episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima

"Suteee!" teriak Biksu Majin

"Guruuu!" teriak Arya bor bor.

Hampir bersamaan kedua orang ini berteriak dan bergerak mendekati.

Biksu Majin laksana terbang mendatangi Biksu Luanjin yg sedang terkapar di s ebuah batang pohon.

Setelah memeriksanya sebentar Biksu Majin menggendong adik seperguruannya itu dan membawanya kebelakang panggungan.

Sedangkan arya bor bor mendekati Wikala yg masih duduk bersila guna memulihkan jalan pernafasannya.

"Bagaimana keadaan guru?" tanya Arya bor bor atau Hantu Kali mayit itu .

" Baik,!" jawab Wikala singkat.

" Dan bagaimana keadaan Biksu Luanjin?" tanyanya pada Arya bor bor.

" Murid tidak tahu,saya lihat Biksu Majin membawanya ke belakang,!" arya bor bor

" Baiklah,segera ambil cincin yg tadi telah saya pinjamkan kepada Resi Begawan mahameru,!" perintah Wikala pada arya bor bor.

"Baik,guru!" jawab arya bor bor.Segera meninggalkan Wikala yg sedang memulihkan tubuhnya.

Selang beberapa saat kemudian datanglah Biksu Majin kehadapan Wikala,seraya berkata,

"Dirimu memang hebat anak muda ,!" katanya.

" Biasa saja," jawab Wikala pendek.

" Ya,ya,ya, sebagai seorang murid dari Barada,saya maklum dirimu dapat mengalahkan sute Luanjin dalam pertarungan," terang Biksu Majin sareh.

" Sebenarnya itu mungkin kebetulan ,Biksu, mungkin sang hyang widhi wasa masih berfihak kepada saya," jawab Wikala lagi.

"Amithaba, saya fikir setelah kematian raden gajah,tidak ada lagi tokoh sakti di pulau jawa ini," kembali Biksu Majin berujar.

"Mungkin di setiap masa dan waktu ada saja orang yg mumpuni baik kadigjayan maupun kawisesan,!" balas Wikala.

" Amithaba, engkau benar anak muda, sungguh dirimu amat lengkap menilai Dunia ini,

apakah dirimu siap untuk menghadapi saya si orangtua ini?" tanyanya pada Wikala.

"Mudah mudahan siap Biksu, saya akan dapat pelajaran yg sangat berguna bagi masa depan saya dari seorang Biksu daratan tiongkok yg sakti mandraguna,!" jawab Wikala.

" Amithaba jangan merendah ,hai Satria Dari DAhA,!"balas Biksu Majin.

" Bukannya merendah,tetapi itulah kenyataannya,!'' ujar Wikala.

Pembicaraan terhenti saat arya bor bor datang menyerahkan cincin kalademit,cincin yg sangat berkhasiat untuk mengatasi segala macam racun dan membuat tubuh kebal jika meminum

air bekas rendamannya.

"Baiklah, mari kita mulai Satria Dari DAhA,!" ujar Biksu Majin.

" Mariii,!" jawab Wikala setelah mengecup cincinnya.

" Terima serangan,!" teriak Biksu Majin sambil mengibaskan jubahnya kearah tubuh Wikala, segera angin menderu menerpa sang Satria Dari DAhA ini.

Dengan cepat Wikala melentingkan tubuhnya guna menghindari serangan itu dan mendarat ditanah dengan ringannya.

Kemudian Biksu Majin langsung melompat memberikan pukulan yg berisi lweekang yg tinggi kearah perut Wikala,hanya menarik sebelah kakinya luput serangan itu,tapi terpaan anginnya cukup membuat Wikala bergoyang

" Sungguh hebat tenaga dalam Biksu ini ,!" pikir Wikala dalam hati.

Belum sempat berfikir selanjutnya,serangan susulan kearah kepala segera datang,Kali ini Wikala menangkisnya, benturan dua tangan berisi tenaga dalam tinggi pun terjadi, keduanya tersurut mundur tiga langkah ke belakang.

"Amithaba,hebat,hebat engkau mampu menahan lweekangku,!" teriak Biksu Majin,sambil menjura hormat .

" Biksu pun hebat,!" jawab Wikala yg tidak mau mabuk pujiaan

Pertarungan selanjutnya semakin cepat dan cepat, pertarungan tangan kosong ini,sungguh sulit untuk diikuti pandangan mata,kecuali yg berilmu tinggi.

Sementara di panggungan seluruh kelompok kembali berkumpul kecuali Biksu Luanjin yg belum di ketahui nasibnya ,masih hidup atau mati.

Dan juga yg tidak ada lagi Pendekar Kim lan pei si ruyung yg tewas dibuat Mpu Tela mahalaya, dan Mpu Tela mahalaya yg tewas dibuat Pendekar Xia si golok emas.

Berkatalah Resi Begawan mahameru kepada Mpu Sada yg berada disebelahnya,

"Sungguh hebat murid dimas Barada ini,sada,!" ujarnya kepada Mpu Sada.

"Benar kakang wekaz, sungguh sungguh hebat murid kakang Barada itu,!" jawab Mpu Sada memuji Wikala.

"Eh, bagaimana keadaan kakang wekaz, apakah benar-benar sudah sehat, ?" tanyanya pada Resi Begawan mahameru.

" Berkat pertolongan angger Wikala dengan cincin kalademit nya, sudah mendingan keadaan ku,!" jawab Resi Begawan mahameru.

"Selain digjaya lan linuwih ,murid kakang Barada itu ,tabib juga rupanya,!" kata Mpu Sada.

"Benar benar sempurna ilmunya,!" tukas Resi Begawan mahameru.

" Benar kakang, tidak salah kita mempertahankan dia untuk tetap ikut dalam perang tanding ini,!" ujar Mpu Sada

" Ua, kalau dilihat lihat ,inipun angger Wikala unggul dari Biksu Majin,!" balas Resi Begawan mahameru.

" Unggul tenaga , unggul pernafasan dan masih muda lagi,!" terang Mpu Sada

" Kami salah menilai kakang ,!" kata ki buyut lengkara dan Nyai Dewi putrani bersamaan.

" Yah , menilai orang jangan dari luar nya saja ,!" ujar Resi Begawan mahameru.

" Jika kami harus berhadapan dengan Biksu Majin, mungkin tidak sampai sepuluh jurus kami sudah tinggal nama ,!" ujar ki buyut lengkara.

" Tetapi menghadapi angger Wikala, kemampuan Biksu Majin masih dapat diredam,!" jelas Nyai Dewi putrani.

Sementara dari fihak tiongkok nampak tegang melihat kenyataan ini .Bahwa Masih ada yg mampu mengimbangi Biksu Majin yg kesohor di tiongkok sebagai Pendekar nomor satu.

" Heh, akankah kita kalah ?" keluh Pendekar Lin si pedang wangi kepada Pendekar Xia si golok emas.

"Mungkin ,Pendekar Lin !" jawab Pendekar Xia si golok emas.

Kembali ke gelanggang pertarungan , serangan serangan Biksu Majin masih dapat di mentahkan oleh Wikala , maka

Biksu Majin mulai merambah pada tataran lebih tinggi lagi.

" Heh, baiklah , Satria Dari DAhA kita lanjutkan menggunakan senjata,keluarkan senjata mu dan hadapi tasbihku kini,!" ucap Biksu Majin seraya melontarkan tasbihnya,

" Saya hadapi dengan kerisku ini,!" teriak Wikala.

Deru tasbih itu meraung dibarengi asap putih kelabu yg mengandung uap beracun pelumpuh syaraf.

Wikala berloncatan kesana kemari menghindari serangan tasbih itu.

Sementara Biksu Majin sendiri masih tegak berdiri .Segera Wikala mengarahkan ujung kerisnya kearah Biksu Majin, selarik cahaya merah terang menerjang sang Biksu ,terpaksalah ia melompat gantian menghindari serangan Wikala.

Ketika malam tiba, Biksu Majin mengeluarkan jurus tasbih sakti.Kembali tasbih sang Biksu menerjang Wikala dengan lebih cepat dan memburu terus,kemana Wikala ,saat terdesak dan terkurung serangan tasbih itu, Wikala mengadu kerisnya yg mengandung ajian Kalacakra dengan tasbih maka berbenturan lah kedua senjata sakti tsb

Maka berserakanlah tasbih yg terbuat dari mutiara hitam itu ketanah , namun segera ditarik pulang oleh pemiliknya .

Anehnya setelah kembali ditangan Biksu Majin tasbih itu bersatu kembali ,dan begitu dilontarkan kembali menyerang dengan dahsyatnya.

Wikala benar-benar pusing memikirkannya,belum uap beracun itu menebar kemana mana ,bila tercium akan melemahkan syaraf,serangan tenaga dalam Biksu Majin sendiri .

Memang serangan uap beracun tidak mempengaruhi Wikala karena sebelum bertarung tadi ia telah menjilat cincinnya.

Akan tetapi untuk menghindari kejaran tasbih itu yg masih sulit diatasinya, hingga satu pukulan jarak jauh Biksu Majin mengenai pundaknya.

" Aakkhhh !" teriak Wikala memegangi pundaknya .

" Biksu memang hebat!" teriaknya lagi setelah berhasil lolos dari garis serang Biksu Majin dan tasbih sakti.

" Hati hati Satria Dari DAhA,nyawa itu cuma satu maka sayangilah,!" balas Biksu Majin.

" Baiklah ,terima ini ajian kalamawa ,!" teriak Wikala disertai mengarahkan tangan kirinya yg terbuka dan kerisnya ditangan kanannya ,maka dua larik cahaya merah terang menderu menghantam kearah Biksu Majin,

Serangan itu masih dapat dihindari oleh Biksu Majin , namun serangan kedua ketika sang Biksu menjejakkan kaki ditanah tidak dapat dihindari lagi ,terpentallah Biksu Majin Lima langkah kebelakang .

Sungguh hebat Biksu Majin ini setelah jatuh ia langsung mampu bangkit lagi dan kembali menyerang,bahkan lebih ganas.

Wikala heran, ajian kalamawa seakan akan tidak ada artinya buat sang Biksu.

Tidak dapat jawabannya, tiba tiba serangan sudah menghantam Wikala dari semua sisi,kali ini Wikala tidak mau menghindari serangan tasbih sakti,ia redam serangan tasbih itu dengan ajian nantha angin hingga tasbih itu tidak dapatnya menyentuh nya,

Dan juga ia arahkan serangan kerisnya ke tubuh Biksu Majin , sang Biksu geleng geleng kepala sambil menghindari serangan Wikala.

Sampai menjelang fajar belum ada yg terlihat lebih unggul,antara Satria Dari DAhA dan Pendekar nomor satu negeri tiongkok.

Pagi hari nya Biksu Majin mengubah cara bertempurnya,ia mengeluarkan jurus andalannya.

" jurus Naga bersembunyi ,macan mengaum ,elang menyambar,!" teriak Biksu Majin sambil menyilangkan tangannya didada.

Laksana air bah melanda ,tiga serangan sekaligus menerjang sang Satria Dari DAhA ini , tasbih sakti menyerang laksana elang meyambar ,suara dengung yg memekakkan telinga,dan pukulan Naga bersembunyi yg bergelombang ,Wikala benar-benar kelabakan ,suara dengung yg menghilangkan konsentrasinya memang menyulitkannya.Memang jurus Naga bersembunyi macan mengaum elang menyambar,di daratan tiongkok tiada lawan.Kelebihannya lagi si pemilik jurus dapat berdiri saja , hingga mengurangi tenaga yg terbuang,

Ini memang sudah di perhitungkan oleh Biksu Majin, karena bertarung berhari hari tentu akan menguras tenaganya apalagi ia sudah tidak muda lagi sedangkan lawan yg dihadapinya masih muda.

Wikala tidak mau kalah segera mengeluarkan ajian nya

" Aji mega mendung,! teriaknya

Seluruh serangan Biksu Majin tidak dapat menembusi pertahanan Wikala yg di bentengi ajian mega mendung, Sementara Wikala terus menyerang dengan ajian kalamawa nya

Hingga kembali melemparkan Biksu Majin untuk kedua kalinya.

Kali ini Biksu Majin agak sulit bangkit akibat tenaganya yg sudah jauh berkurang.

Setelah mampu duduk bersila dengan baik dan membetulkan jalan pernafasannya maka ia berkata,

"Baiklah,engkau memang hebat Satria Dari DAhA,kurasa inilah ilmu terakhir ku yg belum pernah ku keluar kan , sekarang bersiap lah ,!' ucap Biksu Majin.

" Juruss langit menangis,bumi tertawa ,!" teriak Biksu Majin.

" Hei ,ilmu apa pula ini,!" pikir Wikala dalam hati.Ia pun dengan kesiagaan yg tinggi.

Segera menderu hujan es yg jatuh dari langit ,halus laksana jarum yg menyerang

Wikala dan gelombang tanah laksana ombak di lautan ,gempa bumi seolah terjadi di tempat itu .

Karena Wikala membentengi dirinya ajian mega mendung tingkat pertama maka serangan hujan es itu masih bisa menembusinya hingga tubuhnya terluka di bagian pundaknya .

Segera ia meningkat ajian mega mendung tingkat Lima atau akhir maka kabut tebal segera menyelimutinya dan tidak ada lagi serangan jurus langit menangis bumi tertawa menembusi pertahanannya.

Bumi di area pertarungan ini porak poranda di hantam juruss langit menangis bumi tertawa, panggungan roboh, pohon pohon tumbang, padepokan

Mpu kacau balau.

Sementara Biksu Majin tetap mengerahkan jurusnya itu, sedangkan Wikala mulai memikirkan bagaimana mengakhirinya.

Setelah berfikir beberapa saat akhirnya Wikala mantap akan mengeluarkan ajian pamungkasnya ajian mega Siwa.

Setelah memusatkan nalar budinya maka Wikala pun berteriak dari dalam balutan kabut mega mendung

" Ajian mega Siwa!" teriaknya,selarik sinar putih keemasan seperti cahaya kilat saat guntur menggelegar menghantam Biksu Majin yg duduk bersila,

" Aaaaaaakkkkkhhhh,!" teriak Biksu Majin berbarengan dengan berhentinya hujan es dan gempa bumi,

Biksu Majin terlempar cukup jauh dan

diam tak berkutik

Bersamaan itu pula kabut ditubuh Wikala pudar menghilang tampak ia terduduk lemas sementara pundaknya berdarah, Dan ia pun jatuh pingsan.

Segera arya bor bor menghampiri sang guru, sambil berteriak ,

"guru, menang guru menang,!"

Karena teriakan ini Wikala membuka matanya dan berkata ,

" Bagaimana nasib Biksu Majin,!" tanyanya.

Arya bor bor hanya menggelengkan kepalanya .

Wikala langsung duduk dan , berusaha memulihkan tubuhnya dan meminta kepada arya bor bor untuk menyalurkan tenaga dalam nya.

Sebentar kemudian ia bangkit dan menuju ketempat Biksu Majin di

baringkan.

Setelah di lihatnya Biksu Majin masih bernafas walaupun lemah maka raut wajahnya pun senang,di perintahkannya arya bor bor mengambil air.

Kemudian dicelupkannya cincin kalademit kedalamnya,Dan air itu diteteskan kemulut Biksu Majin setetes demi setetes

" Maaf, eyang Sada sudilah kiranya membantu saya,!" pintanya kepada Mpu Sada.

Yg dipanggil tergopoh gopoh datang dan berkata ," apakah kiranya bisa saya bantu ,ngger,!" ucap Mpu

" Karena disini yg benar benar masih bugar adalah eyang, sudilah kiranya eyang menyalurkan Hawa murni kepada Biksu Majin!" terang Wikala.

Kelompok Pendekar dari tiongkok terheran heran atas sikap Wikala,mereka

kagum atas perbuatan Satria Dari DAhA ini.

Watak Satria tercermin dari sikap Wikala membuat orang segan terhadap nya walaupun ia masih muda.

Terpopuler

Comments

John Singgih

John Singgih

sikap sang ksatria dari Daha yang luar biasa

2022-08-26

0

Miffta Paytren

Miffta Paytren

mantulll....

2022-04-08

1

Miffta Paytren

Miffta Paytren

sipp

2022-04-08

1

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!