Melamar kerja

"Bagaimana, apa kamu sudah siap untuk memulai hari yang baru lagi? Dan lupakan serta tinggalkan semua yang tak penting dibelakang."

Yuniar bertanya dan juga menyemangati lira yang akan bangkit dari keterpurukan dan akan memulai hari barunya lagi.

"Aku siap, dan aku tak mau peduli dengan mereka lagi."

Lira berkata dengan membuat gerakan tangan keatas seolah membuang kesialan dan memberikan dukungan semangat pada dirinya sendiri.

"OK, ayo kita berangkat."

Yuniar berteriak lantang untuk mengusir rasa malas dan menambah energi untuk bersemangat.

Mereka pun keluar dari kos yuniar dan menuju ke halte bis, dan berpisah di pemberhentian pertama karna yuniar turun lebih dulu dikantor pajak tempatnya bekerja, sementara lira melanjutkan dipemberhentian berikutnya.

...🍂🍂🍂...

Disebuah kantor yang sangat besar dan juga megah sudah banyak orang yang datang untuk melamar, mereka semuanya menunggu di ruang tunggu khusus dan semuanya berpenampilan sangat modis, seksi dan cantik. Hanya lira yang berdandan biasa alarkadarnya, dengan setelan kemeja putih polos dan span hitam dibawah lutut.

"Berikutnya nomor 30 Lira Anggraini.!" teriak seorang wanita cantik yang dari tadi memanggili satu persatu pelamar untuk masuk kesebuah ruangan guna diwawancarai.

"Iya, saya." aku berteriak lantang saat nomor urut ku dipanggil, dan aku berharap akan diterima walo hanya sementara.

Aku memasuki sebuah ruangan yang sangat dingin bagai di kutub, dan aku lihat ada sekitar 5 orang yang ada didalam ruangan itu.

Aku berjalan pelan menuju kursi yang sudah disiapkan ditengah - tengah ruangan, dengan sebuah mig yang berdiri tegak tepat didepan kursi tempatku duduk.

Aku memandang satu - satu dari orang yang ada didalam ruangan itu dengan cermat, aku tak tau yang mana yang pimpinan dari perusahaan itu.

Dari 5 orang itu terdiri 4 pria dan 1 wanita, dan sepertinya salah satu dari 4 orang itu ada 1 orang yang keturunan cina. Karna walo beliau sudah tua tapi beliau terlihat sangat tampan dan juga gagah.

"Lira Anggraini, mahasiswa tingkat akhir ditahun ini." ucap orang itu memecah keheningan.

"Ah, iya saya akan lulus 3 bulan lagi. Saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi saya." aku berkata panjang tentang ku karna aku tak pernah punya pengalaman melamar kerja di kantoran.

"Kamu melamar sebagai pegawai magang di kantor ini dengan alasan apa?" Tanya seorang wanita yang duduk di deretan pewawancara itu.

"Ah, soal itu saya tidak ada penilaian khusus bu. Saya melamar di sini hanya karena ingin mendapatkan pengalaman, apa lagi perusahaan ini sangat terkenal. Jadi kalau sudah dapat pengalaman dari sini pasti perusahaan lain akan mudah untuk dihadapi." 😁

Aku menjawab asal saja sambil senyum dan menunjukkan gigiku yang tak bagus, karna perusahaan ini emang sangat terkenal dan juga sangat bagus dari tahun ketahun.

"Sebelum di sini apa kamu sudah ada pengalaman kerja nona Lira.?" tanya seseorang yang duduk disisi kiri orang cina itu.

"Ah, iya. Saya sebelum ini bekerja paruh waktu disebuah restoran dan juga toko buku, namun ini hari terakhir saya bekerja, makanya saya datang untuk melamar sebagai pegawai magang di perusahaan ini.

Aku menjawab sesuai dengan kenyataan yang ada, karna hari ini emang hari terakhirku bekerja di restoran.

Setelah aku menjawab pertanyaan itu, ku lihat mereka saling berdiskusi satu sama lain, aku menunggu sekitar 5 menit.

"Baiklah nona Lira silakan tunggu kabar dari kami setelah ini. Sementara lamaran kerja magang anda kami terima dan akan kami pelajari lebih lanjut lagi.

"Ah, baik terima kasih." aku berdiri memberi hormat pada mereka lalu melangkah keluar dari ruangan itu.

"Haaaah. Leganya." aku bergumam dan menghirup udara sebanyak - banyaknya setelah keluar dari ruangan wawancara tadi.

Setelah dari kantor tadi aku langsung meluncur ke restoran tempatku bekerja dengan naik bus.

...🍂🍂🍂...

Setelah sampai di restoran aku langsung berganti baju dengan seragam yang disediakan oleh restoran itu, aku pun bergabung dengan yang lain untuk melayani pelanggan yang datang.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dari shif siang sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan itu artinya waktunya jam pulang kerja.

"Maaf bu, hari ini adalah hari terakhir saya bekerja di sini. Minggu depan saya sudah mulai sibuk dengan skripsi saya, jadi saya mau pamit sama ibu, barang kali saja selama saya bekerja di sini saya ada salah atau sikap saya yang tak berkenan didalam hati ibu saya mohon maaf."

Aku berpamitan pada ibu bos pemilik restoran itu, dan beliau sangat baik pada ku aku diberi gaji utuh dan juga bonus yang mungkin hampir sama dengan pegawai tetap.

...🍂🍂🍂...

"Haaah. Enak banget rebahan ini."

Aku langsung merebahkan tubuh ku begitu sampai di rumah, setelah melalui perjalanan 30 menit dari tempat kerja ke rumah nenek ku.

"Wah capek banget ya mbak Lira.? Apa mbak Lira mau es? Tadi Sriyani bikin es cendol."

Mas sujito menawarkan es pada ku yang baru saja sampek dan langsung rebahan di kasur teras samping rumah nenek ku, tempat para pegawai biasa istirahat.

"Wah malam - malam bikin es cendol mas?" aku bertanya bingung pada mas sujito, karna para pegawai nenek ku ini aneh - aneh semua, mereka selalu berkebalikan. Kalo siang bikin wedang dan kalo malam bikin es.

"Hahaha ya habis tadi mas Dudung sama Surep mecahin gula yang mau diangkut ke pik up." jelasnya pada ku.

"Gula mana ada dipecahin mas, yang ada dirobekin."

"Ya, itu maksudnya mbak. Hahaha.!"

Aku dan para pegawai nenek ku pun menikmati es cendol dengan makan gorengan yang dibeli oleh Sujini.

Brrrt brrrt

"Ehm, halo. Ini siapa?" aku yang baru setengah sadar dari tidur mengangkat panggilan telpon.

"Selamat pagi, ini dengan Lira Anggraini? Kami dari PT. Task Corporation Grub menginfokan bahwa hari ini kami mengundang anda untuk datang ke perusahaan pada jam 9 pagi ini, menemui bapak Hendra selalu kepala sekretaris. Apakah anda bisa datang?"

Suara dari sebrang itu mengatakan panjang lebar pada ku yang masih setengah sadar, dan dengan kekuatan kilat mataku langsung terbelalak, serta kesadaran ku langsung penuh begitu mendengar kata PT. Task Corporation Grub.

Tanpa pikir panjang lebar aku langsung mengiyakan permintaan dari orang yang menghubungiku, dan aku langsung bersiap - siap untuk datang ke kantor itu.

...🍂🍂🍂...

"Maaf saya Lira, tadi pagi dihubungi dan disuruh datang untuk menemui pak..." kalimatku terputus karna aku lupa namanya.

"Baiklah, mungkin yang dimaksud adalah pak Hendra kepala sekretaris." ucap resepsionis itu dengan tersenyum pada ku, dan aku hanya diam karna beneran lupa nama orang yang mau aku temui.

"Maaf selamat pagi, aku adalah Endang tadi pagi saya dihubungi untuk datang menemui pak Hendra." ucap seorang gadis yang ku lihat dia seusia ku.

"Baik, mari ikuti saya." ucap pegawai resepsionis itu, dan aku sama endang berjalan dibelakang mengikuti sampai disebuah ruangan.

"Silakan, pak Hendra sudah menunggu di dalam." ucap resepsionis itu pada kami dengan ramah.

Aku dan endang pun masuk kedalam ruangan itu, dan di sana sudah ada 3 orang, 2 pria yang salah satunya adalah orang cina yang rupawan walo sudah berumur yang waktu itu ikut dalam proses wawancara dan satunya orang Indonesia yang sangat tegas, serta seorang wanita yang bisa ku kenali yaitu mantan bos ku di restoran, yang tak lain adalah ibu li (Li Nieam).

"Senang bertemu dengan mu Lira." sapa bu li pada ku dan membuat 2 pria yang duduk dengannya spontan menatapku, dan juga endang yang berdiri disebelah ku.

Aku hanya senyum dan garuk - garuk kepala ku yang sebenarnya tidak gatal, hanya karna merasa canggung ditatap orang - orang karna aku takut kalo aku akan dianggap diterima di perusahaan ini karna koneksi.

"Baik, kita langsung saja. Sebenarnya tujuan kalian berdua Lira dan Endang dipanggil kesini karna kalian diterima di perusahaan ini sebagai sekretaris, dan kalian akan diperkerjakan mulai besok."

Seorang keturunan jawa itu berkata dengan sangat lantang dan percaya diri pada kami berdua (aku dan juga endang) yang duduk di kursi didepan ke 3 orang itu.

"Maaf, tapi saya tidak melamar magang dibagian sekretaris pak. Saya mengajukan lamaran dibagian pemasaran." jawabku karna sebenarnya aku emang melamarnya dibagian pemasaran sesuai dengan jurusanku management.

"Aku yang mengajukan kamu ke bagian sekretaris, karna kamu masih magang mungkin kamu masih begitu bebas nanti. Jadi bisa menemani ku keluar." ucap bu li padaku yang berhasil membuat ku bingung.

Kira - kira apa yang akan dilakukan bu Li, mantan bos lira yang lama pada lira. Sampai dia mengajukan lira untuk diperkerjakan dibagian sekretaris, dan apa tujuannya mengatakan kalo lira bisa menemani dia keluar.

Untuk cerita selanjutnya ditunggu ya...

Jangan lupa kalian beri dukungan dengan meninggalkan jejak kalian pada coment dan like.

Terpopuler

Comments

Sari Hanifbae

Sari Hanifbae

di atas agak bingung,ceritanya sdkt lompat2..

2023-06-05

4

Diana diana

Diana diana

masih meraba raba . .

2023-04-08

1

Humanoid

Humanoid

Lanjut Thor..

2022-10-06

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Melamar kerja
3 1 lamaran 2 pekerjaan
4 Pertemuan yang mengejudkan
5 Kenangan yang menjengkelkan
6 Gadis suci
7 Pertemuan di klab
8 Hari reoni
9 Hinaan yang dibalikkan
10 Bermainlah dengan ku
11 Malam yang menggoda
12 Presdir baru
13 Peroses pemilihan sekretaris
14 Gadis yang dicari
15 Makanannya tak enak
16 Bos kejam
17 Restoran
18 Belanja bersama
19 Bodyguard cantik
20 Pergi kencan buta
21 Keinginan sang bos
22 Terkunci dalam gudang
23 Wanita yang diinginkan
24 Bermalam dikantor
25 Mengawal ibu bos
26 Bukan wanita sembarangan
27 Pengaruh obat
28 Munculnya rasa iri dan dengki
29 Ingin membongkar setatus
30 Pendamping pesta
31 Sekretaris atau pengawal
32 Kau adalah wanitaku
33 Amarah Seorang Liyon
34 Pria Yang Menemaninya
35 Rasa Frustasi Liyon
36 Surat pengunduran diri
37 Mencari sampai malam
38 Permintaan maaf liyon
39 Perubah mood
40 Pernyataan cinta
41 Kembali keposisi sekretaris
42 Pelukan rindu
43 Menagih janji untuk bayaran
44 Terjerat permainan sendiri
45 Memulai dengan lembut
46 Usaha liyon menaklukkan lira
47 Satria dan Yuniar
48 Mengejarnya dengan pelan
49 Benih - benih cinta
50 Pernyataan cinta lira
51 Resmi berpacaran
52 Kebahagiaan liyon
53 Pacaran sembunyi - sembunyi
54 Wanita pengganggu
55 Pesta perusahaan
56 Perasaan cinta yang kuat
57 Wanita milik liyon
58 Godaan dari sang bos
59 Kenakalan tangan yang jail
60 Wanita kedua
61 Lira yang cuek
62 Rasa cemburu liyon
63 Terungkapnya 2 hubungan
64 Sebuah pernyataan.
65 Merawat liyon
66 Wanita yang memusingkan
67 Pacar yang dingin
68 Pria dari kencan buta
69 Ruang kerja yang syahdu
70 Ijin untuk memulainya
71 Permainan yang menakjubkan
72 Pergi kencan
73 Bermalam sama liyon
74 Pernyataan liyon
75 Candu sang liyon
76 Wanita pengganggu
77 Vila untuk permaisuri
78 Diculik dan dipaksa minum obat
79 Kepanikan liyon
80 Memberi hukuman
81 Pergi ke pantai 1
82 Pergi ke pantai 2
83 Bukan Up (LEBARAN)
84 Pengganggu kesenangan
85 Menebar fitnah
86 Menghadapinya dengan sabar
87 Pengumuman perjodohan
88 Bodyguard dingin
89 Kegelisahan
90 Tak peduli
91 Jangan jadi Gangguan
92 Salam perpisahan
93 Kecelakaan
94 Permintaan sang nyonya
95 Permohonan lira
96 Pernyataan putus
97 Kesalahpahaman
98 Kepergian lira
99 Liyon yang dingin
100 Acara pertunangan
101 Terbongkarnya sebuah kejahatan
102 Sakit yang tak ada penyakitnya
103 Rasa rindu yang menyakitkan
104 Keputusan yang bulat
105 Pelampiasan liyon
106 Kembali ke tanah air
107 Mencari keberadaan lira
108 Kenyataan palsu
109 Mencari Si Penyelamat
110 Berusaha Menghindar
111 Permainan
112 Perkelahian
113 Pertemuan1
114 Pertemuan 2
115 Datang bersama pasangan
116 Air mata yang ditahan
117 Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118 Kebenaran tentang lira
119 Terjebak dalam bar
120 Kehangatan setelah 6 tahun.
121 Restu yang datang terlambat
122 Pendamping pesta
123 Surat pernyataan
124 Rasa sakit lira
125 Pesan tersembunyi
126 Tak ada rasa cinta
127 Mengingatkan atas janji lira
128 Anak yang pintar
129 Liyon dan Lira
130 Jebakan
131 Nikah dadakan
132 Wanita dalam hati
133 Permasalahan keluarga.
134 Anak orang baik
135 Cinta yang tulus
136 Permohonan maaf mama Li
137 Air mata sang liyon
138 Dilema
139 Wanita idaman
140 Bermain siasat 1
141 Bermain siasat2
142 Liyon celaka
143 Otak penyerangan
144 Perjanjian baru nikah
145 Pernyataan perang
146 Terpaksa menikahi
147 Perjanjian cerai
148 Perasaan yang kosong
149 Hari kelahiran
150 Muncul rasa suka
151 Surat cerai
152 Godaan seorang wanita
153 Malam yang panjang.
154 Kisah dimasa lalu
155 Pria lain
156 Wanita penakluk
157 Lira mabuk
158 Liyon kewalahan
159 Saling terbuka.
160 Pesta pernikahan
161 Istri yang bikin candu
162 Tak ada hari tanpa dirimu
163 Suami takut istri
164 Sentuhan peredam marah
165 Pengaruh hormon.
166 Hamil bersama.
167 Kejutan dari Lira
168 Mobil yang bergoyang.
169 Istri buncit yang menawan
170 Ngidam yang aneh
171 Pesta baby shower.
172 Berbincang sama mertua
173 Tanda dari farid
174 Bermain disaat anak tidur
175 Tak bisa bergerak
176 Belum tuntas
177 Panggilan baru
178 Candu para suami
179 Penculikan
180 Tragedi
181 Kabar yang menyakitkan
182 Kesedihan dan tekad
183 Kemenangan semu
184 Menghukum semua pelaku
185 Peringatan
186 Rencana pembalasan 1
187 Rencana pembalasan 2
188 Balas dendam 1
189 Balas dendam 2
190 Terbangun dari koma
191 Semuanya sehat
192 Kembali pulang ke rumah
193 Ucapan makasih K.J dan Promosi
194 Ekstra Ferdi
195 Promosi Karya Baru
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Prolog
2
Melamar kerja
3
1 lamaran 2 pekerjaan
4
Pertemuan yang mengejudkan
5
Kenangan yang menjengkelkan
6
Gadis suci
7
Pertemuan di klab
8
Hari reoni
9
Hinaan yang dibalikkan
10
Bermainlah dengan ku
11
Malam yang menggoda
12
Presdir baru
13
Peroses pemilihan sekretaris
14
Gadis yang dicari
15
Makanannya tak enak
16
Bos kejam
17
Restoran
18
Belanja bersama
19
Bodyguard cantik
20
Pergi kencan buta
21
Keinginan sang bos
22
Terkunci dalam gudang
23
Wanita yang diinginkan
24
Bermalam dikantor
25
Mengawal ibu bos
26
Bukan wanita sembarangan
27
Pengaruh obat
28
Munculnya rasa iri dan dengki
29
Ingin membongkar setatus
30
Pendamping pesta
31
Sekretaris atau pengawal
32
Kau adalah wanitaku
33
Amarah Seorang Liyon
34
Pria Yang Menemaninya
35
Rasa Frustasi Liyon
36
Surat pengunduran diri
37
Mencari sampai malam
38
Permintaan maaf liyon
39
Perubah mood
40
Pernyataan cinta
41
Kembali keposisi sekretaris
42
Pelukan rindu
43
Menagih janji untuk bayaran
44
Terjerat permainan sendiri
45
Memulai dengan lembut
46
Usaha liyon menaklukkan lira
47
Satria dan Yuniar
48
Mengejarnya dengan pelan
49
Benih - benih cinta
50
Pernyataan cinta lira
51
Resmi berpacaran
52
Kebahagiaan liyon
53
Pacaran sembunyi - sembunyi
54
Wanita pengganggu
55
Pesta perusahaan
56
Perasaan cinta yang kuat
57
Wanita milik liyon
58
Godaan dari sang bos
59
Kenakalan tangan yang jail
60
Wanita kedua
61
Lira yang cuek
62
Rasa cemburu liyon
63
Terungkapnya 2 hubungan
64
Sebuah pernyataan.
65
Merawat liyon
66
Wanita yang memusingkan
67
Pacar yang dingin
68
Pria dari kencan buta
69
Ruang kerja yang syahdu
70
Ijin untuk memulainya
71
Permainan yang menakjubkan
72
Pergi kencan
73
Bermalam sama liyon
74
Pernyataan liyon
75
Candu sang liyon
76
Wanita pengganggu
77
Vila untuk permaisuri
78
Diculik dan dipaksa minum obat
79
Kepanikan liyon
80
Memberi hukuman
81
Pergi ke pantai 1
82
Pergi ke pantai 2
83
Bukan Up (LEBARAN)
84
Pengganggu kesenangan
85
Menebar fitnah
86
Menghadapinya dengan sabar
87
Pengumuman perjodohan
88
Bodyguard dingin
89
Kegelisahan
90
Tak peduli
91
Jangan jadi Gangguan
92
Salam perpisahan
93
Kecelakaan
94
Permintaan sang nyonya
95
Permohonan lira
96
Pernyataan putus
97
Kesalahpahaman
98
Kepergian lira
99
Liyon yang dingin
100
Acara pertunangan
101
Terbongkarnya sebuah kejahatan
102
Sakit yang tak ada penyakitnya
103
Rasa rindu yang menyakitkan
104
Keputusan yang bulat
105
Pelampiasan liyon
106
Kembali ke tanah air
107
Mencari keberadaan lira
108
Kenyataan palsu
109
Mencari Si Penyelamat
110
Berusaha Menghindar
111
Permainan
112
Perkelahian
113
Pertemuan1
114
Pertemuan 2
115
Datang bersama pasangan
116
Air mata yang ditahan
117
Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118
Kebenaran tentang lira
119
Terjebak dalam bar
120
Kehangatan setelah 6 tahun.
121
Restu yang datang terlambat
122
Pendamping pesta
123
Surat pernyataan
124
Rasa sakit lira
125
Pesan tersembunyi
126
Tak ada rasa cinta
127
Mengingatkan atas janji lira
128
Anak yang pintar
129
Liyon dan Lira
130
Jebakan
131
Nikah dadakan
132
Wanita dalam hati
133
Permasalahan keluarga.
134
Anak orang baik
135
Cinta yang tulus
136
Permohonan maaf mama Li
137
Air mata sang liyon
138
Dilema
139
Wanita idaman
140
Bermain siasat 1
141
Bermain siasat2
142
Liyon celaka
143
Otak penyerangan
144
Perjanjian baru nikah
145
Pernyataan perang
146
Terpaksa menikahi
147
Perjanjian cerai
148
Perasaan yang kosong
149
Hari kelahiran
150
Muncul rasa suka
151
Surat cerai
152
Godaan seorang wanita
153
Malam yang panjang.
154
Kisah dimasa lalu
155
Pria lain
156
Wanita penakluk
157
Lira mabuk
158
Liyon kewalahan
159
Saling terbuka.
160
Pesta pernikahan
161
Istri yang bikin candu
162
Tak ada hari tanpa dirimu
163
Suami takut istri
164
Sentuhan peredam marah
165
Pengaruh hormon.
166
Hamil bersama.
167
Kejutan dari Lira
168
Mobil yang bergoyang.
169
Istri buncit yang menawan
170
Ngidam yang aneh
171
Pesta baby shower.
172
Berbincang sama mertua
173
Tanda dari farid
174
Bermain disaat anak tidur
175
Tak bisa bergerak
176
Belum tuntas
177
Panggilan baru
178
Candu para suami
179
Penculikan
180
Tragedi
181
Kabar yang menyakitkan
182
Kesedihan dan tekad
183
Kemenangan semu
184
Menghukum semua pelaku
185
Peringatan
186
Rencana pembalasan 1
187
Rencana pembalasan 2
188
Balas dendam 1
189
Balas dendam 2
190
Terbangun dari koma
191
Semuanya sehat
192
Kembali pulang ke rumah
193
Ucapan makasih K.J dan Promosi
194
Ekstra Ferdi
195
Promosi Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!