Pergi kencan buta

Setelah selesai mandi lira keluar kamar dan dia melihat liyon yang sudah duduk didepan meja makan dengan secangkir kopi didepannya.

"Sudah makan?" tanya lira pada liyon yang sudah meminum kopi, dan liyon menggelengkan kepala.

"Baiklah aku buatkan roti bakar dulu, lain kali jangan minum kopi kalo belum makan apa pun." ucap lira yang langsung membuka lemari es dan mengeluarkan roti tawar serta selai.

"Memangnya kenapa? Aku biasa seperti ini setiap hari." jawab liyon yang merasa tak ada maslah selama ini minum kopi walo belum sarapan.

"Ya, tapi mulai sekarang tak boleh minum kopi kalo perut masih kosong mengerti." jawab lira dengan nada yang sedikit memerintah.

"Hem, baiklah nyonya." jawab liyon dengan tersenyum menatap lira yang sibuk membuat roti bakar.

Dan saat liyon bercakap dengan lira, tak sengaja Farid yang masuk mendengar jawaban liyon merasa terkejud ditambah lagi dengan baju yang dia beli atas intruksi liyon digunakan oleh lira, dan baju itu tampak pas ditubuh lira.

"Tunggu, nyonya? Jadi gadis yang selama 3 tahun ini mengusik dan mengganggu ketenangan pikiran bos selama ada di Beijing itu adalah sekretaris Lira?" gumam Farid bertanya dalam hatinya.

"Ya Ampun, andai aku tak melihat apa yang saat ini aku lihat dan aku dengar aku tak akan pernah tau, kalo gadis yang menguasai seluruh otak dan hati bos sehingga membuat bos bekerja keras selama ini hanya agar lebih cepat kembali ke tanah air adalah sekretaris Lira. Pantas bos bilang bodyguard cantik, bodoh banget aku tak bisa menyadari dengan cepat."

Farid masih berdiri bengong dengan angan - angan yang menari dibenaknya mengenai bosnya dan juga lira yang baru saja dia ketahui hari ini.

"Eh, asisten Farid apa mau sarapan juga? Aku buatkan roti bakar juga untuk anda." tanya lira yang melihat Farid bengong menatap dirinya.

"Rid, Farid.!" liyon memanggilnya dengan nada sedikit berteriak.

"Ah, iya bos maaf saya baru tahu hari ini mengenai hubungan anda dan sekretaris Lira." jawab Farid mengeluarkan apa yang ada dalam hatinya keluar kepermukaan.

"Apa?" lira yang mendengar jawaban dari Farid merasa terkejud namun tidak dengan liyon.

"Ya, baiklah tak apa. Dia tanya apa kau juga mau sarapan?" jawab liyon dengan santai.

"Apakah boleh?" Farid bertanya balik dengan menatap liyon dan lira bergantian.

Farid adalah asisten liyon yang sudah mengikuti liyon selama liyon berada di Beijing. Dan liyon juga yang telah membiayai kuliah Farid selama berada di Beijing.

"Ya tentu saja tak apa, mau selai coklat atau kacang?" tanya lira dengan senyuman.

"Ah, co - coklat." jawab Farid menjawab dengan gagap dan berjalan mendekati liyon dimeja makan.

"Kalo sudah tau maka jaga dia dengan benar." ucap liyon saat Farid sudah berapa disampingnya.

"Iya, baik." farid menjawab dengan senyuman dibibirnya.

Setelah selesai sarapan mereka bertiga kembali ke kantor bersamaan, dengan disupiri oleh Farid.

"Tunggu dulu." ucap liyon menahan tangan lira saat lira mau turun dari mobil yang sudah terparkir di parkiran khusus kantor.

"Ya, ada apa lagi?" tanya lira menolehkan kepalanya.

Cup

Liyon menarik tangan lira dan menahan tengkuk lira lalu menc*um bibir lira tepat didepan Farid.

"Ka - kau.!" lira panik karna ada Farid di situ.

"Tak masalah dia adalah anak buah ku, yang buta dan juga bisu." jawab liyon yang sadar lira panik karna ada Farid.

"Ayo keluar, Farid apa ruang rapat sudah disiapkan?" liyon bertanya sambil berjalan menuju lif di area parkiran.

"Sudah bos, semuanya sudah siap." jawab Farid dan terlihat biasa saja walo dia baru saja melihat bosnya menc*um bibir lira tepat didepan matanya.

"Gila, apa mereka orang - orang yang tak punya urat malu." lira bergumam dengan kesal dalam hati sambil merhatiin liyon dan farid yang berjalan didepannya.

"Selamat pagi bos" sapa safitri, pak hendra dan juga yusnia secara bersamaan saat mereka melihat liyon melangkah memasuki ruang kantor.

"Sekretaris Fitri siapkan semua orang di ruang rapat sekarang, 10 menit lagi aku akan kesana." perintah liyon pada safitri begitu dia berdiri dihadapan safitri.

"Dan kamu ikut aku." perintahnya pada lira yang melihat lira mau duduk di kursinya.

Saat liyon memberi perintah pada Farid dan juga lira yang mencatat semua apa yang dikatakan oleh liyon, yusnia masuk untuk mengantarkan minuman untuk liyon.

"Bos, ini kopinya." ucap yusnia melirik kearah liyon.

"Hem, makasih. Kamu boleh keluar." ucap liyon menjawab yusnia.

"Baiklah, Lira kamu pergi sama Farid ke lokasi yang aku sebutkan tadi. Setelah semuanya selesai kamu boleh langsung pulang tak usah balik ke kantor lagi." perintah liyon dan lira langsung pergi sama farid.

...🍂🍂🍂...

"Wah asisten Farid ini tempat apa?" lira bertanya karna merasa kagum dengan tempat yang begitu luas dan indah.

"Ini tepat yang awalnya mau dibangun mol, tapi diurungkan dan akan dibangun jadi taman hiburan." jawab farid menjelaskan pada lira.

"Ayo kita lihat kedalam dan kita sampaikan apa yang tadi dikatakan oleh bos Li." ucap farid melangkah masuk dan diikuti oleh lira.

Setelah ketemu sama pimpinan dari bangunan tersebut farid dan lira menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh pihak proyek.

"Baiklah sekretaris Lira, tadi bos bilang setelah dari sini kamu boleh langsung pulang. Jadi tak usah balik kantor lagi, mau ku antar dimana rumah mu?" tanya farid pada lira yang ternyata untuk bicara dan menjelaskan apa yang diperintahkan oleh liyon memakan waktu sampai siang hari.

"Ah tidak usah, tidak usah. Saya bisa pulang sendiri kebetulan saya mau ketemu sama teman saya, jadi saya mohon pamit dulu." tolak lira pada farid yang ingin mengantarnya pulang sampai rumah.

"Kalo begitu hati - hati dijalan."

"Iya ya asisten Farid juga hati - hati." ucap lira dengan senyuman ramah dan langsung berjalan menuju ke halte bus yang dekat dengan tempat pembangunan tadi.

...🍂🍂🍂...

"Ah, akhirnya nyampek rumah juga. Capek banget mau mandi dulu."

Setelah perjalanan sekitar 30 menit dengan naik bus lira sampai di rumahnya, dan dia langsung mandi serta merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya.

Brrt brrt

"Ya halo siapa?" jawab lira pada nomor yang tak dikenal dilayar handphonnya.

"Apa, siapa? Hei mbak Lira lagi ngapain sih, apa nomorku masih juga gak disimpan?! Tega banget kau sebagai kakak." teriak kesal suara dari sebrang telpon.

"Ya aku lupa menyimpannya, tak usah teriak - teriak juga kamu." kesal lira balik karna diteriakin.

"Katakan dimana alamat rumah Mbak Lira, karna sekarang aku lagi di rumah nenek." suara dari sebrang lagi bertanya dengan tak sabar.

"Duh anak ini, ku kirim lewat pesan saja." ucap lira dan langsung mematikan sambungan telponnya.

Ting tong

"Eh, kok cepet banget? Baru juga dikirim alamatnya, apa dia lagi bohongin aku." gumam lira berjalan kearah pintu mau membuka pintu.

"Lira.!" teriak yuniar memeluk lira begitu pintu rumah dibuka oleh lira.

"Eh, kirain sapa." jawab lira datar dan melangkah masuk rumah lagi.

"Lah emang siapa yang kamu tunggu?" tanya yuniar bingung mengikuti lira masuk rumah.

"Bocah tengil." jawab lira singkat.

"Eh, dia mau kesini?" tanya yuniar dengan mata berbinar.

"Iya katanya." lira menjawab sambil merebahkan tubuhnya lagi di kursi.

"Oh iya, besok ada kenalan mas Denis yang mau dikenalkan sama kamu, kamu mau kan ya? ikut lah kencan buta lagi, kan kamu sekarang sudah gak ada masalah dengan sentuhan fisik." ucap yuniar pada lira yang dia juga ingin agar lira tak terpuruk dan dikatain tak laku oleh teman - temannya.

"Hem, baiklah besok jam berapa?" tanya lira menyetujui setelah berfikir sejenak.

"Besok jam 9 pagi di restoran hotel xx ok." yuniar memberi tau dengan senang karna lira setuju untuk melakukan kencan buta.

Ke esokan harinya sesuai dengan rencana lira pergi ke restoran hotel xx untuk bertemu dengan orang yang diatur oleh yuniar untuk kencan buta dengan lira.

Tepat pukul 9 sesuai dengan janji, seorang pria menghampiri lira dengan setelan jas hitam dan kaca mata hitam dan potongan rambut cepak rapi.

"Nona Lira?" tanya pria itu pada lira yang duduk dengan anggun di kursinya.

"Ah, iya anda Robin?" tanya lira balik berdiri menyambut pria itu.

"Iya, saya Robin teman kerjanya Denis." ucap robin duduk dan melepas kaca mata hitamnya.

"Apa sih yang dipikirkan oleh Denis mengenalkan aku pada wanita yang sok baik dan sok anggun ini, bikin bosen saja."

Robin bergumam dalam hati memperhatikan lira yang menggunakan gaun lengan panjang dengan rapi dan rambut dikepang diarahkan kesamping depan dihias pita - pita senada dengan gaunnya dan bertingkah hati - hati.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

UDH DI MAKAN LIYON, KOQ MASIH MAU2NYA DIKENALIN MA LAKI2 LAIN, KYK GK BRHARGA SEKALI TU TUBUH... ANEH JUGA KARAKTER LIRA..

2022-11-08

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Melamar kerja
3 1 lamaran 2 pekerjaan
4 Pertemuan yang mengejudkan
5 Kenangan yang menjengkelkan
6 Gadis suci
7 Pertemuan di klab
8 Hari reoni
9 Hinaan yang dibalikkan
10 Bermainlah dengan ku
11 Malam yang menggoda
12 Presdir baru
13 Peroses pemilihan sekretaris
14 Gadis yang dicari
15 Makanannya tak enak
16 Bos kejam
17 Restoran
18 Belanja bersama
19 Bodyguard cantik
20 Pergi kencan buta
21 Keinginan sang bos
22 Terkunci dalam gudang
23 Wanita yang diinginkan
24 Bermalam dikantor
25 Mengawal ibu bos
26 Bukan wanita sembarangan
27 Pengaruh obat
28 Munculnya rasa iri dan dengki
29 Ingin membongkar setatus
30 Pendamping pesta
31 Sekretaris atau pengawal
32 Kau adalah wanitaku
33 Amarah Seorang Liyon
34 Pria Yang Menemaninya
35 Rasa Frustasi Liyon
36 Surat pengunduran diri
37 Mencari sampai malam
38 Permintaan maaf liyon
39 Perubah mood
40 Pernyataan cinta
41 Kembali keposisi sekretaris
42 Pelukan rindu
43 Menagih janji untuk bayaran
44 Terjerat permainan sendiri
45 Memulai dengan lembut
46 Usaha liyon menaklukkan lira
47 Satria dan Yuniar
48 Mengejarnya dengan pelan
49 Benih - benih cinta
50 Pernyataan cinta lira
51 Resmi berpacaran
52 Kebahagiaan liyon
53 Pacaran sembunyi - sembunyi
54 Wanita pengganggu
55 Pesta perusahaan
56 Perasaan cinta yang kuat
57 Wanita milik liyon
58 Godaan dari sang bos
59 Kenakalan tangan yang jail
60 Wanita kedua
61 Lira yang cuek
62 Rasa cemburu liyon
63 Terungkapnya 2 hubungan
64 Sebuah pernyataan.
65 Merawat liyon
66 Wanita yang memusingkan
67 Pacar yang dingin
68 Pria dari kencan buta
69 Ruang kerja yang syahdu
70 Ijin untuk memulainya
71 Permainan yang menakjubkan
72 Pergi kencan
73 Bermalam sama liyon
74 Pernyataan liyon
75 Candu sang liyon
76 Wanita pengganggu
77 Vila untuk permaisuri
78 Diculik dan dipaksa minum obat
79 Kepanikan liyon
80 Memberi hukuman
81 Pergi ke pantai 1
82 Pergi ke pantai 2
83 Bukan Up (LEBARAN)
84 Pengganggu kesenangan
85 Menebar fitnah
86 Menghadapinya dengan sabar
87 Pengumuman perjodohan
88 Bodyguard dingin
89 Kegelisahan
90 Tak peduli
91 Jangan jadi Gangguan
92 Salam perpisahan
93 Kecelakaan
94 Permintaan sang nyonya
95 Permohonan lira
96 Pernyataan putus
97 Kesalahpahaman
98 Kepergian lira
99 Liyon yang dingin
100 Acara pertunangan
101 Terbongkarnya sebuah kejahatan
102 Sakit yang tak ada penyakitnya
103 Rasa rindu yang menyakitkan
104 Keputusan yang bulat
105 Pelampiasan liyon
106 Kembali ke tanah air
107 Mencari keberadaan lira
108 Kenyataan palsu
109 Mencari Si Penyelamat
110 Berusaha Menghindar
111 Permainan
112 Perkelahian
113 Pertemuan1
114 Pertemuan 2
115 Datang bersama pasangan
116 Air mata yang ditahan
117 Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118 Kebenaran tentang lira
119 Terjebak dalam bar
120 Kehangatan setelah 6 tahun.
121 Restu yang datang terlambat
122 Pendamping pesta
123 Surat pernyataan
124 Rasa sakit lira
125 Pesan tersembunyi
126 Tak ada rasa cinta
127 Mengingatkan atas janji lira
128 Anak yang pintar
129 Liyon dan Lira
130 Jebakan
131 Nikah dadakan
132 Wanita dalam hati
133 Permasalahan keluarga.
134 Anak orang baik
135 Cinta yang tulus
136 Permohonan maaf mama Li
137 Air mata sang liyon
138 Dilema
139 Wanita idaman
140 Bermain siasat 1
141 Bermain siasat2
142 Liyon celaka
143 Otak penyerangan
144 Perjanjian baru nikah
145 Pernyataan perang
146 Terpaksa menikahi
147 Perjanjian cerai
148 Perasaan yang kosong
149 Hari kelahiran
150 Muncul rasa suka
151 Surat cerai
152 Godaan seorang wanita
153 Malam yang panjang.
154 Kisah dimasa lalu
155 Pria lain
156 Wanita penakluk
157 Lira mabuk
158 Liyon kewalahan
159 Saling terbuka.
160 Pesta pernikahan
161 Istri yang bikin candu
162 Tak ada hari tanpa dirimu
163 Suami takut istri
164 Sentuhan peredam marah
165 Pengaruh hormon.
166 Hamil bersama.
167 Kejutan dari Lira
168 Mobil yang bergoyang.
169 Istri buncit yang menawan
170 Ngidam yang aneh
171 Pesta baby shower.
172 Berbincang sama mertua
173 Tanda dari farid
174 Bermain disaat anak tidur
175 Tak bisa bergerak
176 Belum tuntas
177 Panggilan baru
178 Candu para suami
179 Penculikan
180 Tragedi
181 Kabar yang menyakitkan
182 Kesedihan dan tekad
183 Kemenangan semu
184 Menghukum semua pelaku
185 Peringatan
186 Rencana pembalasan 1
187 Rencana pembalasan 2
188 Balas dendam 1
189 Balas dendam 2
190 Terbangun dari koma
191 Semuanya sehat
192 Kembali pulang ke rumah
193 Ucapan makasih K.J dan Promosi
194 Ekstra Ferdi
195 Promosi Karya Baru
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Prolog
2
Melamar kerja
3
1 lamaran 2 pekerjaan
4
Pertemuan yang mengejudkan
5
Kenangan yang menjengkelkan
6
Gadis suci
7
Pertemuan di klab
8
Hari reoni
9
Hinaan yang dibalikkan
10
Bermainlah dengan ku
11
Malam yang menggoda
12
Presdir baru
13
Peroses pemilihan sekretaris
14
Gadis yang dicari
15
Makanannya tak enak
16
Bos kejam
17
Restoran
18
Belanja bersama
19
Bodyguard cantik
20
Pergi kencan buta
21
Keinginan sang bos
22
Terkunci dalam gudang
23
Wanita yang diinginkan
24
Bermalam dikantor
25
Mengawal ibu bos
26
Bukan wanita sembarangan
27
Pengaruh obat
28
Munculnya rasa iri dan dengki
29
Ingin membongkar setatus
30
Pendamping pesta
31
Sekretaris atau pengawal
32
Kau adalah wanitaku
33
Amarah Seorang Liyon
34
Pria Yang Menemaninya
35
Rasa Frustasi Liyon
36
Surat pengunduran diri
37
Mencari sampai malam
38
Permintaan maaf liyon
39
Perubah mood
40
Pernyataan cinta
41
Kembali keposisi sekretaris
42
Pelukan rindu
43
Menagih janji untuk bayaran
44
Terjerat permainan sendiri
45
Memulai dengan lembut
46
Usaha liyon menaklukkan lira
47
Satria dan Yuniar
48
Mengejarnya dengan pelan
49
Benih - benih cinta
50
Pernyataan cinta lira
51
Resmi berpacaran
52
Kebahagiaan liyon
53
Pacaran sembunyi - sembunyi
54
Wanita pengganggu
55
Pesta perusahaan
56
Perasaan cinta yang kuat
57
Wanita milik liyon
58
Godaan dari sang bos
59
Kenakalan tangan yang jail
60
Wanita kedua
61
Lira yang cuek
62
Rasa cemburu liyon
63
Terungkapnya 2 hubungan
64
Sebuah pernyataan.
65
Merawat liyon
66
Wanita yang memusingkan
67
Pacar yang dingin
68
Pria dari kencan buta
69
Ruang kerja yang syahdu
70
Ijin untuk memulainya
71
Permainan yang menakjubkan
72
Pergi kencan
73
Bermalam sama liyon
74
Pernyataan liyon
75
Candu sang liyon
76
Wanita pengganggu
77
Vila untuk permaisuri
78
Diculik dan dipaksa minum obat
79
Kepanikan liyon
80
Memberi hukuman
81
Pergi ke pantai 1
82
Pergi ke pantai 2
83
Bukan Up (LEBARAN)
84
Pengganggu kesenangan
85
Menebar fitnah
86
Menghadapinya dengan sabar
87
Pengumuman perjodohan
88
Bodyguard dingin
89
Kegelisahan
90
Tak peduli
91
Jangan jadi Gangguan
92
Salam perpisahan
93
Kecelakaan
94
Permintaan sang nyonya
95
Permohonan lira
96
Pernyataan putus
97
Kesalahpahaman
98
Kepergian lira
99
Liyon yang dingin
100
Acara pertunangan
101
Terbongkarnya sebuah kejahatan
102
Sakit yang tak ada penyakitnya
103
Rasa rindu yang menyakitkan
104
Keputusan yang bulat
105
Pelampiasan liyon
106
Kembali ke tanah air
107
Mencari keberadaan lira
108
Kenyataan palsu
109
Mencari Si Penyelamat
110
Berusaha Menghindar
111
Permainan
112
Perkelahian
113
Pertemuan1
114
Pertemuan 2
115
Datang bersama pasangan
116
Air mata yang ditahan
117
Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118
Kebenaran tentang lira
119
Terjebak dalam bar
120
Kehangatan setelah 6 tahun.
121
Restu yang datang terlambat
122
Pendamping pesta
123
Surat pernyataan
124
Rasa sakit lira
125
Pesan tersembunyi
126
Tak ada rasa cinta
127
Mengingatkan atas janji lira
128
Anak yang pintar
129
Liyon dan Lira
130
Jebakan
131
Nikah dadakan
132
Wanita dalam hati
133
Permasalahan keluarga.
134
Anak orang baik
135
Cinta yang tulus
136
Permohonan maaf mama Li
137
Air mata sang liyon
138
Dilema
139
Wanita idaman
140
Bermain siasat 1
141
Bermain siasat2
142
Liyon celaka
143
Otak penyerangan
144
Perjanjian baru nikah
145
Pernyataan perang
146
Terpaksa menikahi
147
Perjanjian cerai
148
Perasaan yang kosong
149
Hari kelahiran
150
Muncul rasa suka
151
Surat cerai
152
Godaan seorang wanita
153
Malam yang panjang.
154
Kisah dimasa lalu
155
Pria lain
156
Wanita penakluk
157
Lira mabuk
158
Liyon kewalahan
159
Saling terbuka.
160
Pesta pernikahan
161
Istri yang bikin candu
162
Tak ada hari tanpa dirimu
163
Suami takut istri
164
Sentuhan peredam marah
165
Pengaruh hormon.
166
Hamil bersama.
167
Kejutan dari Lira
168
Mobil yang bergoyang.
169
Istri buncit yang menawan
170
Ngidam yang aneh
171
Pesta baby shower.
172
Berbincang sama mertua
173
Tanda dari farid
174
Bermain disaat anak tidur
175
Tak bisa bergerak
176
Belum tuntas
177
Panggilan baru
178
Candu para suami
179
Penculikan
180
Tragedi
181
Kabar yang menyakitkan
182
Kesedihan dan tekad
183
Kemenangan semu
184
Menghukum semua pelaku
185
Peringatan
186
Rencana pembalasan 1
187
Rencana pembalasan 2
188
Balas dendam 1
189
Balas dendam 2
190
Terbangun dari koma
191
Semuanya sehat
192
Kembali pulang ke rumah
193
Ucapan makasih K.J dan Promosi
194
Ekstra Ferdi
195
Promosi Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!