1 lamaran 2 pekerjaan

"Wah Lira.! Benar nama kamu Lira kak ya? Masih ingat aku?"

Seorang wanita cantik memanggil ku dan iya aku lupa dengan siapa dia, karna maklum aku orangnya tak bisa mengingat wajah orang kalo cuma bertemu sekali saja.

"Ya Ampun, kenapa jadi bengong dan menatapku serius begitu sih. Aku Endang yang waktu itu datang dan ketemu pas panggilan kerja." jelas wanita itu dan akhirnya aku pun ingat dengan dia.

"Hahaha, maaf maaf aku tak begitu mengenali orang dan gampang lupa." jelasku pada wanita itu. Dan kami pun masuk ke kantor bersama dengan dia sambil berbincang ringan.

"Tapi Lira, sejak dari hari itu sampai sebulan ini aku tak melihat kamu di kantor sekali pun, ku pikir kamu tak diterima. Tapi kenapa tiba - tiba kamu sekarang masuk dan muncul di kantor?"

Endang bertanya bingung pada ku, karna sehari setelah aku dipanggil ke esokan harinya aku dihubungi lagi dan disuruh datang ke alamat yang harus ku datangi, jadi aku tak pergi ke kantor untuk melapor.

Sebulan sebelumnya.

"Halo saudara Lira? Ini saya Baron aisten tuan Liborsei. Saya cuma mau menginfokan untuk kamu besok tolong datanglah ke alamat yang saya sebutkan untuk menemui ibu Li. Baiklah saya akan mengirim alamatnya lewat pesan singkat di henpon kamu, jangan lupa datang tepat waktu."

Jelas tuan Baron pada lira, dan pada ke esokan harinya lira pun datang ke alamat tersebut yang ternyata adalah alamat rumah ibu li.

Sesampainya lira di sana tiba - tiba saja lira dihadang oleh 3 orang dan mereka terlihat perselisihan hingga perkelahian pun terjadi, karna orang - orang itu ingin merebut tas lira.

"Wah, sial kalian. Jangan main kroyoan dong.! Karna aku pakek sepan jadi tak bisa leluasa bermain sama kalian. Kalo berani 1 lawan 1." kesal lira pada para preman yang dilihat lira elit itu, karna mereka pakek setelah jas lengkap.

Pro prok prok

"Bagus, bagus sekali. Hahaha" ku lihat seseorsng keluar dari dalam rumah besar itu.

"Aku suka dengan wanita mudah yang energik begitu, istriku tak salah memilihmu."

Tawa dan tepok tangan seorang pria cina yang rupawan itu keluar dari dalam rumah, dan 3 preman yang tadi mengeroyok ku berbaris dan memberi hormat pada orang itu.

"Lira, kamu pasti bingung ya? Ayo masuklah." dari dalam rumah itu keluar mantan bos ku di restoran bu Li dengan dandanan yang sangat mewah dan juga cantik sekali.

Dengan binggung aku melangkah masuk ke dalam rumah besar itu, dan tanpa henti aku terus memuji rumah mewah itu. Rumah itu sangat luar biasa mewah.

"Duduklah Lira." ucap bu li pada ku yang sudah sampai di dalam rumah besar itu.

"Ah iya bu."

"Lira, kamu dipanggil ke sini itu untuk mengawal istriku. Dan mulai sekarang kamu adalah bodyguard istriku." ucap orang yang berumur nan rupawan itu, yang ku yakini adalah suami dari bu li.

Alhasil selama sebulan ini aku bertugas mengawal bu Li disetiap pertemuannya dan juga saat bliau pergi keluar kota untuk melihat restoran cabangnya di kota Bandung.

Setelah 1 bulan.

Aku dan endang masuk kedalam lif dan aku menjelaskan kepada endang apa yang aku kerjakan selama sebulan ini sampai aku tak masuk ke kantor untuk melapor, namun surat laporan ku sudah ada di kantor dan sudah diperoses.

Ting

Pintu lif terbuka.

Aku melangkahkan kaki ku menuju ke ruang sekretaris bersama dengan endang. Dan aku agak takut dengan orang - orang yang belum pernah ku temui dan ku kenal.

"Halo, saya Lira pegawe magang di kantor ini." sapa ku pada semua orang yang ku lihat berkumpul dan sedang mengobrol.

"Teman - teman semua dia adalah Lira." sambung endang yang terlihat sudah akrab dengan semua orang.

"Selamat pagi Lira, bos memintak anda untuk masuk keruangannya sekarang." sapa dan juga perintah pak Baron padaku begitu aku sampai dan menginjakkan kaki di ruang sekretaris.

Aku menatap semua orang yang ada di ruangan itu, seola ada pertanyaan yang mengganggu mereka tentang setatus kerjaku.

"Ah, baik pak. Apa sekarang?" tanyaku pada pak Baron, dan dijawab dengan anggukan.

Setelah pak Baron mengangguk aku pun berjalan mengikuti pak Baron dibelakang sampai di ruangan kerja bos.

30 menit setelah aku ke ruangan bos aku pun kembali lagi ke ruang sekretaris dan aku lihat semua orang menatapku seolah memintak ku untuk menjelaskan tentang situasi ku saat ini.

"Eh, i - itu sebenarnya aku adalah bodyguardnya nyonya Li. Jadi selama ini aku bertugas mengawal bliau, baru kali ini aku bisa ke sini untuk mempelajari tugas - tugas sebagai sekretaris."

Aku menjelaskan pada semuanya sesuai dengan apa yang sebenarnya aku lakukan, karna aku gak mau kalo nanti mereka menganggap bahwa aku masuk ke sini karna koneksi atau sebagainya.

"Benarkah? Ini keren, hebat banget kamu Lira." ucap safitri pada ku dengan memegang tanganku dan menatapku berbinar.

"Hihihi, ya ya begitulah." aku menjawab sambil cengar - cengir.

"Bagus banget itu namanya 1 lamaran 2 pekerjaan, yang pastinya dobel gaji juga. Hahahaha." yanuar menjawab dengan terbahak, yang setelah ku pikir ada benarnya juga karna aku dapat gaji dari nyonya li dan juga dari kantor.

Pekerjaanku di kantor pun juga berjalan lancar, semua orang sangat baik pada ku. Mereka hampir sama dengan yuniar sahabatku, baik dan hangat.

Selama sebulan aku banyak mempelajari apa saja tugas serta pekerjaan sebagai seorang sekretatis dari adit, yanuar dan fitri.

Apa lagi fitri dia yang seorang sekretatis bos dan yang selalu ikut kemanapun bos pergi rapat, jadi begitu cekatan serta mahir mengenai tugas - tugas seorang sekretaris.

Dan tak terasa sudah 3 bulan aku bekerja sebagai sekretaris juga bodyguard. Hari ini adalah hari kelulusan ku, hari bersejarah bagi ku, karna aku akan menyandang gelar sarjanah dinama belakang ku.

...🍂🍂🍂...

Semua orang datang untuk melakukan wisudah dan pelepasan sumpah sebagai seorang sarjana baru yang akan menerapkan ilmu yang didapat selama pendidikan ke dunia masyarat.

Semua orang ku lihat berdandan cantik, hanya aku saja yang memakai riasan simple. serta kaos dan toga, karna aku baru pulang mengawal nyonya li. Karna aku yang memaksa untuk mengawal sebenarnya.

Aku sangat bahagia berfoto bersama dengan ayah, ibu, adik serta nenekku yang menyempatkan untuk datang diacara wisudahku.

"Halo Lira, selamat ya atas wisudah mu? Apa kamu masih akan bekerja paruh waktu? Kalo kamu mau aku bisa membuat mu jadi pegawe magang di kantor papaku." ucap desi dengan nada sedikit menyindir pada ku, dan seolah sengaja mengatakan kalimat itu di depan orang tuaku.

"Aku dan Dafit akan bekerja sama di kantor papa, dan akan menjadi pegawe tetap di sama. Kalo kamu mau ku rekomendasikan, atau kamu ingin menikah saja? Tapi kamu masih belum punya pacar kan ya." sambungnya lagi dengan menunjukkan kemesraannya dengan dafit didepan ku.

"Kenapa kamu seolah sengaja ingin mempermalukan kakak ku hah.!" kesal satria pada desi yang dari tadi seolah memprofokasi.

"Apa - apa an kau.!" bentak dafit pada satria.

"Ajari wanitamu, kalo gak mau ku hancurkan." ancam satria dan membuat dua orang itu akhirnya pergi. Sementara ayah, ibu dan nenek ku hanya menatap aku dengan beribu pertanyaan, karna yang mereka tau dafit adalah kekasihku.

"Tidak apa - apa, kami sudah putus lama." jelasku pada orang tuaku dengan senyum yang ku buat sebaik mungkin.

"Om, tante dan Nenek.!" teriak yuniar mengalihkan fokus orang tua ku pada ku, yang akhirnya kami tak jadi membahas soal dafit.

Satu minggu setelah hari kelulusan kami semua mengadakan acara di sebuah hotel yang didatengi banyak orang, termasuk para dosen pengajar kami.

Melihat Lira yang datang ke acara diantar dengan mobil mewah, membuat seseorang merasa kesal dan ingin melakukan sesuatu untuk lira. Kira - kira apa yang akan terjadi pada lira dalam acara tersebut?

Terpopuler

Comments

Mel Rezki

Mel Rezki

langsung aku masukkan rak favorit 🥰😍

2022-03-31

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Melamar kerja
3 1 lamaran 2 pekerjaan
4 Pertemuan yang mengejudkan
5 Kenangan yang menjengkelkan
6 Gadis suci
7 Pertemuan di klab
8 Hari reoni
9 Hinaan yang dibalikkan
10 Bermainlah dengan ku
11 Malam yang menggoda
12 Presdir baru
13 Peroses pemilihan sekretaris
14 Gadis yang dicari
15 Makanannya tak enak
16 Bos kejam
17 Restoran
18 Belanja bersama
19 Bodyguard cantik
20 Pergi kencan buta
21 Keinginan sang bos
22 Terkunci dalam gudang
23 Wanita yang diinginkan
24 Bermalam dikantor
25 Mengawal ibu bos
26 Bukan wanita sembarangan
27 Pengaruh obat
28 Munculnya rasa iri dan dengki
29 Ingin membongkar setatus
30 Pendamping pesta
31 Sekretaris atau pengawal
32 Kau adalah wanitaku
33 Amarah Seorang Liyon
34 Pria Yang Menemaninya
35 Rasa Frustasi Liyon
36 Surat pengunduran diri
37 Mencari sampai malam
38 Permintaan maaf liyon
39 Perubah mood
40 Pernyataan cinta
41 Kembali keposisi sekretaris
42 Pelukan rindu
43 Menagih janji untuk bayaran
44 Terjerat permainan sendiri
45 Memulai dengan lembut
46 Usaha liyon menaklukkan lira
47 Satria dan Yuniar
48 Mengejarnya dengan pelan
49 Benih - benih cinta
50 Pernyataan cinta lira
51 Resmi berpacaran
52 Kebahagiaan liyon
53 Pacaran sembunyi - sembunyi
54 Wanita pengganggu
55 Pesta perusahaan
56 Perasaan cinta yang kuat
57 Wanita milik liyon
58 Godaan dari sang bos
59 Kenakalan tangan yang jail
60 Wanita kedua
61 Lira yang cuek
62 Rasa cemburu liyon
63 Terungkapnya 2 hubungan
64 Sebuah pernyataan.
65 Merawat liyon
66 Wanita yang memusingkan
67 Pacar yang dingin
68 Pria dari kencan buta
69 Ruang kerja yang syahdu
70 Ijin untuk memulainya
71 Permainan yang menakjubkan
72 Pergi kencan
73 Bermalam sama liyon
74 Pernyataan liyon
75 Candu sang liyon
76 Wanita pengganggu
77 Vila untuk permaisuri
78 Diculik dan dipaksa minum obat
79 Kepanikan liyon
80 Memberi hukuman
81 Pergi ke pantai 1
82 Pergi ke pantai 2
83 Bukan Up (LEBARAN)
84 Pengganggu kesenangan
85 Menebar fitnah
86 Menghadapinya dengan sabar
87 Pengumuman perjodohan
88 Bodyguard dingin
89 Kegelisahan
90 Tak peduli
91 Jangan jadi Gangguan
92 Salam perpisahan
93 Kecelakaan
94 Permintaan sang nyonya
95 Permohonan lira
96 Pernyataan putus
97 Kesalahpahaman
98 Kepergian lira
99 Liyon yang dingin
100 Acara pertunangan
101 Terbongkarnya sebuah kejahatan
102 Sakit yang tak ada penyakitnya
103 Rasa rindu yang menyakitkan
104 Keputusan yang bulat
105 Pelampiasan liyon
106 Kembali ke tanah air
107 Mencari keberadaan lira
108 Kenyataan palsu
109 Mencari Si Penyelamat
110 Berusaha Menghindar
111 Permainan
112 Perkelahian
113 Pertemuan1
114 Pertemuan 2
115 Datang bersama pasangan
116 Air mata yang ditahan
117 Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118 Kebenaran tentang lira
119 Terjebak dalam bar
120 Kehangatan setelah 6 tahun.
121 Restu yang datang terlambat
122 Pendamping pesta
123 Surat pernyataan
124 Rasa sakit lira
125 Pesan tersembunyi
126 Tak ada rasa cinta
127 Mengingatkan atas janji lira
128 Anak yang pintar
129 Liyon dan Lira
130 Jebakan
131 Nikah dadakan
132 Wanita dalam hati
133 Permasalahan keluarga.
134 Anak orang baik
135 Cinta yang tulus
136 Permohonan maaf mama Li
137 Air mata sang liyon
138 Dilema
139 Wanita idaman
140 Bermain siasat 1
141 Bermain siasat2
142 Liyon celaka
143 Otak penyerangan
144 Perjanjian baru nikah
145 Pernyataan perang
146 Terpaksa menikahi
147 Perjanjian cerai
148 Perasaan yang kosong
149 Hari kelahiran
150 Muncul rasa suka
151 Surat cerai
152 Godaan seorang wanita
153 Malam yang panjang.
154 Kisah dimasa lalu
155 Pria lain
156 Wanita penakluk
157 Lira mabuk
158 Liyon kewalahan
159 Saling terbuka.
160 Pesta pernikahan
161 Istri yang bikin candu
162 Tak ada hari tanpa dirimu
163 Suami takut istri
164 Sentuhan peredam marah
165 Pengaruh hormon.
166 Hamil bersama.
167 Kejutan dari Lira
168 Mobil yang bergoyang.
169 Istri buncit yang menawan
170 Ngidam yang aneh
171 Pesta baby shower.
172 Berbincang sama mertua
173 Tanda dari farid
174 Bermain disaat anak tidur
175 Tak bisa bergerak
176 Belum tuntas
177 Panggilan baru
178 Candu para suami
179 Penculikan
180 Tragedi
181 Kabar yang menyakitkan
182 Kesedihan dan tekad
183 Kemenangan semu
184 Menghukum semua pelaku
185 Peringatan
186 Rencana pembalasan 1
187 Rencana pembalasan 2
188 Balas dendam 1
189 Balas dendam 2
190 Terbangun dari koma
191 Semuanya sehat
192 Kembali pulang ke rumah
193 Ucapan makasih K.J dan Promosi
194 Ekstra Ferdi
195 Promosi Karya Baru
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Prolog
2
Melamar kerja
3
1 lamaran 2 pekerjaan
4
Pertemuan yang mengejudkan
5
Kenangan yang menjengkelkan
6
Gadis suci
7
Pertemuan di klab
8
Hari reoni
9
Hinaan yang dibalikkan
10
Bermainlah dengan ku
11
Malam yang menggoda
12
Presdir baru
13
Peroses pemilihan sekretaris
14
Gadis yang dicari
15
Makanannya tak enak
16
Bos kejam
17
Restoran
18
Belanja bersama
19
Bodyguard cantik
20
Pergi kencan buta
21
Keinginan sang bos
22
Terkunci dalam gudang
23
Wanita yang diinginkan
24
Bermalam dikantor
25
Mengawal ibu bos
26
Bukan wanita sembarangan
27
Pengaruh obat
28
Munculnya rasa iri dan dengki
29
Ingin membongkar setatus
30
Pendamping pesta
31
Sekretaris atau pengawal
32
Kau adalah wanitaku
33
Amarah Seorang Liyon
34
Pria Yang Menemaninya
35
Rasa Frustasi Liyon
36
Surat pengunduran diri
37
Mencari sampai malam
38
Permintaan maaf liyon
39
Perubah mood
40
Pernyataan cinta
41
Kembali keposisi sekretaris
42
Pelukan rindu
43
Menagih janji untuk bayaran
44
Terjerat permainan sendiri
45
Memulai dengan lembut
46
Usaha liyon menaklukkan lira
47
Satria dan Yuniar
48
Mengejarnya dengan pelan
49
Benih - benih cinta
50
Pernyataan cinta lira
51
Resmi berpacaran
52
Kebahagiaan liyon
53
Pacaran sembunyi - sembunyi
54
Wanita pengganggu
55
Pesta perusahaan
56
Perasaan cinta yang kuat
57
Wanita milik liyon
58
Godaan dari sang bos
59
Kenakalan tangan yang jail
60
Wanita kedua
61
Lira yang cuek
62
Rasa cemburu liyon
63
Terungkapnya 2 hubungan
64
Sebuah pernyataan.
65
Merawat liyon
66
Wanita yang memusingkan
67
Pacar yang dingin
68
Pria dari kencan buta
69
Ruang kerja yang syahdu
70
Ijin untuk memulainya
71
Permainan yang menakjubkan
72
Pergi kencan
73
Bermalam sama liyon
74
Pernyataan liyon
75
Candu sang liyon
76
Wanita pengganggu
77
Vila untuk permaisuri
78
Diculik dan dipaksa minum obat
79
Kepanikan liyon
80
Memberi hukuman
81
Pergi ke pantai 1
82
Pergi ke pantai 2
83
Bukan Up (LEBARAN)
84
Pengganggu kesenangan
85
Menebar fitnah
86
Menghadapinya dengan sabar
87
Pengumuman perjodohan
88
Bodyguard dingin
89
Kegelisahan
90
Tak peduli
91
Jangan jadi Gangguan
92
Salam perpisahan
93
Kecelakaan
94
Permintaan sang nyonya
95
Permohonan lira
96
Pernyataan putus
97
Kesalahpahaman
98
Kepergian lira
99
Liyon yang dingin
100
Acara pertunangan
101
Terbongkarnya sebuah kejahatan
102
Sakit yang tak ada penyakitnya
103
Rasa rindu yang menyakitkan
104
Keputusan yang bulat
105
Pelampiasan liyon
106
Kembali ke tanah air
107
Mencari keberadaan lira
108
Kenyataan palsu
109
Mencari Si Penyelamat
110
Berusaha Menghindar
111
Permainan
112
Perkelahian
113
Pertemuan1
114
Pertemuan 2
115
Datang bersama pasangan
116
Air mata yang ditahan
117
Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118
Kebenaran tentang lira
119
Terjebak dalam bar
120
Kehangatan setelah 6 tahun.
121
Restu yang datang terlambat
122
Pendamping pesta
123
Surat pernyataan
124
Rasa sakit lira
125
Pesan tersembunyi
126
Tak ada rasa cinta
127
Mengingatkan atas janji lira
128
Anak yang pintar
129
Liyon dan Lira
130
Jebakan
131
Nikah dadakan
132
Wanita dalam hati
133
Permasalahan keluarga.
134
Anak orang baik
135
Cinta yang tulus
136
Permohonan maaf mama Li
137
Air mata sang liyon
138
Dilema
139
Wanita idaman
140
Bermain siasat 1
141
Bermain siasat2
142
Liyon celaka
143
Otak penyerangan
144
Perjanjian baru nikah
145
Pernyataan perang
146
Terpaksa menikahi
147
Perjanjian cerai
148
Perasaan yang kosong
149
Hari kelahiran
150
Muncul rasa suka
151
Surat cerai
152
Godaan seorang wanita
153
Malam yang panjang.
154
Kisah dimasa lalu
155
Pria lain
156
Wanita penakluk
157
Lira mabuk
158
Liyon kewalahan
159
Saling terbuka.
160
Pesta pernikahan
161
Istri yang bikin candu
162
Tak ada hari tanpa dirimu
163
Suami takut istri
164
Sentuhan peredam marah
165
Pengaruh hormon.
166
Hamil bersama.
167
Kejutan dari Lira
168
Mobil yang bergoyang.
169
Istri buncit yang menawan
170
Ngidam yang aneh
171
Pesta baby shower.
172
Berbincang sama mertua
173
Tanda dari farid
174
Bermain disaat anak tidur
175
Tak bisa bergerak
176
Belum tuntas
177
Panggilan baru
178
Candu para suami
179
Penculikan
180
Tragedi
181
Kabar yang menyakitkan
182
Kesedihan dan tekad
183
Kemenangan semu
184
Menghukum semua pelaku
185
Peringatan
186
Rencana pembalasan 1
187
Rencana pembalasan 2
188
Balas dendam 1
189
Balas dendam 2
190
Terbangun dari koma
191
Semuanya sehat
192
Kembali pulang ke rumah
193
Ucapan makasih K.J dan Promosi
194
Ekstra Ferdi
195
Promosi Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!