Sakit

"Heh gadis sialan, keluar kamu" teriak Rian dibalik pintu kamar yang Cristin tempati.

"Maaf tuan, bagaimana? apa aku harus siapkan makan malam atau kopi atau teh?" tanya Cristin beruntun

"Diam!!! apa yang kamu lakukan hari ini dengan apartemenku hah!! Dengar ya, kamu itu cuma penghuni sementara dan jangan berbuat semaumu apa lagi menyentuh semua barang yang ada dengan seenaknya!" ucap Rian dengan suara meninggi sambil menekan kedua kedua tangannya kuat sehingga meninggalkan bekas di pergelangan tangan gadis itu.

*****

"Maaf" hanya itu yang mampu Cristin ucapkan

"Aku tidak butuh maafmu, ingat ya jika esok aku pulang dari kantor dan semua belum kembali seperti semula maka kamu akan tahu akibatnya" ancam Rian

Setelah berkata demikian, Rian melangkah pergi meninggalkan gadis itu yang masih terpaku di depan pintu kamar sambil menatap kepergian suaminya.

Di kamar Rian

📹Mami: Halo nak, esok malam kita makan malam di mansion ya karena ada yang mau mami bicarakan.

📹Rian: Baik mami, akan Rian usahakan

Panggilan berakhir dan Rian masuk untuk membersihkan dirinya di kamar mandi, setelah setengah jam ia keluar dan bertukar pakaian lalu melangkah keluar dari kamarnya dan tidak mendapati Cristin karena gadis itu sudah masuk ke kamarnya dan menutup pintu rapat.

Pria itu melangkah keluar dari apartemen untuk mencari makan karena ia tidak sudi makan hasil masakan isterinya.

Beberapa waktu kemudian setelah Rian pergi, Cristin yang mulai merasa lapar melangkah keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak mie instan agar dapat mengganjal perutnya yang kosong.

Setelah mengisi perutnya Cristin kembali masuk ke kamarnya untuk beristirahat.

"Awalnya aku berpikir untuk mengambil hatimu secara perlahan tapi ternyata sangat mustahil karena kamu sangat membenciku dan menganggapku Gadis pembawa sial, jadi lebih baik seperti ini agar tidak menghambat jika aku pergi" ucap Cristin sambil menatap langit-langit kamar.

"Rangga, apa kamu sudah bahagia bersama k Alindi? kamu benar, aku terlalu terbawa perasaan sehingga aku sendiri yang berusaha mencintai kamu tapi tidak dengan kamu yang menganggapku sekedar masa lalu" Cristin membayangkan nasib percintaannya yang sangat miris

"Semoga papa dan mama bahagia karena sudah berhasil menyingkirkan aku dari rumah itu. Benar kata tuan Rian kalau aku hanya seorang gadis pembawa sial" ucap Cristin dengan mata berkaca-kaca.

(Akan lebih baik jika aku tidak bangun lagi esok pagi, biar semua penderitaanku berakhir) batin Cristin sambil memejamkan mata dan akhirnya tertidur.

Rian baru pulang di jam 1 tengah malam. Saat melangkah masuk, matanya menangkap pintu kamar Cristin yang sedikit terbuka, dengan perlahan-lahan ia mendekat dan menengok ke dalam ternyata si empunya kamar sudah terlelap. Rian terdiam cukup lama di depan pintu itu lalu dengan perlahan ia menarik pintu itu sehingga tertitup rapat lalu kembali masuk ke kamarnya.

Rian kembali membersihkan diri di kamar mandi sebelum tidur, setelah itu berganti pakaian dan menuju ke tempat tidurnya untuk berbaring.

"Aku akan membuatmu sampai tidak mampu bertahan dan memilih pergi dari tempat ini" Rian menyusun rencana liciknya. Pria itu akhirnya masuk ke dalam dunia mimpinya hingga pagi menjelang.

Pagi-pagi sekali Rian sudah mendengar kegaduhan yaitu suara benda pecah dari arah dapur. Dia melangkah keluar dan mendapati Cristin yang lagi hendak membesihkan beling dari pecahan gelas. Rian yang dasarnya sangat membenci Cristinpun langsung naik pitam.

Tanpa rasa kasihan sedikitpun pria itu langsung menarik Cristin yang tangannya sudah berdarah akibat goresan pecahan gelas dan mendorongnya keluar dari apartemen itu.

"Keluar sekarang dari apartemenku ini gadis sialan" ucap Rian kasar

"Jangan usir aku tuan, kasihani aku. Aku tidak punya siapa-siapa lagi, cuma kamu yang aku punya sekarang. Ijinkan aku tinggal disini sampai waktunya tiba maka aku akan pergi tanpa kamu minta" ucap Cristin memberanikan diri tapi dengan suara yang bergetar menahan tangisnya

"Aku tidak peduli apapun tentangmu gadis sialan. Kau hanya jadi perusak di dalam apartemen ini" ucap Rian lagi dengan yerus menyeret Cristin.

Gadis itu yang takut jika ia diusir langsung bersujud di kaki Rian sambil memeluknya dan memohon.

"Maafkan aku, tolong beri aku satu kesempatan lagi, aku janji akan pergi secepatnya" ucap Cristin yang sudah tidak tahu harus bagaimana.

"Oke, aku akan membuatmu secepatnya pergi dari ini. Lepaskan tangan menjijikanmu itu" ucap Rian kasar.

Rian kembali masuk ke kamarnya dan tak lama kemuadian ia keluar dan langsung pergi begitu saja ke kantor.

Cristin terdiam agak lama kemudian kembali ke dapur untuk lanjut membersihkan sisa beling yang ada di sana. Luka ditangannya tidak sesakit luka di hatinya. Tanpa membalut lukanya ia mulai bekerja merapikan keadaan apartemen seperti semula sebelum ia rombak kemarin.

Tubuh kecil gadis itu mulai kelelahan namun tidak ia peduli yang penting kerja selesai agar dia tidak diusir dari tempat itu.

"Kuat Intin, tetaplah kuat tinggal sedikit lagi kerjanya selesai" ucap Cristin menguatkan diri saat ia hampir ambruk karena kekuatannya sudah terkuras habis apalagi darahnya yang sejak tadi menetes saat ia memgangkat benda-benda yang berat.

Cristin menyelesaikan pekerjaannya hingga tuntas. Karena tenaganya sudah terkuras habis sehingga ia tidak sanggup memasak lagi untuk makan, Cristin memilih membuat Mie instan untuk makan siangnya. Semalam ia hanya makan mie instan dan sejak pagi ia belum makan hingga siang ini ia kembali mengisi perutnya dengan mie instan.

Gadis malang itu melangkah ke kamarnya dan mulai beristirahat.

Jam sudah menunjukan pukul 7 malam Cristin sama sekali tidak kelihatan keluar dari kamarnya. bahkan Rian yang sudah hampir satu jam pulang dari kantor, sama sekali tidak melihat batang hidung gadis itu, ia hanya melihat perubahan posisi barang-barang di dalam apartemen yang sudah kembali seperti semula.

"Dimana gadis sialan itu? kenapa tidak keluar dari kamarnya? apa yang dia erami di dalam kamar itu" gumam Rian penasaran sekaligus emosi karena gadis itu tidak keluar agar dia bisa mengerjainya lagi.

Sekarang sudah jam 8 malam tetap saja gadis itu tidak keluar sehingga Rian datang dan mengetok pintu kamar itu. Karena tetap tidak ada respon dari dalam Rian membuka pintu secara paksa karena pikir saja dia sudah kabur.

Sangat mengejutkan saat Rian berhasil membuka pintu ternyata gadis itu terkapar dengan posisi yang sangat menyedihkan di atas tempat tidur, bibirnya yang pucat dan lukanya yang tidak dibalut bahkan suhu tubuhnya yang sangat tinggi membuat Rian panik dan langsung menelepon asistennya agar mereka dapat membawanya ke rumah sakit.

~Bersambung~

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

cristin... semoga tidak bertemu dengan pacarnya.. dan buat menyesal orang yang telah.. meremehkan 😭😭😭😭😭

2022-08-05

0

Tri Wijayanti

Tri Wijayanti

mati daaaaah rian istrimu itu

2022-08-02

1

Sulati Cus

Sulati Cus

miris bgt

2022-04-28

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!