Sesampainya di depan mansion liyon langsung memarkirkan mobilnya kedalam garansi yang sudah didesain buka tutup otomatis pintunya.
"Tunggu ini rumah siapa? Bukannya kamu adalah anak dari nyonya Li?" lira bertanya pada liyon dengan bingung.
"Turun masuk dulu." liyon turun dari mobil dan membawah belanjaan masuk kedalam rumah dengan dibantuin lira, karna belanjaan mereka sangat banyak.
"Waoh rumah yang besar dan juga megah sekali. Lihat saja dapurnya saja seukuran dengan rumah ku, benar - benar orang kaya dan bos besar." Liya tak henti - henti mengagumi rumah liyon.
"Kakak suka?" liyon bertanya pada lira yang tak berhenti berputar dan melihat kesana kemari.
"Suka." jawab lira sepontan tanpa berfikir lagi.
"Kalo begitu tinggalah dengan ku di sini." ucap liyon dengan serius menatap lira.
"Ahhahaha, jangan bercanda ayo aku bantu memasukkan belanjaan kedalam lemari es." lira mengalihkan pembicaraan dan menyibukkan diri dengan memindahkan belanjaan.
"Kau mengalihkan pembicaraan." gumam liyon menatap lira dengan tatapan sedih.
"Kak, tangkap." liyon melemparkan kantong saos yang sengaja dia lubangi agar mengotori diri lira.
"Ets, ya...!" lira menangkap tepat kantong saos itu namun bajunya jadi kotor karna isi saos itu muncrat kebajunya. Dan liyon tersenyum karna rencananya berhasil.
"Wah bocor ya kak? Aku gak tau kalo bocor jadi ku lempar begitu saja." ucapnya liyon dengan tertawa terbahak menatap lira yang kesal karna bajunya penuh dengan noda saos.
"Kau sengaja ya?!" kesal lira karna liyon menertawakannya.
"Maaf, aku beneran tak sengaja dan tau kalo kantongnya bocor. Sini kakak bersihkan diri kakak nanti aku ambilkan baju ganti." liyon mendorong lira masuk kedalam kamar mandi.
"Kak baju gantinya, buka dulu pintunya." liyon mengetuk pintu kamar mandi, dan lira mengeluarkan tangannya saja untuk mengambil baju gantinya.
Ceklek
Lira keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan baju atasan liyon, dan itu membuat liyon menelan salifanya karna lira terlihat sangat seksi dan menggoda bagi liyon.
"Sial, kenapa aku berulah kalo akhirnya aku sendiri yang kena getahnya." gumam liyon halam hati merasa kesal karna lira terlihat sangat menggoda saat ini.
"Kenapa menatap ku begitu?" tanya lira pada liyon yang terus melihatnya tanpa bersuara.
"Kakak sangat cantik." puji liyon dengan tersenyum dan berjalan kearah meja makan.
"Wah kamu sudah masak?" lira terkejud karna sudah ada makanan yang tertata diatas meja makan.
"Apa kakak pikir aku super Hero yang bisa masak dengan kekautan kilat." kesal liyon menatap lira yang sengaja mengoloknya.
"Hahaha. Ehm" lira tertawa pepas dan mulutnya langsung dibungkam dengan mulut liyon.
"Jangan meledek lagi, atau menguji kesabaranku. Karna jika tidak maka akan ada tindakan yang lebih dari ini." bisik liyon ditelinga lira saat mengurai c*umannya, dan itu seketika membuat lira mundur dan jaga jarak dari liyon.
"Ayo makan bukankah dari pagi kakak hanya makan camilan saja dipesawat." ucap liyon yang langsung diiyakan oleh lira.
Setelah selesai makan lira membersihkan meja makan dan mencuci piring sementara liyon naik ke kamarnya untuk mandi.
"Apa yang kakak lakukan?" tanya liyon yang melihat lira duduk di sofa depan meja makan sambil main hanpon.
"Aku nyari koperku gak ada, aku mau pulang tapi bajuku masih basah" jawab lira melihat liyon turun dari lantai atas dengan jubah mandinya.
"Mungkin dia mengirimnya ke rumah utama karna koperku juga tak ada di sini." jawab liyon duduk di sofa depan lira sambil membuka berkas yang dia bawah dari lantai dua.
"Ya aku mau pulang" lira menjawab dengan lesu.
"Ini sudah malam istirahat di sini saja, gak mungkin kakak pulang menggunakan baju yang masih basah, atau mau pakek baju ku itu." liyon berkata dengan menatap lira.
"Apa kau gila." kesal lira dan menatap liyon jengkel.
"Ha, aku hanya bertanya. Lagian kalo ada koper juga gak mungkin bajunya bisa dipakai karna pasti kotor, dan kakak menaruhnya begitu saja dalam koper." jawab liyon tanpa melihat lira.
"Eh, dari mana kau tau? Katanya koper ku gak ada di sini." lira bertanya karna merasa aneh.
"Aku hanya menebak saja, karna aku membayangkannya kakak akan meletakkan semuanya sembarangan antara baju dan juga dalaman kakak." jawab liyon dengan tenang.
"Dasar mesum, kenapa kau malah membayangkan hal itu." lira melirik kesal pada liyon.
"Tak papa aku hanya mesum pada kakak saja bukan wanita lain." liyon tersenyum menatap lira dan memainkan alisnya untuk menggoda lira.
"Dasar bos gila." kesal lira lagi
"Kak, apa perlu aku tunjukkan kegilaan ku pada kakak saat ini juga?" tanya liyon dengan mengedipkan mata berlaku sok genit.
"Ah, aku bisa tidur di sini kan? Aku boleh memilih kamar mana aja." lira mengalihkan topik dan berdiri beranjak mau memilih kamar untuk istirahat.
"Tentu." jawab liyon singkat, dan lira langsung lari kesana kemari untuk memilih kamar mana yang mau dia tempati.
Dengan seksama liyon melihat lira sambil tersenyum gemas melihat tingkah lira seperti anak kecil berlarian, sampai akhirnya mendapatkan kamar yang dia sukai dan langsung masuk untuk istirahat.
Liyon beranjak ke ruang kerjanya dilantai dua setelah lira menemukan kamar. Dan tepat pukul 1 malam liyon berjalan menuju kamar tempat lira istirahat.
"Coba lihat dia tidur dengan sangat pulas, dan tak ada anggun - anggunnya sama sekali. Kalo bukan karna aku sudah memakan dan menikmati tubuh mu, mungkin aku akan menganggap kamu wanita jadi - jadian. Kenapa tidur dengan posisi terlentang dan memenuhi tempat tidur begitu." gerutu liyo menatap posisi lira yang tidur dengan tarkangkang lebar tepat ditengah tempat tidur.
"Kau benar - benar wanita yang unik, pantas saja aku selalu tertarik padaku." gumam liyon lagi dan melepas jubah mandinya lalu masuk kedalam selimut dan tidur memeluk tubuh lira dengan erat setelah membetulkan posisi tidur lira.
Ke esokan paginya asisten liyon datang membawahkan baju untuk lira yang semalam dimintak oleh liyon untuk menyiapkannya, karna liyon tau baju lira yang didalam koper semuanya kotor karna sebenarnya koper lira ada didalam kamar liyon yang sengaja disembunyikan oleh liyon.
"Pagi bos." sapa farid yang melihat liyon keluar dari kamar tamu.
"Hem, kau membawah bajunya?" tanya liyon langsung tanpa basah basih.
"Iya." farid menyerahkan kantong yang dari tadi dibawahnya.
"Emang baju itu untuk siapa bos?" tanya farid yang merasa bingung, karna setau farid bosnya ini tak pernah berurusan dengan seorang wanita sampai tau ukuran baju wanita.
"Untuk Bodyguard cantik yang mulai hari ini akan bekerja sama dengan kamu." jawab liyon mengambil kantong itu dari farid dan kembali masuk ke dalam kamar tamu.
"Bodyguard cantik? Emang sejak kapan bos bermain dengan seorang wanita?" farid bergumam meninggalkan liyon menuju ke halaman depan yang di sana sudah ada tukang kebun yang mulai bekerja menata taman.
Sementara didalam kamar liyon membangunkan lira dengan terus menciumi lira sampai akhirnya lira merasa terusik dan terbangun.
"Eh, sejak kapan kamu dikamar ku?" tanya lira sambil mengucek matanya.
"Sejak semalam. Ayo cepat bangun dan mandi baju ganti kakak aku letakkan di sofa. Atau mau aku yang mandikan?" goda liyon pada lira karna liyon tau kalo lira orangnya sangat sensitif dengan sentuhan sentuhan ringan ditubuhnya.
"Aku mandi sendiri.!" teriak lira yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Hahaha, kau sangat lucu sekali." liyon terbahak melihat lira kabur.
"Aku semakin menyukainya." gumam liyon dan keluar dari kamar lira.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KIRA2 MAMA LE SETUJU GK LIYON DGN LIRA YAA USIANYA LBH TUA DRI LIYON.
.
2022-11-08
2
regan wijaya
kalok yg bagus ceritanya kenapa sedikit yg suka,bagus banget ceritanya aku sukak banget
2022-05-09
1