Didalam sebuah pesawat di bagian vip duduk seorang pria yang sangat menonjol dengan perawakan tinggi dan pandangan yang tajam, serta sikap yang angkuh dan dingin membuat banyak orang kagum padanya terutama para kaum hawa.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pramugari padanya yang datang menghampirinya dengan membawakan minuman untuknya.
"Tak perlu." jawabnya singkat tanpa melihat pramugari itu.
"Ya Ampun siapa ya dia, cakep banget." ucap seorang wanita yang duduk tak jauh dari pria itu.
"Hae di sini.!" teriak seorang pria paruh baya dengan melambaikan tangan.
"Hahaha, ku pikir akan telat menjemput." ucap pria yang baru turun dari pesawat.
"Tentu saja tidak, bukankah tuan muda sudah bilang pada saya dari jauh - jauh hari." melangkah dengan menggeret koper yang tadi dibawah oleh tuan mudanya.
"Bagaimana perjalanannya?" Tanya pria paruh baya itu pada tuan mudanya.
"Lumayan, tapi ada apa kok tiba - tiba papa menyuruh untuk aku datang, apa pak Yunus tau sesuatu?" tanyanya pada orang yang sedang menyupirinya.
"Wah soal itu saya tidak tau tuan muda." pak yunus menjawab secara langsung.
...🍂🍂🍂...
"Liyon.! Sayang akhirnya kamu nyampek juga." sapa nyonya Li pada putra ke duanya itu dan memeluknya dengan sangat erat.
"Katakan kenapa kalian memanggil ku kemari." Tanya liyon pada mamanya.
"Tidak ada, kami hanya merindukan mu saja." ucap tuan lei pada putranya.
"Hem, kalian ada - ada saja. Tapi maaf aku tak bisa lama di sini, karna di sana masih banyak pekerjaan yang harus aku tangani." ucap liyon dan mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Serahkan pada kakak mu." jawab tuan lei santai.
"Ya, walo begitu tetep harus ada perosesnya."
Setelah perbincangan ringan antara anak dan orang tua akhirnya liyon setuju untuk memimpin perusahaannya yang ada di sini, tapi dia mintak untuk menyelesaikan setudinya serta semua urusan yang dia tinggalkan sebelum memimpim di perusahaan yang saat ini ditangani oleh papanya.
"Baik 3 tahun, kau harus menyelesaikan semuanya dalam waktu 3 tahun tak lebih." perintah tuan lei pada liyon putra ke duanya.
"OK, 3 tahun lebih dari cukup buatku. Sekarang aku ingin bermain dulu." ucap liyon dan dia pun pergi membawah mobilnya menuju ke sebuah hotel berbintang.
"Anak itu tak bisa diam sebentar di rumah." gerutu mama liyon.
"Selamat siang nyonya, apa kita harus pergi sekarang?" Tanya lira pada nyonya li, karna dia mau pergi mengawal nyonya li untuk melakukan bakti sosial di sebuah panti asuhan.
"Ok Lir, kita berangkat sekarang. Aku sudah siap."
Lira, nyonya li dan juga supirnya pun berangkat ke sebuah panti asuhan dan di sana nyonya li banyak menyumbang serta memberikan hadiah untuk anak - anak panti.
Tak terasa acara berjalan lama sehingga lira telat untuk datang ke acara pesta perpisahan yang diadakan di sebuah hotel.
Dengan paksaan dari nyonya li akhirnya lira menyetujui untuk diantar oleh supir nyonya li sampai tempat tujuan.
...🍂🍂🍂...
"Terima kasih ya pak, dan maaf sudah merepotkan." ucap lira pada supir itu setelah dia sampai ditempat tujuannya.
"Iya, sama - sama Lira, selamat bersenang - senang." ucap supir itu pada lira dan dia pun langsung melajukan mobilnya pergi.
"Lira, kok kamu baru datang?" tanya teman lira yang melihat lira di lobby.
"Ah, iya aku ada pekerjaan tadi. Aku akan ganti baju dulu ketoilet."
"Ya, cepatlah aku tunggu di dalam karna semuanya sudah ada di dalam."
Lira pun bergegas pergi ke toilet, namun karna lira buta arah dia jadi bingung kemana arah ke toiletnya.
"Aduh, kemana ya tadi? Semua rute jalannya sama aku jadi bingung." gumam lira yang bengong di lorong sambil berfikir.
"Eh bukankan dia Lira. Dasar wanita j*l*ng, masih berani bilang suci padahal dia baru saja dianter om - om dengan mobil mewah." kesal seseorang pada lira.
"Ayo kita lihat apa kamu bisa lolos, karna di sini juga banyak dosen, aku ingin lihat bagaimana kamu akan berkilah. Dan akan ku tunjukkan pada Dafit kalo kamu bukan wanita suci." kesal desi pada lira, dan dia pun membohongi lira dengan menunjukkan kamar untuk dia ganti, padahal itu bukan kamarnya.
"Lira kamu pasti bingungkan mencari toilet? Masuk saja ke kamarku kamu bisa berganti di sana, cepatlah semua sudah menunggu." ucap desi menawarkan kebaikan pada lira.
Awalnya lira ragu - ragu, namun dia pun berfikir tak ada pilihan karna dia sudah terlambat dalam acara.
"Baik, makasih. Aku pinjem kamarmu dulu." ucap lira lalu masuk kedalam sebuah kamar elit di hotel itu.
"Hahaha, kamu kemakan. Nikmati tontonan aku akan memberi tau semuanya tentang ulah kamu yang keluar dari kamar hotel dengan seorang om - om, karna tadi aku melihat yang keluar dari kamar itu adalah seorang om - om, untungnya dia tak sadar kalo pintu kamarnya belum tertutup sempurna." suara hati desi bangga dan dia berencana menciduk lira dengan semua temannya dan juga dosennya.
Sementata di dalam kamar lira merasa bingung karna kamar itu terlihat sangat mewah. Hati lira sakit, karna bagaimana pun dafit adalah mantannya dan orang yang pernah berarti dalam hati lira dan kini dia akan bermalam dengan wanita laen dalam kamar hotel yang mewah.
"Berhentilah memikirkan mereka lira, ayo cepat ganti bajumu." lira bergumam dan berjalan ke arah kamar mandi.
Sraaaasssss
Deg
Tatapan mata seorang pria terbelalak lebar karna tepat di depan matanya terpampang pemandangan yang tak seharusnya dia lihat.
Glek
Pria itu menelan salifanya, karna pemandangaan yang dia rasa begitu menghoda, kulit putih mulus yang tereskpos dengan sangat sempurna tanpa sehelai benang pun melekat.
"Seksi, sangat indah." gumam pria itu yang masih menatap sosok wanita polos di depannya.
Sementara lira yang melihat kagum pada wajah yang begitu tampan dengan bulir - bulir air yang menetes dari pipi menuju ke dagu pria itu mampu membuat lira terhipnotis.
"Eh.? Kenapa ada wajah yang begitu sempurna di dunia ini dan dia bagai sosok yang turun dari langit." lira bengong menatap pria yang berdiri didepannya dengan setelah kaos oblong dan celana santai serta rambut dan wajah yang basah.
"Tungguh ini bukan mimpi? Dia melihat ke arah mana?" lira mulai sedikit tersadar dan dia menunduk melihat dirinya.
"Aaaahhhhrrgg.! Siapa kamu?!" teriak lira dengan menyilangkan tangannya di depan tubuhnya menutupi daerah intinya.
Pria itu memunculkan senyum tipisnya dan berjalan mendekati lira yang berdiri diambang pintu kamar mandi.
"Harusnya aku yang bertanya itu pada kakak, dan kenapa masuk kedalam kamarku?" bisik liyon pada telinga lira.
"Tubuh kakak sangat bagus dan juga berisi, apa kakak datang ingin menggodaku?" lanjut liyon yang masih menunduk dan berbisik ditelinga lira.
"Jangan sembarangan, ini kamar tamanku dan aku ke sini untuk ganti baju.!" teriak lira dengan memegang erat baju yang dia bawah.
"OK, cepat ganti baju kakak dan keluar dari sini." ucap liyon melangkah keluar dari kamar mandi.
"Kalo keadaanku tak seperti ini sudah ku hajar kamu." gumam lira yang dengan cepat mengganti bajunya.
Ceklek
lira melangkah keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati liyon duduk di sofa dengan tenang menatap lira.
"Aku rasa kakak dijebak, ini adalah kamar ku dan di depan lagi banyak orang yang mungkin ingin tau kalo kakak akan keluar dari kamar ini." ucap liyon dengan santai.
"A - apa?" lira berjalan mendekati pintu dan benar di depan pintu ada banyak orang yang menyebut - nyebut namanya.
"Desi, jadi kau sengaja melakukan ini? Tidak cukup merebut kekasihku kau bahkan ingin memfitnahku." gumam lira dalam hati dengan mengepalkan tangan didepan dadanya.
Ceklek
Tanpa di sadari oleh lira liyon membuka pintu karnya dan buat lira berdiri dibelakang pintu dan dihalangi olek tubuh liyon yang tinggi.
"Eh, kok masik muda?" gumam desi terkejud karna yang keluar bukan om - om.
"Apa yang kalian inginkan membuat gaduh di depan kamar ku. Apa ingin aku laporkan ke anajer hotel kalo kalian mengganggu prifasiku?!" ketus liyon dengan tatapan tajam dan tak bersahabat serta memunculkan aura dingin yang membuat orang yang melihatnya merasa ciut.
"Ta - tadi aku melihat ada se - seorang cewek masuk." ucap desi terputus - putus.
"Kalo memang ada apa urusannya dengan anda? Apa anda ingin menemani dan memuaskan saya juga.!?" ucap liyon menekankan kata memuaskan dengan dingin dihadapan desi.
"Maafkan kami tuan, mungkin kami salah masuk ruang, kami permisi. Ayo pergi jangan buat keributan lagi." ucap salah satu dosen dan membubarkan semua siswanya yang tadi diajak desi untuk melihat perbuatan lira, yang akhirnya tak terbukti karna di dalam kamar itu tak ada tanda - tanda keberadaan lira.
Seperginya beberapa teman dan dose lira, datang juga beberapa pegawe hotel itu menuju kamar liyon.
"Tuan.!" ucap pegawe itu dengan hormat pada liyon.
"Bawah wanita ini keluar dari sini dan antar dia ke tujuannya tanpa sepengetahuan orang lain." ucap liyon pada para pegawe itu yang ada 4 orang, 2 wanita dan 2 pria.
"Baik tuan." ucap mereka berempat, dan sesuai yang dikatakan oleh liyon dalam telponnya mereka membawah sebuah kain untuk menutupi lira dan melindungi seolah melindungi tuan putri.
Setelah menanyakan tujuan lira mereka mengantar lira tepat di depan pintu ruang aula tempat diadakannya acara perpisahan dari kampus lira.
"Ter... Eh, mereka sudah gak ada." ucap lira yang ingin mengucapkan makasih.
"Lira.! Dari mana kamu, tadi kata desi kamu masuk kedalam kamar elit." ucap teman lira yang tak ikut melihat tontonan.
"Lupakan, yang penting aku sudah di sini sekarang. Dimana Yuniar?" tanya lira karna dia tak melihat sahabatnya itu.
"Ada dia keluar bersama pacarnya tadi untuk beli sesuatu buat kenang - kenangan dosen kita. Bentar lagi dia pasti balik." ucap teman lira dan mereka duduk untuk menikmati hidangan.
10 menit kemudian rombongan orang yang yang tadi ingin memergoki lira datang, bersamaan dengan yuniar yang tadi keluar untuk beli kado.
Semua orang terkejud mendapati lira yang sudah duduk dan makan kue dengan santai. Melihat itu membuat desi semakin kesal pada lira karna orang - orang jadi tak mempercayai omongan desi lagi, serta mengatakan kalo desi iri dengan lira.
Sementara didalam kamar liyon dia tak bisa melupakan pemandangan tubuh lira yang membuat dia terus mengingatnya.
"Wanita yang aneh dan pertemuan yang mengejudkan, sungguh sangat menarik." gumam liyon sambil memunculkan senyum tipis dibibirnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 195 Episodes
Comments
Diana diana
love at the first sight . .
2023-04-08
1
Ratna_1729
langsung jatuh cinta pada pandangan pertama
2022-10-29
1