episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga

" Sungguh aku telah berusaha untuk mendapatkan hati Gusti putri, baik melalui kasar maupun halus,!" ucap Mahisa Dara.

" akan tetapi hasilnya tidak ada bukan ,!" sahut rakryan Mantri .

Nampak kepala Mahisa Dara menggeleng lemah.

" terakhir kalinya ketika aku mohon kepada eyang guru untuk membawa Sang putri tidak berhasil, ada orang lain yg menggagalkannya,!" ucap Mahisa Dara pelan.

" hehh, engkau melibatkan guru dalam persoalanmu,?" tanya rakryan Mantri geram.

Mahisa Dara mengangguk.

" namun juga tidak berhasil, "hah " dasar nasibmu , memang nasib Batu,!" ujar rakryan Mantri berang.

Sementara itu putri parangkawuni sedang menerima pamannya tumenggung singha wara di taman kaputren,

" bagaimana paman , sudah ada hasilnya, !" tanya pada Sang tumenggung.

" belum anakmas parangkawuni,!" jawab tumenggung singha wara.

" mungkin sudah nasibku, harus menerima jodoh dengan orang yg tidak kukenal!" gumam putri parangkawuni.

" anakmas, jangan berputus, asa, masih ada waktu, semua masih bisa terjadi, !' nasehat tumenggung singha wara.

" mudah-mudahan paman,!" jawab putri parangkawuni lesu.

******

Wikala yg berada hampir sepekan di Merbabu guna menenangkan pikirannya, masih menyempatkan melihat ilmu silat adiknya yg sudah sangat maju.

Atas beberapa petunjuknya, Larasati hampir tuntas menyerap ilmu Kalacakra.

Sepulangnya dari Merbabu, ia singgah di gunung Lawu, menemui arya bor bor, dan Wikala juga menempa Hantu Kali Mayit dengan pengungkapan tenaga dalam yg tinggi hingga saat ini arya bor bor sudah pada taraf tertinggi dari ilmu yg dimilikinya.

Saat dirumahnya, waktu Wikala hanya beberapa hari .

Kemudian mereka bertiga , Wikala, Mpu Thanda dan ibundanya berangkat ke kota raja Majapahit .

Sesampainya di istana, mereka di sambut oleh rakryan Mantri Kuda Langhi,

yg menempatkan mereka di bagian para kalangan brahmana, karena Mpu Thanda hadir sebagai bekas dharmadyaksa upapatti, yaitu pembantu dharma dyaksa Ring kasaiwan, atau pemimpin tertinggi agama Hindu syiwa .

Ketika mereka menuju biliknya, tidak sengaja mereka berpapasan dengan tumenggung singha wara yg langsung menyapanya,

" Apa khabar anakmas, saya mewakili tuan putri mengucapkan ribuan terimakasih atas pertolongan tempo hari ,!" ujar tumenggung singha wara.

" Ahh, khabar kami baik, dan masalah yg lalu, tidak usah terlalu di risaukan,!" jawab Wikala.

" Oh ya, mohon maaf sebelumnya Resi upapatti, saya memerlukan , anakmas Wikala, sebentar, silahkan Resi beristrahat sejenak dengan diantar prajurit,!" ucap tumenggung singha wara kepada Mpu Thanda.

" Akan tetapi jangan terlalu lama ki tumenggung, nanti,anakku bisa nyasar, !" ucap Mpu Thanda bernada bergurau.

" baiklah, tidak akan lama,!" jawab tumenggung singha wara.

Seraya mengajak Wikala, ke suatu tempat di seputaran istana,

" Saya disuruh, anakmas putri parangkawuni untuk mengundang anakmas Wikala ketempat nya ada sesuatu yg ingin di bicarakannya!" kata tumenggung singha wara.

Sambil menyantap makanan dan minuman yg di sediakn para emban istana, Wikala berkata,

" mohon maaf sebelumnya, saya tidak dapat memenuhi undangan itu, ki tumenggung, rasanya deksura menerima undangan seorang putri keraton, seakan- akan kita tidak punya tatakrama,!" jawab Wikala pelan .

" baiklah , namun bertemu kembali dengan anakmas, merupakan suatu hal sangat berharga, mengingat kami sudah mengirim orang untuk mengetahui keberadaan anakmas, ehh ,tidak tahunya bertemu disini,!" tutur tumenggung.

" Hal apakah yg meyebabkan tumenggung mencari saya ,?" tanya Wikala heran.

" Atas permintaan anakmas putri parangkawuni , guna menghadapkan anakmas kepada nya,!" jawab tumenggung singha wara.

" adakah kesalahan saya terhadap tuan putri,?" tanya Wikala lagi.

" bukan kesalahan, tetapi sebuah ucapan terima kasih yg tidak sempat kami ucapkan saat itu,!" jawab tumenggung singha wara.

" Dan mungkin sebuah hadiah akan di berikan kepada anakmas,!" ucap tumenggung lagi.

" ahh, mengapa terlalu menyulitkan diri kalau hanya untuk mengucapkan terimakasih, ?" tanya Wikala.

" entahlah anakmas, mungkin hutang emas dapat dilunasi hutang budi di bawa mati demikian prinsip anakmas putri parangkawuni,!" jelas Sang tumenggung.

Hampir malam mereka berdua mengobrol seakan tumenggung singha wara sudah kenal lama dengan Wikala.

Namun Wikala tetap enggan untuk menemui putri parangkawuni.

Malam harinya ketika Wikala di biliknya bersama ramanda dan ibundanya, datanglah seorang prajurit jaga yg meminta mereka bertiga menghadap kanjeng Gusti Prabhu di biliknya.

Tiba dibilik Sang Prabhu tepatnya di depan, terlihat Prabhu rajasawardhana sedang duduk- duduk bersama sang permaisuri, melihat kedatangan Mpu Thanda dan keluarga, beliau langsung menyuruh duduk di kursi yg berada di depannya, akan tetapi Mpu tidak mau duduk di kursi, malah bersila di bawah sambil berkata,

" Ampun Gusti Prabhu, deksura rasanya duduk di kursi, !" ujarnya.

" Jangan terlalu sungkan kangmas wirapati , sekarang ini kita bukan dalam paseban agung, tidak usah di pikirkan masalah suba sita,! " berkata Sang Prabhu .

" ampun Gusti Prabhu walaupun demikian, kami adalah kawula Sang Prabhu,!" jawab Mpu Thanda yg mengerti adat keraton karena beliau lama tinggal di keraton.

" Sekarang saya titahkan sebagai seorang raja, untuk kangmas wirapati yg sebentar lagi menjadi besan saya, agar dapat duduk di kursi yg telah di sediakan, !" perintah Sang Prabhu SiNAGARA.

Nampak Mpu Thanda melirik anak dan istrinya, kemudian berkata,

" Sendika dalem Gusti Prabhu, !" ucapnya sambil membungkuk dan menjura hormat.

Sebenarnya berat rasanya untuk duduk di kursi bersama Sang Prabhu SiNAGARA

namun terpaksa dilakukannya, bersama istri dan Wikala mereka duduk di kursi yg telah di sediakan.

" Inikah anakmas Radeksa yg telah menggegerkan Majapahit,!" ucap Sang Prabhu SiNAGARA kepada Wikala yg duduk di sebelah Mpu Thanda.

" sendika dawuh , Gusti Prabhu , demikian lah kiranya,!" jawab Wikala sambil menjura hormat.

" bagaimana kangmas wirapati, perjanjian kita dulu masih berlaku, bukan" tanya Sang Prabhu SiNAGARA

" Dalem Gusti Prabhu,!" jawab Mpu Thanda.

" Bukankah memang pas pilihan saya diajeng, jodoh untuk putri kita ,!" tanya Gusti Prabhu SiNAGARA kepada permaisuri nya.

" Iya, kangmas, memang pas, pilihan kangmas Prabhu ,!" jawab Sang permaisuri.

" Mengertikah anakmas Radeksa, apa yg kami janjikan bersama kangmas wirapati,?" tanya Sang Prabhu SiNAGARA kepada Wikala.

" Sendika dalem Gusti Prabhu, hamba mengerti,!" jawab Wikala.

" Bersedia kah anakmas Radeksa,?" tanya Sang Prabhu SiNAGARA lagi .

Kali ini Wikala diam tidak mampu menjawab pertanyaan itu, seolah kursi yg di dudukinya ada apinya, panas.

Karena Wikala diam saja maka sang Prabhu SiNAGARA melanjutkan kata-katanya.

" Dengan diamnya anakmas berarti setuju, yg akan saya jodohkan dengan putri kami esok lusa setelah wisuda penobatan saya, !" ujar Sang Prabhu SiNAGARA.

Kepala Wikala semakin menunduk, Lidahnya terasa kelu, bibirnya tertutup rapat sementara pikirannya menerawang bersama bayangan Tantri yg seolah-olah kabur hilang ditelan gelap.

Adalah Mpu Thanda yg angkat bicara,

" Ampunkan hamba Gusti Prabhu, tidak kah Gusti Prabhu malu bermenantukan putra hamba yg seorang padesan bukan pangeran bangsawan!" kata Mpu Thanda yg sebenarnya ingin menolak permintaan Sang Prabhu SiNAGARA.

" Ahhh, kangmas wirapati terlalu merendah bukankah kangmas juga pangeran, tepatnya pangeran pamotan, dan lagi siapa yg tidak kenal dengan paman Narapati, mungkin kalau tidak ada beliau, ramanda Prabhu belum tentu bisa menjadi raja, !" jawab Sang Prabhu SiNAGARA.

" Diajeng besok , beritahukan kepada putri mu bahwa jodohnya ada disini yg bergelar Satria Dari DAhA,!" ucap Sang Prabhu SiNAGARA kepada permaisuri nya.

" Ndalem Gusti Prabhu, !" jawab permaisuri .

" Dan satu hal lagi usahakan pertemuan mereka di istana kaputren bersama kangmas wirapati dan mbokayu!" perintah Sang Prabhu SiNAGARA.

Setelah perbincangan itu, mereka pun makan bersama. Setelah bercengkrama sesaat setelah makan maka Wikala dan keluarga nya diizinkan pulang ke biliknya.

Sesampai di biliknya , berkatalah Mpu Thanda.

" ngger amat sulit untuk menolak keinginan Gusti Prabhu, apakah engkau ikhlas menerimnya,?" tanya nya pada Wikala.

" Ahh, anakmu ini tidak tahu Romo, sungguh-sungguh bingung, mukti atau mati, senang atau sedih,!' jawab Wikala.

" Kalau lah angger bersedia menerima usul biyung dan Romo mu untuk melamar angger Tantri, tentu kita tidak sesulit, harus mengikuti tata krama keraton ,!" kata ibunya kepada Wikala.

Memang dirasakan Wikala dalam lingkup keraton dibatasi banyak paugeran yg mengikat, bagi orang biasa amat sulit untuk di jalankan.

Terpopuler

Comments

Maurun Nara

Maurun Nara

Gak detail narasinya, seakan akan diburu waktu. Padahal bagus jika detail itu dikembngkan.

2023-05-22

1

Wira Yoga

Wira Yoga

Menarik 👍

2022-03-30

1

Wira Yoga

Wira Yoga

Keren gelarnya, jd teringat novel favorit Babat Negeri Lelulur 👍

2022-03-30

1

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!