Setelah kemenangan Pendekar Kim lan pei,berarti sudah dua orang tokoh silat dari jawa yg tumbang, yaitu Nyai Dewi putrani dari selatan dan ki buyut lengkara dari barat sementara,Dari negri tiongkok baru satu yg tumbang, yaitu pendekar Lin Ching shia si pedang wangi.
Saat sang rembulan mulai menampakkan wajahnya,saat Pendekar Kim selesai dari semedinya guna memulihkan kondisinya,yg di bantu Biksu Majin.
Ia kembali ke gelanggang pertarungan.Dengan menenteng ruyungnya.
Dari pihak tanah jawa melompatlah Mpu Tela mahalaya dengan ringannya ia mendarat di tanah,seraya berujar, saya kira pendekar Kim dapat melanjutkan pertarungan!"ucapnya.
"Saya siap !" jawab pendekar Kim.
"Baiklah kalau begitu", segera Mpu Tela mahalaya merapal ajian waringin sungsang miliknya,dan segera melontarkannya kearah Pendekar Kim.
" Boooump" suara ledakan terdengar Dari pukulan itu dan mengenai sebuah pohon dan tumbang seketika.
"Haiyaa," teriak Pendekar Kim, gila ilmu olang ini saya musti belhati hati, pikirnya dalam hati.
" Ciiaaaat!" teriak Pendekar Kim menerjang Mpu Tela ,ia segera melibat pertarungan jarak dekat .
Akan tetapi bagi Mpu Tela mahalaya semua serangan si ruyung sakti ini dapat di mentahkan dengan mudah.
Akhirnya Mpu Tela nampak diatas angin Pendekar Kim hanya mampu berloncat loncatan menghindari serangan Mpu Tela.
Tidak sampai lima puluh jurus,satu pukulan ajian waringin sungsang mendarat telak didada Pendekar Kim
menyebabkan ia jatuh terjerambab dan langsung tewas,dua orang muridnya segera mengangkatnya,
" Suhuuu!" teriak keduanya berbarengan setelah mengetahui gurunya telah tewas.
Menjelang fajar menyingsing ,setelah beristrahat sejenak Mpu Tela segera ke depan panggungan kembali.Sementara fihak dari tiongkok segera datang Pendekar Xia Xuan xe SI golok emas.
" Saya harap Mpu mengeluarkan senjata,karena saya akan menggunakan golok ini !" pinta Pendekar Xia kepada Mpu Tela.
" Saya tidak akan menggunakan senjata,saya percaya dengan kedua tangan ini!" ucap Mpu Tela seraya mengepalkan kedua tangannya.
" Baiklah kalau begitu,jangan salahkan saya jika Mpu akan terbabat golok saya ini "ucap Pendekar Xia.
" Cepatlah,tidak usah banyak omong,biar kukirim engkau ke neraka !" dengan sombongnya Mpu Tela berkata.
Mengetahui kehebatan ilmu waringin sungsang dan mengetahui tataran lweekang ( tenaga dalam) maka Pendekar Xia mengeluarkan jurus andalannya jurus golok emas sinar keabadian.
Pertarungan pun terjadi dengan banyaknya pukulan tenaga dalam yg dialasi oleh ajian masing-masing
Saat saat pertama , nampak Pendekar Xia terdesak ,ia hanya berlompatan tidak mampu membalas serangan Mpu Tela, namun ketika matahari mulai naik keubun ubun,perobahan terjadi, Mpu Tela nampak kesulitan ,akibat golok emas bersinar terang .
Beberapa kali jual beli pukulan terjadi ketika pukulan ajian waringin sungsang dilancarkan oleh Mpu Tela, kemudian dibalas dengan jurus golok emas sinar keabadian,selarik cahaya kuning emas berbenturan dengan cahaya biru kehijauan milik Mpu Tela.
Tanah ditempat itu sudah berlobang lobang terhantam kedua pukulan itu.
Dengan gesitnya Pendekar Xia mengeluarkan jurus elang terbang mengangkasa.
Benar-benar Mpu Tela kerepotan di buat nya hingga ia harus mencabut pedangnya,pedang iblis maut.
Sebenarnya Mpu Tela sungkan untuk mengeluarkan pedang iblis maut yg berwarna kehitaman dan beraroma busuk.,karena pedang ini membawa aura negatif bagi pemegang itulah sebabnya Mpu Tela malas mengeluarkannya, tapi karena terdesak di buat Pendekar Xia si golok emas mau tidak mau ia harus dapat mengalahkan Pendekar dari tiongkok ini.
Perubahan terjadi kembali,setelah Mpu Tela mengeluarkan pedang iblis maut, pertarungan nampak seimbang.
Hanya seperti biasa Pendekar dari jawa kalah dalam hal ilmu meringankan tubuh dan menang soal tenaga dalam.
Akan tetapi dalam semua hal kecerdikan memang diperlukan, demikian pula Pendekar Xia ketika sang mentari bergeser ke barat ,ia mengambil posisi membelakangi matahari hingga Mpu Tela menghadap langsung kearah matahari.
Tampak Mpu Tela harus menyipitkan matanya untuk melihat lawannya.Kesempatan ini tidak disia siakan Pendekar Xia dengan sambil terus memutar pedangnya layaknya kitiran hingga membuat pandangan mata Mpu Tela kabur.
Tangan kirinya mengirimkan pukulan jurus golok emas sinar keabadian tanpa terbendung lagi pukulan itu menghantam Mpu Tela tepat di kepalanya, menyebabkan jago dari utara meregang nyawa dengan kepala hancur .Dua orang muridnya menghampiri tubuh sang guru tanpa kepala lagi.Kedua murid Mpu Tela memandang kearah Pendekar Xia dengan sorot mata kebencian,Mereka segera membopong tubuh gurunya itu dan pamitan kepada Mpu Sada selaku tuan rumah untuk segera pulang dan akan segera menguburkan mayat gurunya itu di tempat asalnya gunung Telomoyo sebelah utara gunung Merapi.
Kembali ke pertarungan selanjutnya, sungguh Pendekar Xia si golok emas ini memang terkuras tenaganya,hingga harus memulihkan kondisi cukup lama, sehingga malam itu tidak ada pertarungan.
Keesokan paginya barulah Pendekar Xia siap untuk pertarungan selanjutnya,dimana posisi Pendekar tanah jawa tinggal dua sedangkan pendekar tiongkok masih ada tiga.
Maka untuk mengahadapi Pendekar Xia yg turun dari tanah jawa,ialah Resi Begawan mahameru, tokoh sakti yg sudah sangat tua dari gunung Semeru.
Tokoh tua ini sangat sakti dan sangat diandalkan di pulau jawa.
Dengan santainya Resi Begawan mahameru turun dari panggungan dan langsung berhadapan dengan Pendekar Xia si golok emas.
" Maaf Resi ,saya mohon menggunakan senjata!" ujar Pendekar Xia,
"Sungguh saya sudah terlalu tua untuk bermain main dengan senjata!"ucap Resi Begawan mahameru pelan.
"Terseralah Resi,jangan salahkan saya bila golok ini mampir di tubuh Resi!" jelas Pendekar Xia,seraya memutar golok nya.
"Ciiaaaat!' Pendekar Xia menyerang dengan goloknya mengarah ke leher Resi Begawan mahameru.Namun sulit dipercaya golok yg mengarah keleher itu tiba tiba sudah dijepit dua jari tangan Resi Begawan mahameru dan selanjutnya golok itu patah jadi dua,dipotong oleh dua jari tsb.
Pendekar Xia terkejut bukan kepalang golok emas yg sangat dibanggakannya itu patah jadi dua.Resi Begawan mahameru diam saja menyaksikan tingkah Pendekar Xia andaikata ia mau tentu Pendekar Xia sudah dapat dipukulnya.
Merasa kalah, Pendekar Xia segera menyerang membabi buta dengan jurus golok emas sinar keabadian,dan jurus elang terbang mengangkasa. Tetapi serangan itu tiada ada arti sampai Pendekar Xia kelelahan sendiri, akhirnya satu pukulan menotok mendarat di pundak nya membuatnya jatuh tidak berdaya.
Memang Resi Begawan mahameru tidak mau membunuh lawannya apalagi lawannya masih jauh dibawahnya.
Melihat hal itu Biksu Luanjin geram,dan berkata kepada suhengnya(kakak seperguruan) Biksu Majin,"bial kuhabisi situa kepalat itu suheng!" ucapnya.
" Hati hati sute,kulihat si wekaz ini sudah sangat tinggi ilmunya,baik ginkang dan lweekang nya!"ujar Biksu Majin.
Mereka berdua kemudian teringat berpuluh tahun yg lalu ketika terjadi perang tanding antara tokoh- silat dari tiongkok dan jawa,resi Begawan mahameru yg kala itu masih jadi prajurit Majapahit,dan bernama wekaz mampu dikalahkan Biksu Luanjin.
Mengingat hal itu Biksu Luanjin yakin mampu mengalahkan Resi Begawan mahameru.
"Amithaba, haiyaa,beltemu kembali saudaLa wekaz, kudengal sekalang sudah menjadi lesi!" ucap Biksu Luanjin sambil menjura hormat.
"Heh, Selamat datang di pulau jawa kembali Luanjin, kudengar sekarang sebagai guru di istana kaisar!" balas Resi Begawan mahameru.
Basa basi keduanya berlanjut, sampai Biksu Luanjin bertanya,'' tapi kulihat disini tidak ada balada dan nalapati ?"
" Kalau Barada Masih ada tapi sudah menjauhi keduniawian, sedangkan Narapati sudah meninggal!" jawab Resi Begawan mahameru.
"Haiyaa,belalti lu sendilian guna menghadapi kami beldua!" tukas Biksu Luanjin.
" Tidak masalah,yg penting bagiku adalah menjamu tamu yg datang kerumah kami!" lanjut Resi Begawan mahameru.
" Lu yakin akan menghadapi kami?"tanya Biksu Luanjin lagi.
" Menang atau kalah adalah takdir yg penting kita berusaha,!" jawab Resi Begawan mahameru.
"Wekaz,dali jawabanmu kau pesimis untuk bisa menang!" tukas Biksu Luanjin
"Terserahlah apa katamu,menang atau kalah hyang widhi wasa yg menentukan!" jelas Resi Begawan mahameru.
" Kau kuminta memakai senjata karena aku akan menggunakan toyaku ini,jadi aku ingin kau melawan dengan senjata,jangan nanti aku menggebukmu. sepelti anjing hutan,kalena kau tidak menggunakan senjata!" pinta Biksu Luanjin dengan sombongnya.
" Baiklah aku akan menggunakan senjata!" jawab Resi Begawan mahameru.Kemudian ia meminta kepada muridnya untuk membawakan senjata.Tampaklah seorang pemuda yg berwajah rupawan membawakan sebuah tombak.
Karena Resi Begawan mahameru tahu kehebatan Biksu Luanjin rasanya tidak mungkin melawan Biksu Shaolin dengan tangan kosong.
Dahulu saja Resi Begawan mahameru menggunakan senjata kalah melawan Biksu Luanjin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
John Singgih
bertemunya kembali antara dua seteru lama
2022-08-26
1
Raras Titi
lanjut
2022-06-05
1
Raras Titi
josss
2022-06-05
1