Peroses pemilihan sekretaris

"Dengar semuanya sistem kerja mulai hari ini akan diganti." ucap Safitri pada rekan kerjanya diruangan setelah dia dari ruang bos barunya.

Mendengar itu semua orang merasa kalo bos barunya akan sulit dihadapi karna dia orangnya sangat tegas dan juga sangat dingin.

"Hem, bakalan susah ini mah. Apakah kita akan mampu nanti melayani bos baru ini?" gumam yanuar dengan sangat frustasi.

"Benar juga, apakah kita akan jadi sering lembur nanti? Pasti dia akan menaikkan target disetiap devisi." aditya menimpali dengan lesu juga.

"Sudah jangan pesimis gitu, siapa tau nanti malah akan jadi lebih baik." ucap lira menyemangati para teman - temannya.

Setelah bekerja selama sebulan dengan bos baru banyak peraturan yang diubah, mulai dari kehadiran dan juga apsen semuanya berubah. Dulu apsen akan dilakukan di pintu masuk sekarang dilakukan setelah melewati pintu masuk, karna setelah pintu masuk dipasang pintu lagi untuk melewati pintu kehadiran jadi para karyawan tak akan bisa bolos sebab setelah melewati pintu masuk dan melakukan apsen dengan sidik jari dipintu kedua maka jalur pintu keluar akan terkunci secara otomatis untuk karyawan yang telah masuk.

Ketelitian dan kedisiplinan diperusahan semakin meningkat, tak ada lagi karyawan yang bolos tanpa diketahui dan jam masuk juga telah berubah yang awalnya dimulai dari jam 9 pagi sekarang dimulai dari jam 7 pagi, dan mulai aktif kerja jam 8 pagi.

"Lira apa kamu tak tau seperti apa bos baru kita ini orangnya? Kamu kan selalu mengawal bu Li." tanya aditya yang merasa penasaran dengan keseharian bos barunya.

"Wah, aku gak pernah lihat dan bu Li juga gak pernah bahas soal putranya itu. Jadi aku gak tau dia seperti apa." jelas lira sambil berusaha berfikir kenapa dia tak mencobak untuk mencarik tau soal bos barunya di rumah bu li.

Sementara didalam ruangan liyon dia memintak pada pak hendra untuk memilih beberapa sekretaris lagi yang akan diletakkan di depan pintu masuk ruang kerjanya.

"Apakah anda ingin 2 sekretaris lagi untuk diposisikan di depan ruang kerja?" tanya pak hendra memastikannya lagi karna takut salah.

"Iya, lakukan pemilihan sekretaris lagi. Aku ingin setidaknya ada 3 sekretaris, karna aku gak mau membebankan semua pekerjaan pada 1 sekretaris saja." jelas liyon dan itu membuat safitri merasa legah.

"Baik, anda ingin dipasangkan antara pria dan wanita atau semua wanita saja?" tanya pak hendra karna dia gak mau kalo nanti pilihannya salah.

"Hem, lakukan semuanya wanita saja." ucap liyon setelah dia berfikir panjang.

"Tapi maaf bos, kalo semua wanita kemungkinan akan sedikit sulit karna Lira sebenarnya mempunyai 2 pekerjaan di sini." jelas safitri untuk mengingatkan pada pak hendra kalo lira selain jadi sekretaris dia juga jadi ajudan atau pengawal nyonya bos.

"Ah, benar Lira, saya rasa tidak bisa karna akan sering tidak ada ditempat. Karna untuk sekretaris wanita selain Lira bisakah saya menugaskan untuk yang lainnya saja? Saya takut nanti tidak bisa menilainya secara maksimal." jelas pak hendra yang membuat liyon bingung dan memiringkan kepalanya.

"Kenapa begitu, dan kenapa dia bisa jadi ajudan mama? Kalo di sini dia memang bekerja sebagai sekretaris." liyon bertanya dengan kebingungan.

"Itu karna Lira memiliki kemampuan bela diri dan nyonya juga sudah mengenal Lira dari awal, jadi meletakkan posisi Lira dibagian sekretaris agar dia bisa bebas saat dibutuhkan." jelas pak hendra pada liyon yang merasa semakin bingung.

"Jadi dia orang yang dipilih oleh mama?" tanya liyon yang tak habis fikir dengan mamanya.

"Benar bos, karna sebelumnya dia telah bekerja di restoran nyonya. Dan saat mau lulus kulia dia melamar sebagai pegawe magang di perusahaan ini." jelas pak hendra lagi.

"Kau bilang siapa tadi namanya?" tanya liyon yang merasa familiar dengan namanya.

"Lira Anggraini." jawab pak hendra.

"Baik, tak masalah dengan dia. Uji cobak dulu saja aku ingin melihat semua kemampuan mereka, akan ku bilang sama mama agar tak mengganggu dia selama dia diuji cobak." jelas liyon dan pak hendra juga safitri mengangguk.

"Sekretaris Fitri aku ingin kamu tetap menangani soal pekerjaan luar karna kamu yang lebih lama dan lebih tau tentang smuanya." pinta liyon pada safri karna dia tak ingin ada kendala saat ada pekerjaan diluar.

"Baik bos saya akan bekerja dengan giat." ucap safitri dengan percaya diri.

Setelah apa yang diperintahkan oleh liyon, semua pegawe yang ada di devisi sekretaris telah diuji dalam peroses penanganan untuk menghadapi serta menangani semua jadwal dan urusan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan bos mereka secara langsung tanpa terkecuali.

Semua yang ada di devisi sekretaris telah melalui uji cobak selain lira, karna dia sibuk dengan pengawalan nyonya li yang sibuk dengan pertemuan para member arisan dan perkumpulan ibu - ibu sosialita yang mengadakan darma wisata.

"Apa hanya ada 4 orang saja dari devisi sekretaris? Yang lain tak ada lagi?" tanya liyon pada pak hendra, setelah dia menyingkirkan beberapa orang yang dianggapnya tak memiliki kemampuan dan tak cocok dengannya.

"Em, sebenarnya masih ada 1 lagi bos Lira. Tapi belakangan ini dia sibuk dengan pengawalan nyonya jadi saya tak memasukkan dia dalam uji cobak, takut waktunya tidak bisa maksimal." jelas pak hendra pada liyon.

"Baik, tunggu sampai dia selesai dalam tugasnya aku ingin tau kemampuannya." ucap liyon pada pak hendra.

"Kenapa harus pada saat seperti ini sih mama melakukan semua kegiatannya itu." gumam liyon dengan nada kesal pada mamanya.

...🍂🍂🍂...

"Hey, Lira kau sudah mau pulang? Ini masih sore jika tak capek maukah bermain 1 ronde dengan ku?" teriak suryadi yang saat itu sedang latihan dengan gali.

"Wah boleh juga." jawab lira yang merasa tertarik dengan tawaran suryadi.

Lira merasa sangat bersyukur dengan semua orang yang ada di rumah besar itu, karna mereka memperlakukan lira dengan baik, dan lira tak harus berpura - pura jadi wanita baik didepan mereka semua karna mereka tau seperti apa lira yang sebenarnya, wanita dengan kemampuan bela diri dan tak bisa feminim.

Lira juga tak harus tampil sebagai wanita dengan busana yang dibuat indah, karna setiap bertemu dengan mereka lira selalu tampil dengan setelan baju yang nyaman baginya dan tak ada kesan feminim sedikit pun.

"Ma, bisa tidak untuk tidak mengganggu pegawe ku dalam seminggu ini, aku ingin melakukan tes pada dia. Karna aku dengar sekretaris Lira selalu menemani mama belakangan ini." pinta liyon pada mamanya saat mereka sedang berkumpul di meja makan mau makan malam.

"Kenapa? mama lebih suka dengan pengawalannya karna dia seorang wanita dan para teman - teman mama juga merasa lebih nyaman dengan dia." jelas mama liyon pada liyon.

"Haaah... Lakukan dengan Gali, liyon ingin melihat potensinya dia. Jika mama sayang dengan semuanya maka jadikan saja dia pengawal mama dan jangan tempatkan dia di perusahaan." kesal liyon pada mamanya dengan bernafas panjang.

"Duh anak ini. Mama hanya ingin memintak tolong, lagian awalnya dia ingin kerja di perusahaan." mama li mengeluh sama sikap liyon yang terlalu kaku dan keras.

Setelah makan malam liyon kembali kekamarnya dan dia merebahkan tubuhnya sambil menghubungi seseorang untuk menanyakan soal pencariannya tentang wanita yang telah menghabiskan malam dengan dirinya yang tak lain adalah lira .

...🍂🍂🍂...

Ke esokan paginya di perusahaan pak hendra menempatkan lira dan juga yusnia di meja sekretaris untuk melakukan uji cobak untuk menjadi sekretaris yang diinginkan oleh bosnya (liyon).

"Ingat tugas kalian adalah menghafal semua kegiatan dan jadwal bos selama 1 minggu di perusahaan ini dan jangan sampai ada yang lewat. Mengerti kalian berdua.?" tanya pak hendra pada lira dan juga yusnia yang saat itu telah berdiri dibalik meja sekretaris di luar ruangan liyon.

"Yusnia kamu bertugas untuk mengecek jadwal bos, sementara lira kamu bertugas untuk menyiapkan persiapan dan juga minuman bos saat dia datang. Kalian mengerti?" pak hendra menjelaskan pada lira dan yusnia atas tugas mereka berdua.

"Saya mengerti pak."

"Iya saya mengerti."

Lira dan yusnia menjawab pak hendra secara bersamaan.

"Tunggu jika lira yang menyiapkan minuman artinya dia akan selalu ketemu sama bos liyon." yusnia bergumam dalam hati dengan menatap lira kesal.

"Lira ayo kita bertukar tugas, kamu yang bertugas mengecek jadwal bos dan biar aku yang menyiapkan persiapan dan minuman untuk bos." yusnia memberikan saran agar dia bisa selalu melihat liyon.

"Baik, tak masalah aku senang - senang saja." jawab lira tanpa rasa curiga.

Terpopuler

Comments

Iwan Sukendra

Iwan Sukendra

mau ketemu aja ribet..

2022-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Melamar kerja
3 1 lamaran 2 pekerjaan
4 Pertemuan yang mengejudkan
5 Kenangan yang menjengkelkan
6 Gadis suci
7 Pertemuan di klab
8 Hari reoni
9 Hinaan yang dibalikkan
10 Bermainlah dengan ku
11 Malam yang menggoda
12 Presdir baru
13 Peroses pemilihan sekretaris
14 Gadis yang dicari
15 Makanannya tak enak
16 Bos kejam
17 Restoran
18 Belanja bersama
19 Bodyguard cantik
20 Pergi kencan buta
21 Keinginan sang bos
22 Terkunci dalam gudang
23 Wanita yang diinginkan
24 Bermalam dikantor
25 Mengawal ibu bos
26 Bukan wanita sembarangan
27 Pengaruh obat
28 Munculnya rasa iri dan dengki
29 Ingin membongkar setatus
30 Pendamping pesta
31 Sekretaris atau pengawal
32 Kau adalah wanitaku
33 Amarah Seorang Liyon
34 Pria Yang Menemaninya
35 Rasa Frustasi Liyon
36 Surat pengunduran diri
37 Mencari sampai malam
38 Permintaan maaf liyon
39 Perubah mood
40 Pernyataan cinta
41 Kembali keposisi sekretaris
42 Pelukan rindu
43 Menagih janji untuk bayaran
44 Terjerat permainan sendiri
45 Memulai dengan lembut
46 Usaha liyon menaklukkan lira
47 Satria dan Yuniar
48 Mengejarnya dengan pelan
49 Benih - benih cinta
50 Pernyataan cinta lira
51 Resmi berpacaran
52 Kebahagiaan liyon
53 Pacaran sembunyi - sembunyi
54 Wanita pengganggu
55 Pesta perusahaan
56 Perasaan cinta yang kuat
57 Wanita milik liyon
58 Godaan dari sang bos
59 Kenakalan tangan yang jail
60 Wanita kedua
61 Lira yang cuek
62 Rasa cemburu liyon
63 Terungkapnya 2 hubungan
64 Sebuah pernyataan.
65 Merawat liyon
66 Wanita yang memusingkan
67 Pacar yang dingin
68 Pria dari kencan buta
69 Ruang kerja yang syahdu
70 Ijin untuk memulainya
71 Permainan yang menakjubkan
72 Pergi kencan
73 Bermalam sama liyon
74 Pernyataan liyon
75 Candu sang liyon
76 Wanita pengganggu
77 Vila untuk permaisuri
78 Diculik dan dipaksa minum obat
79 Kepanikan liyon
80 Memberi hukuman
81 Pergi ke pantai 1
82 Pergi ke pantai 2
83 Bukan Up (LEBARAN)
84 Pengganggu kesenangan
85 Menebar fitnah
86 Menghadapinya dengan sabar
87 Pengumuman perjodohan
88 Bodyguard dingin
89 Kegelisahan
90 Tak peduli
91 Jangan jadi Gangguan
92 Salam perpisahan
93 Kecelakaan
94 Permintaan sang nyonya
95 Permohonan lira
96 Pernyataan putus
97 Kesalahpahaman
98 Kepergian lira
99 Liyon yang dingin
100 Acara pertunangan
101 Terbongkarnya sebuah kejahatan
102 Sakit yang tak ada penyakitnya
103 Rasa rindu yang menyakitkan
104 Keputusan yang bulat
105 Pelampiasan liyon
106 Kembali ke tanah air
107 Mencari keberadaan lira
108 Kenyataan palsu
109 Mencari Si Penyelamat
110 Berusaha Menghindar
111 Permainan
112 Perkelahian
113 Pertemuan1
114 Pertemuan 2
115 Datang bersama pasangan
116 Air mata yang ditahan
117 Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118 Kebenaran tentang lira
119 Terjebak dalam bar
120 Kehangatan setelah 6 tahun.
121 Restu yang datang terlambat
122 Pendamping pesta
123 Surat pernyataan
124 Rasa sakit lira
125 Pesan tersembunyi
126 Tak ada rasa cinta
127 Mengingatkan atas janji lira
128 Anak yang pintar
129 Liyon dan Lira
130 Jebakan
131 Nikah dadakan
132 Wanita dalam hati
133 Permasalahan keluarga.
134 Anak orang baik
135 Cinta yang tulus
136 Permohonan maaf mama Li
137 Air mata sang liyon
138 Dilema
139 Wanita idaman
140 Bermain siasat 1
141 Bermain siasat2
142 Liyon celaka
143 Otak penyerangan
144 Perjanjian baru nikah
145 Pernyataan perang
146 Terpaksa menikahi
147 Perjanjian cerai
148 Perasaan yang kosong
149 Hari kelahiran
150 Muncul rasa suka
151 Surat cerai
152 Godaan seorang wanita
153 Malam yang panjang.
154 Kisah dimasa lalu
155 Pria lain
156 Wanita penakluk
157 Lira mabuk
158 Liyon kewalahan
159 Saling terbuka.
160 Pesta pernikahan
161 Istri yang bikin candu
162 Tak ada hari tanpa dirimu
163 Suami takut istri
164 Sentuhan peredam marah
165 Pengaruh hormon.
166 Hamil bersama.
167 Kejutan dari Lira
168 Mobil yang bergoyang.
169 Istri buncit yang menawan
170 Ngidam yang aneh
171 Pesta baby shower.
172 Berbincang sama mertua
173 Tanda dari farid
174 Bermain disaat anak tidur
175 Tak bisa bergerak
176 Belum tuntas
177 Panggilan baru
178 Candu para suami
179 Penculikan
180 Tragedi
181 Kabar yang menyakitkan
182 Kesedihan dan tekad
183 Kemenangan semu
184 Menghukum semua pelaku
185 Peringatan
186 Rencana pembalasan 1
187 Rencana pembalasan 2
188 Balas dendam 1
189 Balas dendam 2
190 Terbangun dari koma
191 Semuanya sehat
192 Kembali pulang ke rumah
193 Ucapan makasih K.J dan Promosi
194 Ekstra Ferdi
195 Promosi Karya Baru
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Prolog
2
Melamar kerja
3
1 lamaran 2 pekerjaan
4
Pertemuan yang mengejudkan
5
Kenangan yang menjengkelkan
6
Gadis suci
7
Pertemuan di klab
8
Hari reoni
9
Hinaan yang dibalikkan
10
Bermainlah dengan ku
11
Malam yang menggoda
12
Presdir baru
13
Peroses pemilihan sekretaris
14
Gadis yang dicari
15
Makanannya tak enak
16
Bos kejam
17
Restoran
18
Belanja bersama
19
Bodyguard cantik
20
Pergi kencan buta
21
Keinginan sang bos
22
Terkunci dalam gudang
23
Wanita yang diinginkan
24
Bermalam dikantor
25
Mengawal ibu bos
26
Bukan wanita sembarangan
27
Pengaruh obat
28
Munculnya rasa iri dan dengki
29
Ingin membongkar setatus
30
Pendamping pesta
31
Sekretaris atau pengawal
32
Kau adalah wanitaku
33
Amarah Seorang Liyon
34
Pria Yang Menemaninya
35
Rasa Frustasi Liyon
36
Surat pengunduran diri
37
Mencari sampai malam
38
Permintaan maaf liyon
39
Perubah mood
40
Pernyataan cinta
41
Kembali keposisi sekretaris
42
Pelukan rindu
43
Menagih janji untuk bayaran
44
Terjerat permainan sendiri
45
Memulai dengan lembut
46
Usaha liyon menaklukkan lira
47
Satria dan Yuniar
48
Mengejarnya dengan pelan
49
Benih - benih cinta
50
Pernyataan cinta lira
51
Resmi berpacaran
52
Kebahagiaan liyon
53
Pacaran sembunyi - sembunyi
54
Wanita pengganggu
55
Pesta perusahaan
56
Perasaan cinta yang kuat
57
Wanita milik liyon
58
Godaan dari sang bos
59
Kenakalan tangan yang jail
60
Wanita kedua
61
Lira yang cuek
62
Rasa cemburu liyon
63
Terungkapnya 2 hubungan
64
Sebuah pernyataan.
65
Merawat liyon
66
Wanita yang memusingkan
67
Pacar yang dingin
68
Pria dari kencan buta
69
Ruang kerja yang syahdu
70
Ijin untuk memulainya
71
Permainan yang menakjubkan
72
Pergi kencan
73
Bermalam sama liyon
74
Pernyataan liyon
75
Candu sang liyon
76
Wanita pengganggu
77
Vila untuk permaisuri
78
Diculik dan dipaksa minum obat
79
Kepanikan liyon
80
Memberi hukuman
81
Pergi ke pantai 1
82
Pergi ke pantai 2
83
Bukan Up (LEBARAN)
84
Pengganggu kesenangan
85
Menebar fitnah
86
Menghadapinya dengan sabar
87
Pengumuman perjodohan
88
Bodyguard dingin
89
Kegelisahan
90
Tak peduli
91
Jangan jadi Gangguan
92
Salam perpisahan
93
Kecelakaan
94
Permintaan sang nyonya
95
Permohonan lira
96
Pernyataan putus
97
Kesalahpahaman
98
Kepergian lira
99
Liyon yang dingin
100
Acara pertunangan
101
Terbongkarnya sebuah kejahatan
102
Sakit yang tak ada penyakitnya
103
Rasa rindu yang menyakitkan
104
Keputusan yang bulat
105
Pelampiasan liyon
106
Kembali ke tanah air
107
Mencari keberadaan lira
108
Kenyataan palsu
109
Mencari Si Penyelamat
110
Berusaha Menghindar
111
Permainan
112
Perkelahian
113
Pertemuan1
114
Pertemuan 2
115
Datang bersama pasangan
116
Air mata yang ditahan
117
Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118
Kebenaran tentang lira
119
Terjebak dalam bar
120
Kehangatan setelah 6 tahun.
121
Restu yang datang terlambat
122
Pendamping pesta
123
Surat pernyataan
124
Rasa sakit lira
125
Pesan tersembunyi
126
Tak ada rasa cinta
127
Mengingatkan atas janji lira
128
Anak yang pintar
129
Liyon dan Lira
130
Jebakan
131
Nikah dadakan
132
Wanita dalam hati
133
Permasalahan keluarga.
134
Anak orang baik
135
Cinta yang tulus
136
Permohonan maaf mama Li
137
Air mata sang liyon
138
Dilema
139
Wanita idaman
140
Bermain siasat 1
141
Bermain siasat2
142
Liyon celaka
143
Otak penyerangan
144
Perjanjian baru nikah
145
Pernyataan perang
146
Terpaksa menikahi
147
Perjanjian cerai
148
Perasaan yang kosong
149
Hari kelahiran
150
Muncul rasa suka
151
Surat cerai
152
Godaan seorang wanita
153
Malam yang panjang.
154
Kisah dimasa lalu
155
Pria lain
156
Wanita penakluk
157
Lira mabuk
158
Liyon kewalahan
159
Saling terbuka.
160
Pesta pernikahan
161
Istri yang bikin candu
162
Tak ada hari tanpa dirimu
163
Suami takut istri
164
Sentuhan peredam marah
165
Pengaruh hormon.
166
Hamil bersama.
167
Kejutan dari Lira
168
Mobil yang bergoyang.
169
Istri buncit yang menawan
170
Ngidam yang aneh
171
Pesta baby shower.
172
Berbincang sama mertua
173
Tanda dari farid
174
Bermain disaat anak tidur
175
Tak bisa bergerak
176
Belum tuntas
177
Panggilan baru
178
Candu para suami
179
Penculikan
180
Tragedi
181
Kabar yang menyakitkan
182
Kesedihan dan tekad
183
Kemenangan semu
184
Menghukum semua pelaku
185
Peringatan
186
Rencana pembalasan 1
187
Rencana pembalasan 2
188
Balas dendam 1
189
Balas dendam 2
190
Terbangun dari koma
191
Semuanya sehat
192
Kembali pulang ke rumah
193
Ucapan makasih K.J dan Promosi
194
Ekstra Ferdi
195
Promosi Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!