Setelah kepergian wanita itu liyon mengikuti lira berjalan dibelakangnya. Mereka menaiki taksi yang sudah dipesan sama lira, sesampainya di bandara liyon dan lira berjalan menuju kepintu keberangkatan.
Setelah mereka duduk mereka langsung disuguhi makanan ringan dan minuman karna mereka naik yang VIP.
"Nyonya apakah itu suamimu? Dia tampan sekali. Apa kalian baru pulang dari bulan madu?" Lira yang ditanya oleh seorang pria yang duduk di kursi sebelahnya.
"Ah, tidak dia adalah atasan saya." jawab lira langsung tanpa berfikir.
"Ooo, begitu? Ku pikir kalian pasangan suami istri, kenalkan nama saya Rian nona." ucap pria itu langsung pada lira mengulurkan tangan dan merubah panggilan dari nyonya menjadi nona.
"Iya, saya Lira salam kenal." jawab lira menyambut uluran tangan Rian.
"Apa - apa'an mereka. Dari tadi terus saja ngobrol tanpa henti, bikin kesal saja." kesal liyon yang memperhatikan lira dan Rian saling mengobrol.
"Minggir aku mau ke toilet." liyon menyingkirkan lira dengan nada dingin.
"Bergeserlah, aku tak bisa istirahat kalo kalian terus bicara sembarangan." liyon memerintah lira untuk bergeser agar tak bisa bicara sama Rian lagi setelah dari toilet.
Rian yang melihat itu merasa aneh dengan sikap bos lira yang seolah mengatur lira.
"Tuan dia adalah pegawe anda, kenapa anda seolah membatasi dia." ucap Rian memprotes sikap liyon.
"Dia adalah pegawe saja, jadi suka - suka saya mau apa." liyon berkata dengan nada dingin pada Rian.
"Tidak papa, saya tidak akan bicara lagi bos." ucap lira pada liyon.
Saat duduk liyon dan lira sudah berpindah ternyata itu tak bisa membuat seorang Rian diam, karna seperginya liyon ke toilet tadi mereka sudah saling bertukar nomor ponsel. Dan Rian mengobrol dengan mengirimkan pesan singkat sama lira.
Awalnya liyon merasa tenang karna mereka tak bisa ngobrol, namun setelah dia tau kalo mereka saling berkirim pesan liyon pun mulai bertindak. Liyon memasang selimut menutupi tubuh lira lalu melingkarkan tangannya dibelakang punggung lira, dan itu membuat lira tersentak.
"Teruslah berkirim pesan dengan dia, maka aku tak akan tinggal diam" ucap liyon yang mulai menyusupkan tangan lainnya kedalam baju lira dan mengelus perut rata lira.
"Isssht," gumam lira saat tangan liyon terus meraba perutnya.
"Mau bersuara agar pria disebelah tau siapa aku sebenarnya?" bisik liyon yang tangannya semakin marambat naik dan menyentuh gundukan kenyal didada lira.
"Ti - tidak em lagi, to - tolong issht hen ti kan." lira menahan suaranya karna ulah liyon.
"Tidurlah dan jangan berkirim pesan lagi." ucap liyon lalu melepaskan tangannya.
Saat sampai di bandara liyon berjalan disamping lira dan terus merangkul binggang lira seolah mengatakan kalo antara dirinya dan lira bukan hanya atasan dan bawahan tapi juga ada hubungan lain yang lebih dekat antara mereka berdua.
"Bos sebelah sini." Farid yang menjemput liyon mengarahkan ke arah mana mobilnya diparkir.
"Berikan kunci mobilnya, dan bawah barang kami ke rumah dengan taksi" ucap liyon pada farid yang terlihat bingung.
"Baik bos." ucap farid walo ada kebingungan dihatinya.
"Ikut aku." liyon menarik tangan lira untuk mengikutinya.
"Tunggu dulu, kita mau kemana?" lira bertanya sambil berjalan mengikuti liyon.
'Belanja karna di rumah tak ada apa pun." ucap liyon dan mendorong lira masuk kedalam mobil.
"Dasar, dia wanita yang kuat dan juga memiliki fisik yang hebat namun tubuhnya sangat sensitif, tapi aku sangat suka dengan tubuhnya itu." gumam liyon berjalan memutari mobil untuk masuk kedalam kemudi.
...🌴🌴🌴...
"Ayo keluar kita sudah sampai" perintah liyon pada lira saat mereka sampai di sebuah swalayan.
Liyon mendorong sebuah troli dan berjalan mengikuti lira, namun lira hanya diam dan mengikuti serta mengambil apa yang diperintahkan oleh liyon.
"Duh dia berlagak jadi bawahan lagi" gumam liyon dalam hati melihat lira yang merasa kesal.
"Ambil ini ini dan juga ini." liyon mengambil sembarangan belanjaan yang akan dia beli.
"Hei apa yang kamu lakukan? Kalo mau belanja itu ya harus dilihat dulu bagus gaknya, lihat buah ini sebagian warna kulitnya sudah tak segar lagi." lira yang melihat merasa kesal dan memarahi liyon karna mengambil sembarangan.
"Mana aku tau, aku kan ambil yang dijual di sini pasti bagus." ucap liyon membela diri.
"Dasar, katakan apa yang kamu butuhkan dan inginkan aku akan mencarinya untuk mu." ucap lira dan mengembalikan semua barang yang tadi diambil liyon dengan sembarangan.
"Semuanya tak ada karna di rumah kosong semua." ucap liyon memelas.
Lira pun memimpin liyon untuk belanja, dan lira terlihat seperti ibu rumah tangga yang mengatur pengeluaran keuangan dalam rumah tangga.
Liyon mengikuti dengan patuh dibelakang lira sambil mendorong trolinya, yang sesekali mengambil barang untuk dirinya namun lira langsung marah dan mengembalikan barang itu karna dianggap tak begitu penting.
"Aku suka kakak yang seperti ini, dan usahaku yang tadi tak sia - sia." gumam liyon dalam hati.
"Apa aku tak boleh mengambil ini satu saja?" tanya liyon dengan menunjukkan sebuah makanan ringan pada lira dan senyuman yang terlihat manis.
"Tadi kamu bilang katanya mau belanja bahan pokok di rumah karna di sana kosong? Kita beli dulu apa yang dibutuhkan di rumah baru ambil yang lainnya." ucap lira dan langsung dipatuhi oleh liyon dengan mengembalikan makanan ringan itu.
"Tunggu, pilih daging dengan tekstur kenyal dan warnah merah yang masih segar, kalo sudah pucat itu artinya sudah pernah masuk lemari pendingin." ucap lira saat liyon mengambil sebungkus daging segar.
"Ok, seperti daging kakak yang kenyal." ucap liyon menatap kearah dada lira.
Bug
"Aduh." pekik liyon yang mendapat pukulan dari lira, dan mengusuk perutnya yang baru saja ditonjok lira.
"Perhatikan kata - kata mu." kesal lira dan pergi meninggalkan liyon.
"Hei apa yang kau lakukan? Bukankah sudah ku bilang perhatikan kalo mau beli." teriak lira saat melihat liyon memasukkan sebungkus cabe kedalam troli.
"Apa aku salah lagi?" liyon bertanya dengan bingung.
"Ini lihat." lira membalikan bungkusan cabe dan ada yang busuk dari cabe itu.
"Maaf, aku tak tau" ucap liyon mengangkat kedua tangannya.
"Ya Ampun kalian pasti pasangan pengantin baru ya, kalian terlihat sangat serasi dan juga romantis. Pertengkaran kecil itu akan menambah kemesraan diantara kalian berdua, karna aku juga dulu begitu. Hahaha" ucap seorang kakek pada lira dan juga liyon yang sedari tadi diawasi oleh kakek itu.
"Ya ya silakan lanjut belanja lagi, aku akan cari istriku dulu." ucap kakek itu meninggalkan mereka berdua.
"Hihihi," liyon tersenyum menatap lira dengan menunjukkan barisan gigi putihnya.
"Jangan tunjukkan gigi mu, karna itu sangat menjengkelkan." ucap lira dengan nada kesal, liyon langsung menutup mulutnya melihat kearah lain dan mendorong trolinya lagi saat lira berjalan menjauh.
Setelah sekitar 1 jam lamanya mereka belanja dan dianggap semua kebutuhan sudah dibeli serta makanan ringan juga sudah terbeli lira mendorong troli itu menuju kasir yang entah kemana liyon menghilang.
Bruk
Liyon memasukkan sesuatu kedalam troli dan itu membuat mata lira terbelalak melihat apa yang baru saja liyon masukkan dalam troli.
"Apa ini? Kenapa kau membeli begitu banyak benda ini?" tanya lira dengan kesal menatap liyon.
"Kenapa? Bukan kamu juga yang akan memakainya." jawab liyon cuek.
"Apa kau begitu membutuhkan benda ini? Tapi tetap saja ini terlalu banyak, buat apa kamu beli sampai 10 lusin." tanya lira yang merasa itu tak masuk akal.
"Oh ketemu pasangan muda lagi, eh untuk apa kamu beli begitu banyak ******? Apa kalian ingin melakukanya setiap hari dan setiap saat ya? Bagus, semakin sering berhubungan akan meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga." ucap kakek itu lagi dan pergi mengantri dikasir yang lainnya.
"Anak muda yang penuh dengan semangat." gumam kakek itu sambil berjalan pergi.
Setelah selesai membayar liyon membawah semua belanjaannya masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah barunya (mansion yang baru dibeli dan belum pernah ditempati).
"Apa semuanya sudah dibersihkan sesuai dengan perintahku kemaren? Karna aku mau kesana sekarang." tanya liyon pada seseorang lewat panggilan telpon.
"Baik terima kasih, tidak usah ada orang aku bisa sendiri." setelah selesai berkata liyon langsung mematikan telponnya.
"Kenapa kakak diam saja, apa kakak masih marah padaku?" tanya liyon pada lira setelah melihat lira hanya duduk diam disebelahnya.
"Tidak ada, aku biasa saja." ucap lira datar.
"Apa masih gara - gara ****** tadi?" tanya liyon memastikan rasa kesal lira.
"Tidak bukan urusan ku. Kamu mau mengencani berapa banyak wanita sampai membeli begitu banyak, itu juga aku tak peduli." ucap lira cuek tanpa melihat liyon.
Mendengar kalimat dari lira liyon tersenyum karna dia tau kalo lira sedang menahan amarahnya.
"Aku tak berkencan dengan wanita lain, dan hanya ada 1 wanita yang akan bermain dengan ku." ucap liyon melirik pada lira yang masih terlihat cuek.
"Katakan, apa kakak ingin mencobak bermain dengan yang bergerigi dari merek black x? Aku akan melayani kakak sampai puas nanti." sambung liyon menatap lira saat mereka berhenti dilampu merah.
"Tidak.! Jangan macam - macam." hardik lira dan itu membuat liyon terbahak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Iwan Sukendra
kurang menarik.
..
2022-11-03
1