episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga

Setelah kemenangan Pendekar Kim lan pei,berarti sudah dua orang tokoh silat dari jawa yg tumbang, yaitu Nyai Dewi putrani dari selatan dan ki buyut lengkara dari barat sementara,Dari negri tiongkok baru satu yg tumbang, yaitu pendekar Lin Ching shia si pedang wangi.

Saat sang rembulan mulai menampakkan wajahnya,saat Pendekar Kim selesai dari semedinya guna memulihkan kondisinya,yg di bantu Biksu Majin.

Ia kembali ke gelanggang pertarungan.Dengan menenteng ruyungnya.

Dari pihak tanah jawa melompatlah Mpu Tela mahalaya dengan ringannya ia mendarat di tanah,seraya berujar, saya kira pendekar Kim dapat melanjutkan pertarungan!"ucapnya.

"Saya siap !" jawab pendekar Kim.

"Baiklah kalau begitu", segera Mpu Tela mahalaya merapal ajian waringin sungsang miliknya,dan segera melontarkannya kearah Pendekar Kim.

" Boooump" suara ledakan terdengar Dari pukulan itu dan mengenai sebuah pohon dan tumbang seketika.

"Haiyaa," teriak Pendekar Kim, gila ilmu olang ini saya musti belhati hati, pikirnya dalam hati.

" Ciiaaaat!" teriak Pendekar Kim menerjang Mpu Tela ,ia segera melibat pertarungan jarak dekat .

Akan tetapi bagi Mpu Tela mahalaya semua serangan si ruyung sakti ini dapat di mentahkan dengan mudah.

Akhirnya Mpu Tela nampak diatas angin Pendekar Kim hanya mampu berloncat loncatan menghindari serangan Mpu Tela.

Tidak sampai lima puluh jurus,satu pukulan ajian waringin sungsang mendarat telak didada Pendekar Kim

menyebabkan ia jatuh terjerambab dan langsung tewas,dua orang muridnya segera mengangkatnya,

" Suhuuu!" teriak keduanya berbarengan setelah mengetahui gurunya telah tewas.

Menjelang fajar menyingsing ,setelah beristrahat sejenak Mpu Tela segera ke depan panggungan kembali.Sementara fihak dari tiongkok segera datang Pendekar Xia Xuan xe SI golok emas.

" Saya harap Mpu mengeluarkan senjata,karena saya akan menggunakan golok ini !" pinta Pendekar Xia kepada Mpu Tela.

" Saya tidak akan menggunakan senjata,saya percaya dengan kedua tangan ini!" ucap Mpu Tela seraya mengepalkan kedua tangannya.

" Baiklah kalau begitu,jangan salahkan saya jika Mpu akan terbabat golok saya ini "ucap Pendekar Xia.

" Cepatlah,tidak usah banyak omong,biar kukirim engkau ke neraka !" dengan sombongnya Mpu Tela berkata.

Mengetahui kehebatan ilmu waringin sungsang dan mengetahui tataran lweekang ( tenaga dalam) maka Pendekar Xia mengeluarkan jurus andalannya jurus golok emas sinar keabadian.

Pertarungan pun terjadi dengan banyaknya pukulan tenaga dalam yg dialasi oleh ajian masing-masing

Saat saat pertama , nampak Pendekar Xia terdesak ,ia hanya berlompatan tidak mampu membalas serangan Mpu Tela, namun ketika matahari mulai naik keubun ubun,perobahan terjadi, Mpu Tela nampak kesulitan ,akibat golok emas bersinar terang .

Beberapa kali jual beli pukulan terjadi ketika pukulan ajian waringin sungsang dilancarkan oleh Mpu Tela, kemudian dibalas dengan jurus golok emas sinar keabadian,selarik cahaya kuning emas berbenturan dengan cahaya biru kehijauan milik Mpu Tela.

Tanah ditempat itu sudah berlobang lobang terhantam kedua pukulan itu.

Dengan gesitnya Pendekar Xia mengeluarkan jurus elang terbang mengangkasa.

Benar-benar Mpu Tela kerepotan di buat nya hingga ia harus mencabut pedangnya,pedang iblis maut.

Sebenarnya Mpu Tela sungkan untuk mengeluarkan pedang iblis maut yg berwarna kehitaman dan beraroma busuk.,karena pedang ini membawa aura negatif bagi pemegang itulah sebabnya Mpu Tela malas mengeluarkannya, tapi karena terdesak di buat Pendekar Xia si golok emas mau tidak mau ia harus dapat mengalahkan Pendekar dari tiongkok ini.

Perubahan terjadi kembali,setelah Mpu Tela mengeluarkan pedang iblis maut, pertarungan nampak seimbang.

Hanya seperti biasa Pendekar dari jawa kalah dalam hal ilmu meringankan tubuh dan menang soal tenaga dalam.

Akan tetapi dalam semua hal kecerdikan memang diperlukan, demikian pula Pendekar Xia ketika sang mentari bergeser ke barat ,ia mengambil posisi membelakangi matahari hingga Mpu Tela menghadap langsung kearah matahari.

Tampak Mpu Tela harus menyipitkan matanya untuk melihat lawannya.Kesempatan ini tidak disia siakan Pendekar Xia dengan sambil terus memutar pedangnya layaknya kitiran hingga membuat pandangan mata Mpu Tela kabur.

Tangan kirinya mengirimkan pukulan jurus golok emas sinar keabadian tanpa terbendung lagi pukulan itu menghantam Mpu Tela tepat di kepalanya, menyebabkan jago dari utara meregang nyawa dengan kepala hancur .Dua orang muridnya menghampiri tubuh sang guru tanpa kepala lagi.Kedua murid Mpu Tela memandang kearah Pendekar Xia dengan sorot mata kebencian,Mereka segera membopong tubuh gurunya itu dan pamitan kepada Mpu Sada selaku tuan rumah untuk segera pulang dan akan segera menguburkan mayat gurunya itu di tempat asalnya gunung Telomoyo sebelah utara gunung Merapi.

Kembali ke pertarungan selanjutnya, sungguh Pendekar Xia si golok emas ini memang terkuras tenaganya,hingga harus memulihkan kondisi cukup lama, sehingga malam itu tidak ada pertarungan.

Keesokan paginya barulah Pendekar Xia siap untuk pertarungan selanjutnya,dimana posisi Pendekar tanah jawa tinggal dua sedangkan pendekar tiongkok masih ada tiga.

Maka untuk mengahadapi Pendekar Xia yg turun dari tanah jawa,ialah Resi Begawan mahameru, tokoh sakti yg sudah sangat tua dari gunung Semeru.

Tokoh tua ini sangat sakti dan sangat diandalkan di pulau jawa.

Dengan santainya Resi Begawan mahameru turun dari panggungan dan langsung berhadapan dengan Pendekar Xia si golok emas.

" Maaf Resi ,saya mohon menggunakan senjata!" ujar Pendekar Xia,

"Sungguh saya sudah terlalu tua untuk bermain main dengan senjata!"ucap Resi Begawan mahameru pelan.

"Terseralah Resi,jangan salahkan saya bila golok ini mampir di tubuh Resi!" jelas Pendekar Xia,seraya memutar golok nya.

"Ciiaaaat!' Pendekar Xia menyerang dengan goloknya mengarah ke leher Resi Begawan mahameru.Namun sulit dipercaya golok yg mengarah keleher itu tiba tiba sudah dijepit dua jari tangan Resi Begawan mahameru dan selanjutnya golok itu patah jadi dua,dipotong oleh dua jari tsb.

Pendekar Xia terkejut bukan kepalang golok emas yg sangat dibanggakannya itu patah jadi dua.Resi Begawan mahameru diam saja menyaksikan tingkah Pendekar Xia andaikata ia mau tentu Pendekar Xia sudah dapat dipukulnya.

Merasa kalah, Pendekar Xia segera menyerang membabi buta dengan jurus golok emas sinar keabadian,dan jurus elang terbang mengangkasa. Tetapi serangan itu tiada ada arti sampai Pendekar Xia kelelahan sendiri, akhirnya satu pukulan menotok mendarat di pundak nya membuatnya jatuh tidak berdaya.

Memang Resi Begawan mahameru tidak mau membunuh lawannya apalagi lawannya masih jauh dibawahnya.

Melihat hal itu Biksu Luanjin geram,dan berkata kepada suhengnya(kakak seperguruan) Biksu Majin,"bial kuhabisi situa kepalat itu suheng!" ucapnya.

" Hati hati sute,kulihat si wekaz ini sudah sangat tinggi ilmunya,baik ginkang dan lweekang nya!"ujar Biksu Majin.

Mereka berdua kemudian teringat berpuluh tahun yg lalu ketika terjadi perang tanding antara tokoh- silat dari tiongkok dan jawa,resi Begawan mahameru yg kala itu masih jadi prajurit Majapahit,dan bernama wekaz mampu dikalahkan Biksu Luanjin.

Mengingat hal itu Biksu Luanjin yakin mampu mengalahkan Resi Begawan mahameru.

"Amithaba, haiyaa,beltemu kembali saudaLa wekaz, kudengal sekalang sudah menjadi lesi!" ucap Biksu Luanjin sambil menjura hormat.

"Heh, Selamat datang di pulau jawa kembali Luanjin, kudengar sekarang sebagai guru di istana kaisar!" balas Resi Begawan mahameru.

Basa basi keduanya berlanjut, sampai Biksu Luanjin bertanya,'' tapi kulihat disini tidak ada balada dan nalapati ?"

" Kalau Barada Masih ada tapi sudah menjauhi keduniawian, sedangkan Narapati sudah meninggal!" jawab Resi Begawan mahameru.

"Haiyaa,belalti lu sendilian guna menghadapi kami beldua!" tukas Biksu Luanjin.

" Tidak masalah,yg penting bagiku adalah menjamu tamu yg datang kerumah kami!" lanjut Resi Begawan mahameru.

" Lu yakin akan menghadapi kami?"tanya Biksu Luanjin lagi.

" Menang atau kalah adalah takdir yg penting kita berusaha,!" jawab Resi Begawan mahameru.

"Wekaz,dali jawabanmu kau pesimis untuk bisa menang!" tukas Biksu Luanjin

"Terserahlah apa katamu,menang atau kalah hyang widhi wasa yg menentukan!" jelas Resi Begawan mahameru.

" Kau kuminta memakai senjata karena aku akan menggunakan toyaku ini,jadi aku ingin kau melawan dengan senjata,jangan nanti aku menggebukmu. sepelti anjing hutan,kalena kau tidak menggunakan senjata!" pinta Biksu Luanjin dengan sombongnya.

" Baiklah aku akan menggunakan senjata!" jawab Resi Begawan mahameru.Kemudian ia meminta kepada muridnya untuk membawakan senjata.Tampaklah seorang pemuda yg berwajah rupawan membawakan sebuah tombak.

Karena Resi Begawan mahameru tahu kehebatan Biksu Luanjin rasanya tidak mungkin melawan Biksu Shaolin dengan tangan kosong.

Dahulu saja Resi Begawan mahameru menggunakan senjata kalah melawan Biksu Luanjin.

Terpopuler

Comments

John Singgih

John Singgih

bertemunya kembali antara dua seteru lama

2022-08-26

1

Raras Titi

Raras Titi

lanjut

2022-06-05

1

Raras Titi

Raras Titi

josss

2022-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!