Setelah tombak tsb berada di tangan Resi Begawan mahameru, segeralah ia berkata, ' mari kita mulai permainan ini Luanjin."
"Telnyata lu tetap tidak sabalan ,akan tetapi baiklah, mali kita mulai,"pungkas Biksu Luanjin.
Matahari sudah merangkak naik saat kedua tokoh persilatan itu saling berhadapan dengan usia sebaya sudah nampak tua, Biksu Luanjin dengan jubah berwarna kuning keemasan tampak menggenggam erat toyanya,Sedangkan Resi Begawan mahameru dengan berpakaian putih khas seorang Resi ,ditangannya terdapat sebuah tombak dengan landean yg tidak terlalu panjang.
Dua tokoh sakti ini saling berhadapan guna menentukan siapa yg lebih unggul mengatasnamakan negri masing masing.
" Kita mulai ," teriak Biksu Luanjin
"Mariii," jawab Resi Begawan mahameru.
Belum habis ucapan sang Resi,tahu tahu sudah meluruk ujung Toya kearah wajahnya, Resi Begawan mahameru segera memapasi serangan ini dengan tombaknya tombak Naga tirta amerta.
Benturan Dua tenaga dalam ( lweekang) beradu tampak masing2 surut empat langkah kebelakang.Keduanya tampak seimbang.
Kembali Biksu Luanjin memutar cepat toyanya,Toya tsb menderu membuat abu abu berterbangan dengan ginkangnya yg tinggi ia menyerang Resi Begawan mahameru laksana air bah melanda,sampai sejauh ini Resi Begawan
masih mampu mengimbangi.Dengan tatag tanpa banyak pengerahan ilmu peringan tubuh , Resi Begawan tetap bertahan dari serangan Biksu Luanjin.
Sementara Biksu Luanjin menyerang terkadang dari atas laksana elang terkadang dari belakang laksana macan .Toyanya terkadang mematuk laksana ular terkadang menusuk laksana tombak .Akan tetapi semua serangan itu mampu diatasi Resi Begawan mahameru.
Sampai sang Surya akan kembali keperaduannya,pertarungan masih seimbang walaupun Resi Begawan mahameru dalam posisi bertahan.
Memasuki malam hari pertarungan sudah merambah pengerahan ilmu masing2.
" Haiyaa,lu hebat,wekaz mampu menahanku sampai selatus julus!" teriak Biksu Luanjin.
"Kau juga sangat hebat diusia sekarang ini gerakanmu masih sangat sangat cepat!" balas Resi Begawan mahameru.
"Tapi kau jangan senang dulu ,kau telima ini julus tongkat pemukul anjing" seraya menderu kearah Resi Begawan,sang Resi benar kerepotan dibuatnya.
Alhasil satu sentuhan Toya Biksu Luanjin mndarat dipundak Resi Begawan,terasa pundaknya nyeri berdenyutan.Dengan sigap sang Resi melompat mundur kebelakang.seraya memegangi pundaknya.
"Bagaimana wekaz,kita lanjutkan peltalungan ini!" ucap Biksu Luanjin bernada mengejek.
" Aku belum kalah ,!" ucap Resi Begawan mahameru
"Itu balu pelmulaan ,nanti jantungmu yg akan ditembusi toyaku ini" ujar Biksu Luanjin memanasi .
" Hehm, baiklah kau terima ajian Naga tirta ku ini" segera Resi Begawan mahameru mengacungkan tombak Naga tirta nya kearah Biksu Luanjin selarik cahaya ungu keluar dari ujung tombaknya .
" Ha ha ha,pelmainan kanak kanak kau tunjukkan kepadaku"ujar Biksu Luanjin sambil melompat Salto beberapa kali d an mendarat dengan ringannya ditanah.
Merasa geram Resi Begawan mahameru,mulai melakukan serangan dengan dialasi ajian Naga tirta,tombaknya gencarnya mematuk lawan,Hal inilah sebenarnya yg dikehendaki Biksu Luanjin,kalau Resi Begawan mahameru selalu berada posisi bertahan tubuhnya tetap bugar karena tidak banyak melakukan gerakan sementara ia bisa bisa kehabisan tenaga sementara kedudukan seimbang.
Sebuah serangan tombak mengarah keleher Biksu Luanjin,terpaksa Biksu ini memapasinya dengan toyanya,namun serangan ini disusul pukulan tangan kiri kearah perut,
"Diekh", bunyi perut Biksu Luanjin yg terlambat menghindar.
"Lu makin hebat saja ,wekaz," ucap Biksu Luanjin setelah empat langkah kebelakang.
"Biasa saja!" jawab Resi Begawan mahameru pendek.
" Tapi lu jangan senang dulu ,lu telima nih julus Toya sakti," sambil merapal mantera komat kamit ,perlahan namun pasti Toya Biksu Luanjin mengeluarkan asap tipis yg berbau harum.
" Hiyaaaat," teriak Biksu Luanjin menyerang Resi Begawan mahameru.
Kali ini Resi Begawan mahameru benar2 terdesak ,beberapa kali Toya Biksu Luanjin menghantam tubuhnya,seakan ajian Naga tirta tidak ada apa apanya.
Suatu saat Toya Biksu Luanjin menghantam punggungnya, hingga membuatnya jatuh terduduk dan dari bibirnya mengeluarkan darah.
"Heh,keparat ilmu si Luanjin kepalaku pusing dibuatnya" pikir Resi Begawan mahameru.Sambil duduk ia mengatur pernafasan kembali.
" Hayo,apakah kau menyerah wekaz?" tanya Biksu Luanjin mengejek.
"Menyerah,tidak ada kata menyerah bagiku!" ucap Resi Begawan mahameru geram .
Dengan posisi duduk Resi Begawan mahameru merapal ajian gundala sasra,yg amat terkenal di zaman singosari.
"Terima ini,aji gundala sasra!" teriak Resi Begawan mahameru,
Selarik sinar putih terang menerjang Biksu Luanjin,sang Biksu melompat menghindari serangan itu ,serangan itu luput dan mengenai sebuah pohon besar dan tumbang hangus terbakar.
Gila ilmu si wekaz ini, pikir Biksu Luanjin dalam hati.
"Sebelum ia menyerang lebih baik aku dahului ," pikirnya lagi.
"Hiyaaaat, hiyaaaat,jurus Toya sakti" teriak Biksu Luanjin meyerang Resi Begawan mahameru.
Pertarungan terjadi kembali dalam jarak rapat, sehingga pukulan ajian gundala sasra sangat tidak brguna.
Ini merupakan siasat Biksu Luanjin untuk menghabisi Resi Begawan mahameru yg sakti mandraguna.
Dalam pertarungan jarak dekat ini, bau Toya Biksu Luanjin tercium terus oleh Resi Begawan mahameru.
Inilah kunci kemenangan Biksu Luanjin ,aroma itu adalah semacam racun.Tetapi racun pelemah syaraf.
Ketika hari menjelang pagi,sebuah lontaran ajian gundala sasra di balas jurus Toya sakti beradu ,percikan kembang api mewarnai benturan itu ,
Dan kedua tokoh persilatan kelas wahid itu terlempar sepuluh batang tombak kebelakang.
Dan yg lebih dahulu bangkit adalah Biksu Luanjin.Melihat lawannya masih terkapar timbul niat licik Biksu.
" Kuhabisi sekalian si wekaz ini" pikirnya dalam hati.
Segera ia melontarka jurus Toya sakti,. "hiyaaaat" teriaknya, selarik cahaya putih kelabu keluar dari toyanya dan menghantam kearah tubuh Resi Begawan mahameru.yg masih tergeletak tak sadarkan diri.
Ketika pukulan itu hampir mengenai tiba tiba cahaya merah terang memapasi
pukulan Toya sakti itu.
"Heh,siapa belani menentang ulusanku," teriak Biksu Luanjin murka.
"Saya, !" ucap sosok yg duduk di panggungan.
"Kalau belani lu tulun melawanku!" ujar Biksu Luanjin dengan pongahnya,karena merasa tidak ada lagi lawan mereka di pulau jawa ini.
"Baiklah!" ucap sosok itu yg tiada lain adalah Wikala, tepatnya Radeksa Arya wikala Satria Dari DAhA.Seraya turun dari panggungan dan langsung menuju ke arah Resi Begawan mahameru yg tergeletak tidak berdaya.Ia memeriksa keadaan sang Resi ternyata masih hidup dibantu seorang murid sang Resi yg bernama Naja pratanu, mereka membopong sang Resi kebelakang panggungan, seraya berkata untuk merendamkan cincinnya itu kemudian meminumkan kepada sang Resi katanya kepada Naja pratanu, sembari Wikala menyalurkan Hawa murni Dari tenaga dalam nya .
Sementara di depan panggungan Biksu Luanjin berteriak,
" Lu takut bocah dan lali belsembunyi,lu halus peltanggungjawabkan pelbuatanmu!"dengan sombongnya ia berkata.
"Sebentar,!" ucap Wikala pendek.
"Cepaaat,bial kupatahkan batang lehelmu, bocah!" teriak Biksu Luanjin dengan angkuhnya.
Sebentar kemudian Wikala sudah ada di hadapan Biksu Luanjin.
"Cepat sebutkan namamu bocah sebelum toyaku ini mematahkan lehermu!" teriak Biksu Luanjin sesumbar .
" Namaku Wikala,!" jawab wikala dengan sekenanya saja .
"Dalimana kau belasal,dan siapa gulumu,bial aku mudah mengantalkan mayatmu" lanjut Biksu Luanjin.
"Aku berasal dari DAhA,aku ksatria dari DAhA, dan guruku Mpu Barada penguasa merbabu!" suara Wikala agak menyombongkan diri membalas kesombongan Biksu Luanjin.
" Heh, Balada tidak belani tulun sendili Dan mengilimkan mulidnya untukku bantai" jelas Biksu Luanjin.
"Tapi baiklah belalti gulumu sudah dapat mempeltnggungjawabkan atas kematianmu!" lagi Biksu Luanjin berkata.
" Tidak ada yg ingin mati dalam pertarungan ini,namun bila itu terjadi berarti itulah takdir yg ditentukan hyang widhi wasa!" ucap Wikala.
"Jangan kau mengajaliku bocah,terima serangan,!" segera Biksu Luanjin menutup pembicaraan dan langsung menyerang dengan toyanya.
Toya Biksu Luanjin melibat Wikala dengan cepat. Wikala benar benar terkurung oleh Toya Biksu Luanjin.
Hanya kecepatannya saja yg dapat menolongnya.Dengan menggunakan aji peringan tubuh yg dialasi aji wisnu kencana,semua serangan Biksu Luanjin dapat di mentahkannya.
Kesal rasa Biksu Luanjin , segera mengeluarkan jurus tongkat pemukul anjing dialasi lweekang yg tinggi Toya Biksu Luanjin laksana seribu dipandangan mata.
"Hebat benar Biksu ini,aku sulit menentukan mana yg benar-benar Toya!" pikir Wikala dalam hati.
" Ahh, lebih baik kugunakan kerisku dan ajian Kalacakra tingkat ketiga!" pikirnya.
Disaat saat terkurung rapat oleh jurus tongkat pemukul anjing,maka Wikala mengeluarkan kerisnya keris Kalamujeng dan berteriak "ajian Kalacakra".
Serangan Biksu Luanjin nampak buyar ,jurus tongkat pemukul anjing mereda.
Namun itu sebentar saja ,ketika Biksu itu berteriak lagi "jurus tongkat pemukul elang" kemudian Toya itu melesat sendiri dan menyerang Wikala laksana senjata boomerang. Toya ini seperti punya mata saja mengejar Wikala kemana pun pergi.
Seluruh penonton pertarungan itu berdecak kagum akan ilmu Biksu Luanjin ini,termasuk Biksu Majin, haiyaa, kungfu sute Luanjin sudah sangat meningkat,tidak sampai duapuluh jurus lagi murid Barada ini akan tumbang, pikirnya dalam hati.
Sambil terus menyerang dengan jurus tongkat pemukul elang nya, Biksu Luanjin juga melancarkan jurus tongkat pemukul anjing nya melalui tangannya,seakan akan Wikala dikeroyok dua orang.
Terkadang Toya itu menyerang dari atas dan dari bawah Biksu Luanjin melontarkan pukulan tongkat pemukul anjingnya dengan tenaga dalam penuh, perlahan namun pasti beberapa pukulan Toya berhasil menyentuh tubuh Wikala karena terlambat menghindar akibat ia menghindari pukulan Biksu Luanjin dari depan
Tak mau ayal, segera Wikala mengerahkan seluruh kepandaianya,dengan mengeluarkan ajian nantha angin guna mengusir serbuan Toya melayang dan mengerahkan ajian Kalacakra tingkat Lima membalas Biksu Luanjin.
Akhirnya Toya Biksu Luanjin tidak berhasil mendesak Wikala,karena terhambat aji nantha angin,maka Wikala segera mengincar tubuh Biksu dengan ajian Kalacakra nya.
Keadaan mulai berbalik sekarang , Biksu Luanjin dipaksa bertahan ,harus mengerahkan ginkangnya untuk menghindari serangan dari keris Kalamujeng milik Wikala yg mengandung ajian Kalacakra tingkat Lima.
Sementara Toyanya sudah tidak berarti lagi sekarang, Biksu Luanjin menggenggam kembali toyanya setelah berhasil Lolos dari serangan Wikala.
" Hahh, baiklah mari kita lakukan pibu!" teriak Biksu Luanjin.
"Apakah pibu itu Biksu?" tanya Wikala.
" Bertalung sampai mati!" jawab biksu Luanjin
"Aku belum mau mati ," jawab Wikala.
" Baiklah ,telselah kau ,tapi kau halus mati dengan julus Toya sakti ini , " hiyaaaat!' teriak Biksu Luanjin kembali menyerang dengan toyanya yg mengeluarkan asap tipis yg berbau harum,
Wikala mengetahui kelebihan jurus ini terletak pada baunya yg dapat merusak syaraf.Segeralah ia menutup saluran pernafasan nya dan tak tanggung-tanggung lagi ia mengeluarkan ajian kalamawa intisari ajian Kalacakra.
Kembali Dua ilmu kedigjayaan berbenturan, dengan lweekang penuh Biksu Luanjin menggerakan Toya menusuk kearah perut Wikala,sedangkan tangan kirinya memukul kearah kepala.
Mendapati serangan yg memang mematikan ini Wikala melentingkan tubuhnya keatas,dan dari atas mengarah kan ajian kalamawa ketubuh Biksu Luanjin,
Biksu Luanjin terlambat menghindari pukulan hingga pukulan itu menyerempet kepundaknya hingga melontarkannya sepuluh tombak kebelakang dengan kondisi luka dalam di pundaknya.
"Heh, kepalat lu bocah kuhabisi lu sekalang," teriaknya setelah mampu berdiri dengan sempoyongan.
Biksu Luanjin sebenarnya sudah sangat kelelahan akibat bertarung dengan Resi Begawan mahameru ditambah bertemu lawan tangguh tanggon lagi.
Setelah menyalurkan lweekang nya ke pundaknya mengurangi rasa sakitnya ,ia bersiap kembali melontarkan jurus Toya sakti.
Wikala diam saja ,dan terus memperhatikan Biksu Luanjin ,ia bersiap dengan segala kemungkinan
"Hiyaaaat," teriak Biksu Luanjin melontarkan pukulan jarak jauhnya yg mengandung pukulan Toya sakti,
Dan segera disambut Wikala
" Kalamawa,hiyaa"
Dua pukulan sakti beradu percikan kembang api mewarnai benturan itu dan kali ini Biksu Luanjin terlempar sangat jauh hingga menabrak sebatang pohon baru berhenti.Biksu Luanjin tergeletak diam tidak bangkit lagi,entah pingsan entah mati.
Sementara Wikala terdorong surut tiga tombak kebelakang dan jatuh terduduk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Aki Lama
sebnrnya ceritanya bagus cuma kurang detail dlm mengalurkan cerita
2022-08-27
1
John Singgih
tumbangnya kesombongan
2022-08-26
0
Syamsu Alam
wikala hebat
2022-04-14
1