episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.

Keesokan malamnya Wikala kembali ke banjar kademangan thanda sain,guna memenuhi janjinya kepada ki demang untuk melatih para pemuda.

Ia ditemani oleh Larasati yg ngotot untuk

ikut berlatih.

Setelah kata sambutan dari ki demang selesai,di mulai lah latihan silat yg di pimpin oleh Wikala di bantu ki jagabhaya untuk mengatur para pemuda.

Belum lama berlatih tiba- tiba terdengar bunyi kentongan bernada titir,

dari pos ronda di perbatasan hutan .

Wikala meminta ki jagabhaya untuk menyiapkan para pemuda.

Sementara ia segera melesat ke arah suara kentongan, sebentar saja telah sampai ke pos ronda tersebut.

" Ada apa, Kang, apa yg terjadi,?" tanya Wikala ke para peronda.

" Ituu, iituuu, rumah juragan karsa,ke rampokan,!" jawab salah seorang peronda tergagap .

Tanpa buang waktu Wikala segera bergerak ke arah rumah juragan karsa.

Dilihatnya rumah juragan karsa mulai terbakar bagian depannya.

Sementara para para perampok sudah akan meninggalkan tempat itu setelah mendengar kentongan titir.

Hal yg tidak mereka sadari adalah kehadiran Wikala.

Dengan mengerahkan tenaga dalam nya

Wikala membentak,

" Hentikan perbuatan kalian,!"teriaknya.

Lima orang perampok itu nampak terkejut ,seakan mengatur jantungnya supaya tidak rontok.

Setelah di rasa detak jantungnya normal,

sang kepala rampok gantian membentak,

" Siapa kau bocah, ingin kepala mu terpisah dari lehermu,!" teriaknya tak kalah garang.

" Siapa aku itu tidak penting, sekarang hentikan perbuatan kalian dan segera padamkan api itu,!" jawab Wikala dengan keras.

Rupanya para perampok tidak dapat bersabar,tanpa basa basi mereka menyerang Wikala bersama- sama.

Masing- masing dengan golok ditangan ,

mereka mengurung Wikala, melihat hal ini Wikala tampak tenang- tenang saja.

Ketika ujung-ujung golok tersebut hampir

menyentuhnya, barulah Wikala melentingkan tubuhnya dengan ilmu peringan tubuh, dan yg cukup mencengangkan para perampok, Wikala mampu berdiri di ujung- ujung golok mereka tersebut.

Sungguh pameran kemampuan meringankan tubuh yg hebat.

Mendapati lawan yg bukan sembarangan ,para perampok kemudian menarik goloknya,dan menyerang membabi buta.

Maka dengan mudahnya Wikala mengirimkan tendangan , satu persatu kearah dada para perampok.

Kelima rampok tersebut jatuh terduduk

tanpa bisa bangkit lagi.

Selang tidak terlalu lama ki jagabhaya dan para pemuda sampai ketempat kejadian.

Segera Wikala menyuruh mereka mengikat para rampok tersebut.Dan sebahagian lagi ditugaskan memadamkan api yg telah membakar bagian depan rumah juragan karsa.

Sedangkan Wikala masuk menerobos kobaran api , untuk menyelamatkan penghuni nya.

Di dalam rumah terlihat juragan karsa beserta istri.dan anaknya diikat di

satu tiang.

Dengan cepat Wikala memutuskan Tali pengukatnya dan menyuruh mereka keluar,khawatir rumah tersebut akan terbakar.

Sedangkan di luar rumah para pemuda mampu memadamkan api yg membakar rumah juragan karsa.

Setelah kejadian itu juragan karsa berulang kali mengucapkan terimakasih nya kepada Wikala.

Sedangkan para perampok kemudian di giring ke banjar kademangan,guna diperiksa lebih lanjut, kemudian setelah itu baru di serahkan ke kadipaten DAHA.

Kejadian di rumah juragan karsa semakin melambungkan nama arya Wikala yg di desanya di kenal Radeksa .

Para penduduk kademangan memuji kehebatan Wikala, termasuk ki demang,sekeluarga tidak ketinggalan juga Tantri.

Ketika bertemu Larasati,Tantri bercerita tentang kesaktian Wikala.

" Memangnya kau lihat sendiri pertarungan kakang Radeksa,?" tanya Larasati pada Tantri .

" Ehhh, nng, anu, kata orang- orang lho, !" jawab Tantri trbata bata.

" Ndak,lihat sendiri aja, sok paling tahu," ledek Larasati .

" Bukan begitu,buktinya kelima rampok itu dapat ditangkap oleh kakang Ndeksa," ucap Tantri.

". Eee, leehh, bilang saja kau suka sama kakang Radeksa,hingga kau terus memuji mujinya," ujar Larasati.

Seketika wajah Tantri memerah, malu rasanya ditembak langsung, bahwa ia suka sama Wikala.

Padahal dihatinya mengiyakan..

Sekarang hampir tiap malam Wikala melatih para pemuda, termasuk juga para gadis nya.

Namun para gadis nya ,rata- rata berlatih hanya untuk melihat Wikala ,bukan untuk sungguh-sungguh berlatih, beda dengan pemudanya mereka bersungguh - sungguh berlatih nya.

Diantara yg ikut latihan adalah anak juragan karsa yaitu karya dan ningrum .

Mengingat kejadian dirumahnya beberapa waktu lalu.Mereka berdua benar- benar giat berlatih.

Kedekatan Wikala dengan Tantri, semakin berlanjut , karena hampir tiap saat mereka bertemu.

Sampai suatu hari Tantri berkata,

" Kang masih ingat waktu kita mandi di Kali,?" tanya Tantri kepada Wikala ketika mereka tengah beristrahat di pendopo rumahnya.

" Ingat dong , kau ketakutan saat kuambilkan seekor cacing, ha,ha,ha,!" jawab Wikala sambil tertawa .

" Waahh, kakang ingat yg itu , kalau Tantri ingatnya waktu kakang menaiki Kebo, Ki Madi, kakang Ndeksa jatuh ke Lumpur ,wajah kakang lecek,!" seru Tantri sambil tersenyum, senyum yg teramat renyah .

Antara Wikala dan Tantri sekarang sudah mencair tidak ada sungkan lagi ,saat seperti pertama kali bertemu.

Waktu itu Masih ada rasa rikuh.

*****

Sementara itu di lereng gunung klotok , kepala rampok sedang membahas tertangkapnya lima orang anggotanya.

Sang kepala rampok yg bernama ki congor kentus , sedang murka.Ia memarahi anggota nya yg lain karena tidak mampu menyelamatkan teman- temannya

" Maafkan kami, Ki , Ketika kami datang para warga desa sudah ramai di tempat kejadian,!" ujar salah seorang anggota nya yg bernama codet.

" Kau codet segera bawa sepuluh anggota mu cegat mereka , bawa pulang kelima temanmu ,atau kalau tidak bunuh sekalian,aku tidak mau rahasia kita terbongkar," perintah Ki congor kentus kepada codet .

Segera ki codet yg diwajahnya ada codetnya itu, bergerak membawa temannya yg terpilih ilmu silatnya , berangkat.

*****

Setelah beberapa hari di tahan di kademangan ,para perampok segera di giring ke kadipaten DAHA guna menjalani hukuman yg akan di jatuh kan kanjeng adipati daha .

Adapun yg mengawal mereka adalah Wikala, jagabhaya dan lima orang pengawal kademangan.

Perjalanan ke kota kadipatenan sekitar sehari.

Dalam perjalanan ini yg tampak tegang adalah para pengawal kademangan.

Ketika jarak ke perbatasan kota DAHA hanya beberapa ratus tombak saja.Rombongan ini berhenti di sebuah hutan kecil. Di sebuah sendang kecil mereka beristrahat, sambil memberi makan kuda-kuda mereka.

Keadaan hari menjelang malam .

Sebenarnya para pengawal ingin melanjutkan prjalanannya, tetapi Wikala dan ki jagabhaya, ingin berhenti dan beristrahat, besok pagi baru lah menghadap kanjeng adipati.

Deksura rasanya menghadap kanjeng adipati malam-malam.Begitulah alasan ki jagabhaya.

Sementara itu sepuluh pasang mata sedang mengintai mereka, siap dengan senjata terhunus.

" Kakang codet, yg mengawal mereka ada tujuh orang ," kata salah seorang.

" Bagus ,kita bersepuluh ,berarti tiga tidak ada lawan, begitu kita menyerang , tiga orang dari kita harus membebaskan tawanan,!" jelas ki codet.

Tetapi gerakan mereka ini sudah di ketahui oleh Wikala, segera ia menyuruh para pengawal dan ki jagabhaya bersiap.

Selang tidak berapa lama , Ki Codet

dan anak buahnya, menyerang.

Ki Codet segera berhadapan dengan ki jagabhaya, sedangkan temannya yg melapor tadi menghadapi Wikala.

Ketika pertempuran terjadi ,tiga orang mengendap- endap mendekati tawanan yg terikat tangannya, namun kegiatan ini terlihat oleh Wikala, sejenak mereka akan membuka ikatan tangan temannya, tiba tiba tiga buah batu kecil

menghampiri mereka , tiga orang anggota rampok itu menjerit sebentar kemudian terdiam.

Melihat hal itu, Ki Codet segera berusaha mendesak ki jagabhaya dengan melibatnya serangan yg cepat .

Akan tetapi ki jagabhaya masih mampu menahan nya .

Adalah para pengawal lah yg terdesak hebat, bahkan sudah ada yg tergores senjata..

Wikala tidak ingin bertindak ayal ,segera di lumpuhkannya lawan nya, dengan menotok

Segera ia membantu para pengawal sebentar kemudian keadaan berubah para perampok lah yg terdesak hebat .

Ketika pertempuran akan berakhir, karena codet dan teman-temannya tidak mampu mengatasi Wikala, jagabhaya dan para pengawal .

Tiba-tiba suara tawa membahana

dari dalam hutan ,

" Haaa, haa, haa, ha, memang pengawal kademangan thanda sain, hebat, !" teriaknya dengan menggunakan ajian Getieh milie,yg menyerupai ajian gelap ngampar, bedanya bagi orang yg mendengarnya akan keluar darah dari tubuhnya, baik pori-pori,mulut telinga, maupun lobang yg lain .

Wikala segera menotok indra pendengaran para pengawal kademangan termasuk ki jagabhaya.

Para tawanan, terkena pengaruh ajian ini.

Mereka menjerit kesakitan dan telah mengeluarkan darah

Melihat hal ini Wikala kembali menotok pendengaran mereka.Wikala membalas

ajian Getieh milie dengan ajian segara macan miliknya,

" Keluar lah kisanak,jangan cuma pintar bersembunyi dan menakut- nakuti,!" sergah Wikala.

Merasa dapat lawan yg seimbang sang peneror berkata,

" Carilah aku, jika kau benar-benar sakti," teriak nya.

Wikala segera melesat ke udara dan bersalto beberapa kali kemudian melepaskan aji nantha angin ,ajian yg mengeluarkan udara yg besar ,seolah olah ****** beliung, semak belukar yg terkena ajian ini segera porak poranda.

Tampaklah sesosok tubuh melesat berlari menjauh.

Wikala segera mengejarnya sambil berkata,

" Ki jagabhaya , bawa lah tawanan ke kadipaten , jangan tunggu aku nanti kita bertemu di kademangan, !" ucap Wikala sambil membebaskan totokannya dari suaranya.

Mendapat perintah , Ki jagabhaya segera melanjutkan perjalanan nya yg memang sudah tidak jauh lagi dan fajar pun menjelang di ufuk Timur.

Wikala dengan aji wisnu kencana nya segera melesat mengejar sang penguntit,

Entah memang kalah ilmu lari cepatnya atau sengaja menunggu ,sang penguntit pun berhenti di sebuah padang rumput yg cukup luas,

" Mau lari kemana , kisanak,?" tanya Wikala.

" Hahh, mau lari ,aku memang sengaja menunggu mu, bocah,!" jawab nya.

" Apa hubunganmu dengan para perampok, kau anggotanya, atau malah pemimpin nya,?" tanya Wikala lagi.

" Apa urusanmu,. mau anggotanya atau pemimpin nya,!" bentaknya .

" Hehh, ditanya malah balik nanya ,nih terima serangan,!" segera Wikala menyerang dengan ajian nantha angin.

Angin segera menderu menyerang sang penguntit, ditambah dengan ajian segara macan, maka sang penguntit yg tiada lain

adalah ki congor kentus segera terlempar beberapa tombak kebelakang dan jatuh terduduk.

Kepala rampok dari gunung klotok ini segera mengeluarkan ajian Getieh milie miliknya .

Maka suara tertawanya sejenak mampu menahan serangan Wikala, namun sebentar saja, kembali ia terlempar untuk kedua kalinya .

Merasa kalah ilmunya maka kicongor kentus segera mengeluarkan senjata rahasia dari balik bajunya, yaitu berupa pisau-pisau kecil beracun.

Segera ia melesat kan pisau- pisau itu.Namun inilah kesalahannya ,karena Wikala lagi di Puncak pengerahan ilmunya.

Maka pisau-pisau itu berbalik ke pemiliknya, selain terlempar jauh tampak di tubuh ki congor kentus tiga buah pisau tertancap., ia segera bangkit namun kemudian jatuh lagi.

Wikala menghampiri nya, namun dasar licik , ketika Wikala sudah dekat ,maka dengan cepat ia melemparkan kembali pisau-pisau nya.

Wikala memang sempat berkelit , kesempatan ini digunakan dengan sebaik- baiknya untuk melarikan diri.

Wikala sesungguhnya mampu mengejarnya, namun tidak di lakukannya, karena ia masih memikirkan nasib ki jagabhaya dan pengawal kademangan , segera ia kembali kearah hutan tempat mereka beristrahat kemarin.

Setelah beberapa saat menanti , akhirnya Wikala menyusul guna memastikan keberadaan rombongan ki jagabhaya.

Sesampainya di gerbang kadipaten ia menanyakan kepada seorang penjual dawet.

" Apakah ada orang lewat tadi pagi, bi?" tanya Wikala.

" Ya banyak, den ,orang lewat,!'' jawab si penjual dawet.

" Maksud saya, rombongan sekira enam orang dan membawa tawanan, ?" jelas Wikala.

" Ooo, tadi pagi ada ,den,!" jawab nya.

Setelah mendapatkan keterangan Dari penjual dawet , maka Wikala segera memutar balik kudanya , dan pulang ke desa thanda, karena ia berfikir tidak usah ikut masuk menghadap , lebih menunggu saja.

Ketika matahari condong ke barat, dilihatnya debu mengepul, pertanda beberapa kuda sedang di pacu.

Wikala pun keluar dari persembunyiannya, karena dilihatnya ki jagabhaya dan para pengawal kademangan .

Yg terkejut adalah ki jagabhaya dan pengawal kademangan, karena ada orang yg menghalang mereka namun setelah dekat hati mereka lega karena itu adalah Wikala.

Setelah berbincang sejenak mereka pun pulang ke Thandasain.

Nama Wikala semakin kesohor di kademangan nya.Walaupun di desa nya ia terkenal dengan nama depannya Radeksa.

Hubunganmya dengan Tantri pun semakin mesra.Kadang mereka berduaan di sawah , atau ditepi Kali mengenang kembali masa- masa kecil.

Sedangkan di hati mereka telah tumbuh kuncup- kuncup rasa suka , sebagai seorang lelaki dan perempuan dewasa.

Terpopuler

Comments

Wira Yoga

Wira Yoga

Jgn cpt jd bucin dong

2022-03-30

1

Ismaeni

Ismaeni

tetap semangat thor, Lama-lama juga banyak yang like..

2022-03-19

1

Andre Oetomo

Andre Oetomo

terus semangat thor...jangan menyerah

2022-03-18

1

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!