Setelah perundingan liyon menarik tangan lira, mereka berjalan menuju sebuah hotel yang tak jauh dari tempat itu, dan tanpa perlawanan lira berjalan mengikuti langkah liyon dengan pasti.
"Kenapa, kenapa aku mengikuti dan begitu berharap pada pria ini.?" gumam lira dalam hati menatap punggung liyon.
Ceklek
Cup
Liyon langsung m*ncium lira seketika setelah mereka sampai didalam kamar yang telah direserfasi sebelumnya oleh liyon untuk dia istorahat setelah pertemuan dengan para pemegang saham.
"Ehm." lira terhimpit diantara dinding dan tubuh liyon.
C*uman yang diberikan oleh liyon tak berhenti disitu saja, liyon memperdalam jangkauan c*umannya dengan menerobos masuk kedalam mulut lira dan berperang dengan lidah lira.
"Kakak." panggil liyon saat dia berpindah keleher jenjang dan putih lira.
Liyon menikmati bau harum tubuh lira yang memancarkan harum mawar bercampur manis dari jeruk.
Liyon menghirup dalam - dalam aroma tubuh lira, dengan terus menjelajahi leher lira dan menggigit ringan di sana.
"Aaah." suara merdu lira lolos dari mulutnya dan itu membuat liyon tersenyum senang.
"Suaramu sangat merdu kak." ucap liyon dan m*nc*um bibir lira lagi, kali ini dia melum - matnya dengan sangat menuntut seolah tak ada hari esok.
Liyon berjalan mengarahkan lira ketempat tidur tanpa melepas c*umannya, dan dia melepas jasnya serta ikat pinggangnya dan membuang sembarangan.
Bruk
Lira terjatuh ditempat tidur dengan liyon yang ada diatas tubuhnya. Liyon menahan tubuhnya dengan kedua tangannya dan dia menatap lira dengan dalam.
"Kak, jika kakak ingin berhenti katakan dengan jelas sekarang." ucap liyon yang sudah menahan has - sratnya.
5 detik liyon tunggu lira tak berkata apa pun, hanya menatap liyon dengan bingung.
"Sekarang sudah terlambat, aku tak bisa berhenti lagi." ucap liyon dan dia langsung m*nc*um lira lagi.
"Emm... Aah." suara lira terus terdengar dan itu membuat liyon semakin semangat.
C*uman liyon yang awalnya lembut kini telah berubah jadi sangat dalam dan ganas, dia m*nc*um dan menjelajahi rongga mulut lira dengan sangat dalam dan lebih dalam lagi.
Buk... Buk
Lira memukul liyon karna dia kehabisan nafas oleh ulah liyon yang tak memberinya kesempatan menghirup oksigen.
"Maaf aku menginginkan lebih dari kakak, katakan apa aku harus berhenti sekarang?" tanya liyon dengan wakah yang bersemu merah menahan ga*rah.
"Ja.... ti" ucap lira yang tak jelas didengar liyon.
"Katakan lagi kak." bisik liyon ditelinga lira.
"Ja - jangan berhenti." gumam lira yang akhirnya bisa didengar jelas oleh liyon.
Liyon tersenyum menatap lira, dia melum - mat bibir lira dengan lembut dan tangannya membantu lira melepas kancing kemeja lira.
"Kak, aku menginginkan kakak." gumam liyon yang berpindah keleher lira.
"Eghm." sura lira keluar saat liyon bermain dengan bongkahan daging kenyal lira dan meng - his - sap lembut serta memberi tarikan ringan pada ceri kecil yang menempel digundukan daging lira.
Sekujur tubuh lira tak luput dari sentuhan liyon, dan liyon meninggalkan jejaknya disetiap sentuhannya.
Melihat lira yang mulai terbawah dalam permainan, liyon dengan cepat melepas bajunya dan juga baju lira yang tersisah. Kini mereka telah polos satu sama lain.
"Kak keluarkan suara kakak, aku suka dengan suara kakak." ucap liyon yang kembali bermain dengan bongkahan daging kenal lira.
Kini liyon telah menguasai seluruh tubuh lira, tangannya telah menjelajahi kesana kemari dan kini telah berhenti diinti lira. Dengan lembut jemari liyon membelai dan menggelitik disana.
"Ah, sakit." ucap lira saat jari liyon berusaha masuk kedalam inti lira.
"Maaf, aku akan melakukannya dengan lebih lembut lagi." ucap liyon yang langsung m*nc*um bibir lira dan memasukkan jarinya di inti lira untuk mengurangi rasa sakitnya.
Liyon merasakan tubuh lira mengejang dan jarinya telah basah dengan caira dari inti lira. Liyon tersenyum dan mengecup kening lira.
"Ku mulai permainan intinya ya kak." ucap liyon membuka kedua kaki lira dan mengarahkan senjatanya tepat dipintu inti lira.
Dengan susah payah liyon berusaha untuk masuk, dan terus berhenti tiap kali lira merintih sakit. Hingga liyon tak sabar lagi, dia membungkam bibir lira dengan bibirnya dan menyentak senjatanya, yang akhirnya dengan 3 kali hentakan semuanya telah masuk dan terbenam.
"Ehmmmm.! jerit lira panjang dalam lum - matan liyon.
Liyon berhenti dan tak bergerak sampai lira tak merasakan sakit lagi, dan dengan penuh sayang liyon mengusap kepala lira. Dia merasakan senjatanya terjepit dan berkedut didalam inti lira.
Lira yang menutup matanya dengan rapat karna menahan nyeri di intinya, dan itu membuta liyon puas, karna hanya dia pria yang telah berhasil membobol kunci dari inti lira.
Cup. .Cup
Liyon memberikan kecupan - kecupan dikening lira, kedua mata lira, hidung lira. Dan itu membuat lira membuka mata.
Lira tersenyum menatap liyon yang terlihat berkilau bagi lira, dan tanpa sadar lira mengalungkan tangannya dileher liyon.
"Ku mulai ya kak?" ucap liyon dengan tersenyum manis dan dianggukkan oleh lira.
Dengan gerakan lembut dan penuh ritme liyon mulai menggoyangkan tubuhnya, memberikan sensasi luar biasa bagi lira.
"Aah, kau." gumam lira
"Liyon kak, panggil aku liyon." ucap liyon pada lira.
"Aah, iya li - liyon." kata lira yang mulai menikmati permainan liyon.
"Sayang, Aah.!" suara liyon juga mulai meracau.
Gerakan liyon yang dari lembut kini telah berubah jadi liar dan bertenaga, karna dia telah membuat lira mendapatkan pelepasannya berkali - kali dan kini dia memacu gerakan untuk mencapai puncaknya.
Segala suara saling berahutan antara lira dan liyon, seolah mereka sedang berduet dengan indah dan merdu.
3 Jam sudah liyon mengerjain lira, hingga lira kehabisan tenaga dan tertidur pulas dalam dekapan liyon.
"Ugh, aduh." lira terbangun dan dia berusaha bangkit dengan perlahan, namun liyon sadar dan menarik tubuh lira.
"Kakak mau kemana?" tanya liyon yang memeluk lira dari belakang dan mengecup leher lira.
"A - aku." lira menutupi dirinya dengan selimut dan wajahnya memerah karna malu.
"Kenapa kakak masih saja malu - malu seperti ini? Bukankah kita sudah melakukannya berkali - kali dan juga sudah saling lihat bahkan saling merasakan satu sama lain, dan juga sudah saling menikmati selama semalaman." ucap liyon yang sudah mengungkung tubuh lira.
"Jangan tunjukkan wajah seperti itu kak, karna itu membuat ku bangkit lagi dari tidur sementara, dan kakak harus bertanggung jawab atas diriku sekarang."
Liyon berkata lagi dan dia langsung menerkam tubuh lira tanpa ada abah - abah atau peringatan. Liyon lagi - lagi menikmati permainannya dengan tubuh lira yang belum terjamah oleh siapa pun.
Mereka pun menikmati permainan kedua mereka setelah terbangun. Lira yang merasa kewalahan dengan tenaga liyon yang seolah tak ada habisnya dan tak ada bosannya, terus bermain dan bermain lagi hingga permainan mereka yang ke 3 dan ke 4 yang akhirnya benar - benar membuat seorang liyon tumbang.
"Adu du du du, sakit banget." gumam lira yang berusaha turun dari tempat tidur.
Bruk
"Adu.!" pekik lira yang terjatuh karna kakinya lemas dan tak mampu menopang tubuhnya.
Dengan perlahan lira mengenakan baju - bajunya sambil duduk, dan merangkak keluar kamar. Lira berjalan perlahan seperti bayi yang baru pertama kali bisa berjalan.
...🍂🍂🍂...
Sesampainya di rumah lira langsung merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya. Merasakan lelah disekujur tubuhnya yang terasa bagaikan remuk bagi lira.
"Apa aku sudah gila, kenapa aku melakukan itu, bahkan pada orang yang seharusnya menjadi adik ku, karna dia seusia dengan adikku. Dan yang lebih gilanya lagi dia adalah orang yang baru saja aku temui dan juga aku tak kenal."
Lira menggerutu dan mengumpat pada dirinya sendiri atas apa yang telah dia lakukan dengan liyon yang merupakan pria baru dan pacar sewaan yang dia sewa untuk menemaninya dalam acara reoni.
"Kamu gila Lira, bagaimana bisa kamu memberikan tubuhnya dipermainkan oleh berandal busuk seperti bocah itu, bahkan memberikan pengalaman pertama mu padanya yang baru saja kamu kenal."
Lira terus merutuki dirinya dalam kamarnya dan mengacak - acak rambutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
LIYON JOSSSSSS.... DPT HADIAH TIDUR MA LIRA SETELAH LULUS KULIAH DARI LUAR NEGERI...😘😘😘😘😘😘😘😘😘
2022-11-08
1
kaname senpai
ndak takut hamidun kah g minum pil kontrasepsi??
2022-09-11
1
Tri Sulistyowati
baru nyadar setelah.kehilangan ya
2022-07-05
1