episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu

Sementara itu kita tinggalkan Mpu Barada dan Resi Begawan mahameru kita kembali ke padepokan Mpu Barada.Dimana berada Larasati dan Naja pratanu.

" Kang , apakah di padepokan Semeru ,ramai,?" Larasati kepada pratanu.

" Hanya, duapuluh orang yg nyantrik disana ,!' jawab Pratanu.

" Apakah pemandangan di sana indah, Kang ,?" tanya Larasati lagi.

" Lumayan,!" jawab Pratanu.

" Di sini Kang, banyak tempat indah ,seperti danau, air terjun !" Larasati.berkata

" Mari,Kang ,!" ajaknya lagi.

Kemudian Larasati membawa Naja pratanu ke sisi sebelah barat ,maka terhamparlah pemandangan yg menakjubkan,

" Cantik, benar benar cantik,!" ujar Pratanu secara spontan.

" Benar kan kang, cantik pemandangan nya, !"kata Larasati.

Sebenarnya perkataan pratanu tidak hanya tertuju ke pemandangan indah di depan, tetapi juga tertuju kepada Larasati yg memiliki wajah cantik,ditambah kulitnya putih tampak kemerahan saat ditmpa cahaya mentari.

Pratanu tampak terbengong melihat Dua pemandangan indah didepannya.

Satu panorama yg tersaji didepannya dilatari dua gunung yaitu gunung sumbing dan sindoro, kedua seorang gadis Nan ayu,yg lagi mekar mekarnya.

" Sungguh sempurna hyang widhi wasa menciptakannya,!" ujar Pratanu dalam hati .

Jauh di lubuk hatinya terasa ada getar getar aneh jika melihat Larasati.

Naja pratanu adalah seorang pemuda yg mempunyai rasa seni yg tinggi dan berwatak pendiam, akan tetapi setelah bersama Larasati ,dia tampak lebih periang.

" Kang, nanti kalau kembali ke Semeru ,singgah di rumahku,ya!" pinta Larasati.

Pratanu diam saja, seolah tidak mendengar.

Ketika tubuhnya digoyang, Larasati ,sambil berkata," hei, ngelamun saja nanti kesambet baru tahu rasa,!"

" Eh, iya, ehh, apa tadi,!" tanya Pratanu gelagapan.

" Nanti kalau pulang , singgah kerumahku,!" jawab Larasati .

" Heh, kalau itu nanti terserah eyang Resi,!" ucapnya.

" Kan, kakang bisa minta,pulang lewat jalan rumahku ,!" kata Larasati lagi.

" Nanti akan kubicarakan eyang Resi,!" jawab Pratanu.

" Sebenarnya rumah mu dimana, ?" tanya Pratanu.

" Ada apa, kakang nanya rumahku, mau ngelamar,!" ledek Larasati dengan wajah jenaka.

" Ehh, bukan begitu, ehh, tadi kan kamu menyuruh singgah,!" jawab Pratanu grogi.

Wajahnya bersemu merah, ia memalingkan ,tidak berani menatap Larasati yg nampak tersenyum senyum.

Setelah hening sejenak, barulah Larasati berkata,

" rumahku di desa thanda di kaki gunung kelud, kalau ke Semeru kan melewati,!" katanya lagi,

" Nanti katakan pada biyung, bahwa disini dalam keadaan baik,dan masih lama baru bisa pulang,. jelaaaas,!" ujarnya dengan wajah jenakanya karena melihat Pratanu yg salah tingkah.

" Jelas, tuan puteriii,! " jawab Pratanu yg mulai mencair.

Sejak saat itu keakraban antara pratanu dan Larasati semakin baik.

Ketika mentari bergeser kebarat ,mereka pun memutuskan kembali.

Suatu saat melintasi padang Savana yg cukup luas, banyak kupu kupu berterbangan.

" Kang, kita berlomba mendapatkan kupu kupu,siapa yg dapatnya paling banyak dia yg menang,,!" kata Larasati .

" Baik, siapa takut, !" jawab Pratanu.

" Sekarang ,mulai, !" teriak Larasati.

Maka kedua muda mudi berlarian di padang itu guna menangkap kupu kupu,

Sebentar kemudian mereka berhenti.

Dan mulai menghitung , dengan cara melepaskan kembali .

Yg menang adalah Larasati .

" Karena kakang kalah,maka harus di hukum ,!'" ucap Larasati.

" He, ada hukumannya, kalau tahu tadi kutangkap semua kupu kupu itu,! " kata Pratanu.

" Apa hukumannya,?" tanyanya lagi.

" Hukumannya adalah menggendong sampai padepokan ,!" tukas Larasati.

" Menggendong,?" tanya Pratanu.

" Iya, kenapa, keberatan,?" balik Larasati bertanya.

" Eh nggak,!" jawab Pratanu.

" Daripada jalan jongkok,!" kata Larasati.

" Ayo ,mulai, !" teriak Larasati.

" Bbbaaaik,!" jawab Pratanu tergagap.

Ketika Larasati meloncat kepunggung Pratanu, terasa jantung pemuda itu berdenyut keras, karena baru pertama kali menggendong seorang perempuan.

Dengan menggunakan ajian peringan tubuh nya ia mempercepat larinya guna mengurangi gemuruh didadanya .

Walaupun begitu tetap saja detak jantungnya berdegup kencang , sementara Larasati tenang saja bahkan tangannya melingkar di leher Pratanu.

Rasanya deburan ombak di lautan kalah dengan deburan hati pemuda itu.

Tidak terasa dalam sekejap saja mereka telah sampai ke padepokan, sebelum orang lain melihat Pratanu segera menurunkan Larasati .

" Ehh , sudah sampai Kang,?'" tanya Larasati.

" Sudah ,!" jawab Pratanu pendek.

Keduanya pun berjalan seperti biasa menuju padepokan Mpu Barada.

Sementara di padepokan yg terlihat hanya Wikala dan arya bor bor.

" Kakang sudah pulang,!" tanya Larasati pada Wikala.

" Baru saja ,!" jawab Wikala.

" Eyang guru dan eyang Resi kemana,?" tanya Wikala lagi.

" Saya, tidak tahu, setelah berdua berangkat, eyang guru dan eyang Resi pun berangkat,!" jawab Larasati.

Saat malam hampir tiba maka Mpu Barada dan Resi Begawan mahameru kembali.

" Dimas Barada ,besok kami akan pulang ke Semeru dan mungkin nanti singgah ke Thanda, !" ujar Resi Begawan mahameru

" Kenapa cepat kali, untuk kembali, barang tiga malam lagi disini,!" kata Mpu Barada .

" Kami akan sangat senang sekali berlama lama disini, tetapi keadaan di Semeru agak kurang aman saat ini, !" tutur Resi Begawan mahameru

" Akan tetapi murid kangmas masih banyak disana,!" kata Mpu Barada.

" Justru karena itu, murid yg tinggal ilmu silatnya sangat rendah, sedang dua murid terbaikku sudah pulang,!" terang sang Resi.

" Baiklah ,kalau kami tidak dapat menahan kangmas untuk berlama lama disini, semoga besok perjalanan aman sampai tujuan,!" ucap Mpu Barada

" Heh, angger Wikala apakah akan pulang bersama kangmas wekaz,?" tanya Mpu Barada pada Wikala.

" Iya, eyang besok kami akan bersama sama pulang dengan eyang Resi,!" jawab Wikala.

" Wah ,besok kita akan berdua kembali ngger Larasati,!" kata Mpu Barada sambil menoleh pada Larasati.

Yg paling sedih diantara berenam itu adalah Larasati,baru dua hari bertemu kakaknya sudah harus berpisah, apalagi setelah pertemuannya dengan Naja pratanu seolah olah ingin rasanya ia juga pulang.

Namun semua itu ditepis nya,ia ditempat itu adalah untuk menimba ilmu untuk masa depan nya nanti.

Pagi harinya ketika ayam jantan berkokok, penghuni padepokan Mpu Barada sudah bersiap,termasuk Larasati telah selesai menyiapkan perbekalan kakaknya dan Resi Begawan mahameru.

Pada suatu kesempatan ia berbisik pada Naja pratanu

" Jangan lupa pesan ku, Kang ,!" katanya.

" Pesan yg mana , ngelamar mu,!" tanya Pratanu sambil berbisik, ia berani mengatakan itu karena sudah mau pulang.

" Heeleeeh, beraninya kalau mau pulang saja,! jawab Larasati.

Ketika matahari menerangi tanah betrangkatlah keempat orang itu menuju Timur.

**

Sementara itu di dalam istana kepatihan kadipaten pandan alas, berkumpullah Lima orang terlibat pembicaraan serius.

" Jadi kalian akan membiarkan saja perbuatan orang orang tiongkok itu, !" salah seorang tua yg bertubuh kurus kerempeng.

" Jadi maksud paman guru kami harus bagaimana,?" tanya seorang berpakaian bagus lengkap memakai ikat kepala yg bagus pula.

" Kalian harus membalas kematian guru, kalian,!" sebut orang tua itu.

" Apakah kami tidak hanya mengantrkan nyawa menghadapi mereka, sedangkan guru saja tewas,!" kata salah seorang yg berpakaian senopati.

" Pakaian kalian saja yg bagus , sementara hati kalian lembek, !" tukas si orangtua itu lagi.

" Kau, patih kebo mundira, percuma dimas Tela memberikan ilmu waringin sungsang nya kepadamu,!" lanjut si orang tua itu,

" Dan kau senopati kebo ndaru, badanmu saja yg besar,tapi nyalimu kecil,!" tukas orang tua itu geram.

" Ampun paman guru, bukannya kami tidak berbakti pada guru, bukan pula,kami takut,akan tetapi kita masih berhitung untung ruginya menghabisi mereka,!" jawab Patih Kebo Mundira yg ternyata murid dari Mpu Tela mahalaya.

" Dasar murid durhaka, hanya untuk membalaskan dendam guru hitung hitung an untung rugi ,!" kata orangtua itu murka.

" Bukan begitu paman guru, sungguh kami, saat ini pun dalam kesiagaan untuk menghadapi istana Majapahit atas,kematian Gusti Prabhu kertawijaya,!" jawab senopati Kebo ndaru.

" Apakah kadipaten pandan alas akan berperang dengan Majapahit, ?" tanya orang tua itu agak melunak.

" Kemungkinan itu ada ,!" jawab Patih Kebo Mundira.

" Akan tetapi, hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa,!" jelas si orang tua itu kemudian.

" Yg kami perhitungkan bagaimana kalau kita kalah bertarung dengan para pendekar tiongkok,itu !" kata Patih Kebo Mundira lagi.

" Kita tidak akan kalah , kau, kebo ndaru dan dua muridku ini Rumangsa dan barong bagong akan mampu menghabisi mereka,!" jelas orang tua itu lagi.

" Mereka sekarang berempat, ditambah murid muridnya lagi jumlah mereka empat belas orang, dan semuanya tentu saja sakti ,terbukti guru tewas dalam pertarungan itu,!" jelas Senopati kebo ndaru.

Orangtua yg kurus kerempeng itu berpikir sejenak.

" Ada benarnya juga kau ndaru,!" ujarnya.

" Mungkin aku mampu menghadapi salah seorang dari yg empat itu, tetapi yg tiga lagi siapa menghadapinya, !" kata orang tua itu .

Setelah diam sejenak , berserulah orangtua itu,

" Bagaimana jika kita ambil sebuah pusaka yg berada di Puncak Semeru,!' katanya lagi.

" Pusakaaa,!" teriak Kebo Mundira dan Kebo ndaru bersamaan.

" yahhh, pusaka, pusaka Resi Begawan mahameru berupa pedang sakti,!' jawab orangtua itu.

" Tentu pusaka itu sangat sakti, dan pasti dibawa Resi Begawan mahameru kemana mana,!" kata Patih Kebo Mundira.

" Kudengar tidak, karena saat perang tanding Resi Begawan, menggunakan tombak, andai pun dipegangnya kita habisi sekalian Resi itu, !'' ujar orang tua itu mantap.

" Jadi maksud paman guru kita menyerang padepokan Semeru, ?" tanya Patih Kebo Mundira.

" Yeah, kita serang padepokan Semeru, karena menyerang padepokan Semeru akan lebih mudah, yg perlu diwaspadai cuma Resi itu saja ,!" jelas orang tua itu.

" Bagaimana kami harus minta izin kepada kanjeng Gusti adipati,?' tanya senopati kebo ndaru.

" Itu Hal yg mudah,! "ucap orangtua itu lagi.

" Kalian katakan untuk menghadiri pemakaman guru kalian barang lima hari,!" jawab orangtua itu .

Setelah diambil kata sepakat untuk merampas pedang dari padepokan semeru Maka bersiaplah Patih Kebo Mundira dan Senopati kebo ndaru untuk menghadap kanjeng adipati di istana guna minta izin.

Terpopuler

Comments

Mat Grobak

Mat Grobak

licik

2022-11-26

1

Eny Mariska

Eny Mariska

Gak sabar nunggu mereka kelahi di Semeru😌 Btw, semangat thor menulisnya! 💪🏻🙂

2022-04-15

3

Syamsu Alam

Syamsu Alam

ini manusia apa, mau menyerang sesama golongan

2022-04-14

1

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!