Kedua gadis itu melangkah pergi dengan menyisakan banyak pertanyaan yang masih berkelana di otak Intan tapi ia memilih untuk tidak percay karena berpikir Cristin pasti hanya berbicara sembarangan, bagaimana mungkin dia sudah menikah dan pergi meninggalkan suaminya begitu saja.
Setelah kepergian keduanya, papa Alex keluar dari persembunyiannya dengan berbagai pikiran yang mengganggunya.
(Siapa kamu nak, apa maksudmu berbicara bahwa kamu adalah anak yang penuh misteri) batinnya
Papa Alex menyimpan semua penasarannya dan memilih untuk beraktifitas.
Di tempat lain
Intan dan Cristin memasuki sebuah super market untuk berbelanja keperluan mereka berdua dan juga berbagai macam camilan dan minuman untuk mereka semua yang ada di mansion.
Keduanya berjalan sambil berbincang ria, Intan hanya memakai celana pendek dan kaos oblong sementara Cristin memakai celana panjang, kaos lengan panjang serta topi, masker dan tak lupa kaca mata beningnya. Penampilannya itu membuat Intar menertawakannya sepanjang jalan.
"Kamu aneh sekali Tin" ucap Intan
"Aneh bagaimana?" ucap Cristin
"Cuma berbelanja saja penampilan kamu seperti mau masuk ladang biar tidak hitam kulitmu" ucap Intan yang tidak percaya dengan ucapan Cristin tadi di mansion
"Aku hanya menghindari orang-orang jahat Tan" jawab Cristin apa adanya
"Ya ya ya aku percaya Tin" jawab Intan sambil terkekeh
Ketika sedang asyik memilih camilan yang tersusun di rak super market tiba-tiba Cristin menabrak seseorang yang berdiri di belakangnya saat dia melangkah mundur untuk melihat camilan kesukaannya yang tak sengaja terlewati.
"Akhhh, maaf tuan" ucap Cristin sambil mengambil kaca matanya yang terjatuh dan memasang kembali
Pria yang ditabrak hanya diam tanpa menjawab permintaan maaf Cristin. Gadis itu yang merasa aneh dengan pria itu memilih pergi begitu saja tanpa melihat siapa yang dia tabrak tadi.
"Permisi tuan" pamit Cristin dan langsung pergi.
Pria itu akhirnya kembali ke alam sadarnya setelah ditepuk punggungnya oleh isterinya.
"Aku sudah selesai memilih camilannya, ayo kita ke sana untuk bayar" ajak sang isteri
Keduanya melangkah pergi menuju kasir untuk membayar barang belanjaan mereka dan keluar meninggalkan super market tersebut.
Pria itu terus menengok ke belakang untuk mencari gadis yang tadi menabraknya namun tidak melihatnya lagi.
"Siapa yang kamu lihat?" tanya sang isteri yang melihat keanehan dalam diri suaminya
"Aku hanya mencari seseorang tapi sepertinya aku salah orang" ucap pria itu
"Ayo kita pulang" lanjutnya
Keduanya masuk ke dalam mobil dan hendak pergi, tiba-tiba matanya kembali menangkap sosok yang tadi menabraknya. Gadis yang sementara melepas topinya dan masuk ke dalam mobil yang tidak jauh dari mobil sepasang suami isteri itu.
Saking seriusnya menatap gadis itu sampai dia sendiri tidak menyadari jika mobil yang ditumpangi gadis itu telah pergi menjauh.
"Kenapa belum jalan? apa yang mengganggu pikiranmu?" tanya isterinya
"Aku tidak apa-apa" ucap pria itu dan langsung menancap gas dan pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan, pria itu tidak fokus menyetir karena pikirannya hanya ada pada gadis yang menabraknya tadi.
Mereka akhirnya tiba di mansion keluarga pria itu.
*****
Kedua gadis itu dan sopir mereka masih terus berputar untuk membeli barang belanjaan yang lain di Mall dan di pasar tradisional seperti sayuran dan lain sebagainya.
Selesai berbelanja mereka memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan mereka di hadang oleh beberapa pria bertubuh kekar. Cristin dan Intan saling menatap, apa yang harus mereka lakukan sekarang.
"Tin, bagaimana? apa kita perlu melayani mereka?" ucap Intan
"Kedengarannya tidak buruk Tan" ucap Cristin
Kedua gadis itu keluar dari mobil dan mendatangi kelima orang yang tengah berdiri di depan mobil mereka.
"Apa yang kalian inginkan, sebaiknya jangan menghalangi jalan kami" ucap Intan
"Halo nona cantik, jangan buru-buru pergi lebih baik kita main-main dulu" ucap salah seorang pria misterius itu
"Jangan kurang ajar kamu pak tua" ucap Cristin geram dan langsung melintir tangan salah seorang dari mereka hendak menyentuh bahunya
"Akhh" teriak pria itu
Teman yang satunya hendak membantu pria yang kini sedang dianiaya oleh Cristin namun dengan cepat Intan menghantam tangannya sehingga iapun meringis kesakitan.
Teman yang lainnya melihat kedua orang mereka dihantam oleh kedua gadis itu langsung masuk dan terjadilah baku hantam yang hebat.
Sopir Cristin dan Intan duduk santai dibalik kemudi sambil mengarahkan kamera belakang ke arah perkelahian tersebut sambil mengunya camilan yang tadi dibeli dua gadis itu.
Video Call berlangsung sepanjang pertarungan, seorang pria yang melakukan Vc itu hanya terkekeh melihat kedua gadisnya yang terlalu serius melayani musuh mereka.
Pertarungan berakhir setelah kelima orang itu melarikan diri, keduanya ngos-ngosan karena lelah dan beberapa kali juga mereka terkena pukulan dari para barandal itu.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Intan
"Aku tidak apa-apa, kamu?" ucap Cristin yang balik bertanya
"Aku juga tidak apa-apa, ayo kita kembali ke mobil" ucap Intan sambil melangkah pergi kearah mobil dan masuk ke dalamnya.
"Sudah selesai?" ucap sang sopir
"Mang, orang lagi kesusahan bukannya membantu malah asyik ngemil di mobil" Gerutu Cristin
"Kalau aku bantu dan tanganku kenapa-kenapa lalu siap yang bawa mobilnya?" ucap sopir santai
"Sudah, jalan aku gerah" ucap Intan mengakhiri perdebatan tersebut.
Mereka pergi dari tempat itu menuju mansion utama tuan Alex. Setibanya di sana mereka turun dan masuk sementara para pelayan datang dan menurunkan barang belanjaan mereka.
Melihat kedua puterinya yang baru datang, papa Alex berjalan ke arah mereka denga wajah sumringah.
"Papa kenapa senyum senyam begitu?" tanya Cristin yang melihat papanya tidak seperti biasa
"Papa baru selesai menyaksikan film eksen" ucap papa sambil terkekeh
"Om kaya baru nonton saja yang begituan" ucap Intan. Ya Intan memanggil Alex dengan sebutan Om jadi Cristinlah yang pertama memanggilnya denga sebutan papa.
"Om tidak bohong, ini benaran... pemeran utamanya dua gadis seumuran kalian" ucap papa Alex lagi
Cristin yang IQnya diatas rata-rata langsung menangkap arah pembicaraan papanya.
"Jangan bilang, papa yang mengirin para pria yang menghadang kami di jalan tadi" ucap Cristin penuh selidik
"Betul, dan pasti mang asep juga yang mengambil video kita saat berantam" sambung Intan
"Iya betul karena mang asep bukannya panik malah keasyikan ngemil di atas mobil" lanjut Cristin
"Hahahah, ternyata ilmu bela diri kalian sudah ada kemajuan. Tadi papa vc sama mang Asep untuk menyaksikan pertarungan kalian.Ternyata kalian memang luar biasa.
"Akhhh papa memang betul ya!" teriak Cristin merasa dipermainkan papanya.
"Ya sedikit olah raga biar awet muda sayang Hahaha" ucap papa sambil melangkah pergi meninggalkan dua gadis yang hanya melongo melihat kepergian pria itu.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Kar Genjreng
papa ngerjain ya😄😄😄😄 pantes si supir juga malah vidiocol.. kocak
2022-08-05
0
Xiobai
knp cristian g d panggil cris aaj
2022-03-19
3
Andayani Ahmat
💪💪💪💪💪
2022-02-23
0