Pertemuan yang mengejudkan

Didalam sebuah pesawat di bagian vip duduk seorang pria yang sangat menonjol dengan perawakan tinggi dan pandangan yang tajam, serta sikap yang angkuh dan dingin membuat banyak orang kagum padanya terutama para kaum hawa.

"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pramugari padanya yang datang menghampirinya dengan membawakan minuman untuknya.

"Tak perlu." jawabnya singkat tanpa melihat pramugari itu.

"Ya Ampun siapa ya dia, cakep banget." ucap seorang wanita yang duduk tak jauh dari pria itu.

"Hae di sini.!" teriak seorang pria paruh baya dengan melambaikan tangan.

"Hahaha, ku pikir akan telat menjemput." ucap pria yang baru turun dari pesawat.

"Tentu saja tidak, bukankah tuan muda sudah bilang pada saya dari jauh - jauh hari." melangkah dengan menggeret koper yang tadi dibawah oleh tuan mudanya.

"Bagaimana perjalanannya?" Tanya pria paruh baya itu pada tuan mudanya.

"Lumayan, tapi ada apa kok tiba - tiba papa menyuruh untuk aku datang, apa pak Yunus tau sesuatu?" tanyanya pada orang yang sedang menyupirinya.

"Wah soal itu saya tidak tau tuan muda." pak yunus menjawab secara langsung.

...🍂🍂🍂...

"Liyon.! Sayang akhirnya kamu nyampek juga." sapa nyonya Li pada putra ke duanya itu dan memeluknya dengan sangat erat.

"Katakan kenapa kalian memanggil ku kemari." Tanya liyon pada mamanya.

"Tidak ada, kami hanya merindukan mu saja." ucap tuan lei pada putranya.

"Hem, kalian ada - ada saja. Tapi maaf aku tak bisa lama di sini, karna di sana masih banyak pekerjaan yang harus aku tangani." ucap liyon dan mendudukkan tubuhnya di sofa.

"Serahkan pada kakak mu." jawab tuan lei santai.

"Ya, walo begitu tetep harus ada perosesnya."

Setelah perbincangan ringan antara anak dan orang tua akhirnya liyon setuju untuk memimpin perusahaannya yang ada di sini, tapi dia mintak untuk menyelesaikan setudinya serta semua urusan yang dia tinggalkan sebelum memimpim di perusahaan yang saat ini ditangani oleh papanya.

"Baik 3 tahun, kau harus menyelesaikan semuanya dalam waktu 3 tahun tak lebih." perintah tuan lei pada liyon putra ke duanya.

"OK, 3 tahun lebih dari cukup buatku. Sekarang aku ingin bermain dulu." ucap liyon dan dia pun pergi membawah mobilnya menuju ke sebuah hotel berbintang.

"Anak itu tak bisa diam sebentar di rumah." gerutu mama liyon.

"Selamat siang nyonya, apa kita harus pergi sekarang?" Tanya lira pada nyonya li, karna dia mau pergi mengawal nyonya li untuk melakukan bakti sosial di sebuah panti asuhan.

"Ok Lir, kita berangkat sekarang. Aku sudah siap."

Lira, nyonya li dan juga supirnya pun berangkat ke sebuah panti asuhan dan di sana nyonya li banyak menyumbang serta memberikan hadiah untuk anak - anak panti.

Tak terasa acara berjalan lama sehingga lira telat untuk datang ke acara pesta perpisahan yang diadakan di sebuah hotel.

Dengan paksaan dari nyonya li akhirnya lira menyetujui untuk diantar oleh supir nyonya li sampai tempat tujuan.

...🍂🍂🍂...

"Terima kasih ya pak, dan maaf sudah merepotkan." ucap lira pada supir itu setelah dia sampai ditempat tujuannya.

"Iya, sama - sama Lira, selamat bersenang - senang." ucap supir itu pada lira dan dia pun langsung melajukan mobilnya pergi.

"Lira, kok kamu baru datang?" tanya teman lira yang melihat lira di lobby.

"Ah, iya aku ada pekerjaan tadi. Aku akan ganti baju dulu ketoilet."

"Ya, cepatlah aku tunggu di dalam karna semuanya sudah ada di dalam."

Lira pun bergegas pergi ke toilet, namun karna lira buta arah dia jadi bingung kemana arah ke toiletnya.

"Aduh, kemana ya tadi? Semua rute jalannya sama aku jadi bingung." gumam lira yang bengong di lorong sambil berfikir.

"Eh bukankan dia Lira. Dasar wanita j*l*ng, masih berani bilang suci padahal dia baru saja dianter om - om dengan mobil mewah." kesal seseorang pada lira.

"Ayo kita lihat apa kamu bisa lolos, karna di sini juga banyak dosen, aku ingin lihat bagaimana kamu akan berkilah. Dan akan ku tunjukkan pada Dafit kalo kamu bukan wanita suci." kesal desi pada lira, dan dia pun membohongi lira dengan menunjukkan kamar untuk dia ganti, padahal itu bukan kamarnya.

"Lira kamu pasti bingungkan mencari toilet? Masuk saja ke kamarku kamu bisa berganti di sana, cepatlah semua sudah menunggu." ucap desi menawarkan kebaikan pada lira.

Awalnya lira ragu - ragu, namun dia pun berfikir tak ada pilihan karna dia sudah terlambat dalam acara.

"Baik, makasih. Aku pinjem kamarmu dulu." ucap lira lalu masuk kedalam sebuah kamar elit di hotel itu.

"Hahaha, kamu kemakan. Nikmati tontonan aku akan memberi tau semuanya tentang ulah kamu yang keluar dari kamar hotel dengan seorang om - om, karna tadi aku melihat yang keluar dari kamar itu adalah seorang om - om, untungnya dia tak sadar kalo pintu kamarnya belum tertutup sempurna." suara hati desi bangga dan dia berencana menciduk lira dengan semua temannya dan juga dosennya.

Sementata di dalam kamar lira merasa bingung karna kamar itu terlihat sangat mewah. Hati lira sakit, karna bagaimana pun dafit adalah mantannya dan orang yang pernah berarti dalam hati lira dan kini dia akan bermalam dengan wanita laen dalam kamar hotel yang mewah.

"Berhentilah memikirkan mereka lira, ayo cepat ganti bajumu." lira bergumam dan berjalan ke arah kamar mandi.

Sraaaasssss

Deg

Tatapan mata seorang pria terbelalak lebar karna tepat di depan matanya terpampang pemandangan yang tak seharusnya dia lihat.

Glek

Pria itu menelan salifanya, karna pemandangaan yang dia rasa begitu menghoda, kulit putih mulus yang tereskpos dengan sangat sempurna tanpa sehelai benang pun melekat.

"Seksi, sangat indah." gumam pria itu yang masih menatap sosok wanita polos di depannya.

Sementara lira yang melihat kagum pada wajah yang begitu tampan dengan bulir - bulir air yang menetes dari pipi menuju ke dagu pria itu mampu membuat lira terhipnotis.

"Eh.? Kenapa ada wajah yang begitu sempurna di dunia ini dan dia bagai sosok yang turun dari langit." lira bengong menatap pria yang berdiri didepannya dengan setelah kaos oblong dan celana santai serta rambut dan wajah yang basah.

"Tungguh ini bukan mimpi? Dia melihat ke arah mana?" lira mulai sedikit tersadar dan dia menunduk melihat dirinya.

"Aaaahhhhrrgg.! Siapa kamu?!" teriak lira dengan menyilangkan tangannya di depan tubuhnya menutupi daerah intinya.

Pria itu memunculkan senyum tipisnya dan berjalan mendekati lira yang berdiri diambang pintu kamar mandi.

"Harusnya aku yang bertanya itu pada kakak, dan kenapa masuk kedalam kamarku?" bisik liyon pada telinga lira.

"Tubuh kakak sangat bagus dan juga berisi, apa kakak datang ingin menggodaku?" lanjut liyon yang masih menunduk dan berbisik ditelinga lira.

"Jangan sembarangan, ini kamar tamanku dan aku ke sini untuk ganti baju.!" teriak lira dengan memegang erat baju yang dia bawah.

"OK, cepat ganti baju kakak dan keluar dari sini." ucap liyon melangkah keluar dari kamar mandi.

"Kalo keadaanku tak seperti ini sudah ku hajar kamu." gumam lira yang dengan cepat mengganti bajunya.

Ceklek

lira melangkah keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati liyon duduk di sofa dengan tenang menatap lira.

"Aku rasa kakak dijebak, ini adalah kamar ku dan di depan lagi banyak orang yang mungkin ingin tau kalo kakak akan keluar dari kamar ini." ucap liyon dengan santai.

"A - apa?" lira berjalan mendekati pintu dan benar di depan pintu ada banyak orang yang menyebut - nyebut namanya.

"Desi, jadi kau sengaja melakukan ini? Tidak cukup merebut kekasihku kau bahkan ingin memfitnahku." gumam lira dalam hati dengan mengepalkan tangan didepan dadanya.

Ceklek

Tanpa di sadari oleh lira liyon membuka pintu karnya dan buat lira berdiri dibelakang pintu dan dihalangi olek tubuh liyon yang tinggi.

"Eh, kok masik muda?" gumam desi terkejud karna yang keluar bukan om - om.

"Apa yang kalian inginkan membuat gaduh di depan kamar ku. Apa ingin aku laporkan ke anajer hotel kalo kalian mengganggu prifasiku?!" ketus liyon dengan tatapan tajam dan tak bersahabat serta memunculkan aura dingin yang membuat orang yang melihatnya merasa ciut.

"Ta - tadi aku melihat ada se - seorang cewek masuk." ucap desi terputus - putus.

"Kalo memang ada apa urusannya dengan anda? Apa anda ingin menemani dan memuaskan saya juga.!?" ucap liyon menekankan kata memuaskan dengan dingin dihadapan desi.

"Maafkan kami tuan, mungkin kami salah masuk ruang, kami permisi. Ayo pergi jangan buat keributan lagi." ucap salah satu dosen dan membubarkan semua siswanya yang tadi diajak desi untuk melihat perbuatan lira, yang akhirnya tak terbukti karna di dalam kamar itu tak ada tanda - tanda keberadaan lira.

Seperginya beberapa teman dan dose lira, datang juga beberapa pegawe hotel itu menuju kamar liyon.

"Tuan.!" ucap pegawe itu dengan hormat pada liyon.

"Bawah wanita ini keluar dari sini dan antar dia ke tujuannya tanpa sepengetahuan orang lain." ucap liyon pada para pegawe itu yang ada 4 orang, 2 wanita dan 2 pria.

"Baik tuan." ucap mereka berempat, dan sesuai yang dikatakan oleh liyon dalam telponnya mereka membawah sebuah kain untuk menutupi lira dan melindungi seolah melindungi tuan putri.

Setelah menanyakan tujuan lira mereka mengantar lira tepat di depan pintu ruang aula tempat diadakannya acara perpisahan dari kampus lira.

"Ter... Eh, mereka sudah gak ada." ucap lira yang ingin mengucapkan makasih.

"Lira.! Dari mana kamu, tadi kata desi kamu masuk kedalam kamar elit." ucap teman lira yang tak ikut melihat tontonan.

"Lupakan, yang penting aku sudah di sini sekarang. Dimana Yuniar?" tanya lira karna dia tak melihat sahabatnya itu.

"Ada dia keluar bersama pacarnya tadi untuk beli sesuatu buat kenang - kenangan dosen kita. Bentar lagi dia pasti balik." ucap teman lira dan mereka duduk untuk menikmati hidangan.

10 menit kemudian rombongan orang yang yang tadi ingin memergoki lira datang, bersamaan dengan yuniar yang tadi keluar untuk beli kado.

Semua orang terkejud mendapati lira yang sudah duduk dan makan kue dengan santai. Melihat itu membuat desi semakin kesal pada lira karna orang - orang jadi tak mempercayai omongan desi lagi, serta mengatakan kalo desi iri dengan lira.

Sementara didalam kamar liyon dia tak bisa melupakan pemandangan tubuh lira yang membuat dia terus mengingatnya.

"Wanita yang aneh dan pertemuan yang mengejudkan, sungguh sangat menarik." gumam liyon sambil memunculkan senyum tipis dibibirnya.

Terpopuler

Comments

Diana diana

Diana diana

love at the first sight . .

2023-04-08

1

Ratna_1729

Ratna_1729

langsung jatuh cinta pada pandangan pertama

2022-10-29

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Melamar kerja
3 1 lamaran 2 pekerjaan
4 Pertemuan yang mengejudkan
5 Kenangan yang menjengkelkan
6 Gadis suci
7 Pertemuan di klab
8 Hari reoni
9 Hinaan yang dibalikkan
10 Bermainlah dengan ku
11 Malam yang menggoda
12 Presdir baru
13 Peroses pemilihan sekretaris
14 Gadis yang dicari
15 Makanannya tak enak
16 Bos kejam
17 Restoran
18 Belanja bersama
19 Bodyguard cantik
20 Pergi kencan buta
21 Keinginan sang bos
22 Terkunci dalam gudang
23 Wanita yang diinginkan
24 Bermalam dikantor
25 Mengawal ibu bos
26 Bukan wanita sembarangan
27 Pengaruh obat
28 Munculnya rasa iri dan dengki
29 Ingin membongkar setatus
30 Pendamping pesta
31 Sekretaris atau pengawal
32 Kau adalah wanitaku
33 Amarah Seorang Liyon
34 Pria Yang Menemaninya
35 Rasa Frustasi Liyon
36 Surat pengunduran diri
37 Mencari sampai malam
38 Permintaan maaf liyon
39 Perubah mood
40 Pernyataan cinta
41 Kembali keposisi sekretaris
42 Pelukan rindu
43 Menagih janji untuk bayaran
44 Terjerat permainan sendiri
45 Memulai dengan lembut
46 Usaha liyon menaklukkan lira
47 Satria dan Yuniar
48 Mengejarnya dengan pelan
49 Benih - benih cinta
50 Pernyataan cinta lira
51 Resmi berpacaran
52 Kebahagiaan liyon
53 Pacaran sembunyi - sembunyi
54 Wanita pengganggu
55 Pesta perusahaan
56 Perasaan cinta yang kuat
57 Wanita milik liyon
58 Godaan dari sang bos
59 Kenakalan tangan yang jail
60 Wanita kedua
61 Lira yang cuek
62 Rasa cemburu liyon
63 Terungkapnya 2 hubungan
64 Sebuah pernyataan.
65 Merawat liyon
66 Wanita yang memusingkan
67 Pacar yang dingin
68 Pria dari kencan buta
69 Ruang kerja yang syahdu
70 Ijin untuk memulainya
71 Permainan yang menakjubkan
72 Pergi kencan
73 Bermalam sama liyon
74 Pernyataan liyon
75 Candu sang liyon
76 Wanita pengganggu
77 Vila untuk permaisuri
78 Diculik dan dipaksa minum obat
79 Kepanikan liyon
80 Memberi hukuman
81 Pergi ke pantai 1
82 Pergi ke pantai 2
83 Bukan Up (LEBARAN)
84 Pengganggu kesenangan
85 Menebar fitnah
86 Menghadapinya dengan sabar
87 Pengumuman perjodohan
88 Bodyguard dingin
89 Kegelisahan
90 Tak peduli
91 Jangan jadi Gangguan
92 Salam perpisahan
93 Kecelakaan
94 Permintaan sang nyonya
95 Permohonan lira
96 Pernyataan putus
97 Kesalahpahaman
98 Kepergian lira
99 Liyon yang dingin
100 Acara pertunangan
101 Terbongkarnya sebuah kejahatan
102 Sakit yang tak ada penyakitnya
103 Rasa rindu yang menyakitkan
104 Keputusan yang bulat
105 Pelampiasan liyon
106 Kembali ke tanah air
107 Mencari keberadaan lira
108 Kenyataan palsu
109 Mencari Si Penyelamat
110 Berusaha Menghindar
111 Permainan
112 Perkelahian
113 Pertemuan1
114 Pertemuan 2
115 Datang bersama pasangan
116 Air mata yang ditahan
117 Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118 Kebenaran tentang lira
119 Terjebak dalam bar
120 Kehangatan setelah 6 tahun.
121 Restu yang datang terlambat
122 Pendamping pesta
123 Surat pernyataan
124 Rasa sakit lira
125 Pesan tersembunyi
126 Tak ada rasa cinta
127 Mengingatkan atas janji lira
128 Anak yang pintar
129 Liyon dan Lira
130 Jebakan
131 Nikah dadakan
132 Wanita dalam hati
133 Permasalahan keluarga.
134 Anak orang baik
135 Cinta yang tulus
136 Permohonan maaf mama Li
137 Air mata sang liyon
138 Dilema
139 Wanita idaman
140 Bermain siasat 1
141 Bermain siasat2
142 Liyon celaka
143 Otak penyerangan
144 Perjanjian baru nikah
145 Pernyataan perang
146 Terpaksa menikahi
147 Perjanjian cerai
148 Perasaan yang kosong
149 Hari kelahiran
150 Muncul rasa suka
151 Surat cerai
152 Godaan seorang wanita
153 Malam yang panjang.
154 Kisah dimasa lalu
155 Pria lain
156 Wanita penakluk
157 Lira mabuk
158 Liyon kewalahan
159 Saling terbuka.
160 Pesta pernikahan
161 Istri yang bikin candu
162 Tak ada hari tanpa dirimu
163 Suami takut istri
164 Sentuhan peredam marah
165 Pengaruh hormon.
166 Hamil bersama.
167 Kejutan dari Lira
168 Mobil yang bergoyang.
169 Istri buncit yang menawan
170 Ngidam yang aneh
171 Pesta baby shower.
172 Berbincang sama mertua
173 Tanda dari farid
174 Bermain disaat anak tidur
175 Tak bisa bergerak
176 Belum tuntas
177 Panggilan baru
178 Candu para suami
179 Penculikan
180 Tragedi
181 Kabar yang menyakitkan
182 Kesedihan dan tekad
183 Kemenangan semu
184 Menghukum semua pelaku
185 Peringatan
186 Rencana pembalasan 1
187 Rencana pembalasan 2
188 Balas dendam 1
189 Balas dendam 2
190 Terbangun dari koma
191 Semuanya sehat
192 Kembali pulang ke rumah
193 Ucapan makasih K.J dan Promosi
194 Ekstra Ferdi
195 Promosi Karya Baru
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Prolog
2
Melamar kerja
3
1 lamaran 2 pekerjaan
4
Pertemuan yang mengejudkan
5
Kenangan yang menjengkelkan
6
Gadis suci
7
Pertemuan di klab
8
Hari reoni
9
Hinaan yang dibalikkan
10
Bermainlah dengan ku
11
Malam yang menggoda
12
Presdir baru
13
Peroses pemilihan sekretaris
14
Gadis yang dicari
15
Makanannya tak enak
16
Bos kejam
17
Restoran
18
Belanja bersama
19
Bodyguard cantik
20
Pergi kencan buta
21
Keinginan sang bos
22
Terkunci dalam gudang
23
Wanita yang diinginkan
24
Bermalam dikantor
25
Mengawal ibu bos
26
Bukan wanita sembarangan
27
Pengaruh obat
28
Munculnya rasa iri dan dengki
29
Ingin membongkar setatus
30
Pendamping pesta
31
Sekretaris atau pengawal
32
Kau adalah wanitaku
33
Amarah Seorang Liyon
34
Pria Yang Menemaninya
35
Rasa Frustasi Liyon
36
Surat pengunduran diri
37
Mencari sampai malam
38
Permintaan maaf liyon
39
Perubah mood
40
Pernyataan cinta
41
Kembali keposisi sekretaris
42
Pelukan rindu
43
Menagih janji untuk bayaran
44
Terjerat permainan sendiri
45
Memulai dengan lembut
46
Usaha liyon menaklukkan lira
47
Satria dan Yuniar
48
Mengejarnya dengan pelan
49
Benih - benih cinta
50
Pernyataan cinta lira
51
Resmi berpacaran
52
Kebahagiaan liyon
53
Pacaran sembunyi - sembunyi
54
Wanita pengganggu
55
Pesta perusahaan
56
Perasaan cinta yang kuat
57
Wanita milik liyon
58
Godaan dari sang bos
59
Kenakalan tangan yang jail
60
Wanita kedua
61
Lira yang cuek
62
Rasa cemburu liyon
63
Terungkapnya 2 hubungan
64
Sebuah pernyataan.
65
Merawat liyon
66
Wanita yang memusingkan
67
Pacar yang dingin
68
Pria dari kencan buta
69
Ruang kerja yang syahdu
70
Ijin untuk memulainya
71
Permainan yang menakjubkan
72
Pergi kencan
73
Bermalam sama liyon
74
Pernyataan liyon
75
Candu sang liyon
76
Wanita pengganggu
77
Vila untuk permaisuri
78
Diculik dan dipaksa minum obat
79
Kepanikan liyon
80
Memberi hukuman
81
Pergi ke pantai 1
82
Pergi ke pantai 2
83
Bukan Up (LEBARAN)
84
Pengganggu kesenangan
85
Menebar fitnah
86
Menghadapinya dengan sabar
87
Pengumuman perjodohan
88
Bodyguard dingin
89
Kegelisahan
90
Tak peduli
91
Jangan jadi Gangguan
92
Salam perpisahan
93
Kecelakaan
94
Permintaan sang nyonya
95
Permohonan lira
96
Pernyataan putus
97
Kesalahpahaman
98
Kepergian lira
99
Liyon yang dingin
100
Acara pertunangan
101
Terbongkarnya sebuah kejahatan
102
Sakit yang tak ada penyakitnya
103
Rasa rindu yang menyakitkan
104
Keputusan yang bulat
105
Pelampiasan liyon
106
Kembali ke tanah air
107
Mencari keberadaan lira
108
Kenyataan palsu
109
Mencari Si Penyelamat
110
Berusaha Menghindar
111
Permainan
112
Perkelahian
113
Pertemuan1
114
Pertemuan 2
115
Datang bersama pasangan
116
Air mata yang ditahan
117
Rasa sakitmu adalah rasa sakitku
118
Kebenaran tentang lira
119
Terjebak dalam bar
120
Kehangatan setelah 6 tahun.
121
Restu yang datang terlambat
122
Pendamping pesta
123
Surat pernyataan
124
Rasa sakit lira
125
Pesan tersembunyi
126
Tak ada rasa cinta
127
Mengingatkan atas janji lira
128
Anak yang pintar
129
Liyon dan Lira
130
Jebakan
131
Nikah dadakan
132
Wanita dalam hati
133
Permasalahan keluarga.
134
Anak orang baik
135
Cinta yang tulus
136
Permohonan maaf mama Li
137
Air mata sang liyon
138
Dilema
139
Wanita idaman
140
Bermain siasat 1
141
Bermain siasat2
142
Liyon celaka
143
Otak penyerangan
144
Perjanjian baru nikah
145
Pernyataan perang
146
Terpaksa menikahi
147
Perjanjian cerai
148
Perasaan yang kosong
149
Hari kelahiran
150
Muncul rasa suka
151
Surat cerai
152
Godaan seorang wanita
153
Malam yang panjang.
154
Kisah dimasa lalu
155
Pria lain
156
Wanita penakluk
157
Lira mabuk
158
Liyon kewalahan
159
Saling terbuka.
160
Pesta pernikahan
161
Istri yang bikin candu
162
Tak ada hari tanpa dirimu
163
Suami takut istri
164
Sentuhan peredam marah
165
Pengaruh hormon.
166
Hamil bersama.
167
Kejutan dari Lira
168
Mobil yang bergoyang.
169
Istri buncit yang menawan
170
Ngidam yang aneh
171
Pesta baby shower.
172
Berbincang sama mertua
173
Tanda dari farid
174
Bermain disaat anak tidur
175
Tak bisa bergerak
176
Belum tuntas
177
Panggilan baru
178
Candu para suami
179
Penculikan
180
Tragedi
181
Kabar yang menyakitkan
182
Kesedihan dan tekad
183
Kemenangan semu
184
Menghukum semua pelaku
185
Peringatan
186
Rencana pembalasan 1
187
Rencana pembalasan 2
188
Balas dendam 1
189
Balas dendam 2
190
Terbangun dari koma
191
Semuanya sehat
192
Kembali pulang ke rumah
193
Ucapan makasih K.J dan Promosi
194
Ekstra Ferdi
195
Promosi Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!