa di buat malu karena kalah, cuma angger Wikala satu satunya yg dapat memenangkan pertarungan dengan Dua orang lawan yg berbeda,!" jelas Resi Begawan mahameru.

Mpu Barada manggut manggut,seraya menyilahkan para tamu untuk makan dan minum.

" Jadi Pendekar luan( Luanjin), tumbang,?" tanya Mpu Barada.

" Jangankan Pendekar luan, Pendekar Ma( Majin) pun terkapar," terang Resi Begawan mahameru.

" Hebat, hebat,hebat ,!" ucap Mpu Barada. sambil mengunyah nasi di mulutnya.

" Dan kakang wekaz sendiri bagaimana,?" tanya Mpu Barada

" Usah dimas tanyakan itu, malu rasanya menyebutkan bahwa kakangmu ini kalah oleh Pendekar luan,!" ucap Resi Begawan mahameru sambil tertawa

" Mungkin kakang, kita yg sudah tua tua ini selayaknya pensiun ,!" ucap Mpu Barada sareh.

" Benar dimas, cuma kadang jiwa prajurit terpanggil, bila ada orang lain yg mau mengusik tanah air kita ini,!" jawab Resi Begawan mahameru.

" Ya,ya, sebenarnya pun saya ingin turun dalam perang tanding itu, mengingat kangmas Narapati sudah tidak ada lagi,!" ucap Mpu Barada.

" Mengapa tidak jadi,?" Tanya Resi Begawan mahameru.

" Teringat pada cucuku ini, yg sudah tuntas menerima ilmu dari kedua eyangnya,biarlah dia saja yg turun,hitung hitung pendadaran buatnya,!" jelas Mpu Barada.

Ketika sang surya beranjak keperaduannya, maka mereka pun pergi untuk membersihkan diri.

Adalah Naja pratanu yg tertinggal.Maka ketika ia kelimpungan mencari Wikala dll.

Ini terlihat oleh Larasati, berkata

" kakang mau ke sendang,?" tanya nya pada Naja pratanu.

Dengan wajah bersemu merah Pratanu mengangguk

" Mari kutunjukkan jalannya,!" ucap Larasati.

Maka mereka berdua pun menuruni lereng yg tidak terlalu dalam menuju sendang, Di tengah perjalanan mereka berpapasan de

ngan Wikala dan yg lainnya.

" Awas dimas pratanu ada buto cakil, di sendang,!" celetuk Wikala.

" Tidak ada,itu hanya guyonan Wikala,!" timpal Mpu Barada.

Ketika sampai di sendang matahari pun sudah tenggelam.

Akhirnya Pratanu pun mandi,sendirian sedangkan Larasati sudah pulang bersama Wikala.

Malam itu ,ketika sang dewi malam tidak hadir, hanya diterangi cahaya obor,penghuni padepokan terlibat pembicaraan yg seru.Disatu sisi Wikala dengan arya bor bor , Larasati dan Naja pratanu. Di lain fihak Mpu Barada dengan Resi Begawan mahameru.Sampai menjelang fajar baru mereka tidur.

Keesokan paginya ketika Mpu Barada dan Resi Begawan mahameru pergi, sedangkan Wikala dan arya bor bor turun kedesa di bawah kaki Merbabu untuk membeli bahan pangan .Tinggal berdualah Larasati dengan Naja pratanu.Saat Larasati sibuk merebus air, pratanu pun mengeluarkan serulingnya dan mulai meniupnya.

Keluarlah irama bernada sendu dari tiupan serulingnya.Sampai lama Pratanu meniup serulingnya .

" Kakang pintar nembang,!" celetuk Larasati tiba tiba.

" Ahh,ehh, nggak, !" jawab pratanu salah tingkah.

" Iya ,kakang pintar nembang,buktinya suara serulingnya merdu,!" puji Larasati sambil duduk di dekat Pratanu.

Pratanu beringsut pindah menjauhi Larasati.Sambil berkata,

" Sebenarnya ,saya nggak pintar,nembang, cuma kalau meniup seruling memang merupakan kesenanganku,!" jawabnya .

" Sejak kapan kakang belajar meniup seruling ?" tanya Larasati.

" Sejak kecil,menurut eyang Resi, seruling ini warisan ramaku,!'" jawab pratanu.

Pembicaraan mereka berdua sudah mulai mencair, rasa sungkan pratanu mulai menghilang.

Sementara itu Mpu Barada dan Resi Begawan mahameru terlibat pembicaraan yg serious di dalam hutan di lereng Merbabu agak jauh dari padepokan.

" Dimas, sebenarnya ada suatu rahasia yg ingin kuceritakan kepadamu,!" ucap Resi Begawan mahameru

" Apa,itu kangmas,?" Tanya Mpu Barada.

"Sebenarnya tujuanku mengikuti perang tanding ini ada dua tujuan,!" ucap Resi Begawan dan menarik nafas sebentar kemudian ia melanjutkan

" Yg pertama untuk membela negri ini dengan menjaga martabatnya dan yg kedua adalah untuk dapat berjumpa kembali dengan tokoh-tokoh dunia persilatan,terutama dengan dimas Barada,!" ujar Resi Begawan mahameru.

"Ada gerangan apakah hingga kakang ingin menemuiku,!" tanya Mpu Barada.

" Usia kita tiada yg tahu, mungkin hari ini atau besok ,kita boleh jadi dipanggil menghadap hyang widhi wasa,!" sambil menarik nafas sang Resi melanjutkan lagi

" Jadi sebelum ajal menjemputku, ingin kuceritakan sebuah rahasia pada dimas Barada,!" terang Resi Begawan mahameru.

"Ahh, kangmas membuatku pendadaran,!" ucap Mpu Barada.

" Dimas tahu siapa yg besertaku itu!" tanya Resi Begawan mahameru.

" Tahu, murid kangmas,!" jawab Mpu Barada.

" Maksudku asal usulnya,?" tanya Resi Begawan mahameru.

Nampak kepala Mpu Barada menggeleng

" Itulah maksudku ,bahwa sebenarnya muridku itu adalah cucumu juga,!" terang Resi Begawan mahameru.

" Apa, maksud kakang menyebut Naja pratanu itu adalah cucuku,?" tanya Mpu Barada.

" Ya, dia adalah cucu kakang Narapati berarti cucumu juga dimas ,!" jelas Resi Begawan mahameru.

" Kok ,bisa Naja pratanu cucu kangmas Narapati,?" tanya Mpu Barada

" Bukankah cucunya cuma Dua orang yaitu Wikala dan . Larasati,?" kata Mpu Barada.

" Ya, bisa toh dimas, Wong Naja pratanu itu putra raden gajah paniluh, dan raden gajah paniluh putra kangmas Narapati,!" jelas Resi Begawan mahameru

"Jadi saat kangmas Narapati di pamotan ,ia mempunyai anak, ?" tanya Mpu Barada.

" Ya, saat kita menaklukan pamotan kangmas Narapati menikahi putri bhre wirabhumi dari selir yg bernama dwarawardhani dan melahirkan putra bernama raden gajah paniluh,!" lanjut Resi Begawan mahameru.

" Dan gajah paniluh memiliki anak bernama Naja pratanu, berarti gajah paniluh bersaudara dengan anakmas wirapati, orang tua Wikala dan Larasati,!" ucap Mpu Barada.

Sementara Resi Begawan mahameru mengangguk angguk tanda setuju.

" Begitulah dimas, kuceritakan rahasia, mengingat usiaku sudah sangat tua, sementara angger pratanu sebatang Kara!" terang sang Resi.

" Kemana rama dan ibundanya,?" tanya Mpu Barada.

" Kalau ramanya ,tewas saat kangmas Narapati di hukum mati,sedangkan biyungnya mati saat melahirkan ya,!" kata Resi Begawan mahameru.

" Kasihan nasib anak itu ,!" ucap Mpu Barada.

" Jadi ,siapa tahu kakangmu ini lebih dulu dipanggil hyang widhi wasa, pratanu masih bisa dapat bimbingan dari kelurganya, bila perlu ia kita jodohkan dengan Larasati putri angger wirapati,!" ujar Resi Begawan mahameru.

" Mudah mudahan kami bisa membimbingnya,dan kalau jodoh itu tergantung angger wirapati,!" ucap Mpu Barada.

Terpopuler

Comments

Mat Grobak

Mat Grobak

asik udah saling tertarik tinggal jodohin aja

2022-11-25

1

John Singgih

John Singgih

dan memang kebetulan sudah saling suka anaknya

2022-08-26

0

Miffta Paytren

Miffta Paytren

mantulll

2022-04-08

1

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!