Setelah dua hari di Puncak merbabu,bercengkrama dengan adik terkasihnya Larasati,serta bertemu dengan gurunya Mpu Barada.
Wikala mohon pamit untuk melaksanakan perintah gurunya sebagai utusan Mpu Barada dalam perang tanding di Puncak Merapi.
Segera ia bergegas ke lereng gunung Lawu guna menemui Bergola wutho atau berjuluk Hantu Kali mayit.
Yg telah mengangkat Wikala sebagai gurunya ,akibat sang Hantu kalah bertarung di hutan , Kali mayit.
Perjalanan dari Merbabu ke gunung Lawu lumayan jauh ,namun menggunakan aji wisnu kencana dialasi aji mega mendung,
Wikala sebentar saja telah sampai dikaki gunung Lawu.
Setelah bertanya kepada salah seorang petani,dimana letak desa anon,
segera lah Wikala,melangkahkan kakinya mengarah kepada yg ditunjuk petani tsb.
Sampai di desa anon Wikala bertanya dimana rumah Bergola wutho.Ternyata rumah sang Hantu Kali mayit ini berada diujung desa ditepi hutan.
Didepan sebuah rumah Wikala pun memanggil nama Bergola wutho.Yg dipanggil tergopoh gopoh keluar rumah.
" Ada gerangan apakah guru datang menemui hamba?" tanya Bergola wutho pelan.
"Saya butuh pertolonganmu aryo bor bor!"tandas Wikala singkat.
"Eh keperluan apa itu guru,oh ya sebelumnya,mari silahkan masuk guru,kita bicara didalam!" ajak Bergola wutho.
"Nyi ,buatkan minum guruku ini!" perintah nya istrinya.
Setelah duduk kemudian Wikala menceritakan keperluannnya kepada Bergola wutho yg dipanggilnya sebagai aryo bor bor.
Aryo bor bor mendengarkan dengan seksama seraya berkata,"jadi murid sebagai saksi apabila perang tanding nanti,guru tewas atau trluka?" tanyanya.
" Begitulah selain saksi juga apa bila diperlukan dapat menghentikan perang tanding tsb bila ada kecurangan,!" jelas Wikala.
"Cukup berat tugasku, tapi murid sanggup!" kata aryo bor bor mantap.
"Bagus itulah yg kuharapkan!"ujar Wikala.
Beberapa hari di desa anon sambil memberikan sedikit petunjuk kepada aryo bor bor tentang peningkatan ilmu tenaga dalam nya.Maka mereka berdua pun berangkat menuju Merapi.
Sesampainya di Puncak Merapi sebelah Timur,tepatnya dipadepokan Mpu Sada tampak sudah ramai.
Sebenarnya lah bahwa perang tanding antara jago jago pulau jawa melawan jago jago negeri tiongkok ini sudah tersebar ke pelosok nusantara,hingga banyak yg berdatangan guna menyaksikan sesuatu yg mendebarkan.
Akankah jago dari nusantara sanggup mengalahkan jago dari tiongkok.
Tiga hari sebelum purnama berkumpullah para jago nusantara disebuah ruang didalam padepokan.
Mereka adalah,Mpu Sada selaku pemimpin,sekaligus tuan rumah.
Kemudian Nyai Dewi putrani wijaya dari Pulau nusakambangan bagian selatan.Dari barat Ki buyut lengkara berasal puncak Ceremai, dari timur Resi Begawan mahameru,di puncak semeru.Dan dari utara ada Mpu Tela mahalaya.
Sementara Wikala yg memperkenalkan diri sebagai putra daha mewakili dari tengah sbg wakil Mpu Barada yg berada di Merbabu.
Kelima tokoh silat kelas wahid ini semuanya sudah berusia lanjut kecuali Wikala.
Rata rata berusia diatas 60 tahun.Karena
mereka semua sepantaran dengan Mpu Barada dan bre Narapati eyang Wikala.
Jadi diantara tokoh-tokoh silat ini ada yg menganggap Wikala tidak layak untuk ikut serta,mengingat tokoh-tokoh dari tiongkok pun sudah tua namun mempunyai kesaktian luarbiasa.
Diantara yg tidak suka terhadap Wikala adalah ki buyut lengkara, Mpu Tela mahalaya,dan Nyai Dewi putrani wijaya,hanya Resi Begawan mahameru dan Mpu Sada lah yg suka atas kehadiran Wikala.
Karena mereka faham betul siapa Mpu Barada,yg telah mengirim muridnya itu.
Para tokoh golongan tua ini juga heran atas kehadiran Hantu Kali mayit yg mengaku sebagai muridnya,masalahnya selain rampok sang murid tsb sudah paruh baya,dibanding Wikala yg masih muda.
Wikala tidak ambil pusing atas semua itu,sembari menunggu pertarungan ia menyempatkan diri bersemadi di bawah penjagaan aryo bor bor (Hantu Kali mayit.
Sehari lagi menjelang pertarungan,tokoh tokoh dari negeri tiongkok datang,mereka .
Terdiri dari biksu Majin sebagai pemimpin,didampingi sutenya (adik seperguruan) Luanjin, Xia Xuan xe SI golok emas, Lin ching shia si pedang wangi,dan Kim lan pei si ruyung sakti.
Sementara Luanjin yg berjuluk si Toya dewa adalah guru Shaolin yg mendidik keluarga kaisar .
Selamat datang para pendekar semuanya,maafkan atas penerimaan kami yg kurang berkenan,dan kepada para pendekar kami persilahkan beristrahat di sebelah Kiri padepokan nanti cantrik kami mengantarkannya,"sambut Mpu Sada selaku tuan rumah.
"Amithaba,kami selaku tamu disini mengucapkan ribuan terimakasih atas sambutan ini,dan maafkanlah bila ada kesilapan,kelakuan kami!'' jawab biksu Majin selaku pemimpin rombongan dari tiongkok.
Keesokan paginya ,berkumpullah seluruh tokoh-tokoh wahid dunia persilatan dari tiongkok dan jawa.
Mereka bersepakat untuk membuat aturan dalam perang tanding itu.
Aturan pertama bahwa perang tanding ini bukan sampai mati,tetapi apabila lawan mati saat pertarungan itu dapat dimaklumkan.Yg kedua bila salah seorang telah memenangkan pertandingan ia dapat beristrahat beberapa saat kecuali ia masih kuat ia segera melakukan pertandingan selanjutnya, yg ketiga pihak luar tidak boleh memberikan bantuan kepada pihak yg bertanding.
Setelah disepakati oleh kedua belah pihak maka para tokoh tokoh silat semuanya berkumpul dengan kelompoknya,masing-masing.
Tokoh-tokoh dari tiongkok berkumpul di sebelah Kiri padepokan.Mereka bermusyawarah siapa yg pertama turun nanti malam.
Demikian pula tokoh-tokoh, dari jawa,ternyata mereka menurunkan tokoh-tokoh tua untuk pertama bertarung,sedangkan Wikala diturunkan terakhir,karena dianggap masih anak bawang.Bagi Wikala sendiri itu tidak masalah.
Tibalah saatnya ketika sang surya beranjak keperaduannya,diganti sang dewi malam yg lembutnya sinarnya.
Di depan padepokan di sebuah panggungan tampak duduk para tokoh tokoh silat kelas wahid dunia persilatan.
Setelah dibacakan aturan pertandingan,disebutkanlah pendekar pertama yg turun dari tanah jawa adalah Nyai Dewi putrani wijaya,si selendang maut,sedangkan dari tiongkok pendekar pedang wangi Lin ching shia,yg juga perempuan paruh baya namun masih cantik dengan rambut diikat pita panjang warna biru langit.
Kedua orang tsb langsung berhadapan di tanah lapang didepan panggungan,yg diterangi cahya bulan.
Sejenak keduanya pun mulai bergerak untuk menyerang.Yg pertama kali menyerang adalah Nyai Dewi, segera tangannya bergerak lurus ke wajah pendekar Lin,
Pendekar Lin berkelit kesamping seraya mengirim kan tendangan kearah pinggul Nyai Dewi,buru buru Nyai Dewi menarik pukulannya dan segera mamapak pukulan pendekar Lin dengan tangan kirinya.
Kemudian pertarungan tangan kosong itu menjadi seru , dengan mengandalkan tenaga dalam nya Nyai Dewi berhasil mendesak pendekar Lin dengan sebuah tendangan memutar .Pendekar Lin yg terlambat menghindar,hanya mampu memalangkan kedua tangannya untuk menangkis.
"Dekhh!"bunyi tendangan Nyai Dewi terkena tangan Pendekar Lin.
Tampak Pendekar Lin surut dua langkah kebelakang.
"*******" umpat Pendekar Lin.Sambil bersalto dua kebelakang ,tampak ditangan pendekar Lin tergenggam sebuah pedang, Inilah pedang wangi yg tersohor di tiongkok.
"Terima serangan!" teriak Pendekar Lin,segera melompat Nyai Dewi putrani,siselendang maut ini tidak mau ayal segera dilolosnya selendang maut kebanggaanya itu ,entah sudah berapa banyak nyawa melayang akibat selendang tsb.
Dengan menggunakan senjata terlihat pertarungan semakin seru,sebenarnyalah bahwa Nyai Dewi unggul tenaga dalam namun kalah dalam kecepatan. Berkali kali ujung selendang nya mematuk kearah tubuh Pendekar Lin, namun masih belum satupun yg mengenai . Demikian pun pendekar Lin dengan ginkang ( peringan tubuh) yg tinggi namun belum satupun pedangnya mampu membongkar pertahanan Nyai Dewi.
Kedua pendekar ini saling ungkih ,saling serang sampai pada tataran tertinggi ilmu masing2.
Puncaknya ketika Pendekar Lin mengeluarkan jurus andalannya yg membuat geger dunia persilatan tiongkok yaitu jurus Badai angin gurun,tampaklah Nyai Dewi terdesak hebat.Padahal Nyai Dewi sudah mengeluarkan ajian pacar wutahnya namun masih saja terdesak.
Pendekar Lin melihat kelemahan Nyai Dewi yaitu ilmu peringan tubuh nya masih dibawahnya segera melibat Nyai Dewi dalam pertarungan jarak ,sehingga Nyai Dewi benar-benar kerepotan apalagi senjatanya kurang berguna untuk pertarungan rapat.Sementara pendekar Lin bergerak laksana bayangan dipadukan aroma wangi yg keluar dari pedangnya.Membuat Nyai Dewi pusing seperti orang mabuk padahal ia telah mengeluarkan ajian pacar wutahnya ketingkat tertinggi.
Pada jurus yg keseratus,jurus Badai angin gurun mampu memotong selendang maut Nyai Dewi disertai pukulan telak didada Nyai Dewi hingga melontarkannya sejauh lima tombak kebelakang.Nyai Dewi jatuh pingsan dan segera ditolong muridnya Eka ayu untari.
pertandingan pun berakhir dengan kemenangan pendekar Lin. Haripun beranjak pagi.
Saat sang Surya mulai bersinar nampak Pendekar Lin sudah bersiap kembali.Dan dari Pendekar tanah jawa segera melompat ki buyut lengkara dari gunung Ceremai.Ki buyut lengkara yg berjuluk Trisula kembar dari barat langsung mengeluarkan senjata andalannya yaitu trisula.
"Haiya,orang tanah jawa ,ilmu ginkangnya lemah!" berbisik biksu Majin kepada sutenya biksu Luanjin,"betul,suheng,ini si lengkala ini pun demikian,tidak seperti, balada dan Nalapati,saat beltemu kita bebelapa puluh tahun yg lalu!" terang Biksu Luanjin.
"Betul,betul,kemana mereka sekarang,mengapa tidak ada disini?" tanya Biksu Majin kepada sutenya.
" Yg kudengal kalo Nalapati sudah mampus, sedangkan Balada masih hidup tapi tidakmau turut campul dunia pelsilatan!"terang Biksu Luanjin dengan nada benci terhadap kedua tokoh tsb.
Kembali kepada kedua pendekar yg saling berhadapan.Ki buyut lengkara menatap lekat kearah Pendekar Lin,seraya berkata "saya harap saudari Lin benar benar sudah bugar setelah beristrahat tadi!"
"Saya benar benar sudah siap" terang Pendekar Lin sambil mengangguk hormat seraya memalangkan tangan kirinya di depan dada.
"Baiklah kalau begitu,terima serangan!" ucap ki buyut lengkara memulai pertarungan,ki buyut lengkara langsung masuk pada tataran tertinggi ilmu nya karena Pendekar Lin sudah pada tataran itu dan menggenggam pedang.
Berkesiuranlah suara angin serangan trisula kembar,ki buyut lengkara.
Kini ki buyut lengkara yg melibat Pendekar Lin dalam pertarungan jarak rapat karena trisula nya lebih pendek,dan juga ajiannya aji tapak Liman.
Pendekar Lin memang sudah bertanding dengan Nyai Dewi,tentu saja tenaga nya sudah berkurang ditambah lagi yg dihadapinya seorang linuwih dari tanah jawa yaitu ki buyut lengkara.Maka tidak sampai duapuluh jurus ia terdesak hebat hingga sebuah tendangan berisi ajian tapak liman mendarat di punggungnya hingga melemparkannya sepuluh batang tombak.Ia muntah darah kental berwarna hitam, kemudian ia pingsan segera muridnya menghampirinya.
"Suhu,suhu,suhu,!"sambil menggoyangkan,tubuhnya.Sangmurid menangis melihat keadaan gurunya. Segera anggota kelompok dari tiongkok mengangkat tubuh Pendekar Lin dibawa kebelakang panggungan untuk di obati.
Didepan panggungan tampak ki buyut lengkara berdiri dengan menyilangkan kedua trisulanya.Sedangkan dari barisan pendekar tiongkok segera melesat dgn cepat pendekar Kim lan pei,si ruyung sakti.
Sambil menjura hormat dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya memegang ruyung nya.
" kuhalap ki buyut sudah bisa bertalung kembali!"dengan aksen chinanya berkata pendekar Kim.
"Sudah,saya sudah siap pendekar Kim!" jawab ki buyut.
" Baiklah telima selangan," ucap pendekar Kim seraya memainkan ruyung nya,mendapat serangan senjata ruyung ki buyut melompat mundur dua tombak seraya berpikir, ehmm,senjata aneh ,. katanya dalam hati.
"Jangan lali' teriak Pendekar Kim.
"Siapa yg lari!" balas ki buyut.
"Lu mao lali" jawab pendekar.
Tanpa mau berdebat lebih lama segera ki buyut melibat Pendekar Kim dengan pengerahan ajian tapak liman miliknya,bunyi kesiuran trisula miliknya bagaikan tembang tembang kematian.
Merasa lawan langsung pada titik tertinggi pengerahan ilmunya pendekar Kim pun langsung tancap gas dengan menggunakan jurus si rase terbang ,gerakannya cepat, memutari tubuh ki buyut,terkadang ruyung kebanggaanya di lepas dan ditarik kembali seperti senjata boomerang.
Sebenarnya pertarungan keduanya,seimbang akan tetapi dalam faktor kecepatan lagi lagi pendekar dari jawa,kalah.
Hal inilah yg digunakan pendekar Kim,saat pertarungan memasuki jurus kedua ratus ketika sang mentari mulai condong ke barat,sebuah patukan ruyung pendekar Kim mendarat di pundak ki buyut.
Tampak darah mengucur dari Luka trsebut.Walaupun trluka ki buyut makin garang , hingga sebuah tendangan mampir di perut pendekar Kim.
"Heekkh" teriak Pendekar Kim
"****** kau" teriak ki buyut mengejar Pendekar Kim dengan trisula nya.
Pendekar Kim yg belum siap segera berjudi dengan keputusannya,dengan mengerahkan ginkangnya ia melompat keatas seraya memukulkan ruyung ke tubuh ki buyut.
Ki buyut terlambat, pukulan ruyung tersebut mendarat telak di punggungnya,tak ayal tubuhnya jatuh,tidak bangun lagi,ia pingsan.
Pertarungan di menangkan pendekar Kim.hari pun telah gelap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
John Singgih
Ki buyut tumbang
2022-08-26
1
Andrias Sigit Prayoga
episode 1 ada dmn thor
2022-08-05
0
Raras Titi
upp
2022-06-05
1