Wikala nampak terdiam memikirkan apa yg telah di ucap kan ibundanya. Ia seakan -akan tidak cocok untuk hidup di ling kungan istana, namun kalau takdir mengatakan lain apa mau dikata pikirnya lagi.
Besok paginya, dengan terburu buru dyah ayu parangkawuni mendatangi ibundanya, kemudian berkata,
" bunda, wuni telah mengetahui siapa pemuda itu dan sekarang berada disini,!" ucapnya terburu-buru.
" siapa ,?" tanya ibundanya
" itu, lho, bunda tempo hari yg telah wuni ceritakan,!" terang dyah parangkawuni.
" Ooh, anak muda yg wuni sukai,!" ucap ibundanya kemudian.
Dyah ayu parangkawuni tertunduk dan terdiam.
" Sayang sekali , anakku, Ramandamu telah memutuskan tentang perjodohan mu, dan sekarang ia juga berada di sini,!" jelas ibu Suri.
" Tetaaapii, ..?!!" kata dyah ayu parangkawuni terputus.
" Tetapi apa, nanda akan menolaknya,?" tanya ibu Suri lagi.
Kepala dyah ayu parangkawuni mengangguk.
" Akan tetapi, nanda tidak dapat menolak keputusan ramanda mu, !" ujar ibu Suri lanjut.
Wajah putri parangkawuni nampak sedih, ada bulir-bulir air yg mengambang di matanya yang indah.
" Namun, sebelum nya biar bunda perkenalkan dengannya, yg bergelar Satria Dari DAhA, !" ucap ibu Suri sambil menarik keruangan dalam.
Di dalam di lihatnya telah duduk tiga orang, Namun alangkah terkejutnya ia ketika melihat salah satu dari ketiga tamu ibundanya adalah orang yg di cari nya selama ini.hampir ia terjatuh kalau tidak ditolong oleh ibu Suri.
" Hehh, ada apa dengan mu Wuni, !" tanya ibu Suri lagi.
" Kalau memang tidak suka jangan ditunjuk kan!" bisik ibu Suri .
" Ahh, bukan , nanda tidak apa-apa, cuma terkejut, saja,!" kata dyah parangkawuni setelah agak tenang.
" Bunda, ia lah yg telah menolong kala itu,!" jelasnya kepada ibu Suri.
" Hahhh, yang benar Wuni,!" gantian ibu Suri yg terkejut.
Kepala dyah parangkawuni mengangguk pelan.
". Maaf kangmas wirapati atas, ketidaktahuañ kami untuk membalas budi anakmas Radeksa ,!" kata ibu Suri kepada Mpu Thanda.
" Sebenarnya apa masalah nya, Gusti Ratu,!" tanya Mpu Thanda yg sedari tadi merasa aneh akan kejadian itu.
Lain halnya dengan Wikala yg mengerti duduk persoalannya, namun tidak kurang terkejutnya bahwa yg ditolong nya tempo hari adalah putri seorang raja dan akan dijodohkan dengannya. Selintas Wikala
melirik kearah putri parangkawuni. Di lihatnya wajah cantik dan bermata indah tampak juga sedang melirik kepadanya, keduanya kemudian memalingkan wajah.
Kemudian ibu Suri menceritakan hal ihwal yg terjadi antara dyah parangkawuni dengan Wikala.
" heh, berarti memang mereka berjodoh,!" gumam Mpu Thanda yg mempunyai panggraita tinggi.
Setelah acara temu ramah antara keluarga Wikala dengan putri parangkawuni maka di beri kesempatan lah kedua muda mudi untuk mengobrol.
" Sungguh tidak terduga olehku, bahwa kangmaslah yg akan jadi jodoh ku,!" kata putri parangkawuni.
Sementara Wikala nampak menunduk dan diam, ia merasa kecil bila berhadapan dengan putri parangkawuni.
" Kangmas mengapa diam, apakah kiranya kakang tidak menerima perjodohan ini?" tanya dyah parangkawuni lagi.
Kepala Wikala menggeleng, dan berkata,
" siapalah hamba berani menolak keberuntungan yg tidak terhingga ini, laksana mendapatkan bintang yg jatuh dari langit, Gusti putri,!" jawab Wikala.
" kakang jangan merendah begitu, semua kita adalah sama,!" ujar putri parangkawuni.
" Tidak sama antara diri hamba dengan Gusti putri,!" kata Wikala
" Gusti putri tinggal di istana sedangkan hamba tinggal di gubuk, kalau Gusti putri memerlukan sesuatu tinggal perintah, kalau hamba harus usaha sendiri,!" lanjut Wikala lagi.
" apakah Gusti putri tidak malu akan bersuamikan hamba, yg hina ini,?" tanya Wikala.
" ahhh, kangmas jangan begitu sesuatu yg telah di putuskan oleh ramanda Prabhu tidak bisa ditolak!" jawab putri parangkawuni.
" akan tetapi yg hamba dengar Gusti putri menolak perjodohan ini,!" tanya Wikala yg sudah berani menghadapi putri parangkawuni.
" Sebenarnya lah saya menolak perjodohan ini, karena saya telah menyukai seseorang ,!" ujar putri parangkawuni tersenyum.
" Dan kenapa tidak membatalkannya,?" tanya Wikala mendesak putri parangkawuni.
" Bagaimana mau menceritakan nya, karena saya sudah sangat menyukainya,karena sesungguhnya hidup saya ini adalah miliknya,!" tutur putri parangkawuni sambil menatap ke depan tanpa berani melihat Wikala.
" Sungguh Gusti putri, apabila membatalkan perjodohan ini hamba amat akan sangat sekali,!" kata Wikala.
" Mengapa begitu,?" tanya putri parangkawuni agak keras.
" Dengan perjodohan ini ada dua hati yg tersakiti, pertama pemuda yg Gusti putri sukai kedua Tantri gadis desa thanda, yg telah mengambil hatiku,!" ucap Wikala yg merasa ada kesempatan untuk menolak perjodohan itu. Rasa-rasanya wajah Tantri menari- nari di pelupuk matanya.
" Hahhh, itu tidak boleh terjadi , perjodohan ini tetap berlanjut, !" kata putri parangkawuni bernada kesal.
" mengapa tidak boleh, di saat hamba dan Gusti putri mempunyai masing-masing pilihan,!" ujar Wikala heran.
" Karena pemuda yg saya sukai itu, adalah......... kangmas sendiri,!" jawab putri parangkawuni agak berseru.
" Aneeh, kok bisa?" tanya Wikala bergumam tidak mengerti.
" Yah, memang begitu lah keadaan nya, saat kangmas menolong waktu itu, ingin sebenarnya melihat keadaan mu dibawah sana akan tetapi karena terburu buru dan takut resi jahat itu kembali, kami segera meninggalkan tempat itu,!" kata putri parangkawuni lanjut.
" akan tetapi bayangan maut, yg hampir menimpa kami itu selalu teringat termasuk dengan wajah kangmas saat berada di dekat kereta,!" ucap putri parangkawuni yg tanpa sungkan mengutarakan isi hatinya kepada Wikala yg dirasanya adalah jodohnya,
Orang lain tidak boleh mengambil calon suaminya itu, termasuk Tantri atau siapa pun tekadnya.
Karena hatinya saat ini sedang berbunga- bunga atas jodoh diberikan ramanda yg memang di sukainya.
Adalah Wikala yg terdiam , ditatap nya wajah putri parangkawuni dan kemudian di bandingkannya dengan wajah Tantri, sungguh sama-sama cantik akan tetapi banyak kelebihan pada diri Sang putri.
Wikala menarik nafas dalam-dalam , seakan kebersamaan nya dengan Tantri telah usai.
" Kenapa kangmas diam,?" tanya putri parangkawuni memecah kesunyian setelah beberapa lama terdiam.
" Ahhh, sungguh hamba tidak mengerti,!" ujar Wikala.
" Nanti saya pinta kepada ramanda Prabhu untuk mempercepat pernikahannya,!" kata putri parangkawuni.
" Mengapa di percepat,!" tanya Wikala
" Nanti kangmas lari dengan gadis lain dan satu hal lagi kakang tidak boleh memanggil saya Gusti putri,!" perintah putri parangkawuni.
" Jadi harus memanggil apa,?" tanya Wikala
" eeeee, panggil saja nimas atau diajeng,!" jawab putri parangkawuni.
" Kan kita belum menikah,?" tanya Wikala lagi.
" Yaa, kita memang belum menikah,akan tetapi mulai saat ini kangmas harus membiasakan nya,!" lanjut putri parangkawuni.
" baiklah, nimas,!" ucap Wikala.
" ya,ya,ya begitu kan lebih baik,!" balas putri parangkawuni.
Keduanya kemudian berpisah kembali ke bilik nya masing-masing, dengan perasaan yg berbeda, kalau putri parangkawuni hati nya berbunga-bunga, sosok idamaannya akan jadi jodoh nya.
Sedangkan Wikala hatinya benar- benar galau, mengingat- ingat kenangan bersama Tantri, gadis desa thanda yg dicintainya.
Apakah mereka berdua ditakdirkan untuk tidak bersama walaupun saling mencintai.
Keesokan harinya saat- saat penobatan Raja baru di kerajaan Majapahit.Raja yg kesembilan dari yg pernah memerintah Majapahit atau Wilwatikta.
Wisuda penobatan Prabhu rajasawardhana di pimpin brahmana dharmadyaksa ring kasaiwan dan kasogatan, dua pemimpin tertinggi agama Hindu syiwa dan agama Buddha.
Setelah diambil sumpahnya, maka mahkota kerajaan di letakkan di atas kepala Prabhu SiNAGARA dengan gelarnya( abhiseka) :
Shri Rajasawardhana dyah Wijaya Kumara Sang SiNAGARA.
Maka dengan itu syah lah Prabhu SiNAGARA menjadi raja di Majapahit.
Sang Prabhu SiNAGARA kemudian memberikan kata- kata sambutan yg di akhiri dengan titah,
" Untuk yuwaraja (adipati anom/ putra mahkota) adalah Ananda dyah Samara Wijaya yg akan memerintah di wengker alias Bhatara ing wengker, sedangkan Bhatara ing kahuripan adalah ananda dyah Karana Wijaya, untuk Bhatara ing DAhA adalah ananda dyah Rana wijaya, dan untuk pamotan,atau Bhatara ing pamotan adalah ananda putri dyah parangkawuni sekaligus hari ini putri parangkawuni akan melangsungkan pertunangannya dengan seorang pemuda dari DAHA, yg bergelar Satria Dari DAhA yaitu ananda Radeksa Arya Wikala dan saya beri gelar Bhatara ing kertabhumi, berdua mereka kelak akan memimpin pamotan,!" demikian lah sabda Gusti Prabhu Sang SiNAGARA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Windy Veriyanti
Author...
Pamotan dan Kertabhumi itu kalau sekarang jadi kota apa?
2024-06-12
0
Aki Lama
hehehehe mulai suka cerita ini
2022-08-27
0
Wira Yoga
Mantap ceritanya, asli Nusantara 👍👍👍👍
2022-03-30
3