Sementara itu kita tinggalkan Mpu Barada dan Resi Begawan mahameru kita kembali ke padepokan Mpu Barada.Dimana berada Larasati dan Naja pratanu.
" Kang , apakah di padepokan Semeru ,ramai,?" Larasati kepada pratanu.
" Hanya, duapuluh orang yg nyantrik disana ,!' jawab Pratanu.
" Apakah pemandangan di sana indah, Kang ,?" tanya Larasati lagi.
" Lumayan,!" jawab Pratanu.
" Di sini Kang, banyak tempat indah ,seperti danau, air terjun !" Larasati.berkata
" Mari,Kang ,!" ajaknya lagi.
Kemudian Larasati membawa Naja pratanu ke sisi sebelah barat ,maka terhamparlah pemandangan yg menakjubkan,
" Cantik, benar benar cantik,!" ujar Pratanu secara spontan.
" Benar kan kang, cantik pemandangan nya, !"kata Larasati.
Sebenarnya perkataan pratanu tidak hanya tertuju ke pemandangan indah di depan, tetapi juga tertuju kepada Larasati yg memiliki wajah cantik,ditambah kulitnya putih tampak kemerahan saat ditmpa cahaya mentari.
Pratanu tampak terbengong melihat Dua pemandangan indah didepannya.
Satu panorama yg tersaji didepannya dilatari dua gunung yaitu gunung sumbing dan sindoro, kedua seorang gadis Nan ayu,yg lagi mekar mekarnya.
" Sungguh sempurna hyang widhi wasa menciptakannya,!" ujar Pratanu dalam hati .
Jauh di lubuk hatinya terasa ada getar getar aneh jika melihat Larasati.
Naja pratanu adalah seorang pemuda yg mempunyai rasa seni yg tinggi dan berwatak pendiam, akan tetapi setelah bersama Larasati ,dia tampak lebih periang.
" Kang, nanti kalau kembali ke Semeru ,singgah di rumahku,ya!" pinta Larasati.
Pratanu diam saja, seolah tidak mendengar.
Ketika tubuhnya digoyang, Larasati ,sambil berkata," hei, ngelamun saja nanti kesambet baru tahu rasa,!"
" Eh, iya, ehh, apa tadi,!" tanya Pratanu gelagapan.
" Nanti kalau pulang , singgah kerumahku,!" jawab Larasati .
" Heh, kalau itu nanti terserah eyang Resi,!" ucapnya.
" Kan, kakang bisa minta,pulang lewat jalan rumahku ,!" kata Larasati lagi.
" Nanti akan kubicarakan eyang Resi,!" jawab Pratanu.
" Sebenarnya rumah mu dimana, ?" tanya Pratanu.
" Ada apa, kakang nanya rumahku, mau ngelamar,!" ledek Larasati dengan wajah jenaka.
" Ehh, bukan begitu, ehh, tadi kan kamu menyuruh singgah,!" jawab Pratanu grogi.
Wajahnya bersemu merah, ia memalingkan ,tidak berani menatap Larasati yg nampak tersenyum senyum.
Setelah hening sejenak, barulah Larasati berkata,
" rumahku di desa thanda di kaki gunung kelud, kalau ke Semeru kan melewati,!" katanya lagi,
" Nanti katakan pada biyung, bahwa disini dalam keadaan baik,dan masih lama baru bisa pulang,. jelaaaas,!" ujarnya dengan wajah jenakanya karena melihat Pratanu yg salah tingkah.
" Jelas, tuan puteriii,! " jawab Pratanu yg mulai mencair.
Sejak saat itu keakraban antara pratanu dan Larasati semakin baik.
Ketika mentari bergeser kebarat ,mereka pun memutuskan kembali.
Suatu saat melintasi padang Savana yg cukup luas, banyak kupu kupu berterbangan.
" Kang, kita berlomba mendapatkan kupu kupu,siapa yg dapatnya paling banyak dia yg menang,,!" kata Larasati .
" Baik, siapa takut, !" jawab Pratanu.
" Sekarang ,mulai, !" teriak Larasati.
Maka kedua muda mudi berlarian di padang itu guna menangkap kupu kupu,
Sebentar kemudian mereka berhenti.
Dan mulai menghitung , dengan cara melepaskan kembali .
Yg menang adalah Larasati .
" Karena kakang kalah,maka harus di hukum ,!'" ucap Larasati.
" He, ada hukumannya, kalau tahu tadi kutangkap semua kupu kupu itu,! " kata Pratanu.
" Apa hukumannya,?" tanyanya lagi.
" Hukumannya adalah menggendong sampai padepokan ,!" tukas Larasati.
" Menggendong,?" tanya Pratanu.
" Iya, kenapa, keberatan,?" balik Larasati bertanya.
" Eh nggak,!" jawab Pratanu.
" Daripada jalan jongkok,!" kata Larasati.
" Ayo ,mulai, !" teriak Larasati.
" Bbbaaaik,!" jawab Pratanu tergagap.
Ketika Larasati meloncat kepunggung Pratanu, terasa jantung pemuda itu berdenyut keras, karena baru pertama kali menggendong seorang perempuan.
Dengan menggunakan ajian peringan tubuh nya ia mempercepat larinya guna mengurangi gemuruh didadanya .
Walaupun begitu tetap saja detak jantungnya berdegup kencang , sementara Larasati tenang saja bahkan tangannya melingkar di leher Pratanu.
Rasanya deburan ombak di lautan kalah dengan deburan hati pemuda itu.
Tidak terasa dalam sekejap saja mereka telah sampai ke padepokan, sebelum orang lain melihat Pratanu segera menurunkan Larasati .
" Ehh , sudah sampai Kang,?'" tanya Larasati.
" Sudah ,!" jawab Pratanu pendek.
Keduanya pun berjalan seperti biasa menuju padepokan Mpu Barada.
Sementara di padepokan yg terlihat hanya Wikala dan arya bor bor.
" Kakang sudah pulang,!" tanya Larasati pada Wikala.
" Baru saja ,!" jawab Wikala.
" Eyang guru dan eyang Resi kemana,?" tanya Wikala lagi.
" Saya, tidak tahu, setelah berdua berangkat, eyang guru dan eyang Resi pun berangkat,!" jawab Larasati.
Saat malam hampir tiba maka Mpu Barada dan Resi Begawan mahameru kembali.
" Dimas Barada ,besok kami akan pulang ke Semeru dan mungkin nanti singgah ke Thanda, !" ujar Resi Begawan mahameru
" Kenapa cepat kali, untuk kembali, barang tiga malam lagi disini,!" kata Mpu Barada .
" Kami akan sangat senang sekali berlama lama disini, tetapi keadaan di Semeru agak kurang aman saat ini, !" tutur Resi Begawan mahameru
" Akan tetapi murid kangmas masih banyak disana,!" kata Mpu Barada.
" Justru karena itu, murid yg tinggal ilmu silatnya sangat rendah, sedang dua murid terbaikku sudah pulang,!" terang sang Resi.
" Baiklah ,kalau kami tidak dapat menahan kangmas untuk berlama lama disini, semoga besok perjalanan aman sampai tujuan,!" ucap Mpu Barada
" Heh, angger Wikala apakah akan pulang bersama kangmas wekaz,?" tanya Mpu Barada pada Wikala.
" Iya, eyang besok kami akan bersama sama pulang dengan eyang Resi,!" jawab Wikala.
" Wah ,besok kita akan berdua kembali ngger Larasati,!" kata Mpu Barada sambil menoleh pada Larasati.
Yg paling sedih diantara berenam itu adalah Larasati,baru dua hari bertemu kakaknya sudah harus berpisah, apalagi setelah pertemuannya dengan Naja pratanu seolah olah ingin rasanya ia juga pulang.
Namun semua itu ditepis nya,ia ditempat itu adalah untuk menimba ilmu untuk masa depan nya nanti.
Pagi harinya ketika ayam jantan berkokok, penghuni padepokan Mpu Barada sudah bersiap,termasuk Larasati telah selesai menyiapkan perbekalan kakaknya dan Resi Begawan mahameru.
Pada suatu kesempatan ia berbisik pada Naja pratanu
" Jangan lupa pesan ku, Kang ,!" katanya.
" Pesan yg mana , ngelamar mu,!" tanya Pratanu sambil berbisik, ia berani mengatakan itu karena sudah mau pulang.
" Heeleeeh, beraninya kalau mau pulang saja,! jawab Larasati.
Ketika matahari menerangi tanah betrangkatlah keempat orang itu menuju Timur.
**
Sementara itu di dalam istana kepatihan kadipaten pandan alas, berkumpullah Lima orang terlibat pembicaraan serius.
" Jadi kalian akan membiarkan saja perbuatan orang orang tiongkok itu, !" salah seorang tua yg bertubuh kurus kerempeng.
" Jadi maksud paman guru kami harus bagaimana,?" tanya seorang berpakaian bagus lengkap memakai ikat kepala yg bagus pula.
" Kalian harus membalas kematian guru, kalian,!" sebut orang tua itu.
" Apakah kami tidak hanya mengantrkan nyawa menghadapi mereka, sedangkan guru saja tewas,!" kata salah seorang yg berpakaian senopati.
" Pakaian kalian saja yg bagus , sementara hati kalian lembek, !" tukas si orangtua itu lagi.
" Kau, patih kebo mundira, percuma dimas Tela memberikan ilmu waringin sungsang nya kepadamu,!" lanjut si orang tua itu,
" Dan kau senopati kebo ndaru, badanmu saja yg besar,tapi nyalimu kecil,!" tukas orang tua itu geram.
" Ampun paman guru, bukannya kami tidak berbakti pada guru, bukan pula,kami takut,akan tetapi kita masih berhitung untung ruginya menghabisi mereka,!" jawab Patih Kebo Mundira yg ternyata murid dari Mpu Tela mahalaya.
" Dasar murid durhaka, hanya untuk membalaskan dendam guru hitung hitung an untung rugi ,!" kata orangtua itu murka.
" Bukan begitu paman guru, sungguh kami, saat ini pun dalam kesiagaan untuk menghadapi istana Majapahit atas,kematian Gusti Prabhu kertawijaya,!" jawab senopati Kebo ndaru.
" Apakah kadipaten pandan alas akan berperang dengan Majapahit, ?" tanya orang tua itu agak melunak.
" Kemungkinan itu ada ,!" jawab Patih Kebo Mundira.
" Akan tetapi, hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa,!" jelas si orang tua itu kemudian.
" Yg kami perhitungkan bagaimana kalau kita kalah bertarung dengan para pendekar tiongkok,itu !" kata Patih Kebo Mundira lagi.
" Kita tidak akan kalah , kau, kebo ndaru dan dua muridku ini Rumangsa dan barong bagong akan mampu menghabisi mereka,!" jelas orang tua itu lagi.
" Mereka sekarang berempat, ditambah murid muridnya lagi jumlah mereka empat belas orang, dan semuanya tentu saja sakti ,terbukti guru tewas dalam pertarungan itu,!" jelas Senopati kebo ndaru.
Orangtua yg kurus kerempeng itu berpikir sejenak.
" Ada benarnya juga kau ndaru,!" ujarnya.
" Mungkin aku mampu menghadapi salah seorang dari yg empat itu, tetapi yg tiga lagi siapa menghadapinya, !" kata orang tua itu .
Setelah diam sejenak , berserulah orangtua itu,
" Bagaimana jika kita ambil sebuah pusaka yg berada di Puncak Semeru,!' katanya lagi.
" Pusakaaa,!" teriak Kebo Mundira dan Kebo ndaru bersamaan.
" yahhh, pusaka, pusaka Resi Begawan mahameru berupa pedang sakti,!' jawab orangtua itu.
" Tentu pusaka itu sangat sakti, dan pasti dibawa Resi Begawan mahameru kemana mana,!" kata Patih Kebo Mundira.
" Kudengar tidak, karena saat perang tanding Resi Begawan, menggunakan tombak, andai pun dipegangnya kita habisi sekalian Resi itu, !'' ujar orang tua itu mantap.
" Jadi maksud paman guru kita menyerang padepokan Semeru, ?" tanya Patih Kebo Mundira.
" Yeah, kita serang padepokan Semeru, karena menyerang padepokan Semeru akan lebih mudah, yg perlu diwaspadai cuma Resi itu saja ,!" jelas orang tua itu.
" Bagaimana kami harus minta izin kepada kanjeng Gusti adipati,?' tanya senopati kebo ndaru.
" Itu Hal yg mudah,! "ucap orangtua itu lagi.
" Kalian katakan untuk menghadiri pemakaman guru kalian barang lima hari,!" jawab orangtua itu .
Setelah diambil kata sepakat untuk merampas pedang dari padepokan semeru Maka bersiaplah Patih Kebo Mundira dan Senopati kebo ndaru untuk menghadap kanjeng adipati di istana guna minta izin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Mat Grobak
licik
2022-11-26
1
Eny Mariska
Gak sabar nunggu mereka kelahi di Semeru😌 Btw, semangat thor menulisnya! 💪🏻🙂
2022-04-15
3
Syamsu Alam
ini manusia apa, mau menyerang sesama golongan
2022-04-14
1