Dalam sebuah kamar liyon menatap foto dan video lira yang dia ambil saat lira mabuk.
"Kak bangunlah katakan padaku apa maksud kakak bilang pacar bayaran tadi.?" liyon bertanya sambil mencolok pipi lira dengan jari telunjuknya.
"Hem, aku mau cari pacar sewaan untuk menemaniku ke acara reoni." lira menjawab dengan menutup mata.
"Pacar kakak kemana? Kalian bertengkar?" liyon terus menusuk pipi lira dengan gemas
"Tidak, aku menyedihkan karna gak punya pacar hehehe." tersenyum dan duduk oleng kekanan kekiri.
"Hati - hati." liyon menangkap lira yang hampir jatuh.
"Tidur saja, kalo bangun kakak gak bisa diem." liyon menekan kepala lira disandaran sofa.
"Hihihi, video ini benar - benar lucu. Kau selalu bisa membuatku terkejud disetiap pertemuan kita kak." gumam liyon setelah memutar video lira.
"Aku harus mendapatkannya." gumam liyon lagi yang langsung mengirimkan pesan ke phonsel lira.
"Sudah dibaca tapi kenapa gak dibalas? apa dia ragu atau dia berfikir untuk bayarannya. Gadis b*d*h." gerutu liyon dan dia mengirimkan pesan keduanya pada lira.
"Liyon ayo kita mengantar kakak mu kembali, dia akan balik hari ini." ajak mama li pada liyon yang dari pagi hanya malas - malasan didalam kamarnya.
"Baik Liyon ganti baju dulu." liyon bangkit dan mengikuti mamanya setelah ganti baju.
"Liyon, apa kamu tak akan kembali lagi. Kamu benar akan tinggal di sini selamanya?" tanya nie kakak ipar liyon yang selama ini sudah tinggal bersama liyon.
"Ya, aku akan sering mengunjungi kakak kesana nanti." ucap liyon memeluk nie saat mereka mau berpisah di bandara.
"Jaga mama dan papa." ucap liano pada liyon dan memeluk liyon.
"Pasti, dan jaga kakak ipar. Jangan lupa buatkan aku keponakan saat aku berkunjung nanti." goda liyon pada kakak dan juga kakak iparnya yang baru saja lehilangan bayinya.
"Baby big." ucap nie pada liyon dan memeluk erat liyon.
"I Love You." ucap liyon dan mengecup kening nie.
Setelah mengantar kakak dan juga kakak iparnya liyon kembali sendiri, dan mamanya kembali bersama papa dan juga supir.
"Hah... Sudah 1 jam kenapa dia tak membalas pesanku, bikin repot saja." kesal liyon sambil melajukan mobilnya.
"Akan aku tanya langsung saja dia acaranya dimana, karna aku gak mau nunggu lagi." gumam liyon dan langsung mengirimkan pesan ke lira untuk tanya tempat acaranya lira
13.20
Hotel SM jam 8 malam, acara Akbar reoni angkatan X. Tapi apa anda benar - benar sudah mengenal saya dan benar akan membantu saya, karna saya tak akan bisa membayat anda dengan mahal.
"Gila, dia berfikir aku beneran akan meminta bayaran mahal. Tapi acaranya sama dengan tempat papa mengadakan pertemuan dengan para memegang saham, kebetulan sekali." gumam liyon memunculkan senyum dibibirmya.
"Kau ini kenapa, sejak datang senyum - senyum sendiri." tegur bagas yang tak digubris oleh liyon.
...🍂🍂🍂...
Hotel SM
Malam acara akbar reoni angkatan X universitas Manggala.
Semua orang yang hadir membawah pasangan mereka masing - masing termasuk yuniar.
Dari arah luar lira melangkahkan kakinya dengan ragu untuk memasuki acara tersebut, namun setelah menunggu sekian lama akhirnya lira masuk setelah dia mendapat pesan balasan dari orang yang namanya tersimpan sebagai darling di phonsel lira.
19.50
Masuklah aku akan menyusul, aku sudah ditempat. Cuma ada sedikit urusan, ku pastikan aku akan muncul sesuai dengan yang kau inginkan. Aku bukan penipu percayalah pada ku.
"Ku harap apa yang dia katakan benar, baiklah aku akan masuk sekarang karna acaranya akan dimulai." lira bertekad dan melangkah memasuki lif menuju ketempat acara.
Ting... Pintu lif terbuka
Dengan pasti lira melangkah memasuki ruang aula acara dan suara musik yang mengalun mengisi seluruh aula, hiasan bunga menggantung dan berjajar dengan rapi.
Setelah berbincang dengan yuniar dan beberapa teman yang lainnya acara pun dimulai, semua orang berkumpul dan mengucapkan selamat atas pertunangan antara desi dan juga dafid.
"Ini adalah acara reonian sekaligus acara perayaan hari pertunangan desi dan dafid, megah sekali ya." ucap teman - teman lira yang ikut datang.
"Iya dafid benar - benar beruntung dapat desi, dia uda kaya dan juga cantik, lucu lagi." sambung temannya yang lain.
Lira yang mendengarkan itu hanya bisa diam, karna dia merasa bodoh dulu begitu peduli dengan dua orang yang merupakan teman dan juga kekasihnya itu.
"Lira kau tak papa?" bisik yuniar pada lira dan hanya dianggukkan oleh lira serta senyum yang dipaksakan.
"Tak masalah, justru kau bagus bisa pisah dengan orang seperti itu. Dari pada kamu tau setelah menikah." ucap Denis menyemangati lira.
Lira yang dari awal datang emang sengaja menghindari desi tak disangka justru desi mendatangai lira yang sedang duduk dipojokan bersama dengan yuniar dan Denis serta dua temannya yang lain.
"Hei Lira ku pikir kau tak datang. Kenapa kau tak menyapa ku, apa kau tak mau mengucapkan selamat atas pertunanganku dengan Adid?" tegur desi pada lira yang telah asyik mengobrol dan menikmati hidangan.
"Ah, iya selamat untuk kalian berdua." ucap lira dengan senyuman yang dipaksakan terlihat senang.
"Dimana pasangan mu? Nia bilang kalo kamu akan datang dengan pasangan mu. Apa kalian berpisah lagi?" cibir desi dengan tersenyum.
"Kau sudah kepala 3 apakah tak ingin menikah? Dari teman - teman kita ku rasa hanya kamu saja yang belum punya pasangan."
"Desi, bisa gak kamu diam dan nikmati saja pestanya." bentak yuniar pada desi.
"Hah? Kenapa emangnya, aku berkata jujur loh." ucap desi lagi dan itu membuat semua orang jadi merhatikan lira.
"Cukup. Sebaiknya kau diam." bentak Denis pada desi.
"Apa maksudmu, desi berkata benar. Orang seperti lira tak akan pernah bisa punya hubungan yang lama. Katakan padaku sebagai seorang pria apakah kamu mau kalo hanya pacara yang cuma bisa gandengan tangan saja? Aku pacaran sama dia 3 tahun tapi tak ada perkembangan dalam hubungan kami." ucap dafid panjang lebar yang menceritakan kisah hubungannya dengan lira.
"Aku jadi meragukannya, apakah dia beneran bisa pacaran atau dia hanya menutupi kelainannya." ledek dafid pada lira dengan memandang rendah lira.
"Dafid kau?!" yuniar berteriak, namun suaranya terhenti karna dicegah oleh lira.
"Kenapa kau gak terima? Dia emang aneh, menjaga kehormatan, melindungi kesucian semua itu omong kosong.!" teriak dafid dengan kesal dan desi sangat senang melihat dafid menghina lira.
"Apa yang harus dipertahankan hah, merasa dirinya hebat dan sok suci. Cui.!" hina dafid yang semakin menjadi. Dan semua orang jadi membicarakan soal lira.
"Lebih baik dia menjadi sok hebat dan sok suci dari pada dia menjadi sok berkuasa dan murahan." sahut seseorang yang melangkahkan kakinya mendekati kerumunan.
"Eh, siapa dia?" semua orang berbisik - bisik dengan kedatangan sosok yang memukau dan sangat menonjol.
"Aku sangat suka dengan dirinya yang mampu menjaga kehormatan dan kesuciannya, setidaknya dia tak merebut milik orang lain." sambung orang itu lagi yang melangkah semakin dekat dengan lira.
"Dan apa tadi yang anda katakan, menutupi kelainan? Anda berpacaran dengan dia selama 3 tahun tapi tak bisa menyentuhnya? Harusnya anda bertanya kenapa dia bisa membangun dinding untuk anda, mungkin saja anda tak memperlakukannya dengan baik, atau anda hanya menonjolkan nafsu anda saja. Menurut orang seperti itu emang harus dihindari." ucapnya menghina dafid yang tadi menghina dan mengatai lira.
"Dia?" gumam yuniar yang ingat dan melihat sosok yang telah berdiri tepat dibelakang lira yang tertunduk.
"Apa maksud anda dan siapa anda sebenarnya.?" tanya desi yang merasa terkejud dan tertarik akan sosok pria yang saat ini berdiri dibelakang lira.
"Haruskah aku katakan siapa aku? Namaku Liyon, kekasihnya." ucap liyon dan menatap semua orang yang ada di aula itu.
"Sayang." liyon mengangkat dagu lira dan mengecup bibir lira, yang membuat desi, dafid serta yang hadir di situ terkejud.
"Heh hanya kecupan tak bisa membuktikan apa pun." ledek desi karna dia berfikir pasti orang itu adalah pacar sewaan yang sengaja dibayar lira untuk menemaninya.
Liyon tersenyum mendapatkan kata - kata dari desi, dia menatap lira yang tak berdaya mulai berkaca - kaca.
"Tak apa, aku adalah darling." bising liyon ditelinga lira, lalu dia merangkul pinggul lira dan menahan tengkuk lira.
Kecupan yang diberikan oleh liyon berubah jadi ciuman serta lu-matan yang terlihat sangat mesrah, hal itu membuat dafid merasa terhina dan tak terima karna selama ini lira tak pernah sekali pun membiarkan dia menyentuhnyan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Aumy Re
mampir lagi thor
melanjutkan bacaan kemaren2
2022-04-09
2
eghi
dia yg cr masalah dia pula yg sakit hati.. poor david🙈
2022-02-23
2