Pagi itu di lereng sebelah wetan(timur) gunung Merbabu, tampaklah hamparan padi yg mulai menguning.Para petani kelihatan bekerja dengan rasa gembira.
Ada yg sambil nembang, Kidung kidung kebahagiaan,di sertai kicauan burung yg bersahutan.
Diantara para petani yg berlalu lalang terlihatlah pemuda gagah berjalan dengan cepat tanpa menghiraukan para petani, terutama gadis-gadis remaka yg memperhatikannya.Is seakan ingin cepat sampai tujuannya.
Ketika tiba di ujung bulakan terlihat ada sebuah warung yg baru di buka oleh pemiliknya ,ia kemudian singgah.
Rupanya ia tidak bisa menahan bakul nasinya yg ingin diisi
Sang pemilik warung mempersilahkan serta menanyakan pesanannya.
" Pagi den,mau pesan apa,?" tanya si empunya warung.
" Ehh, bi mau wedang sere,serta nasi pakai rempela, !" jawab pemuda itu.
Sambil menyiapkan makanan dan minuman yg dipesan, sang pemilik warung kembali bertanya,
" Aden mau kemana, kelihatannya aden bukan orang sini,?" tanyanya.
" Iya bi, saya bukan orang sini,Dan ingin pulang ke desa thanda,!" jawab pemuda itu seraya bertanya,
" Ohh,iya bi ini desa apa,?' tanyanya.
" Ini desa sepandan, masih wilayah kadipaten pajang,!" ujar sang pemilik warung.
Setelah makanan tersedia pemuda itu makan dengan lahapnya.
Matahari mulai menggatalkan kulit ketika sang pemuda yg tiada lain adalah
Radeksa Arya Wikala,putra dari Raden wirapati atau Mpu Thanda sekaligus cucu dari Raden gajah atau Bhatara Narapati sang Ratu Anggabhaya Majapahit.
Arya Wikala sendiri sedang dalam perjalanan pulang ke desa thanda setelah berguru di Puncak Merbabu pada Mpu Barada yg merupakan adik dari Brhe Narapati.atau Raden gajah.
Setelah perutnya terisi Wikala pun bergerak ke Timur dengan menggunakan lari cepatnya ajian wisnu kencana,menjelang sore sampailah ia di tepi hutan di kaki gunung Lawu.
" Heh, dengan melewati jalan ini aku harus melalui Kali mayit!" pikirnya dalam hati.
Namun rasa rindu pada biyung adiknya Larasati, dengan agak ragu- ragu
ia memasuki hutan Kali mayit.
Hutan Kali mayit terkenal angker karena di huni seorang begal sakti ,yg bernama Bergola wutho.Dan berjuluk Hantu Kali Mayit
Hutan Kali mayit merupakan wilayah perbatasan kadipaten pajang dan kadipaten pandan alas.
Dengan membulatkan tekadnya Wikala melalui hutan Kali mayit dengan berhati- hati.
Belum sampai ke Kali mayit nya, Wikala sudah di bentak dari depannya,
" Berhenti bocah, hei yg sudah bosan hidup,!" kata kata yg di sertai pengerahan tenaga dalam tingkat tinggi.Andai yg di bentak itu tidak punya tenaga dalam yg tinggi pula, pasti akan kelojotan pingsan.
Namun kali ini yg di bentak adalah Wikala murid Mpu Barada yg sakti mandraguna.Dan Wikala merasa bahwa Hantu Kali Mayit ini memang seorang pilih tanding.
" Heei, kalau berani jangan bersembunyi seperti anak kecil,!" balas Wikala .
Balasan ini sekaligus tantangan bagi Hantu Kali Mayit.Dengan suara berkesiuran tampaklah sosok tinggi besar dengan menenteng sebuah golok yg besar pula .
" Bocah yg bosan hidup, segera tinggalkan apa yg ada pada dirimu,!" bentak Bergola wutho.
" Heh, inikah Hantu Kali Mayit yg kesohor di tlatah Majapahit itu, !" balas Wikala , adu tenaga dalam terjadi melalui kata-kata.
" Kau benar bocah, akulah Hantu Kali Mayit, segera berlutut dan mohon ampun padaku ,kalau tidak jangan menyesal kepalamu akan terpisah dari tubuhmu,!" sergah Hantu Kali Mayit.
"Tadi, seorang hantu menyuruhku untuk meninggalkan apa yg kubawa, sekarang menyuruhku berlutut, mana yg harus kupenuhi,!" ucap Wikala.
" Banyak bacot, kau bocah terima nih,!" kata Hantu Kali Mayit sambil membacokkan goloknya yg besar kearah Wikala
Sementara Wikala sendiri sejak masuk hutan sudah siaga penuh.Maka segera menghindar dari garis serang Hantu Kali Mayit., serangan itu luput.
Pertempuran pun terjadi dengan serunya.Antara Hantu Kali Mayit yg bertenaga wadag disertai tenaga dalam yg besar, melawan Wikala yg lincah dan penuh perhitungkan.
Laksana Rama melawan Rahwana.
Hantu Kali Mayit heran sampai sejauh itu ia belum mampu mengalahkan Wikala.Jangankan menebas lehernya,menyentuh kulitnya pun tidak.
Wikala yg baru pertama kali bertempur sesungguhnya masih kurang pengalaman.
Sisi Inilah yg di manfaatkan Hantu Kali Mayit.Hingga sebuah tendangan mendarat telak didada Wikala hingga melemparkannya beberapa tombak kebelakang.
Wikala bangkit seraya menyeka keringatnya.Rambutnya yg disanggul tampak tergerai sebatas bahu.
"Sungguh hebat tenaga Hantu Kali Mayit ini!" pikir Wikala dalam hati.
Dengan tidak membuang waktu Wikala bersiap atas serangan selanjutnya.
Tapi Hantu Kali Mayit ini tidak melanjutkan serangan,malah tertawa.
" Ha,ha,ha,ha bocah kalau bisa mengalahkan aku , aku akan bersedia jadi murid dan abdimu yg setia, !" ucap Hantu Kali Mayit.
" Heh, aku belum kalah, mari kita lanjutkan prtarungan ini, !" balas Wikala seraya mencabut keris Kalamujeng serta mengetrapkan ajian Kalacakra tingkat pertama.
Dengan satu lompatan yg panjang Wikala menyerang Hantu Kali Mayit yg lagi di mabuk kemenangan kecilnya.
Sehingga ia menganggap remeh serangan lawan., akibatnya pundaknya terkena cakaran jari Wikala hingga membuatnya tubuhnya berputar dan jatuh berdebum.
" Aaaarrgh,!" suara Hantu Kali Mayit.
Sungguh hebat ajian Kalacakra ini baru tingkat pertama saja mampu menjatuhkan Hantu Kali Mayit yg ditakuti di tlatah Majapahit.
Sambil merambat bangkit Hantu Kali Mayit berkata,
" Kali ini aku akan mengadu jiwa denganmu,kau atau aku yg mati,!" sambil memalangkan goloknya di depan dada, mulutnya komat kamit membaca mantera,hingga goloknya mengeluarkan asap.Asap itu beracun, inilah ajian tapak Liman,dari pegunungan Puncak Liman.
" Ajian tapak Liman,!" seru Hantu Kali Mayit.
Wikala pun bersiap ,dan berkata, " Ajian Kalacakra,!".
Bertemu lah dua ajian sakti, baik Wikala
maupun Hantu Kali Mayit sama sama terlempar beberapa tombak kebelakang.
Yang lebih dahulu bangkit adalah Wikala, ia heran nampaknya aji Kalacakra nya tidak berpengaruh pada Hantu Kali Mayit.
Wikala berfikir keras, sementara waktu menjelang fajar,selintas senyum terlihat dibibirnya.
" Kata eyang guru setiap ilmu ada kelemahan nya, tenaga wadagnya sangat besar tentu di topang makannya yg besar pula berarti aku harus memukul perutnya,!" pikirnya.
Yg tidak kalah heran adalah Hantu Kali Mayit sendiri , ajian tapak Liman nya tidak menghasilkan apapun.
Kembali ia mengetrapkan ajian tapak Liman dengan tenaga dalam penuh.
Wikala sendiri yg telah meraba kelemahan lawannya menggunakan ajian Kalacakra tingkat kedua, seluruh tenaga dalam nya di kumpulkan di kedua tangannya , terlihat keris Kalamujeng menyala.
Keris itu meluruk lurus kearah ulu hati Hantu Kali Mayit, serangan ini dapat dihindari nya dengan memapakkan goloknya,akan tetapi serangan tangan kanan Wikala tidak dapat dielakkan lagi.
" Dieeekhh...hek,!" suara pukulan itu mengenai perut Hantu Kali Mayit seraya melenguh keras,
" Aaaaaaakkhhh, hooooeekh,!" suara Hantu Kali Mayit.
Hampir sepuluh tombak Hantu Kali Mayit terlontar dan kemudian diam .
Wikala dengan kewaspadaan penuh mendekatinya.Dilihatnya Hantu Kali Mayit diam dan membeku.
Setelah diperiksa nya ternyata masih hidup walaupun denyut nadinya lemah.
Serta merta Wikala menotok beberapa urat nadi Hantu Kali Mayit.
Perlahan nampak pernafasan mulai berjalan .
Dengan cepat Wikala mencari air dan di berikan kepada Hantu Kali Mayit.
Seiring fajar menyingsing di ufuk Timur, Hantu Kali Mayit mulai sadar dari pingsannya.
" Dimanakah, aku ini,!" kata pertama yg keluar dari mulutnya.
" Kau masih di tempat mu,hutan Kali mayit,!" jawab Wikala.
" Hehh, Masih hidupkah aku, mengapa raden tidak membunuhku saja,!" kata Hantu Kali Mayit lagi .
" Enak saja,kau mati, kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatanmu dulu,!" balas Wikala.
" Sesuai janjiku , raden.Aku akan jadi murid dan abdimu yg setia,jika raden memperbolehkannya,!" kata Hantu Kali Mayit lagi .
" Siapa sudi punya murid seorang begal yg telah menyusahkan orang banyak, !" jawab Wikala.
" Jika tidak mengizinkan ,lebih baik raden bunuh saja aku,!" pintanya sambil memelas.
Setelah berfikir sejenak, dan ia pun harus segera pulang , berkatalah Wikala,
" Baiklah,aku mau menerima permintaanmu dengan syarat,!"
" Apa syaratnya,?" tanya Hantu Kali Mayit.
" Syaratnya kau tidak boleh jadi begal lagi ,Dan jadi orang yg baik !" terang Wikala
" Karena raden telah mengampuniku ,aku terima syarat itu,!" ujar Hantu Kali Mayit.
" Untuk sementara ,kembalilah kedesamu untuk menyembuhkan Luka dalam mu,!" perintah Wikala.
" Hheh, dimana desamu, serta siapa namamu,?" tanya Wikala lagi.
"Aku berasal dari desa anon dan namaku adalah Boronggo,!" jawab Hantu Kali Mayit.
" Sedangkan raden siapa sebenarnya dan berasal dari mana,?" tanya Hantu Kali Mayit lagi .
" Aku adalah Radeksa arya Wikala, berasal dari desa thanda, dan mulai sekarang engkau kupanggil dengan nama arya bor bor,!" jelas Wikala.
" Oleh karena aku terburu buru, dan keadaan mu mulai membaik ,maka aku akan melanjutkan prjalananku ,!" ucap Wikala.
" Dimana nanti,aku bisa menemui den, ?" tanya Hantu Kali Mayit.
" Datanglah ke desa thanda,!" jawab Wikala.
Selanjutnya Wikala berjalan menyusuri hutan Kali mayit Dan menyebrangi Kali Mayit dengan menggunakan ajian wisnu kencana ,suatu ajian lari cepat yg mengandalkan tenaga dalam.
Tlatah kadipaten pandan alas dan kadipaten DAHA masih banyak hutan.
Baik hutan yg lebat dan jarang di lewati, maupun hutan perburuan,tempat para bangsawan berburu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Mat Grobak
awal yg lumayan baik
2022-11-24
0
Wira Yoga
Awal yg baik. Saran, Tulisan klu bs dirapikan lagi biar enak bacanya
2022-03-30
1
Ismaeni
ceritanya enak diikuti nih, bahasanya juga bagus engga berat... awas jangan berhenti ditengah jalan ya thor...
2022-03-19
1