" Sungguh aku telah berusaha untuk mendapatkan hati Gusti putri, baik melalui kasar maupun halus,!" ucap Mahisa Dara.
" akan tetapi hasilnya tidak ada bukan ,!" sahut rakryan Mantri .
Nampak kepala Mahisa Dara menggeleng lemah.
" terakhir kalinya ketika aku mohon kepada eyang guru untuk membawa Sang putri tidak berhasil, ada orang lain yg menggagalkannya,!" ucap Mahisa Dara pelan.
" hehh, engkau melibatkan guru dalam persoalanmu,?" tanya rakryan Mantri geram.
Mahisa Dara mengangguk.
" namun juga tidak berhasil, "hah " dasar nasibmu , memang nasib Batu,!" ujar rakryan Mantri berang.
Sementara itu putri parangkawuni sedang menerima pamannya tumenggung singha wara di taman kaputren,
" bagaimana paman , sudah ada hasilnya, !" tanya pada Sang tumenggung.
" belum anakmas parangkawuni,!" jawab tumenggung singha wara.
" mungkin sudah nasibku, harus menerima jodoh dengan orang yg tidak kukenal!" gumam putri parangkawuni.
" anakmas, jangan berputus, asa, masih ada waktu, semua masih bisa terjadi, !' nasehat tumenggung singha wara.
" mudah-mudahan paman,!" jawab putri parangkawuni lesu.
******
Wikala yg berada hampir sepekan di Merbabu guna menenangkan pikirannya, masih menyempatkan melihat ilmu silat adiknya yg sudah sangat maju.
Atas beberapa petunjuknya, Larasati hampir tuntas menyerap ilmu Kalacakra.
Sepulangnya dari Merbabu, ia singgah di gunung Lawu, menemui arya bor bor, dan Wikala juga menempa Hantu Kali Mayit dengan pengungkapan tenaga dalam yg tinggi hingga saat ini arya bor bor sudah pada taraf tertinggi dari ilmu yg dimilikinya.
Saat dirumahnya, waktu Wikala hanya beberapa hari .
Kemudian mereka bertiga , Wikala, Mpu Thanda dan ibundanya berangkat ke kota raja Majapahit .
Sesampainya di istana, mereka di sambut oleh rakryan Mantri Kuda Langhi,
yg menempatkan mereka di bagian para kalangan brahmana, karena Mpu Thanda hadir sebagai bekas dharmadyaksa upapatti, yaitu pembantu dharma dyaksa Ring kasaiwan, atau pemimpin tertinggi agama Hindu syiwa .
Ketika mereka menuju biliknya, tidak sengaja mereka berpapasan dengan tumenggung singha wara yg langsung menyapanya,
" Apa khabar anakmas, saya mewakili tuan putri mengucapkan ribuan terimakasih atas pertolongan tempo hari ,!" ujar tumenggung singha wara.
" Ahh, khabar kami baik, dan masalah yg lalu, tidak usah terlalu di risaukan,!" jawab Wikala.
" Oh ya, mohon maaf sebelumnya Resi upapatti, saya memerlukan , anakmas Wikala, sebentar, silahkan Resi beristrahat sejenak dengan diantar prajurit,!" ucap tumenggung singha wara kepada Mpu Thanda.
" Akan tetapi jangan terlalu lama ki tumenggung, nanti,anakku bisa nyasar, !" ucap Mpu Thanda bernada bergurau.
" baiklah, tidak akan lama,!" jawab tumenggung singha wara.
Seraya mengajak Wikala, ke suatu tempat di seputaran istana,
" Saya disuruh, anakmas putri parangkawuni untuk mengundang anakmas Wikala ketempat nya ada sesuatu yg ingin di bicarakannya!" kata tumenggung singha wara.
Sambil menyantap makanan dan minuman yg di sediakn para emban istana, Wikala berkata,
" mohon maaf sebelumnya, saya tidak dapat memenuhi undangan itu, ki tumenggung, rasanya deksura menerima undangan seorang putri keraton, seakan- akan kita tidak punya tatakrama,!" jawab Wikala pelan .
" baiklah , namun bertemu kembali dengan anakmas, merupakan suatu hal sangat berharga, mengingat kami sudah mengirim orang untuk mengetahui keberadaan anakmas, ehh ,tidak tahunya bertemu disini,!" tutur tumenggung.
" Hal apakah yg meyebabkan tumenggung mencari saya ,?" tanya Wikala heran.
" Atas permintaan anakmas putri parangkawuni , guna menghadapkan anakmas kepada nya,!" jawab tumenggung singha wara.
" adakah kesalahan saya terhadap tuan putri,?" tanya Wikala lagi.
" bukan kesalahan, tetapi sebuah ucapan terima kasih yg tidak sempat kami ucapkan saat itu,!" jawab tumenggung singha wara.
" Dan mungkin sebuah hadiah akan di berikan kepada anakmas,!" ucap tumenggung lagi.
" ahh, mengapa terlalu menyulitkan diri kalau hanya untuk mengucapkan terimakasih, ?" tanya Wikala.
" entahlah anakmas, mungkin hutang emas dapat dilunasi hutang budi di bawa mati demikian prinsip anakmas putri parangkawuni,!" jelas Sang tumenggung.
Hampir malam mereka berdua mengobrol seakan tumenggung singha wara sudah kenal lama dengan Wikala.
Namun Wikala tetap enggan untuk menemui putri parangkawuni.
Malam harinya ketika Wikala di biliknya bersama ramanda dan ibundanya, datanglah seorang prajurit jaga yg meminta mereka bertiga menghadap kanjeng Gusti Prabhu di biliknya.
Tiba dibilik Sang Prabhu tepatnya di depan, terlihat Prabhu rajasawardhana sedang duduk- duduk bersama sang permaisuri, melihat kedatangan Mpu Thanda dan keluarga, beliau langsung menyuruh duduk di kursi yg berada di depannya, akan tetapi Mpu tidak mau duduk di kursi, malah bersila di bawah sambil berkata,
" Ampun Gusti Prabhu, deksura rasanya duduk di kursi, !" ujarnya.
" Jangan terlalu sungkan kangmas wirapati , sekarang ini kita bukan dalam paseban agung, tidak usah di pikirkan masalah suba sita,! " berkata Sang Prabhu .
" ampun Gusti Prabhu walaupun demikian, kami adalah kawula Sang Prabhu,!" jawab Mpu Thanda yg mengerti adat keraton karena beliau lama tinggal di keraton.
" Sekarang saya titahkan sebagai seorang raja, untuk kangmas wirapati yg sebentar lagi menjadi besan saya, agar dapat duduk di kursi yg telah di sediakan, !" perintah Sang Prabhu SiNAGARA.
Nampak Mpu Thanda melirik anak dan istrinya, kemudian berkata,
" Sendika dalem Gusti Prabhu, !" ucapnya sambil membungkuk dan menjura hormat.
Sebenarnya berat rasanya untuk duduk di kursi bersama Sang Prabhu SiNAGARA
namun terpaksa dilakukannya, bersama istri dan Wikala mereka duduk di kursi yg telah di sediakan.
" Inikah anakmas Radeksa yg telah menggegerkan Majapahit,!" ucap Sang Prabhu SiNAGARA kepada Wikala yg duduk di sebelah Mpu Thanda.
" sendika dawuh , Gusti Prabhu , demikian lah kiranya,!" jawab Wikala sambil menjura hormat.
" bagaimana kangmas wirapati, perjanjian kita dulu masih berlaku, bukan" tanya Sang Prabhu SiNAGARA
" Dalem Gusti Prabhu,!" jawab Mpu Thanda.
" Bukankah memang pas pilihan saya diajeng, jodoh untuk putri kita ,!" tanya Gusti Prabhu SiNAGARA kepada permaisuri nya.
" Iya, kangmas, memang pas, pilihan kangmas Prabhu ,!" jawab Sang permaisuri.
" Mengertikah anakmas Radeksa, apa yg kami janjikan bersama kangmas wirapati,?" tanya Sang Prabhu SiNAGARA kepada Wikala.
" Sendika dalem Gusti Prabhu, hamba mengerti,!" jawab Wikala.
" Bersedia kah anakmas Radeksa,?" tanya Sang Prabhu SiNAGARA lagi .
Kali ini Wikala diam tidak mampu menjawab pertanyaan itu, seolah kursi yg di dudukinya ada apinya, panas.
Karena Wikala diam saja maka sang Prabhu SiNAGARA melanjutkan kata-katanya.
" Dengan diamnya anakmas berarti setuju, yg akan saya jodohkan dengan putri kami esok lusa setelah wisuda penobatan saya, !" ujar Sang Prabhu SiNAGARA.
Kepala Wikala semakin menunduk, Lidahnya terasa kelu, bibirnya tertutup rapat sementara pikirannya menerawang bersama bayangan Tantri yg seolah-olah kabur hilang ditelan gelap.
Adalah Mpu Thanda yg angkat bicara,
" Ampunkan hamba Gusti Prabhu, tidak kah Gusti Prabhu malu bermenantukan putra hamba yg seorang padesan bukan pangeran bangsawan!" kata Mpu Thanda yg sebenarnya ingin menolak permintaan Sang Prabhu SiNAGARA.
" Ahhh, kangmas wirapati terlalu merendah bukankah kangmas juga pangeran, tepatnya pangeran pamotan, dan lagi siapa yg tidak kenal dengan paman Narapati, mungkin kalau tidak ada beliau, ramanda Prabhu belum tentu bisa menjadi raja, !" jawab Sang Prabhu SiNAGARA.
" Diajeng besok , beritahukan kepada putri mu bahwa jodohnya ada disini yg bergelar Satria Dari DAhA,!" ucap Sang Prabhu SiNAGARA kepada permaisuri nya.
" Ndalem Gusti Prabhu, !" jawab permaisuri .
" Dan satu hal lagi usahakan pertemuan mereka di istana kaputren bersama kangmas wirapati dan mbokayu!" perintah Sang Prabhu SiNAGARA.
Setelah perbincangan itu, mereka pun makan bersama. Setelah bercengkrama sesaat setelah makan maka Wikala dan keluarga nya diizinkan pulang ke biliknya.
Sesampai di biliknya , berkatalah Mpu Thanda.
" ngger amat sulit untuk menolak keinginan Gusti Prabhu, apakah engkau ikhlas menerimnya,?" tanya nya pada Wikala.
" Ahh, anakmu ini tidak tahu Romo, sungguh-sungguh bingung, mukti atau mati, senang atau sedih,!' jawab Wikala.
" Kalau lah angger bersedia menerima usul biyung dan Romo mu untuk melamar angger Tantri, tentu kita tidak sesulit, harus mengikuti tata krama keraton ,!" kata ibunya kepada Wikala.
Memang dirasakan Wikala dalam lingkup keraton dibatasi banyak paugeran yg mengikat, bagi orang biasa amat sulit untuk di jalankan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Maurun Nara
Gak detail narasinya, seakan akan diburu waktu. Padahal bagus jika detail itu dikembngkan.
2023-05-22
1
Wira Yoga
Menarik 👍
2022-03-30
1
Wira Yoga
Keren gelarnya, jd teringat novel favorit Babat Negeri Lelulur 👍
2022-03-30
1