episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua

Setelah meninggalkan bilik ibundanya, maka dyah ayu parangkawuni bergegas mencari tumenggung singha wara.

Di suruhnya seorang prajurit jaga , untuk menghadap kepadanya.

Tidak terlalu lama datanglah sang tumenggung ke taman kaputren,

" ada gerangan apakah anakmas dyah ayu, memanggil paman, !" kata tumenggung singha wara.

" begini paman, saat tempo hari kita di cegat di gunung argo, apakah paman tahu siapa yg menolong kita waktu itu,?" tanya putri parangkawuni.

" paman tidak tahu, !" ujar tumenggung singha wara sambil menggelengkan kepalanya.

" namanya, atauu tempat tinggalnya, ?" desak Sang putri.

" ehh, iya, namanya kalau tidak sa..la..h, adalah Wikala dan asalnya dari DAhA, !" kata tumenggung singha wara.

" kuharap paman dapat menolongku untuk mencarinya, kalau bertemu, suruh menghadap kepadaku, !" perintah putri parangkawuni.

" baiklah anakmas, paman akan menyuruh prajurit sandi untuk mencarinya, nanti setelah nya saya suruh, menghadap,!" jawab tumenggung singha wara.

" Secepatnya, bila perlu sebelum penobatan ramanda Prabhu, !" perintah putri parangkawuni tegas.

" semoga, secepatnya ,!" jawab tumenggung singha.

Setelah putri parangkawuni kembali ke biliknya, tumenggung singha wara pun pergi dari taman kaputren, dan memerintahkan seorang prajurit sandi melaksanakan perintah putri parangkawuni.

******

Sementara di desa thanda, Wikala yg masih gundah gulana, berniat menemui gurunya di Merbabu sekaligus ingin melihat keadaan Larasati adiknya.

" Romo izinkan ,ananda menemui guru di Merbabu, barang sepekan,!" pintanya kepada Mpu Thanda.

" Apakah angger tidak ikut, menghadap paseban agung , di keraton,?" Mpu Thanda kepada Wikala.

" paseban agung kan ,sekira dua pekan lagi, ananda kan masih mempunyai waktu, sepekan,!" ucap Wikala.

" terserahlah, padamu ngger, yg penting buat Romo, jangan membuat malu keluarga Narapati, !" jelas Mpu Thanda.

" Mudah mudahan hamba tidak akan membuat malu keluarga, dengan memenuhi undangan itu,!" kata Wikala.

Setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya maka Wikala pun menemui Tantri guna pamitan.

Setelah dari desa thanda, Wikala segera merapal ajian mega mendung sekaligus ajian wisnu kencana guna mempercepat

sampainya di Merbabu, setengah harian ia berlari dalam bentuk gulungan kabut, sampailah Wikala di Merbabu.

Kecepatan gulungan kabutnya laksana mega mega di hembus sang bayu yg sangat kuat itulah kehebatan ajian mega mendung.

Sesampainya di Puncak Merbabu Wikala langsung menemui Mpu Barada gurunya, yg kala itu sedang duduk bersila seperti tengah bersemedi.

" ampun eyang, murid menghaturkan sembah,!" ucap Wikala.

" Sembah murid, guru terima,!" kata Mpu Barada masih dalam posisi semula.

" ada apa kah gerangan kedatangan angger ke Puncak Merbabu kembali,?" tanya Mpu Barada lagi.

" sungguh murid , mempunyai masalah yg sangat rumit, Dan mohon bantuan eyang guru memecahkannya,!" jawab Wikala.

Setelah di ceritakan semuanya oleh Wikala, maka sang guru, nampak manggut-manggut , kemudian berkata,

" Sungguh ngger Wikala, murid ku yg sangat kusayangi, bahwa sesuatu di alam mayapada ini ada yg mengaturnya,

jika angger memang digariskan untuk menjadi bagian dari keraton, angger pun tidak bisa menolaknya, karena hyang widhi wasa telah, menentukannya,!" ucap Mpu Barada pelan.

" jadi guru , apakah murid tidak berdosa, terhadap seorang yg murid sayangi kemudian meninggalkan nya guna memenuhi wasiat eyang Narapati dan Prabhu Wikramawardhana,?" tanya Wikala pada gurunya.

" Sebenarnya perbuatan menyakiti itu adalah dosa , tetapi terkadang sesuatu yg sakit di awalnya, akhirnya menjadi bahagia,!" tutur Mpu Barada.

" eyang contohkan kepada anak ayu Brhe wirabhumi , dyah suhita brhe daha, sudah kehilangan ramanda nya Prabhu wirabhumi ia pun harus jadi istri Prabhu Wikramawardhana , orang yg telah membunuh ramandanya melalui tangan eyangmu, kondisinya saat itu benar-benar menyakitkan, akan tetapi beliau kemudian berakhir bahagia dengan diangkat sebagai permaisuri dan anaknya kelak menjadi Ratu di negeri Majapahit ini,!" jelas Mpu Barada dengan panjang lebar.

Wikala kelihatan menarik nafas dalam dalam seakan mencerna apa yg telah diwejangkan gurunya itu.

Larasati yg baru kembali dari sendang, melihat Wikala ada dihadapan gurunya, langsung berlari memeluknya, dan berkata,

" sudah lama kakang tidak datang, kami berdua rindu, bukan begitu eyang,!" kata nya sambil melepaskan pelukannya.

Mpu Barada mengangguk mengiyakan.

" kakang sibuk membantu para pemuda untuk meningkatkan ilmu silatnya,!" jawab Wikala.

" ada hal apa kakang datang kemari, bagaimana keadaan romo dan biyung,!" tanyanya lagi

" romo dan biyung dalam keadaan baik ,!" jawab Wikala.

" nanti semisal angger kembali, eyang mohon sambangi dulu padepokan Semeru, ada perasaan kurang enak terhadap kakang wekaz,!" ucap Mpu Barada memotong percakapan kedua kakak beradik itu.

" baik eyang,!" jawab Wikala.

" kang, Khabar Tantri bagaimana, ?" tanya Larasati kepada Wikala.

Nampak raut wajah Wikala berubah, yg tadinya sudah kelihatan cerianya akibat wejangan sang guru tiba-tiba menjadi keruh kembali.

" Keadaan Tantri pun, baik,!" jawab Wikala singkat.

" kakang nampaknya kurang senang ketika kutanyakan Tantri, apakah kakang punya masalah dengannya,!" tanya Larasati mendesak.

" tidak, kakang tidak punya masalah dengannya,!" jawab Wikala.

" awas kalau menyakiti Tantri, berarti kakang menyakitiku , juga,!" ucap Larasati ketus.

" dan kakang akan berhadapan dengan ku, !" kata Larasati bernada marah.

******

Sementara di istana kerajaan Majapahit, kesibukan makin meningkat mengingat wisuda penobatan Prabhu rajasawardhana, tinggal menghitung hari.

Di salah satu sudut istana, tampak tengah berbincang salah seorang putra Prabhu rajasawardhana yaitu dyah Rana wijaya dengan salah seorang bangsawan keraton yg bernama Mahisa Dara putra seorang rakryan Mantri Kuda Langhi.

" Sebenarnya selain wisuda ramanda Prabhu, nanti dinda dyah parangkawuni akan dijodohkan,!" ucap dyah Rana wijaya kepada Mahisa Dara yg juga merupakan temannya.

" siapakah kiranya, orang yg beruntung mendapatkan gusti putri parangkawuni,?" tanya Mahisa Dara kepada Sang pangeran.

" Entahlah Dara, Aku pun tidak tahu , kata ramanda Prabhu itu merupakan kejutan,!" jawab dyah Rana wijaya.

" Adakah orang dalam istana yg akan menjadi jodoh Gusti putri,?" tanya Mahisa Dara seolah kepada diri sendiri.

" Seperti nya tidak, dan bukan seorang yg berkedudukan di istana baik istana Majapahit ini ataupun istana kadipatenan,!" terang dyah Rana wijaya.

Sesaat Mahisa Dara terdiam, ia terbawa lamunannya, melihat sosok dyah ayu parangkawuni yg cantik jelita dengan bermatakan indah,

" andai aku, jodoh tuan putri, bahagia nya aku,!" pikirnya dalam hati.

" apakah pangeran akan tetap di Majapahit setelah Gusti Prabhu di wisuda,?" tanya Mahisa Dara mengalihkan pembicaraan.

" mungkin sementara waktu ia, akan tetapi istana kahuripan pun akan kosong setelah ramanda Prabhu menetap disini, jadi mungkin salah satu dari kami, baik kangmas Samara, karana atau sendiri pasti yg akan menempatinya,!" jawab dyah Rana wijaya.

" Jika pangeran menjadi wisaya ( adipati) , hamba mohon ajak lah hamba turut serta,!" pinta Mahisa Dara.

" jangan khawatir Dara ,kita telah berteman sejak kecil, tetapi apakah dirimu suka meninggalkan istana Majapahit ini?" tanya dyah Rana wijaya kepada Mahisa Dara.

" Sebenarnya sih, hamba sangat senang di sini, akan tetapi hamba pun harus memikirkan masa depan saya,!" ucap Mahisa Dara.

Setelah beberapa lama berbincang pangeran dyah Rana wijaya dan Mahisa Dara pun berpisah,

Sepeninggal dyah Rana wijaya, Mahisa Dara kembali kerumahnya, di kediaman rakryan Mantri Kuda Langhi, seorang Mantri wreda , yg telah lama mengabdi di istana sejak zaman Shri Ratu suhita sampai saat ini.

Di rumahnya, tampak rakryan Mantri sedang duduk di pendopo setelah selesai menjalankan tugasnya mengatur tempat menginap para tamu undangan.

" ramanda, saya dengar dari pangeran rana wijaya, bahwa putri parangkawuni akan di jodohkan saat wisuda nanti,!" ucap Mahisa Dara setelah duduk dekat ramanda nya.

" hehh, dengan siapa, ?" tanya rakryan Mantri Mantri terkejut mendengar ucapan anaknya.

" saya tidak tahu , pangeran pun tidak mengetahuinya, dan dari nada bicaranya pun kurang suka dengan perjodohan itu,!" jawab Mahisa Dara.

" orang dalam atau luar istana , ?" tanya rakryan Mantri lagi.

" sepertinya luar istana,!" kata Mahisa Dara.

" sungguh beruntung orang itu!" ucap rakryan Mantri Kuda Langhi.

" mengapa Dara, engkau tidak mampu menarik hati tuan putri, percuma memiliki ilmu ngerogoh sukma, tapi tuan putri tidak dapat kau takhlukan,!" kata rakryan Mantri kepada anaknya dengan nada kecewa.

" karena kudengar tuan putri akan menjabat jadi wisaya (adipati) di pamotan,!" tutur rakryan Mantri lanjut.

Terpopuler

Comments

Fatur

Fatur

kayak awan kinton....

2022-09-12

1

Wira Yoga

Wira Yoga

Intrik istana akan ada

2022-03-30

0

Zakaria faizz

Zakaria faizz

iya karena episode satria dari DAhA episode 2 dan episode 1 adalah Romansa di desa thanda, maaf atas salah susun

2022-03-19

0

lihat semua
Episodes
1 episode 2:Satria Dari DAhA
2 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3 episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4 episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5 episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9 episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10 episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11 episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12 episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13 episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14 episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15 episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16 episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17 episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20 episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21 episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22 episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23 episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24 episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25 episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26 episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27 episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28 episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29 episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30 episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31 episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32 episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33 episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34 episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35 episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39 episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40 episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45 episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55 episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56 episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61 episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62 episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68 episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69 episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73 episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74 episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79 episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80 episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85 episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87 episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88 episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90 episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91 episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92 episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93 episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96 episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101 episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102 episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103 episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105 episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106 episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107 episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108 episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109 episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110 episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111 episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119 episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120 episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129 episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130 episode 19 Kekacauan bagian pertama
131 episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132 episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133 episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134 episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135 episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136 episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137 episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138 episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139 episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140 episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141 episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142 episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143 episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144 episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153 episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
Episodes

Updated 153 Episodes

1
episode 2:Satria Dari DAhA
2
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kedua
3
episode 2:Satria Dari DAhA bagian ketiga
4
episode 2: Satria Dari DAhA bagian keempat.
5
episode 2: Satria Dari DAhA bagian kelima
6
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
7
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
8
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu.
9
episode 3: Kidung Asmara di Puncak Merbabu
10
episode 1 : Romansa di desa thanda. bagian pertama.
11
episode 1: Romansa di desa thanda bagian kedua.
12
episode 1: Romansa di desa thanda bagian ketiga.
13
episode 1: Romansa di desa thanda bagian keempat.
14
episode 4: Sang SiNAGARA bagian pertama.
15
episode 4: Sang SiNAGARA bagian kedua
16
episode 4: Sang SiNAGARA bagian ketiga
17
episode 4: Sang SiNAGARA bagian keempat.
18
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian pertama
19
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian kedua.
20
episode 5 : Jodoh KeRATON bagian ketiga.
21
episode : 5 Jodoh KeRATON bagian keempat.
22
episode 5: Jodoh KeRATON bagian kelima.
23
episode 5: Jodoh KeRATON bagian keenam
24
episode 5: Jodoh KeRATON bagian ketujuh.
25
episode 6: UTUSAN bagian pertama.
26
episode 6: UTUSAN bagian kedua.
27
episode 6: UTUSAN bagian ketiga.
28
episode 6: UTUSAN bagian keempat.
29
episode : 6 UTUSAN bagian kelima.
30
episode 6 : UTUSAN bagian keenam.
31
episode 6 : UTUSAN bagian ketujuh.
32
episode 6 : UTUSAN bagian kedelapan.
33
episode 6 : UTUSAN bagian kesembilan.
34
episode 6 : UTUSAN bagian kesepuluh.
35
episode 7 : Bermalam di Tembok China. Bagian pertama.
36
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian kedua.
37
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian ketiga.
38
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keempat
39
episode 7: Bermalam di Tembok China bagian kelima
40
episode 7 : Bermalam di Tembok China bagian keenam.
41
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian pertama.
42
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kedua
43
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian ketiga
44
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian keempat
45
episode 8 : MangkatNYA sang Prabhu bagian kelima.
46
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian pertama.
47
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedua
48
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketiga.
49
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keempat.
50
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kelima
51
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian keenam.
52
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian ketujuh
53
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kedelapan.
54
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesembilan.
55
episode 9 : ISTANA tanpa MAHKOTA bagian kesepuluh
56
episode 10 : Bhatara Purwawisesa episode pertama.
57
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kedua
58
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian ketiga
59
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian keempat.
60
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian kelima.
61
episode 10 : Bhatara Purwawisesa bagian keenam.
62
episode 10 Bhatara purwawisesa bagian ketujuh
63
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian kedelapan
64
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sembilan
65
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sepuluh
66
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
67
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke sebelas
68
episode 10 Bhatara Purwawisesa bagian ke duabelas
69
episode 11 : Saat KELUD pun murka. bagian pertama.
70
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kedua.
71
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian ketiga.
72
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian keempat.
73
episode 11 Saat KELUD pun murka bagian kelima.
74
episode 11: Saat KELUD pun Murka bagian keenam.
75
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ketujuh.
76
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke delapan.
77
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian kesembilan
78
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sepuluh
79
episode 11 Saat KELUD pun Murka bagian ke sebelas.
80
episode 12 Mendung di langit Pamotan. bagian pertama.
81
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian kedua.
82
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ketiga.
83
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian keempat
84
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke Lima.
85
episode 12 Mendung di langit Pamotan bagian ke enam.
86
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian pertama.
87
episode 13 Cinta Lama takkan pudar. bagian kedua.
88
episode 13 Cinta lama takkan pudar bagian ketiga.
89
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian keempat.
90
episode 13 Cinta Lama takkan pudar bagian ke lima.
91
episode 14 Bali pulau yang indah. bagian pertama.
92
episode 14 Bali pulau yang indah bagian kedua.
93
episode 14 Bali Pulau yang indah bagian ke tiga.
94
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke empat.
95
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke Lima.
96
episode 14 Bali pulau yang indah bagian ke enam.
97
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu. bagian pertama.
98
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian kedua.
99
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke tiga.
100
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke empat.
101
episode 15 Mangkatnya Sang Ibunda Ratu bagian ke Lima.
102
episode 16 Geger Majapahit. bagian pertama.
103
episode 16 Geger Majapahit bagian ke Dua.
104
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tiga.
105
episode 16 Geger Majapahit bagian ke empat.
106
episode 16 Geger Majapahit bagian kelima.
107
episode 16 Geger Majapahit bagian ke enam.
108
episode 16 Geger Majapahit bagian ke tujuh
109
episode 16 Geger Majapahit bagian ke delapan.
110
episode 17 SURAPRABHAWA bagian pertama.
111
episode 17 SURAPRABHAWA bagian kedua.
112
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tiga
113
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke empat.
114
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke Lima.
115
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke enam.
116
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke tujuh.
117
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke delapan.
118
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sembilan.
119
episode 17 SURAPRABHAWA bagian ke sepuluh.
120
episode 18 Singgasana Yang Suram. bagian pertama.
121
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke dua
122
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tiga
123
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke empat
124
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke lima
125
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke enam.
126
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke tujuh.
127
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke delapan
128
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sembilan.
129
episode 18 Singgasana Yang Suram bagian ke sepuluh
130
episode 19 Kekacauan bagian pertama
131
episode 19 Kekacauan bagian ke dua.
132
episode 19 Kekacauan bagian ke tiga.
133
episode 19 Kekacauan bagian ke empat
134
episode 19 Kekacauan bagian ke lima
135
episode 19 Kekacauan bagian ke enam.
136
episode 19 Kekacauan bagian ke tujuh.
137
episode 19 Kekacauan bagian ke delapan.
138
episode 19 Kekacauan bagian ke sembilan.
139
episode 19 Kekacauan bagian ke sepuluh.
140
episode 20 Perang Tanding. bagian pertama
141
episode 20 Perang Tanding bagian ke dua
142
episode 20 Perang Tanding bagian ke tiga
143
episode 20 Perang Tanding bagian ke empat.
144
episode 20 Perang Tanding bagian ke Lima.
145
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian pertama.
146
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke dua
147
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tiga
148
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke empat
149
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke Lima.
150
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke enam.
151
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke tujuh
152
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.
153
episode 21 Sang BRAWIJAYA bagian ke delapan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!