"Wah Lira.! Benar nama kamu Lira kak ya? Masih ingat aku?"
Seorang wanita cantik memanggil ku dan iya aku lupa dengan siapa dia, karna maklum aku orangnya tak bisa mengingat wajah orang kalo cuma bertemu sekali saja.
"Ya Ampun, kenapa jadi bengong dan menatapku serius begitu sih. Aku Endang yang waktu itu datang dan ketemu pas panggilan kerja." jelas wanita itu dan akhirnya aku pun ingat dengan dia.
"Hahaha, maaf maaf aku tak begitu mengenali orang dan gampang lupa." jelasku pada wanita itu. Dan kami pun masuk ke kantor bersama dengan dia sambil berbincang ringan.
"Tapi Lira, sejak dari hari itu sampai sebulan ini aku tak melihat kamu di kantor sekali pun, ku pikir kamu tak diterima. Tapi kenapa tiba - tiba kamu sekarang masuk dan muncul di kantor?"
Endang bertanya bingung pada ku, karna sehari setelah aku dipanggil ke esokan harinya aku dihubungi lagi dan disuruh datang ke alamat yang harus ku datangi, jadi aku tak pergi ke kantor untuk melapor.
Sebulan sebelumnya.
"Halo saudara Lira? Ini saya Baron aisten tuan Liborsei. Saya cuma mau menginfokan untuk kamu besok tolong datanglah ke alamat yang saya sebutkan untuk menemui ibu Li. Baiklah saya akan mengirim alamatnya lewat pesan singkat di henpon kamu, jangan lupa datang tepat waktu."
Jelas tuan Baron pada lira, dan pada ke esokan harinya lira pun datang ke alamat tersebut yang ternyata adalah alamat rumah ibu li.
Sesampainya lira di sana tiba - tiba saja lira dihadang oleh 3 orang dan mereka terlihat perselisihan hingga perkelahian pun terjadi, karna orang - orang itu ingin merebut tas lira.
"Wah, sial kalian. Jangan main kroyoan dong.! Karna aku pakek sepan jadi tak bisa leluasa bermain sama kalian. Kalo berani 1 lawan 1." kesal lira pada para preman yang dilihat lira elit itu, karna mereka pakek setelah jas lengkap.
Pro prok prok
"Bagus, bagus sekali. Hahaha" ku lihat seseorsng keluar dari dalam rumah besar itu.
"Aku suka dengan wanita mudah yang energik begitu, istriku tak salah memilihmu."
Tawa dan tepok tangan seorang pria cina yang rupawan itu keluar dari dalam rumah, dan 3 preman yang tadi mengeroyok ku berbaris dan memberi hormat pada orang itu.
"Lira, kamu pasti bingung ya? Ayo masuklah." dari dalam rumah itu keluar mantan bos ku di restoran bu Li dengan dandanan yang sangat mewah dan juga cantik sekali.
Dengan binggung aku melangkah masuk ke dalam rumah besar itu, dan tanpa henti aku terus memuji rumah mewah itu. Rumah itu sangat luar biasa mewah.
"Duduklah Lira." ucap bu li pada ku yang sudah sampai di dalam rumah besar itu.
"Ah iya bu."
"Lira, kamu dipanggil ke sini itu untuk mengawal istriku. Dan mulai sekarang kamu adalah bodyguard istriku." ucap orang yang berumur nan rupawan itu, yang ku yakini adalah suami dari bu li.
Alhasil selama sebulan ini aku bertugas mengawal bu Li disetiap pertemuannya dan juga saat bliau pergi keluar kota untuk melihat restoran cabangnya di kota Bandung.
Setelah 1 bulan.
Aku dan endang masuk kedalam lif dan aku menjelaskan kepada endang apa yang aku kerjakan selama sebulan ini sampai aku tak masuk ke kantor untuk melapor, namun surat laporan ku sudah ada di kantor dan sudah diperoses.
Ting
Pintu lif terbuka.
Aku melangkahkan kaki ku menuju ke ruang sekretaris bersama dengan endang. Dan aku agak takut dengan orang - orang yang belum pernah ku temui dan ku kenal.
"Halo, saya Lira pegawe magang di kantor ini." sapa ku pada semua orang yang ku lihat berkumpul dan sedang mengobrol.
"Teman - teman semua dia adalah Lira." sambung endang yang terlihat sudah akrab dengan semua orang.
"Selamat pagi Lira, bos memintak anda untuk masuk keruangannya sekarang." sapa dan juga perintah pak Baron padaku begitu aku sampai dan menginjakkan kaki di ruang sekretaris.
Aku menatap semua orang yang ada di ruangan itu, seola ada pertanyaan yang mengganggu mereka tentang setatus kerjaku.
"Ah, baik pak. Apa sekarang?" tanyaku pada pak Baron, dan dijawab dengan anggukan.
Setelah pak Baron mengangguk aku pun berjalan mengikuti pak Baron dibelakang sampai di ruangan kerja bos.
30 menit setelah aku ke ruangan bos aku pun kembali lagi ke ruang sekretaris dan aku lihat semua orang menatapku seolah memintak ku untuk menjelaskan tentang situasi ku saat ini.
"Eh, i - itu sebenarnya aku adalah bodyguardnya nyonya Li. Jadi selama ini aku bertugas mengawal bliau, baru kali ini aku bisa ke sini untuk mempelajari tugas - tugas sebagai sekretaris."
Aku menjelaskan pada semuanya sesuai dengan apa yang sebenarnya aku lakukan, karna aku gak mau kalo nanti mereka menganggap bahwa aku masuk ke sini karna koneksi atau sebagainya.
"Benarkah? Ini keren, hebat banget kamu Lira." ucap safitri pada ku dengan memegang tanganku dan menatapku berbinar.
"Hihihi, ya ya begitulah." aku menjawab sambil cengar - cengir.
"Bagus banget itu namanya 1 lamaran 2 pekerjaan, yang pastinya dobel gaji juga. Hahahaha." yanuar menjawab dengan terbahak, yang setelah ku pikir ada benarnya juga karna aku dapat gaji dari nyonya li dan juga dari kantor.
Pekerjaanku di kantor pun juga berjalan lancar, semua orang sangat baik pada ku. Mereka hampir sama dengan yuniar sahabatku, baik dan hangat.
Selama sebulan aku banyak mempelajari apa saja tugas serta pekerjaan sebagai seorang sekretatis dari adit, yanuar dan fitri.
Apa lagi fitri dia yang seorang sekretatis bos dan yang selalu ikut kemanapun bos pergi rapat, jadi begitu cekatan serta mahir mengenai tugas - tugas seorang sekretaris.
Dan tak terasa sudah 3 bulan aku bekerja sebagai sekretaris juga bodyguard. Hari ini adalah hari kelulusan ku, hari bersejarah bagi ku, karna aku akan menyandang gelar sarjanah dinama belakang ku.
...🍂🍂🍂...
Semua orang datang untuk melakukan wisudah dan pelepasan sumpah sebagai seorang sarjana baru yang akan menerapkan ilmu yang didapat selama pendidikan ke dunia masyarat.
Semua orang ku lihat berdandan cantik, hanya aku saja yang memakai riasan simple. serta kaos dan toga, karna aku baru pulang mengawal nyonya li. Karna aku yang memaksa untuk mengawal sebenarnya.
Aku sangat bahagia berfoto bersama dengan ayah, ibu, adik serta nenekku yang menyempatkan untuk datang diacara wisudahku.
"Halo Lira, selamat ya atas wisudah mu? Apa kamu masih akan bekerja paruh waktu? Kalo kamu mau aku bisa membuat mu jadi pegawe magang di kantor papaku." ucap desi dengan nada sedikit menyindir pada ku, dan seolah sengaja mengatakan kalimat itu di depan orang tuaku.
"Aku dan Dafit akan bekerja sama di kantor papa, dan akan menjadi pegawe tetap di sama. Kalo kamu mau ku rekomendasikan, atau kamu ingin menikah saja? Tapi kamu masih belum punya pacar kan ya." sambungnya lagi dengan menunjukkan kemesraannya dengan dafit didepan ku.
"Kenapa kamu seolah sengaja ingin mempermalukan kakak ku hah.!" kesal satria pada desi yang dari tadi seolah memprofokasi.
"Apa - apa an kau.!" bentak dafit pada satria.
"Ajari wanitamu, kalo gak mau ku hancurkan." ancam satria dan membuat dua orang itu akhirnya pergi. Sementara ayah, ibu dan nenek ku hanya menatap aku dengan beribu pertanyaan, karna yang mereka tau dafit adalah kekasihku.
"Tidak apa - apa, kami sudah putus lama." jelasku pada orang tuaku dengan senyum yang ku buat sebaik mungkin.
"Om, tante dan Nenek.!" teriak yuniar mengalihkan fokus orang tua ku pada ku, yang akhirnya kami tak jadi membahas soal dafit.
Satu minggu setelah hari kelulusan kami semua mengadakan acara di sebuah hotel yang didatengi banyak orang, termasuk para dosen pengajar kami.
Melihat Lira yang datang ke acara diantar dengan mobil mewah, membuat seseorang merasa kesal dan ingin melakukan sesuatu untuk lira. Kira - kira apa yang akan terjadi pada lira dalam acara tersebut?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Mel Rezki
langsung aku masukkan rak favorit 🥰😍
2022-03-31
3