Menikah

"Tuan Fredrian Adiwijaya yang terhormat, jika anda bisa bertindak dengan cara seperti ini maka jangan salahkan aku jika esok pagi perusahaanmu akan goncang karena semua sosial media akan membahas tetang putra tunggal tuan Adiwijaya kedapatan melecehkan seorang gadis lemah di taman kota" ucap Cristin dengan lantang dan tegas.

Rian yang baru berbalik hendak melangkah pergi seketika terpaku di tempatnya mendengar gadis ini menyebut identitasnya dengan sangat lengkap.

Rian kembali berbalik dan mendekat ke arah Cristin.

"Heh cewek gila, apa mau kamu hah?" ucap Rian dengan suara meninggi sambil tangan yang satunya menekan kedua sisi rahang Cristin dengan kuat membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Kamu mau tahu apa yang aku mau?" jawab Cristin dengan santai walaupun ia merasa sangat ke sakitan.

*****

"Katakan, apa yang kamu mau. uang? apartemen, mobil mewah? atau berlian? sebutkan jika kamu ingin itu semua" ucap Rian dengan nada meremehkan

"Aku tidak membituhkan itu semua, aku mau kamu bertanggung jawab dengan kamu menikahiku" ucap Cristin mantap

"Heh cewek gila, jika kamu tidak memiliki cermin di rumah beri tahu aku untuk membelinya agar kamu bisa mengaca dan melihat seperti apa kamu sekarang. Menjijikan" ucap Rian penuh penekanan

"Baiklah jika itu pilihan kamu, aku juga tidak memaksa" ucap Cristin hendak melangkah pergi namun Rian langsung menggenggam tangannya erat, lebih tepat meremasnya hingga Cristin merasa kesakitan

"Oke, aku akan menikahimu tapi jangan harap aku akan memperkenalkanmu kepada orang tuaku" ucap Rian penuh emosi

"Oke deal" jawab Cristin bersemangat dan mengulirkan jari kelingkingnya sebagai perjanjian

Rian membawa Cristin ke sebuah apartemen miliknya yang jarang ia tempti hanya sesekali jika ia suntuk dan tidak mau diganggu orang rumah

Setibanya di apartemen itu, setelah membuka pintu Rian masuk tanpa peduli dengan Cristin. Gadis itu sadar jika akan ditinggalkanpun mengambil langkah seribu untuk masuk dan mengejar Rian sampai le kamarnya.

"Kenapa kamu masuk ke kamar aku?" tanya Rian dengan nada sinis

"Lalu aku harus ke mana kalau bukan ke sini?" tanya balik Cristin tanpa beban

" Ternyata selain gila, kamu juga murahan sehingga masuk ke kamar pria tanpa ijin" ucap Rian geram dengan tingkah gadis ini

"Gadis gila dan murahan ini sebentar lagi akan menjadi isterimu" ucap Cristin santai dan tidak mau kelihatan lemah di depan Rian

Rian mengambil sehelai kain dan melempar ke wajah Cristin

"Tidur di luar, jangan ganggu aku" ucap Rian yang langsung membanting pintu tepat di depan Cristin

Cristin kaget dan mengusap dadanya sendiri sambil mengambil kain tadi yang jatuh ke lantai lalu menuju ke sofa yang terletak di depan kamar itu. Cristin yang lelah fisik dan jiwanyapun langsung membaringkan tubuhnya tanpa peduli tempat yang ia pakai untuk tidur saat ini. Apalagi sekarang sudah menunjuk pukul 2 malam.

Gadis itu tidur dalam damai seolah tidak punya beban hidup.

Pagi menjelang, Rian yang sudah terbiasa bangun pagi saat ini sudah rapi dan melangkah keluar, namun ada sesuatu yang mengalihkan pandangannya yakni seorang gadis yang tertidur di sofa ruang tamu dengan gaya yang tidak ada sopan-sopanya sedikit. Kaki kanannya terangkat kesandaran sofa sedangkan kain yang semalam Rian berikan sudah terlepas dari tubuh mungilnya dan terletak bebas di lantai.

Rian menarik nafas panjang dan melewati gadis yang tidurnya seperti mayat itu.

"Sepertinya kesialanku akan sampai tujuh turunan jika menikah dengan gadis bar-bar itu. Tidak, aku harus buat perjajian sebelum menikah". ucap Rian yang saat ini berada di depan kulkas yang masih terbuka.

Setelah menghabiskan satu botol kemasan air putih yang baru di ambil di kulkas itu, Rian kembali melangkah ke kamarnya namun saat melewati Cristin, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Ada darah yang menetes dari pergelangan tangan gadis itu karena kain yang semalam dipakai untuk mengikat tangannya itu sudah terlepas.

Rian berjongkok memegang tangan kecil itu dan karena rasa tak tega ia berlalu mengambil kotak P3K lalu kembali dan mengobati tangan gadis yang masih tertidur itu.

Cristin terlihat sesekali meringis namun itu sama sekali tidak mengganggu tidurnya. Setelah membalut luka gadis itu, Rian melangkah pergi begitu saja tanpa membangunkan Cristin.

beberapa jam kemudian gadis itu terbangun dan tidak melihat siapa-siapa.

"Ke mana dia? apa jangan-jangan dia mau menipuku dan pergi meninggalkan aku?" Cristin bermonolog dengan pikirannya sendiri

Cristin lalu milihat ke arah pergelangan tangannya yang sudah dibalut dengan sangat rapih.

"Apakah dia yang melakukannya? akhhh calon suami idaman bangat!" Cristin tersentuh dengan kebaikan pria yang baru ia temui beberapa jam yang lalu

"Hah jam 10? ya Tuhan, semalam aku tidur apa pingsan ya? akhh semalamkan aku tidur telat dan siapa suruh kasih aku tempat tidur yang tidak nyaman begini" ucap Cristin berdebat dengan pemikirannya sendiri seperti orang gila.

Cristin bangun dari sofa yang semalam menampung tubuh kecilnya untuk beristirahat itu menuju kamar Rian semalam. Saat memutar hendel pintu langsung terbuka, Cristin menengok ke dalam siapa tahu tuan kamarnya ada.

Karena tidak ada siapa-siapa dengan santai ia melangkah masuk dan langsung menuju ke kamar mandi. Di dalam sana ia membersihkan tubuhnya lalu keluar dengan memakai handuk jubah milik Rian. Gadis kecil ini melangkah menuju sebuah lemari kaca besar yang ada di kamar itu lalu tanpa beban memilih baju yang ia suka. Tangannya jatuh pada sebuah kameja berwarna putih.

Setelah bertukar, Cristin keluar menuju dapur. Di kulkas hanya berisi minuman dan beberapa camilan, Cristin memilih salah satu dari minuman dan camilan itu lalu kembali duduk di sofa semalam sambil sambil ngemil.

Rian yang baru masuk dengan membawa sebuah paper bag yang agak besal dari arah pintu terkejut melihat penapilan gadis bar-bar ini.

"Siapa yang mengizinkan kamu masuk ke kamarku dan mengambil barang-barangku tanpa ijin?" tanya Rian yang sedang menahan emosinya.

Gadis yang dia bawa pulang belum seharian ini sudah mulai melewati privasinya.

"Bagaimana mau kasih tahu? kamu saja tidak tahu pergi ke mana?" ucap gadis bar-bar ini santai

"Nih, pakaian kamu... capat ganti, 1 jam lagi kita akan ke gereja untuk menikah seperti yang kamu inginkan" ucap Rian sambil melemparkan baju pengantin yang dia bawa tadi.

Rupanya Rian tadi pergi untuk menghubungi pihak gereja untuk melangsungkan pernikahan mereka dan tentu itu secara tertutup

"Apa? menikah? kamu tidak bercandakan?" ucap Cristin berbinar

"Tapi kamu jangan senang dulu. Nih, baca dan tanda tangani" lanjut Rian lalu menyodorkan sebuah map

Cristin terpaku, namun semenit kemudian ia kembali tersenyum penuh arti

(Aku akan membuat kamu tergila-gila padaku sebelum waktu yang tertera dalam surat perjanjian ini) batin Cristin

......*Bersambung*......

Terpopuler

Comments

Nur Ain

Nur Ain

bagus thor setakat ni.akak hadir

2022-08-31

0

Kar Genjreng

Kar Genjreng

pernikahan dadakan... Thor kalau Kristen bisa ya nikah kontrak.. tapi kalau Katolik ga bisa... ok lanjut. 🙏🙏 semangat author Lala..

2022-08-04

0

Tri Wijayanti

Tri Wijayanti

pernikahan kontrak jadinya

2022-08-02

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!