"Suteee!" teriak Biksu Majin
"Guruuu!" teriak Arya bor bor.
Hampir bersamaan kedua orang ini berteriak dan bergerak mendekati.
Biksu Majin laksana terbang mendatangi Biksu Luanjin yg sedang terkapar di s ebuah batang pohon.
Setelah memeriksanya sebentar Biksu Majin menggendong adik seperguruannya itu dan membawanya kebelakang panggungan.
Sedangkan arya bor bor mendekati Wikala yg masih duduk bersila guna memulihkan jalan pernafasannya.
"Bagaimana keadaan guru?" tanya Arya bor bor atau Hantu Kali mayit itu .
" Baik,!" jawab Wikala singkat.
" Dan bagaimana keadaan Biksu Luanjin?" tanyanya pada Arya bor bor.
" Murid tidak tahu,saya lihat Biksu Majin membawanya ke belakang,!" arya bor bor
" Baiklah,segera ambil cincin yg tadi telah saya pinjamkan kepada Resi Begawan mahameru,!" perintah Wikala pada arya bor bor.
"Baik,guru!" jawab arya bor bor.Segera meninggalkan Wikala yg sedang memulihkan tubuhnya.
Selang beberapa saat kemudian datanglah Biksu Majin kehadapan Wikala,seraya berkata,
"Dirimu memang hebat anak muda ,!" katanya.
" Biasa saja," jawab Wikala pendek.
" Ya,ya,ya, sebagai seorang murid dari Barada,saya maklum dirimu dapat mengalahkan sute Luanjin dalam pertarungan," terang Biksu Majin sareh.
" Sebenarnya itu mungkin kebetulan ,Biksu, mungkin sang hyang widhi wasa masih berfihak kepada saya," jawab Wikala lagi.
"Amithaba, saya fikir setelah kematian raden gajah,tidak ada lagi tokoh sakti di pulau jawa ini," kembali Biksu Majin berujar.
"Mungkin di setiap masa dan waktu ada saja orang yg mumpuni baik kadigjayan maupun kawisesan,!" balas Wikala.
" Amithaba, engkau benar anak muda, sungguh dirimu amat lengkap menilai Dunia ini,
apakah dirimu siap untuk menghadapi saya si orangtua ini?" tanyanya pada Wikala.
"Mudah mudahan siap Biksu, saya akan dapat pelajaran yg sangat berguna bagi masa depan saya dari seorang Biksu daratan tiongkok yg sakti mandraguna,!" jawab Wikala.
" Amithaba jangan merendah ,hai Satria Dari DAhA,!"balas Biksu Majin.
" Bukannya merendah,tetapi itulah kenyataannya,!'' ujar Wikala.
Pembicaraan terhenti saat arya bor bor datang menyerahkan cincin kalademit,cincin yg sangat berkhasiat untuk mengatasi segala macam racun dan membuat tubuh kebal jika meminum
air bekas rendamannya.
"Baiklah, mari kita mulai Satria Dari DAhA,!" ujar Biksu Majin.
" Mariii,!" jawab Wikala setelah mengecup cincinnya.
" Terima serangan,!" teriak Biksu Majin sambil mengibaskan jubahnya kearah tubuh Wikala, segera angin menderu menerpa sang Satria Dari DAhA ini.
Dengan cepat Wikala melentingkan tubuhnya guna menghindari serangan itu dan mendarat ditanah dengan ringannya.
Kemudian Biksu Majin langsung melompat memberikan pukulan yg berisi lweekang yg tinggi kearah perut Wikala,hanya menarik sebelah kakinya luput serangan itu,tapi terpaan anginnya cukup membuat Wikala bergoyang
" Sungguh hebat tenaga dalam Biksu ini ,!" pikir Wikala dalam hati.
Belum sempat berfikir selanjutnya,serangan susulan kearah kepala segera datang,Kali ini Wikala menangkisnya, benturan dua tangan berisi tenaga dalam tinggi pun terjadi, keduanya tersurut mundur tiga langkah ke belakang.
"Amithaba,hebat,hebat engkau mampu menahan lweekangku,!" teriak Biksu Majin,sambil menjura hormat .
" Biksu pun hebat,!" jawab Wikala yg tidak mau mabuk pujiaan
Pertarungan selanjutnya semakin cepat dan cepat, pertarungan tangan kosong ini,sungguh sulit untuk diikuti pandangan mata,kecuali yg berilmu tinggi.
Sementara di panggungan seluruh kelompok kembali berkumpul kecuali Biksu Luanjin yg belum di ketahui nasibnya ,masih hidup atau mati.
Dan juga yg tidak ada lagi Pendekar Kim lan pei si ruyung yg tewas dibuat Mpu Tela mahalaya, dan Mpu Tela mahalaya yg tewas dibuat Pendekar Xia si golok emas.
Berkatalah Resi Begawan mahameru kepada Mpu Sada yg berada disebelahnya,
"Sungguh hebat murid dimas Barada ini,sada,!" ujarnya kepada Mpu Sada.
"Benar kakang wekaz, sungguh sungguh hebat murid kakang Barada itu,!" jawab Mpu Sada memuji Wikala.
"Eh, bagaimana keadaan kakang wekaz, apakah benar-benar sudah sehat, ?" tanyanya pada Resi Begawan mahameru.
" Berkat pertolongan angger Wikala dengan cincin kalademit nya, sudah mendingan keadaan ku,!" jawab Resi Begawan mahameru.
"Selain digjaya lan linuwih ,murid kakang Barada itu ,tabib juga rupanya,!" kata Mpu Sada.
"Benar benar sempurna ilmunya,!" tukas Resi Begawan mahameru.
" Benar kakang, tidak salah kita mempertahankan dia untuk tetap ikut dalam perang tanding ini,!" ujar Mpu Sada
" Ua, kalau dilihat lihat ,inipun angger Wikala unggul dari Biksu Majin,!" balas Resi Begawan mahameru.
" Unggul tenaga , unggul pernafasan dan masih muda lagi,!" terang Mpu Sada
" Kami salah menilai kakang ,!" kata ki buyut lengkara dan Nyai Dewi putrani bersamaan.
" Yah , menilai orang jangan dari luar nya saja ,!" ujar Resi Begawan mahameru.
" Jika kami harus berhadapan dengan Biksu Majin, mungkin tidak sampai sepuluh jurus kami sudah tinggal nama ,!" ujar ki buyut lengkara.
" Tetapi menghadapi angger Wikala, kemampuan Biksu Majin masih dapat diredam,!" jelas Nyai Dewi putrani.
Sementara dari fihak tiongkok nampak tegang melihat kenyataan ini .Bahwa Masih ada yg mampu mengimbangi Biksu Majin yg kesohor di tiongkok sebagai Pendekar nomor satu.
" Heh, akankah kita kalah ?" keluh Pendekar Lin si pedang wangi kepada Pendekar Xia si golok emas.
"Mungkin ,Pendekar Lin !" jawab Pendekar Xia si golok emas.
Kembali ke gelanggang pertarungan , serangan serangan Biksu Majin masih dapat di mentahkan oleh Wikala , maka
Biksu Majin mulai merambah pada tataran lebih tinggi lagi.
" Heh, baiklah , Satria Dari DAhA kita lanjutkan menggunakan senjata,keluarkan senjata mu dan hadapi tasbihku kini,!" ucap Biksu Majin seraya melontarkan tasbihnya,
" Saya hadapi dengan kerisku ini,!" teriak Wikala.
Deru tasbih itu meraung dibarengi asap putih kelabu yg mengandung uap beracun pelumpuh syaraf.
Wikala berloncatan kesana kemari menghindari serangan tasbih itu.
Sementara Biksu Majin sendiri masih tegak berdiri .Segera Wikala mengarahkan ujung kerisnya kearah Biksu Majin, selarik cahaya merah terang menerjang sang Biksu ,terpaksalah ia melompat gantian menghindari serangan Wikala.
Ketika malam tiba, Biksu Majin mengeluarkan jurus tasbih sakti.Kembali tasbih sang Biksu menerjang Wikala dengan lebih cepat dan memburu terus,kemana Wikala ,saat terdesak dan terkurung serangan tasbih itu, Wikala mengadu kerisnya yg mengandung ajian Kalacakra dengan tasbih maka berbenturan lah kedua senjata sakti tsb
Maka berserakanlah tasbih yg terbuat dari mutiara hitam itu ketanah , namun segera ditarik pulang oleh pemiliknya .
Anehnya setelah kembali ditangan Biksu Majin tasbih itu bersatu kembali ,dan begitu dilontarkan kembali menyerang dengan dahsyatnya.
Wikala benar-benar pusing memikirkannya,belum uap beracun itu menebar kemana mana ,bila tercium akan melemahkan syaraf,serangan tenaga dalam Biksu Majin sendiri .
Memang serangan uap beracun tidak mempengaruhi Wikala karena sebelum bertarung tadi ia telah menjilat cincinnya.
Akan tetapi untuk menghindari kejaran tasbih itu yg masih sulit diatasinya, hingga satu pukulan jarak jauh Biksu Majin mengenai pundaknya.
" Aakkhhh !" teriak Wikala memegangi pundaknya .
" Biksu memang hebat!" teriaknya lagi setelah berhasil lolos dari garis serang Biksu Majin dan tasbih sakti.
" Hati hati Satria Dari DAhA,nyawa itu cuma satu maka sayangilah,!" balas Biksu Majin.
" Baiklah ,terima ini ajian kalamawa ,!" teriak Wikala disertai mengarahkan tangan kirinya yg terbuka dan kerisnya ditangan kanannya ,maka dua larik cahaya merah terang menderu menghantam kearah Biksu Majin,
Serangan itu masih dapat dihindari oleh Biksu Majin , namun serangan kedua ketika sang Biksu menjejakkan kaki ditanah tidak dapat dihindari lagi ,terpentallah Biksu Majin Lima langkah kebelakang .
Sungguh hebat Biksu Majin ini setelah jatuh ia langsung mampu bangkit lagi dan kembali menyerang,bahkan lebih ganas.
Wikala heran, ajian kalamawa seakan akan tidak ada artinya buat sang Biksu.
Tidak dapat jawabannya, tiba tiba serangan sudah menghantam Wikala dari semua sisi,kali ini Wikala tidak mau menghindari serangan tasbih sakti,ia redam serangan tasbih itu dengan ajian nantha angin hingga tasbih itu tidak dapatnya menyentuh nya,
Dan juga ia arahkan serangan kerisnya ke tubuh Biksu Majin , sang Biksu geleng geleng kepala sambil menghindari serangan Wikala.
Sampai menjelang fajar belum ada yg terlihat lebih unggul,antara Satria Dari DAhA dan Pendekar nomor satu negeri tiongkok.
Pagi hari nya Biksu Majin mengubah cara bertempurnya,ia mengeluarkan jurus andalannya.
" jurus Naga bersembunyi ,macan mengaum ,elang menyambar,!" teriak Biksu Majin sambil menyilangkan tangannya didada.
Laksana air bah melanda ,tiga serangan sekaligus menerjang sang Satria Dari DAhA ini , tasbih sakti menyerang laksana elang meyambar ,suara dengung yg memekakkan telinga,dan pukulan Naga bersembunyi yg bergelombang ,Wikala benar-benar kelabakan ,suara dengung yg menghilangkan konsentrasinya memang menyulitkannya.Memang jurus Naga bersembunyi macan mengaum elang menyambar,di daratan tiongkok tiada lawan.Kelebihannya lagi si pemilik jurus dapat berdiri saja , hingga mengurangi tenaga yg terbuang,
Ini memang sudah di perhitungkan oleh Biksu Majin, karena bertarung berhari hari tentu akan menguras tenaganya apalagi ia sudah tidak muda lagi sedangkan lawan yg dihadapinya masih muda.
Wikala tidak mau kalah segera mengeluarkan ajian nya
" Aji mega mendung,! teriaknya
Seluruh serangan Biksu Majin tidak dapat menembusi pertahanan Wikala yg di bentengi ajian mega mendung, Sementara Wikala terus menyerang dengan ajian kalamawa nya
Hingga kembali melemparkan Biksu Majin untuk kedua kalinya.
Kali ini Biksu Majin agak sulit bangkit akibat tenaganya yg sudah jauh berkurang.
Setelah mampu duduk bersila dengan baik dan membetulkan jalan pernafasannya maka ia berkata,
"Baiklah,engkau memang hebat Satria Dari DAhA,kurasa inilah ilmu terakhir ku yg belum pernah ku keluar kan , sekarang bersiap lah ,!' ucap Biksu Majin.
" Juruss langit menangis,bumi tertawa ,!" teriak Biksu Majin.
" Hei ,ilmu apa pula ini,!" pikir Wikala dalam hati.Ia pun dengan kesiagaan yg tinggi.
Segera menderu hujan es yg jatuh dari langit ,halus laksana jarum yg menyerang
Wikala dan gelombang tanah laksana ombak di lautan ,gempa bumi seolah terjadi di tempat itu .
Karena Wikala membentengi dirinya ajian mega mendung tingkat pertama maka serangan hujan es itu masih bisa menembusinya hingga tubuhnya terluka di bagian pundaknya .
Segera ia meningkat ajian mega mendung tingkat Lima atau akhir maka kabut tebal segera menyelimutinya dan tidak ada lagi serangan jurus langit menangis bumi tertawa menembusi pertahanannya.
Bumi di area pertarungan ini porak poranda di hantam juruss langit menangis bumi tertawa, panggungan roboh, pohon pohon tumbang, padepokan
Mpu kacau balau.
Sementara Biksu Majin tetap mengerahkan jurusnya itu, sedangkan Wikala mulai memikirkan bagaimana mengakhirinya.
Setelah berfikir beberapa saat akhirnya Wikala mantap akan mengeluarkan ajian pamungkasnya ajian mega Siwa.
Setelah memusatkan nalar budinya maka Wikala pun berteriak dari dalam balutan kabut mega mendung
" Ajian mega Siwa!" teriaknya,selarik sinar putih keemasan seperti cahaya kilat saat guntur menggelegar menghantam Biksu Majin yg duduk bersila,
" Aaaaaaakkkkkhhhh,!" teriak Biksu Majin berbarengan dengan berhentinya hujan es dan gempa bumi,
Biksu Majin terlempar cukup jauh dan
diam tak berkutik
Bersamaan itu pula kabut ditubuh Wikala pudar menghilang tampak ia terduduk lemas sementara pundaknya berdarah, Dan ia pun jatuh pingsan.
Segera arya bor bor menghampiri sang guru, sambil berteriak ,
"guru, menang guru menang,!"
Karena teriakan ini Wikala membuka matanya dan berkata ,
" Bagaimana nasib Biksu Majin,!" tanyanya.
Arya bor bor hanya menggelengkan kepalanya .
Wikala langsung duduk dan , berusaha memulihkan tubuhnya dan meminta kepada arya bor bor untuk menyalurkan tenaga dalam nya.
Sebentar kemudian ia bangkit dan menuju ketempat Biksu Majin di
baringkan.
Setelah di lihatnya Biksu Majin masih bernafas walaupun lemah maka raut wajahnya pun senang,di perintahkannya arya bor bor mengambil air.
Kemudian dicelupkannya cincin kalademit kedalamnya,Dan air itu diteteskan kemulut Biksu Majin setetes demi setetes
" Maaf, eyang Sada sudilah kiranya membantu saya,!" pintanya kepada Mpu Sada.
Yg dipanggil tergopoh gopoh datang dan berkata ," apakah kiranya bisa saya bantu ,ngger,!" ucap Mpu
" Karena disini yg benar benar masih bugar adalah eyang, sudilah kiranya eyang menyalurkan Hawa murni kepada Biksu Majin!" terang Wikala.
Kelompok Pendekar dari tiongkok terheran heran atas sikap Wikala,mereka
kagum atas perbuatan Satria Dari DAhA ini.
Watak Satria tercermin dari sikap Wikala membuat orang segan terhadap nya walaupun ia masih muda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
John Singgih
sikap sang ksatria dari Daha yang luar biasa
2022-08-26
0
Miffta Paytren
mantulll....
2022-04-08
1
Miffta Paytren
sipp
2022-04-08
1