Cristin tidak membenci siapaun karena dia menyadari hidupnya yang sekarang. Dia tidak mau dikasihani oleh siapapun karena ia sudah merasakan bagaimana rasanya disanjung lalu dihempaskan begitu saja. Rasa yang sama saat dia menjalani hubungan dengan Rangga yang begitu memperlakukannya seperti seorang princess tetapi akhirnya dibuang tanpa belas kasihan.
sejak Cristin pergi dari rumah, ia bahkan sudah menutup pintu hatinya untuk semua orang. dia hanya menjebak Rian untuk mendapat tumpangan sementara tetapi dia tidak mau menggunakan perasaan dalam permainan ini. Dia tahu suatu saat dia akan pergi lagi dari tempat perteduhannya sekarang, jadi untuk sementara biarlah seperti ini lebih baik.
******
Rian yang sejak semalam nginap di rumah keasihnya baru meminta asisten Boby untuk menjemputnya hampir jam tiga sore. mereka langsung pergi ke Rumah sakit karena Boby memberitahukan bahwa dokter sudah memperbolehkan Cristin untuk pulang sore ini.
Rian melihat Cristin yang sudah kembali pulih, sikap aslinya yang kasar pada isterinya juga kembali seperti semula.
"Asisten Boby sudah membeli bahan makanan, kanapa tidak dimasak untuk makan? menysahkan dan merugikan saja" ucap Rian ketus
Cristin tertunduk dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Maaf, jika aku sudah punya uang aku akan membayarnya tuan" ucap gadis itu yang sudah menumpahkan air mata di depan suaminya.
Rian yang melihat itu langsung berdecih dan melangkah keluar meninggalkan isterinya sendiri di ruangan itu. Rian menyuruh Boby untuk membereskan barang-barang isterinya dan ia sendiri pergi untuk menyelesaikan administrasi Rumah Sakit. setelah semuanya berek, mereka bertiga pergi meninggalkan Rumah Sakit itu.
Cristin yang masih sedikit pusing berjalan sangat pelan sehingga ditinggalkan oleh Rian. Asisten Boby tidak habis pikir dengan tingkah tuannya yang seenaknya saja pada isterinya.
Sama juga ketika mereka tiba di apartemen, Rian keluar lebih dahulu danh melangkah pergi ke ke kamar tanpa peduli dengan isterinya. Cristin memaklumi itu semua.
Sore ini Rian akan kembali menghabiskan waktu dengan kekasihnya, ya mereka akan diner malam ini.
Tepat jam 7 Rian keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar isterinya untuk berpesan.
"Masaklah dan makan, aku ada urusan penting yang nanti akan pulang agak larut" setelah berbicara demikian Rian langsung pergi tanpa mau mendengar jawaban isterinya.
cristi yang dulunya sedikit tomboy dan cerewet kini hanya bisa mengungkapkan isi hatinya lewat air mata. Masalah dan beban hidup silih berganti membuat tubuh kecilnya ingin menyerah.
Dengan sekuat tenaga gadis itu melangkah menuju ke dapur untuk memasak bubur agar dapat mengganjal perutnya malam ini.
Setelah matang dan memindahkan masakan itu ke mangkok, Cristin menuju sofa dekat tv untuk makan sambil nonton.
Hatinya kembali teriris saat melihat tayangan berita yang tengah makan romantis dengan kekasihnya
*Putra tunggal tuan Adiwijaya dikabarkan akan menikah dalam waktu dekat dengan kekasihnya nona Bela, kini keduanya tengah menikmati makan malam romantis di sebuah Restoran terbaik di kota ini" itulah cuplikan berita yang didengar langsung oleh Cristin
Nafsu makannya tiba-tiba menghilang tapi dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk menghabiskan makanannya agar kekuatannya cepat pulih dan cepat pergi dari ruangan itu.
Tepat jam 11 tengah malam Cristin yang masih belum tidur di kamarnya mendengar suara berisik yang masuk ke apartemen itu, yang satu sudah pasti suaminya tapi yang satu suara wanita yang sejak tadi berbicara dengan suara manja dan si laki-laki juga menanggapi dengan suara yang sangat lembut, tidak seperti biasanya yang terus dikasari.
""Sayang, tadi katanya kamu mau mengenalkan seseorag padaku, mana?" ucap Bela yang sedang duduk di sofa ruang tengah itu dan Cristin dapat mendengar dengan jelas karena sofa itu tidak jauh dari kamarnya dan kamar Rian
"Besok saja sayang, sepertinya dia sudah tidur soalnya dia baru keluar dari Rumah Sakit sayang" ucap Rian menjawab mengurangi penasaran sang kekasih
"Tapi siapa dia, jangan bilang dia kekasihmu juga" ucap Bela ngambek
"Hahahaha sayang, kamu ada-ada saja... dia itu pembantuku di apartemen ini, aku mau kamu berkenalan dengannya supaya dia bisa membantu kamu untuk belajar memasak" ucap Rian yang menyakitkan pendengaran dan hati Cristin.
"Ayo masuk, kita tidur sudah larut" ucap Rian
"Tidak mau" ucap Bela
"Terus maunya apa sayang" tanya Rian pada kekasihnya
"Mau digendong sayang," ucap Bela sambil tertawa
"Baiklah tuan puteri" ucap Rian yang langsung mengangkat tubuh kekasihnya dan masuk ke kamar Rian, entah apa yang mereka lakukan saat itu sehingga hanya terdengar suara-suara aneh dari arah kamar itu.
Pagi menjelang, Cristin yang semalam sudah mendengar dengan telinganya sendiri jika kehadirannya di sini bukan sebagai isteri tetapi sebagai pembantu Rumah Tangga, mulai menguatkan hati untuk benar-benar bekerja sebagai seorang pembantu.
Cristin mulai berperang dengan alat dapur danbahan makanan yang ada di dapur itu, sebelum kedua tuan dan nyonya itu bangun, Cristin sudah menyelesaikan tugasnya.
Rian dan kekasihnya baru bangun jam 8 pagi, Rian yang sudah terlambat ke kantor, buru-buru membersihkan dirinya dan bertukar pakaian setelah itu giliran Bela karena ia harus kembali ke apartemennya.
Saat mereka keluar dari kamar, bertepatan dengan Cristin yang hendak keluar dari kamarnya.
"Hei kamu, ke sini sebentar" ucap Rian dengan suara yang agar kasar pada Cristin, dengan patuh gadis itu melangkah ke arah mereka berdua.
"Bagaimana tuan? ada yang bisa aku bantu" ucap Cristin dengan tidak berani menatap ke arah mereka berdua
"Ini Bela calon isteriku dan kami akan menikah dalam waktu dekat, kamu lihat baik-baik agar kamu tidak memperlakukannya sembarang jika ia datang ke sini karena dia juga berhak atas apartemen ini." ucap Rian dengan tegas dan langsung berlalu pergi menggandeng kekasihnya pergi.
Cristin hanya mengangguk dan dan menatap punggung kedua orang itu.
Rian mengantarkan kekasihnya sebelum menuju ke kantornya.
pria itu sudah merencanakan untuk menceraikan Cristin agar tidak menjadi penghalang bagi rumah tangganya bersama Bela.
Sejak kesepakatan untuk menikah tiga bulan lagi, Rian lebih semangat bekarja untuk tidak menumpuk pekerjaan agar jika ia menikah nanti dan berbulan madu sudah tidak ada penghalang lagi.
Hampir setiap hari, Rian menghabiskan waktu dengan kekasihnya, mulai dari menemaninya ke Mall untuk berbelanja, menemaninya nonton, bahkan sampai menemaninya ke salon untuk perawatan.
Dengan sabar Cristin melayani mereka selayaknya pembantu di apartemen itu.
Malam ini Bela tidak menginap dan Rianpun tidak menginap di tempat Bela karena merasa kurang enak badan. Ia sudah menelepon Bela untuk menjenguknya tap kekasihnya beralasan bahwa dia sibuk sehingga tidak bisa datang sehingga Cristinlah yang menjasi sasaran untuk merawat pria itu.
*Bersambung*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Kar Genjreng
belum nyadar ya bella aslinya seperti apa coba tanya author... baikan juga cristin... bodoh rian buang berlian💎💎 mungut batu..
2022-08-05
0
Tri Wijayanti
sakit aja tuh si rian si itin malah yg ngurusin
2022-08-02
1
Fatma Kodja
Ryan ntar juga nyesal saat Cristin sudah pergi, karena orang tua Bella dan juga Bella hanya mau menguras harta Kel Ryan
2022-03-22
0