Naja pratanu yg lagi menempa diri di gua lereng semeru, guna mendapatkan ilmu Naga geni, setelah kematian Resi Begawan mahameru, ia bertekad untuk mencari siapa yg telah membunuh gurunya itu. Yg di ketahui sebagai seorang yg berilmu tinggi.Hingga mampu membunuh gurunya, yg tergolong tokoh sepuh yg sangat sulit di cari bandingan nya di pulau jawa dan seantero Majapahit.
*****
Sedangkan di desa thanda sain, Wikala juga sedang sibuk- sibuknya menempa para pemuda pengawal kademangan, yg sebenarnya sudah sangat lama tidak mendapatkan pelatihan dari Wikala, sejak kepergian nya ke bukit kanca nuwu.
Hubungan Wikala dan Tantri pun sudah sangat sangat dekat hampir tiap saat mereka bersama, baik di kala siang hari mereka berdua berada di sawah sedangkan malam hari mereka di banjar kademangan.
Hingga suatu saat berkatalah Mpu Thanda kepada anaknya Wikala,
" nggeeer, anakku Wikala, kulihat akhir akhir ini sering bersama dengan anak gadis ki demang, sebenarnya lah romomu ini ingin mengetahui seberapa jauh hubungan kalian berdua,?" tanya Mpu Thanda sareh kepada anaknya .
" ampun romo sebenarnya kami berdua berteman sebagai mana dulu kecil kami juga berteman, !" jawab Wikala agak kikuk.
" anakku Radeksa, Romo mu ini pun pernah muda, pernah menyukai seorang perempuan, karena lah kodrati seorang lelaki menyukai perempuan,!" tutur Mpu Thanda pelan.
Tampak Wikala diam saja , bingung mau berkata apa, karena di dalam hatinya ia menyukai Tantri sebagai seorang lelaki kepada perempuan.
" Ini perlu Romo tanyakan padamu , ngger karena Romo telah pernah berjanji kepada Gusti adipati kahuripan untuk menjodohkanmu dengan putrinya,!" jelas Mpu Thanda lanjut.
" jadi kalau memang hubungan mu dengan angger Tantri sebatas teman maka, perjodohanmu dengan putri adipati dapat dilanjutkan,!" ucap Mpu Thanda sambil menghela nafas.
Mendengar kata kata ramanda nya Wikala tambah bingung, ia mau dijodohkan dengan seorang putri adipati yg belum dikenalnya, apalagi di cintainya.
" Sebenarnya perjodohanmu ini atas permintaan kanjeng Gusti Prabhu Wikramawardhana dengan eyangmu dahulu, namun karena anak eyang cuma Romo seorang, sedangkan saat itu, anak Gusti Prabhu kebanyakan, lelaki, maka ia minta kepada anaknya untuk mengambil menantu dari cucu ramanda Brhe Narapati, !" Jelas Mpu Thanda panjang lebar.
" Romo bagaimana kalau perjodohan itu di tolak, !" ucap Wikala tiba tiba.
" Sebenarnya pun Romo enggan menerima nya, karena Romo tidak ingin masuk kembali ke lingkungan keraton, !" jawab Mpu Thanda.
" jadi kenapa Romo mau melanjutkan perjodohan itu, !" tanya Wikala lagi.
" Oleh sebab itu Romo tanyakan kepadamu tentang hubungan mu dengan angger Tantri, kalau angger memang menyukai nya dan ingin menjadi kannya
istri, maka ada alasan Romo untuk membatalkan perjodohanmu,!" ucap Mpu Thanda.
" Sesungguhnya Romo , anakmu ini memang menyukai Tantri, !" jawab Wikala pelan.
" Dan ingin menjadi kannya istri,?" tanya Mpu Thanda.
" Anakmu ini belum memikirkan terlalu jauh untuk berumah tangga, !" jawab Wikala.
" Itulah sulitnya bagi kita sebagai kawula alit, kita harus tunduk kepada sabda pandhita Ratu, !" ujar romonya.
" Maksud Romo, bagaimana ,!" tanya Wikala lagi .
" Selama engkau , masih belum menikah maka titah sang raja adalah suatu keharusan, !" jawab Mpu Thanda lagi.
" Jadi selama ananda belum punya istri , perjodohan itu tetap berlanjut,?" tanya Wikala kepada romonya lagi
Nampak kepala Mpu Thanda mengangguk tanda mengiyakan.
" Dan angger tahu , bahwa kanjeng adipati kahuripan, satu purnama lagi akan dinobatkan sebagai raja menggantikan Prabhu kertawijaya yg telah mangkat,!" jelas Mpu Thanda.
" Kita bertiga diundang datang menghadiri penobatan itu, bukan begitu biyung,?" tanya Mpu Thanda pada istrinya yg sedari tadi diam saja.
Ibunda Wikala pun tampak mengangguk.
" Jadi anakku, apakah yg harus kita katakan kepada Gusti Prabhu jika ia menanyakan persoalan itu,?"tanya Mpu Thanda kepada anaknya.
Wikala nampak diam seribu bahasa , sungguh suatu yg sulit lebih sulit daripada menghadapi Mpu Thula ataupun Biksu Majin.
" ananda tidak dapat memutuskan, biar lah kepada hyang widhi wasa ananda memasrahkan, !" ucap Wikala seakan putus asa akan nasib cintanya .
" anakku Radeksa, angger tidak boleh menyerah, apalagi pasrah selagi Masih ada jalan, kami berdua sebenarnya mendukung hubungan mu dengan angger Tantri, bukan begitu biyung,?" kata Mpu thanda sambil melirik istrinya.
" Benar anakku, kami berdua sangat bahagia apabila anaknya pun bahagia,!" ucap ibunya seakan akan menyemangati Wikala untuk melamar Rara Tantri.
Wikala benar-benar gundah gulana, di satu sisi ia masih belum mau menikah di sisi yg lain ia akan di jodohkan dengan seorang perempuan yg tidak di cintainya namun ia putri seorang raja .
Keesokan harinya di gubuk sawah, Wikala duduk menyendiri, ia tampak termenung, dari kejauhan seorang gadis berlari lari kecil, ke arah nya.
" kakang sudah lama menunggu,?" tanya Tantri ketika sudah berada di gubuk.
" ehhh, ah, apa tadi ,?" tanya Wikala yg tidak mendengar pertanyaan Tantri.
" Ahh, ndak ada siaran ulangan , !" jawab Tantri.
" yaa, maaf namanya juga nggak dengar, !" balas Wikala.
" ehh, kang bagaimana kalau kita jalan jalan ,?" pinta Tantri
" kemana ,?" balik Wikala bertanya.
" ke lereng selatan ,!" jelas Tantri.
" emang ada apa di sana ,?" tanya Wikala lagi.
" ada air terjun, yg airnya sangat jernih, dan lokasinya, indah,!" jawab Tantri.
" baiklah, ayo kita berangkat,!" kata Wikala.
Lokasinya tidak terlalu jauh kedua muda mudi berjalan sambil berpegangan tangan , keduanya tampak tersenyum,seakan akan dunia ini milik mereka berdua, yg lain cuma numpang.
******
Sedangkan di keraton Majapahit nampak ,kesibukan yg luar biasa guna penobatan Gusti Prabhu ,yg akan dilaksanakan sebentar lagi.
Dan di ruangan dalam keraton tampaklah Gusti Prabhu Rajasawardhana, tengah duduk di dampingj oleh istrinya Sri prameswari raden ayu dyah Manggala wardhani atau lebih di kenal sebagai Bhre Tanjungpura.
Mereka dikelilingi oleh putra putrinya,yaitu , dyah Samara wijaya, dyah karana wijaya ,dyah Rana wijaya dan dyah ayu ratna parangkawuni wardhani ( fiktif).
" Anak- anakku semua, sebentar lagi ramandamu akan dinobatkan sebagai raja Majapahit yg kesembilan, kuharapkan kalian dapat hadir semua beserta anak dan istri disini ,!' titah sang Prabhu.
" Dan khusus buat putri ku dyah parangkawuni ada kejutan buatmu, !" ucap Sang Prabhu lagi.
Keadaan hening tiada yg berani berkata, mereka para putra dan putri nampak menunduk kan kepala.
Hingga ketika sang putri kedathon , berkata , " gerangan apa kiranya kejutan untuk hamba, ramanda Prabhu, ?" tanyanya sambil menjura hormat kepada Prabhu Rajasawardhana.
" Diantara anak-anakku, cuma engkau yg masih belum mempunyai sisihan atau suami, nanti tepatnya saat penobatan, engkau akan ramanda jodohkan, dan secepatnya segera dinikahkan, !"terdengar suara Sang Prabhu berkata penuh wibawa.
" Ampunkan hamba ramanda Prabhu, ananda belum bersedia untuk menikah,!" ujar sang putri agak gusar.
" Apakah sebabnya dirimu belum mau menikah, sementara umurmu sudah lebih dari cukup,!" berkata Sang Prabhu dengan nada berat.
" ampun kan hamba ramanda Prabhu, sesungguhnya ananda ingin memiliki seorang suami , yg benar- benar ananda kenal, dan ananda cintai,!" kata sang putri lagi.
" ananda dyah parangkawuni, adakah kiranya seorang pangeran yg telah mengisi hatimu, yg mungkin ramandamu ini belum mengetahui, ?" tanya Sang Prabhu kepada putri semata wayangnya.
" Sesungguhnya belum ada ramanda Prabhu, !" ucap putri parangkawuni lagi.
" Kalau tidak ada, berarti tidak ada alasan mu untuk menolak jodoh yg akan ramanda berikan kepadamu,!" ucap Sang Prabhu lanjut,
" Sungguh sudah menjadi suatu tradisi keraton , untuk menerima perjodohan , baik suka atau tidak suka, !" titah Sang Prabhu
" Seperti ramandamu dengan ibundamu, juga menikah dengan perjodohan keraton,!" tutur Sang Prabhu.
Nampak kepala putri dyah ayu ratna parangkawuni wardhani menunduk semakin dalam, ia memang memahami tradisi keraton seperti itu, tetapi di hatinya telah tertambat pada seorang pemuda yg baru pertama kali di temuinya, rasa cinta pada pandangan pertama.
Namun ia tidak mengetahui namanya dan berasal dari mana, masih hidup atau kah telah mati.
" Dan khusus kali ini, karena ananda parangkawuni putri ramanda satu- satunya, jika memang punya pilihan lain,ramanda restui bila secepatnya datang menghadap dan melamar ananda,!" ucap Sang Prabhu lagi,
" Namun bila sampai saat penobatan nanti, tidak ada maka nanda harus menerima jodoh dari ramanda, karena sesungguhnya ramanda akan menempatkan ananda di pamotan,!" terang Gusti Prabhu Rajasawardhana.
Air muka putri ratna parangkawuni nampak keruh sekali- kali di pandanginya wajah shri parameswari ibundanya.
Setelah pertemuan itu selesai, seluruh putra putri Prabhu Rajasawardhana kembali ke bilik masing-masing.
Adalah dyah ayu ratna parangkawuni tidak ke biliknya di kaputren melainkan kekamar ibundanya.
" ibunda, ananda bingung harus memulai dari mana ,!" katanya kepada ibundanya setelah masuk dan duduk dekat ibundanya.
" maksud ananda ayu, bagaimana, ?" tanya ibundanya yg tidak kalah bingung nya.
" maafkan ananda ibunda, sesungguhnya hamba telah menyukai seorang pemuda, !" ucap dyah ayu ratna parangkawuni agak malu.
" hhehh, siapa pemuda itu,!" tanya ibundanya agak meninggi.
" Itulah, yg ananda bingung, nanda cuma bertemu sekali, dan tidak tahu dan tempat tinggalnya,!" lanjut dyah ayu parangkawuni.
" anehh, !" seru ibundanya sambil geleng- kepala.
" memang aneh ibunda, akan tetapi dia lah yg telah menyelamatkan ku ketika akan di culik oleh Mpu cabul, waktu itu, !" ujar sang putri.
" mungkin pamanmu tahu nama dan tempat tinggalnya, !" seru ibundanya kepada sang putri.
Karena shri parameswari tahu saat sang putri akan di culik ia dikawal oleh tumenggung singha wara yg merupakan adik nya.
" wah , ibunda memang pintar,!" seru Sang putri seraya menciumi ibunya berkali- kali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Arun Bae
nyimak mudah"an seru
2022-03-29
1
Andre Oetomo
semangat....semangat...
2022-03-18
0
arin
masih nyimak
yg komen pada kemna ya
2022-03-15
2