Kasih Sayang Papa Alex

Papa Rahadi hanya diam dan mendengar curahan hati puteri sulungnya.

(Ini semua salahku, jika dulu aku tidak melakukan kesalahan dan isteriku tidak pergi dari rumah, pasti semua tidak jadi begini) bati papa Rahadi

"Papa hanya mau kita berdamai dengan masa lalu sayang. Jika kamu tidak menerima takdir hidupmu sekarang, itu artinya kamu tidak menginginkan mama ada sama kita" bujuk papa pada puteri sulungnya

"Papa, apa aku anak kandung mama" ucap Alindi yang mulai menangis

"Kamu bicara apa nak, dia mama yang melahirkan kamu sayang. Kamu tahu kan? keadaan mama bagaimana setelah kembali ke rumah ini lagi" ucap papa berusaha menjelaskan

"Aku tahu, tapi seolah aku dianak tirikan sama mama" ucap Alindi

Papa Rahadi tidak bisa menjawab. Kedua wanita yang sama-sama ia cintai berakhir dengan kesalah pahaman.

Pria itu melangkah keluar meninggalkan puterinya sendiri di kamar itu lalu kembali ke kamar mereka dan mendapati isterinya yang masih terlelap di sana.

"Maafkan papa, ini semua terjadi karena keegoisan papa" gumam papa Rahadi yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri, sambil mengelus pucuk kepala isterinya.

Pria itu kembali melangkah keluar dan duduk di taman belakang.

*****

Saat ini Intan dan Cristin ditangani langsung oleh papa Alex untuk berlatih. Kedua gadis itu sudah mulai dipersiapkan secara matang untuk perguruan ini ke depannya nanti.

Semakin hari hubungan mereka semakin erat, kedua gadis itu bahkan sudah saling menganggap sebagai saudara.

Ilmu bela diri mereka juga semakin luar biasa tapi bagi papa Alex mereka tetaplah gadis kecilnya.

Kini Cristin tengah berbaring saja di kamarnya. Matanya menatap lagit-langit kamar sambil pikirannya melayang jauh ke masa kecilnya dulu, saat kakaknya Alindi yang begitu sayang dan selalu mengalah jika mereka berebutan makanan atau mainan. Alindi yang saat itu sudah lebih besar selalu mengalah dan selalu pasang dada jika adik kecilnya dibully.

Namun semua itu berubah saat Cristin mulai masuk SMP. Alindi yang dulu perhatian mulai cuek dengannya, Papa yang dulu sayang dan tidak membedakan satu diantara yang lain kini mulai lebih memihak pada kakaknya.

Mamanya juga yang mulai berubah dan lebih banyak menghindarinya saat dia ingin mencari pembelaan saat ada perdebatan di dalam rumah. Dia yang dibuang jauh keluar negeri saat kuliah dan kerinduannya yang selalu dipendam saat ingin menelepon atau vc semua pada bilang sibuk.

Semua bayang-bayang itu kembali berputar di otaknya, hingga kejadian besar yang sangat luar biasa saat dimana papa dengan terang-terangan membentaknya di depan keluarga kekasihnya dan dengan gampangnya papa berkata bahwa dia anak yang tidak baik.

Kekasihnya yang dengan santai berkata kalau hubungan mereka hanya main-main, tanpa sadar air matanya sudah mbanjiri tempat tidur.

"Sebegitu aku bagi kalian semua, seolah semuanya sudah direncanakan sebelum aku kembali. Bodohnya aku yang tidak menyadari jika aku anak yang tidak diinginkan. Lalu kenapa aku harus dilahirkan ma, pa... apa kesalahanku dimasa lalu sampai aku dibuang begitu saja dan sama sekali kalian tidak mencari aku hiks hiks hiks hiks" ucap Cristin sambil menangis pilu

Tok tok tok

"Masuk" ucap Cristin dari dalam kamar sambil menghapus air matanya saat mendengar ketukan pintu dari luar.

"Kamu belum tidur nak?" ucap papa yang baru masuk

"Belum pa" jawab Cristin dengan wajah sembab

"Apa kamu menangis?" tanya papa yang melihat ada bekas air mata di pipi sang puteri angkatnya

"Mmm tidak" jawab Cristin gugup

"Kamu tidak pandai menipu sayang. Jujur sama papa, apa yang mengganjal di hati kamu" ucap papa

Gadis itu sudah mulai meneteskan air matanya kembali, membuat papa membawanya ke dalam dekapan. Cristin dapat merasakan pelukan seorang papa yang sesungguhnya dan penuh kasih sayang. Dekapan itu membuatnya tenang kembali.

"Papa, apa ada orang tua dan saudara yang rela mengusir puterinya sendiri?" tanya Cristin sambil terisak

"Tergantung" jawab papa memancing puterinya untuk menceritakan kesesakan hatinya.

"Maksud papa?" tanya Cristin yang tidak mengerti maksud papa Alex

"Tergantung jika anak itu bukan anak kandung mereka atau bisa jadi anak ifu hasil perselingkuhan isterinya dengan laki-laki lain atau sebaliknya" jelas papa semakin membuat gadis kecil itu galau

"Apa aku anak dari hasil perselingkuhan?" tanya Cristin

"Bisa jadi" ucap papa tenang

"Tapi dulu aku masih kecil, papa, mama dan kakak Alindi sangat sayang padaku" ucap Cristin terus meneteskan air mata.

"Jelaskan pada papa, supaya papa cari tahu semuanya" ucap papa

Cristin mulai bercerita sejak dia masih kecil hingga mulai ada perubahan sikap keluarga terhadapnya dan perlakuan mereka yang selalu mempersalahkannya dari pada kakaknya. Tidak lupa juga saat dia kembali dari luar negeri dan tragedi malam dimana dia diusir tanpa membawa apapun, hingga ia menjebak Rian dan mereka menikah.

Papa yang mendengar puteri angkatnya dibuang berkali-kali bahkan tanpa membawa apapun saat ia pergi. Papa juga kembali membayangkan jika ia tidak cepat menolong Cristin pasti malam itu dia sudah diperkosa oleh orang-orang jahat itu.

(Aku akan membuat perhitungan untuk kalian semua yang sudah membuatnya meneteskan air mata, kalian harus membayar tuntas untuk itu semua. Siapapun dia, tapi karena dia sudah sah menjadi puteriku tidak seorangpun yang bisa menyentuhnya. Bahkan sehelai rambutnya sajapun aku perhitungkan) batin papa geram.

"Jangan sedih lagi, sekarang kamu punya papa. Merka akan menyesal telah menyia-nyiakan puteri papa. Jadilah wanita tangguh untuk menunjukan pada mereka bahwa kamu bisa bangkit tanpa mereka semua" ucap papa memberi semangat pada puteri angkatnya.

"Ia pa, terima kasih sudah menerimaku sebagai bagian dari hidup papa" ucap Cristin

"Berbahagialah mulai sekarang. Papa tidak mau melihat air matamu menetes lagi ke depannya kecuali air mata bahagia" ucap papa membuat Cristin kembali tersenyum.

"Siap papa" ucap Cristin sambil memberi hormat

Papa mengusap kepala puterinya lalu melangkah keluar dan kembali menutup pintu. Pria itu kembali melangkah menuju kamar Intan, ternyata gadis itu sudah nyenyak. Sejak ada Cristin, gadis itu sudah mulai ceria, tidak seperti dulu yang lebih banyak menyendiri.

(Kamu berdua adalah gadis-gadis yang terbuang. Siapapun kalian berdua, papa akan selalu mencintai kalian karena kalian berdua mengingatkan papa pada puteri kembar papa, tetap sehat dan jadi wanita tangguh untuk melindungi papa jika yua nanti, hanya kalian harta yang papa punya di dunia ini) batin papa sambil berdiri di ambang pintu melihat Intan yang tengah tertidur pulas.

Pria itu melangkah keluar dari kamar Intan dan menuju ke ruang kerjanya.

(Permainan dimulai, aku akan melatih mereka menjadi gadis liar biasa dan mengirim mereka kembali sebagai orang lain dalam keluarga mereka sendiri untuk menantang kalian) batin papa tersenyum licik mengingat orang-orang yang menghilangkan nyawa isterinya dan anak-anaknya.

*BERSAMBUNG*

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

Author penuh rahasia ceritamu ha ha ha😂😂..

2022-08-07

0

Fina Tanjung

Fina Tanjung

rahasia ibu nya itu apa yah...

2022-03-23

0

yumi chan

yumi chan

jgn stukn atin sm rian thor..aq gk rla klo atin kmbli sm rian brngsek..bt rian mnysl sm kluarganya rahadi thor..yg tlh mnbg atin.

2022-02-26

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!